{"id":1663,"date":"2023-06-22T04:01:43","date_gmt":"2023-06-22T04:01:43","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1663"},"modified":"2023-09-07T02:02:57","modified_gmt":"2023-09-07T02:02:57","slug":"pancasila-sebagai-dasar-pendidikan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-dasar-pendidikan-nasional.html","title":{"rendered":"Pancasila sebagai Dasar Pendidikan Nasional"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-dasar-pendidikan-nasional.html\/#Dialektika_Teori_Pedagogi_Kritis_Ki_Hadjar_Dewantara\" >Dialektika Teori Pedagogi Kritis Ki Hadjar Dewantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-dasar-pendidikan-nasional.html\/#Integrasi_Yuridis_UU_Sisdiknas_dan_Permendikbudristek_No_12_Tahun_2024\" >Integrasi Yuridis: UU Sisdiknas dan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-dasar-pendidikan-nasional.html\/#Tantangan_Kontemporer_Menjaga_Kedaulatan_Intelektual_Bangsa\" >Tantangan Kontemporer: Menjaga Kedaulatan Intelektual Bangsa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pancasila sebagai dasar pendidikan nasional merupakan kompas moral dan pedoman ontologis yang menjiwai seluruh dinamika praksis pendidikan di Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan tidak boleh dipandang sebagai industri manufaktur yang hanya berorientasi pada pencetakan tenaga kerja mekanis bagi pasar industri. Sesuai dengan falsafah Pancasila, pendidikan adalah proses pemuliaan martabat kemanusiaan (<em>humanisasi<\/em>) yang bertujuan menumbuhkan daya cipta, rasa, dan karsa generasi muda agar mampu hidup berdikari, toleran, serta bertanggung jawab terhadap keutuhan bangsa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dialektika_Teori_Pedagogi_Kritis_Ki_Hadjar_Dewantara\"><\/span>Dialektika Teori Pedagogi Kritis Ki Hadjar Dewantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Akar filosofis pendidikan nasional yang bersumber dari Pancasila sejalan dengan pemikiran pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara. Beliau merumuskan konsep <em>Tri Kon<\/em> (Konsentris, Kontinuitas, dan Konvergensi) serta trilogi kepemimpinan pendidikan yang abadi:<\/p>\n<blockquote>\n<p><em>&#8220;Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.&#8221;<\/em><br \/>\n(Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di belakang memberi dorongan dan kekuatan moral).<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Ki Hadjar menegaskan bahwa pendidikan adalah upaya &#8220;menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat&#8221;. Sila-sila Pancasila menjadi kristalisasi dari kodrat kebudayaan luhur bangsa Indonesia yang menolak model pendidikan kolonial yang serba mengekang dan mendiskriminasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Integrasi_Yuridis_UU_Sisdiknas_dan_Permendikbudristek_No_12_Tahun_2024\"><\/span>Integrasi Yuridis: UU Sisdiknas dan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara yuridis kenegaraan, asas Pancasila dalam pendidikan nasional dikukuhkan dalam hierarki aturan perundang-undangan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:<\/strong> Pasal 2 menegaskan: <em>&#8220;Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&#8221;<\/em> Pasal 3 merumuskan fungsinya untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.<\/li>\n<li><strong>Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 jo. PP Nomor 4 Tahun 2022:<\/strong> Menjadi landasan operasional Standar Nasional Pendidikan yang memastikan seluruh kurikulum mengintegrasikan nilai-nilai moral keagamaan dan kebangsaan.<\/li>\n<li><strong>Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024:<\/strong> Menetapkan Kurikulum Nasional yang menempatkan Profil Pelajar Pancasila sebagai muara utama pembelajaran kokurikuler melalui 6 dimensi karakter: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, Berkebinekaan global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"table-responsive\">\n<table class=\"table\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Dimensi Karakter<\/th>\n<th>Akar Filosofis Sila Pancasila<\/th>\n<th>Praktik Pendidikan di Lingkungan Kampus \/ Sekolah<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Spiritualitas Luhur<\/strong><\/td>\n<td>Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa<\/td>\n<td>Pendidikan nilai moral, kebebasan beribadah, dan penolakan terhadap sikap intoleransi ekstrem.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Humanisme Berkeadilan<\/strong><\/td>\n<td>Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab<\/td>\n<td>Penghapusan diskriminasi gender\/disabilitas, pencegahan perundungan, dan penghargaan hak asasi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kohesi Kebangsaan<\/strong><\/td>\n<td>Sila Ketiga: Persatuan Indonesia<\/td>\n<td>Kurikulum multikultural, peringatan sejarah perjuangan, dan kolaborasi antardaerah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Demokrasi Kritis<\/strong><\/td>\n<td>Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat&#8230;<\/td>\n<td>Kemerdekaan berpendapat di ruang kuliah, diskusi dialektis, dan keterlibatan organisasi mahasiswa.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kepedulian Sosial<\/strong><\/td>\n<td>Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat&#8230;<\/td>\n<td>Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pemberdayaan masyarakat desa dan beasiswa afirmasi mahasiswa tidak mampu.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tantangan_Kontemporer_Menjaga_Kedaulatan_Intelektual_Bangsa\"><\/span>Tantangan Kontemporer: Menjaga Kedaulatan Intelektual Bangsa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di tengah disrupsi teknologi digital dan infiltrasi ideologi transnasional yang individualistis, pembumian Pancasila di dunia pendidikan menuntut keteladanan nyata dari para pendidik, bukan hafalan buta materi ajar. Perguruan tinggi dan sekolah harus menjadi benteng kebebasan berpikir yang beretika, laboratorium inovasi teknologi yang menyejahterakan rakyat kecil, serta rahim lahirnya cendekiawan yang berwawasan global namun tetap mencintai tanah airnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pancasila sebagai dasar pendidikan nasional merupakan kompas moral dan pedoman ontologis yang menjiwai seluruh dinamika praksis pendidikan di Indonesia. Penyelenggaraan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}