{"id":1790,"date":"2023-06-22T09:01:28","date_gmt":"2023-06-22T09:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1790"},"modified":"2023-06-22T09:01:28","modified_gmt":"2023-06-22T09:01:28","slug":"teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html","title":{"rendered":"Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html\/#Pengertian_Teks_Negosiasi_Menurut_Para_Ahli\" >Pengertian Teks Negosiasi Menurut Para Ahli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html\/#Jenis_Teks_Negosiasi\" >Jenis Teks Negosiasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html\/#Ciri-Ciri_Teks_Negosiasi\" >Ciri-Ciri Teks Negosiasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html\/#Struktur_Teks_Negosiasi\" >Struktur Teks Negosiasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teks-negosiasi-pengertian-ciri-struktur-dan-contoh.html\/#Contoh_Teks_Negosiasi\" >Contoh Teks Negosiasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Teks negosiasi adalah teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan kepentingan\u2074. Tujuan dari negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan)\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Teks_Negosiasi_Menurut_Para_Ahli\"><\/span>Pengertian Teks Negosiasi Menurut Para Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa pengertian teks negosiasi menurut para ahli:<\/p>\n<p>&#8211; Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, negosiasi adalah perundingan untuk mencapai persetujuan bersama\u00b2.<br \/>\n&#8211; Menurut Agnesia (2016), negosiasi adalah proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang memiliki tujuan yang sama namun memiliki kepentingan yang berbeda\u00b2.<br \/>\n&#8211; Menurut Depdiknas (2008), negosiasi adalah proses interaksi sosial antara dua pihak atau lebih yang saling mempengaruhi untuk mencapai kesepakatan mengenai masalah yang sedang dihadapi\u00b2.<br \/>\n&#8211; Menurut Ross (2005), negosiasi adalah proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang saling bertukar informasi dan tawaran untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan\u00b2.<br \/>\n&#8211; Menurut Lumumba (2007), negosiasi adalah proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang saling berbagi kepentingan dan tujuan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak\u00b2.<br \/>\n&#8211; Menurut Robbins dan Judge (2013), negosiasi adalah proses di mana dua atau lebih pihak bertukar barang dan jasa dan berusaha menyepakati nilai pertukaran tersebut\u00b2.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Teks_Negosiasi\"><\/span>Jenis Teks Negosiasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teks negosiasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<p>&#8211; Negosiasi formal, yaitu negosiasi yang dilakukan secara resmi dengan aturan dan prosedur yang jelas. Contohnya adalah negosiasi antara perusahaan dan karyawan, antara pemerintah dan rakyat, antara negara dan negara\u00b2.<br \/>\n&#8211; Negosiasi informal, yaitu negosiasi yang dilakukan secara tidak resmi tanpa aturan dan prosedur yang jelas. Contohnya adalah negosiasi antara teman, antara keluarga, antara penjual dan pembeli\u00b2.<\/p>\n<p>Teks negosiasi informal dapat dibagi lagi menjadi dua bentuk, yaitu:<\/p>\n<p>&#8211; Teks negosiasi lisan, yaitu teks negosiasi yang disampaikan secara langsung melalui ucapan. Contohnya adalah tawar-menawar harga di pasar, meminjam uang kepada teman, meminta izin kepada orang tua\u00b2.<br \/>\n&#8211; Teks negosiasi tertulis, yaitu teks negosiasi yang disampaikan secara tidak langsung melalui tulisan. Contohnya adalah surat permohonan keringanan biaya sekolah, email penawaran kerjasama, pesan singkat permintaan bantuan\u00b2.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Teks_Negosiasi\"><\/span>Ciri-Ciri Teks Negosiasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teks negosiasi memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<p>&#8211; Menggunakan bahasa yang sopan, santun, dan menghormati lawan bicara\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Menggunakan kata-kata yang bersifat persuasif, yaitu kata-kata yang dapat meyakinkan lawan bicara untuk menerima tawaran atau usulan\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Menggunakan kata-kata yang bersifat kompromistis, yaitu kata-kata yang menunjukkan kesediaan untuk mengalah atau memberi kelonggaran kepada lawan bicara\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Menggunakan kata-kata yang bersifat kooperatif, yaitu kata-kata yang menunjukkan kerjasama dan kebersamaan dengan lawan bicara\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Menggunakan kalimat tanya, perintah, larangan, atau saran untuk memulai atau mengakhiri negosiasi\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Menggunakan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, atau eksklamatif sesuai dengan tujuan dan situasi negosiasi\u00b9\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Teks_Negosiasi\"><\/span>Struktur Teks Negosiasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teks negosiasi memiliki struktur sebagai berikut:<\/p>\n<p>&#8211; Orientasi, yaitu bagian yang memperkenalkan latar belakang dan konteks negosiasi, seperti siapa pelaku negosiasi, apa tujuan negosiasi, apa masalah yang dihadapi, dan sebagainya\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Permintaan, yaitu bagian yang memuat tuntutan atau permintaan dari salah satu pihak yang terlibat dalam negosiasi\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Pemenuhan, yaitu bagian yang memuat respons atau reaksi dari pihak lain terhadap tuntutan atau permintaan dari pihak pertama\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Penawaran, yaitu bagian yang memuat usulan atau tawaran dari salah satu pihak untuk mencapai kesepakatan dengan pihak lain\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Persetujuan, yaitu bagian yang memuat kesepakatan atau perjanjian yang dicapai oleh kedua belah pihak setelah melakukan negosiasi\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Pembelian, yaitu bagian yang memuat tindakan atau langkah yang dilakukan oleh kedua belah pihak setelah mencapai kesepakatan. Bagian ini bersifat opsional dan tidak selalu ada dalam teks negosiasi\u00b9\u00b3.<br \/>\n&#8211; Penutup, yaitu bagian yang memuat simpulan atau kesimpulan dari hasil negosiasi. Bagian ini juga bersifat opsional dan tidak selalu ada dalam teks negosiasi\u00b9\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Teks_Negosiasi\"><\/span>Contoh Teks Negosiasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah contoh teks negosiasi antara penjual dan pembeli di toko online:<\/p>\n<p>**Orientasi:**<\/p>\n<p>Pembeli: Halo kak, saya mau beli sepatu sneakers model ABC warna hitam ukuran 40.<\/p>\n<p>Penjual: Halo kak, terima kasih sudah menghubungi kami. Untuk sepatu sneakers model ABC warna hitam ukuran 40 kami masih ada stoknya.<\/p>\n<p>**Permintaan:**<\/p>\n<p>Pembeli: Oke kak. Berapa harganya?<\/p>\n<p>Penjual: Harganya Rp 300.000 kak.<\/p>\n<p>Pembeli: Wah mahal banget kak. Bisa kurang nggak?<\/p>\n<p>**Pemenuhan:**<\/p>\n<p>Penjual: Maaf kak, harga itu sudah nett. Kami tidak bisa memberi diskon karena barangnya berkualitas dan original.<\/p>\n<p>Pembeli: Ya tapi kan di toko online lain ada yang jual lebih murah kak. Kalau nggak bisa kurang saya cari di tempat lain aja deh.<\/p>\n<p>**Penawaran:**<\/p>\n<p>Penjual: Wah sayang sekali kak kalau sampai batal beli. Kami bisa kasih bonus kaos kaki dan tas sepatu gratis loh kak kalau beli sekarang.<\/p>\n<p>Pembeli: Hmm.. bonusnya menarik sih kak. Tapi tetap aja harganya masih mahal.<\/p>\n<p>Penjual: Gimana kalau kami kasih potongan ongkir sebesar Rp 20.000 kak? Jadi totalnya cuma Rp 280.000 aja.<\/p>\n<p>**Persetujuan:**<\/p>\n<p>Pembeli: Oke deh kak kalau begitu saya setuju. Tapi barangnya harus bagus ya kak.<\/p>\n<p>Penjual: Tentu saja kak. Barang kami dijamin bagus dan original. Terima kasih sudah berbelanja di toko kami.<\/p>\n<p>**Pembelian:**<\/p>\n<p>Pembeli: Sama-sama kak. Saya transfer sekarang ya ke rekening BCA a.n. Andi.<\/p>\n<p>Penjual: Baik kak. Setelah transfer m.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 20 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Ciri, Jenis &amp; Strukturnya &#8230;. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-negosiasi.<br \/>\n(2) Pengertian Teks Negosiasi: Jenis, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Dan &#8230;. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-teks-negosiasi\/.<br \/>\n(3) Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &amp; Cara Membuatnya | Bahasa &#8230;. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-negosiasi.<br \/>\n(4) Pengertian, Ciri-Ciri, dan Struktur Teks Negosiasi &#8211; Materi Bahasa &#8230;. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/mengenal-apa-itu-teks-negosiasi.<br \/>\n(5) Teks Negosiasi &#8211; Bahasa Indonesia Kelas 10 &#8211; Quipper Blog. https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/bahasa-indonesia\/materi-teks-negosiasi\/.<br \/>\n(6) Getty Images. https:\/\/www.gettyimages.com\/detail\/photo\/silhouette-of-young-designer-team-standing-with-a-royalty-free-image\/1206150255.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teks negosiasi adalah teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1790","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1790\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}