{"id":2320,"date":"2023-07-12T10:37:14","date_gmt":"2023-07-12T10:37:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2320"},"modified":"2023-07-12T10:37:14","modified_gmt":"2023-07-12T10:37:14","slug":"kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html","title":{"rendered":"Kurikulum Merdeka: Pengertian, Urgensi, Implementasi, Manfaat, dll"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_itu_Kurikulum_Merdeka\" >Apa itu Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Mengapa_Kurikulum_Merdeka_Diperlukan\" >Mengapa Kurikulum Merdeka Diperlukan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Bagaimana_Cara_Menerapkan_Kurikulum_Merdeka\" >Bagaimana Cara Menerapkan Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_Manfaat_Kurikulum_Merdeka\" >Apa Manfaat Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_saja_program_yang_mendukung_Kurikulum_Merdeka\" >Apa saja program yang mendukung Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Bagaimana_Pemerintah_Mendukung_Kurikulum_Merdeka\" >Bagaimana Pemerintah Mendukung Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_saja_tantangan_yang_dihadapi_dalam_Kurikulum_Merdeka\" >Apa saja tantangan yang dihadapi dalam Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_saja_harapan_yang_dipegang_dalam_Kurikulum_Merdeka\" >Apa saja harapan yang dipegang dalam Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_saja_contoh_penerapan_Kurikulum_Merdeka\" >Apa saja contoh penerapan Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kurikulum-merdeka-pengertian-urgensi-implementasi-manfaat-dll.html\/#Apa_saja_inspirasi_untuk_mengembangkan_Kurikulum_Merdeka\" >Apa saja inspirasi untuk mengembangkan Kurikulum Merdeka?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa itu Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik<sup>1<\/sup>. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila.<\/li>\n<li>Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.<\/li>\n<li>Pembelajaran yang fleksibel, yaitu keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Kurikulum_Merdeka_Diperlukan\"><\/span>Mengapa Kurikulum Merdeka Diperlukan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka diperlukan untuk mengatasi krisis dan kesenjangan pembelajaran yang telah lama terjadi di Indonesia, serta memperbaiki dampak negatif pandemi COVID-19 terhadap proses belajar-mengajar<sup>2<\/sup>. Berdasarkan studi nasional dan internasional, banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak Indonesia untuk meraih potensi terbaik mereka melalui pendidikan yang bermutu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cara_Menerapkan_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Bagaimana Cara Menerapkan Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka tidak dilaksanakan secara serentak dan masif, melainkan berdasarkan kesiapan dan pilihan masing-masing satuan pendidikan<sup>3<\/sup>. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Memahami garis besar Kurikulum Merdeka, yaitu regulasi mengenai Kurikulum Merdeka yang berlaku.<\/li>\n<li>Memahami pembelajaran dan asesmen, yaitu panduan pembelajaran dan asesmen yang mengacu pada prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, yaitu panduan pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan yang meliputi analisis karakteristik satuan pendidikan, penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran, serta pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, yaitu panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Manfaat_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa Manfaat Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka memiliki banyak manfaat bagi pendidikan di Indonesia, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.<\/li>\n<li>Mengembangkan kompetensi dasar peserta didik seperti literasi dan numerasi.<\/li>\n<li>Mengembangkan soft skills dan karakter peserta didik sesuai dengan profil pelajar Pancasila.<\/li>\n<li>Mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik dalam menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar mereka.<\/li>\n<li>Memberdayakan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang profesional dan berkompeten.<\/li>\n<li>Meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses belajar-mengajar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_program_yang_mendukung_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa saja program yang mendukung Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka tidak hanya berupa perubahan kurikulum, tetapi juga didukung oleh berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Beberapa program yang mendukung Kurikulum Merdeka adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Sekolah Penggerak (SP), yaitu program yang memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah yang memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka secara optimal dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain<sup>1<\/sup>. SP akan mendapatkan bantuan dana, fasilitas, sumber daya manusia, serta bimbingan dan supervisi dari pemerintah.<\/li>\n<li>Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK), yaitu program yang memberikan dukungan kepada SMK yang memiliki potensi untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang tertentu<sup>1<\/sup>. SMK-PK akan mendapatkan bantuan dana, fasilitas, sumber daya manusia, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi terkait.<\/li>\n<li>Guru Penggerak (GP), yaitu program yang memberikan dukungan kepada guru-guru yang memiliki kompetensi dan motivasi tinggi untuk mengembangkan pembelajaran inovatif dan berkualitas sesuai dengan Kurikulum Merdeka<sup>2<\/sup>. GP akan mendapatkan bantuan dana, fasilitas, sumber daya manusia, serta bimbingan dan supervisi dari pemerintah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Pemerintah_Mendukung_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Bagaimana Pemerintah Mendukung Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemerintah mendukung Kurikulum Merdeka dengan berbagai cara, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyediakan regulasi, panduan, dan rujukan mengenai Kurikulum Merdeka yang dapat diakses oleh semua pihak terkait melalui situs web resmi Kemendikbudristek<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyediakan angket kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka yang dapat diisi oleh satuan pendidikan untuk menentukan pilihan kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyediakan bantuan dana, fasilitas, sumber daya manusia, serta bimbingan dan supervisi bagi satuan pendidikan, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam program-program pendukung Kurikulum Merdeka<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyediakan platform digital untuk memfasilitasi proses belajar-mengajar secara daring maupun luring, seperti Rumah Belajar, TV Edukasi, Radio Edukasi, Buku Sekolah Elektronik, dan lain-lain<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyediakan sarana komunikasi dan informasi bagi semua pihak terkait melalui media sosial resmi Kemendikbudristek, seperti Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, dan lain-lain<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_tantangan_yang_dihadapi_dalam_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa saja tantangan yang dihadapi dalam Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka merupakan perubahan yang cukup besar dan kompleks dalam sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Kesiapan dan kompetensi guru, yaitu kemampuan guru untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka.\u00a0Guru juga harus mampu mengembangkan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang menarik dan bermakna bagi peserta didik<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Ketersediaan dan kualitas sumber belajar, yaitu ketersediaan dan kualitas buku teks, buku pegangan guru, media pembelajaran, sumber belajar digital, dan lain-lain yang mendukung proses belajar-mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Keterlibatan dan dukungan orang tua dan masyarakat, yaitu keterlibatan dan dukungan orang tua dan masyarakat dalam mendampingi, memfasilitasi, dan memotivasi peserta didik dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Kondisi dan infrastruktur satuan pendidikan, yaitu kondisi dan infrastruktur satuan pendidikan yang memadai untuk mendukung proses belajar-mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, sarana seni, sarana teknologi informasi dan komunikasi, dan lain-lain<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Koordinasi dan sinergi antara pihak-pihak terkait, yaitu koordinasi dan sinergi antara pihak-pihak terkait dalam pengembangan dan implementasi Kurikulum Merdeka, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas pendidikan, lembaga penjaminan mutu pendidikan, perguruan tinggi, industri, organisasi profesi guru, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_harapan_yang_dipegang_dalam_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa saja harapan yang dipegang dalam Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka merupakan harapan bagi pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas, berdaya saing, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Beberapa harapan yang dipegang dalam Kurikulum Merdeka adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Peserta didik dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal melalui pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Peserta didik dapat menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk hidup di abad ke-21, seperti literasi, numerasi, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi, keterampilan belajar sepanjang hayat, keterampilan adaptif dan inovatif<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Peserta didik dapat membentuk karakter yang kuat sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yaitu religiusitas (beriman), nasionalisme (berbangsa), integritas (bermoral), gotong royong (bersosial), mandiri (berdaya saing), serta ilmiah (berilmu)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar mereka melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Peserta didik dapat merasakan kebahagiaan dalam proses belajar-mengajar yang menyenangkan dan bermakna<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_contoh_penerapan_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa saja contoh penerapan Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka telah diterapkan oleh beberapa satuan pendidikan di Indonesia, baik yang terlibat dalam program Sekolah Penggerak maupun yang tidak. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Kurikulum Merdeka yang dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain:<\/p>\n<ul>\n<li>SD Negeri 1 Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah, yang menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengintegrasikan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek yang dilakukan oleh peserta didik antara lain membuat karya seni dari sampah plastik, membuat pupuk organik dari sampah organik, membuat alat peraga matematika dari barang bekas, dan lain-lain.<\/li>\n<li>SMP Negeri 1 Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, yang menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan masalah. Pembelajaran dilakukan secara kolaboratif dan interdisipliner dengan melibatkan peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat. Beberapa proyek yang dilakukan oleh peserta didik antara lain membuat kincir angin dari barang bekas, membuat masker dari bahan alami, membuat video edukasi tentang COVID-19, dan lain-lain.<\/li>\n<li>SMA Negeri 1 Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan pembelajaran berbasis minat dan bakat peserta didik. Pembelajaran dilakukan secara fleksibel dengan memberikan pilihan kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka. Beberapa mata pelajaran pilihan yang ditawarkan antara lain bahasa asing, seni budaya, olahraga, teknologi informasi dan komunikasi, dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_inspirasi_untuk_mengembangkan_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Apa saja inspirasi untuk mengembangkan Kurikulum Merdeka?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka dapat dikembangkan dengan berbagai cara sesuai dengan kreativitas dan inovasi pendidik dan peserta didik. Berikut adalah beberapa inspirasi untuk mengembangkan Kurikulum Merdeka:<\/p>\n<ul>\n<li>Menggunakan sumber belajar digital yang tersedia secara gratis dan mudah diakses, seperti Rumah Belajar, TV Edukasi, Radio Edukasi, Buku Sekolah Elektronik, dan lain-lain<sup>1<\/sup>. Sumber belajar digital dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif.<\/li>\n<li>Menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dan informasi terkait dengan Kurikulum Merdeka, seperti Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, dan lain-lain<sup>1<\/sup>. Media sosial dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam berbagi pengalaman, ide, gagasan, karya, serta mendapatkan dukungan dan masukan dari pihak-pihak terkait.<\/li>\n<li>Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis penemuan, pembelajaran kooperatif, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran bermain, pembelajaran kontekstual, dan lain-lain<sup>2<\/sup>. Metode pembelajaran yang bervariasi dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(2) Kurikulum Merdeka &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kurikulum_Merdeka.<br \/>\n(3) Mengenal Kurikulum Merdeka Belajar dan Tahapan Implementasi &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/sekolah\/d-6163658\/mengenal-kurikulum-merdeka-belajar-dan-tahapan-implementasi-penerapannya.<br \/>\n(4) Apa Itu Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Tahapannya &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/apa-itu-kurikulum-merdeka-implementasi-dan-tahapannya-gtWM.<br \/>\n(5) Latar Belakang Kurikulum Merdeka \u2013 Merdeka Mengajar. https:\/\/pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id\/hc\/en-us\/articles\/6824331505561-Latar-Belakang-Kurikulum-Merdeka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Kurikulum Merdeka? Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-2320","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2320\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}