{"id":2424,"date":"2023-07-25T09:20:55","date_gmt":"2023-07-25T09:20:55","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2424"},"modified":"2023-07-25T09:20:55","modified_gmt":"2023-07-25T09:20:55","slug":"eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial.html","title":{"rendered":"Eksklusi sebagai Permasalahan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial.html\/#Pengertian_Eksklusi_Sosial\" >Pengertian Eksklusi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial.html\/#Contoh_Eksklusi_Sosial\" >Contoh Eksklusi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial.html\/#Cara_Mengatasi_Eksklusi_Sosial\" >Cara Mengatasi Eksklusi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/eksklusi-sebagai-permasalahan-sosial.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Eksklusi_Sosial\"><\/span>Pengertian Eksklusi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Eksklusi sosial adalah tindakan penyingkiran atau pengucilan individu atau kelompok masyarakat dari sistem sosial yang berlaku<sup>1<\/sup>.\u00a0Eksklusi sosial juga disebut marginalisasi sosial, yaitu kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak memiliki akses atau kesempatan yang sama dengan orang lain dalam hal ekonomi, politik, budaya, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Eksklusi sosial bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti suku, ras, agama, gender, orientasi seksual, status sosial, kondisi fisik atau mental, dan lain-lain<sup>3<\/sup>.\u00a0Eksklusi sosial bisa berdampak negatif bagi individu atau kelompok yang mengalaminya, seperti rendahnya kualitas hidup, kurangnya rasa percaya diri, hilangnya motivasi, terjadinya diskriminasi, kekerasan, atau konflik<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Eksklusi_Sosial\"><\/span>Contoh Eksklusi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa contoh eksklusi sosial yang terjadi di masyarakat antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Eksklusi sosial terhadap anak jalanan. Anak jalanan adalah anak-anak yang hidup di jalanan tanpa pengawasan orang tua atau wali. Mereka sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Mereka juga rentan menjadi korban kejahatan, penyalahgunaan narkoba, eksploitasi seksual, dan penyakit menular. Anak jalanan sering dianggap sebagai beban atau gangguan oleh masyarakat.\u00a0Mereka tidak mendapatkan perlindungan hukum atau bantuan sosial yang memadai<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Eksklusi sosial terhadap pengidap HIV\/AIDS. HIV\/AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, atau ibu hamil ke bayinya. Pengidap HIV\/AIDS sering mengalami stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Mereka dianggap sebagai orang berdosa, kotor, atau berbahaya.\u00a0Mereka juga sulit mendapatkan pekerjaan, pendidikan, perawatan medis, atau dukungan psikologis yang layak<sup>6<\/sup>.<\/li>\n<li>Eksklusi sosial terhadap pengamen. Pengamen adalah orang-orang yang menyanyi atau memainkan alat musik di tempat umum untuk mendapatkan uang. Mereka biasanya berasal dari kalangan miskin atau kurang beruntung. Mereka sering diusir atau ditangkap oleh aparat keamanan karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Mereka juga tidak mendapatkan penghargaan atau pengakuan atas bakat atau kreativitas mereka.<\/li>\n<li>Eksklusi sosial terhadap buruh migran, terutama perempuan. Buruh migran adalah orang-orang yang bekerja di negara lain untuk mencari penghasilan lebih baik. Mereka biasanya berasal dari negara berkembang yang memiliki tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi. Mereka sering mengalami eksploitasi, penipuan, perlakuan tidak manusiawi, atau pelanggaran hak asasi manusia oleh majikan atau pihak berwenang di negara tujuan. Mereka juga tidak mendapatkan perlindungan hukum atau jaminan sosial yang memadai.<\/li>\n<li>Eksklusi sosial terhadap masyarakat miskin atau kurang mampu. Masyarakat miskin atau kurang mampu adalah orang-orang yang memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan atau tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka sering mengalami kesenjangan sosial dan ekonomi dengan masyarakat lain. Mereka juga tidak memiliki akses atau kesempatan yang sama dalam hal pendidikan, kesehatan, pekerjaan, atau partisipasi politik. Mereka juga rentan menjadi korban bencana alam, krisis ekonomi, atau konflik sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Eksklusi_Sosial\"><\/span>Cara Mengatasi Eksklusi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mengatasi eksklusi sosial, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, media, dan individu. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hak-hak dan kewajiban setiap individu atau kelompok dalam masyarakat. Mendorong sikap toleran, saling menghormati, dan saling membantu antara sesama manusia. Menangkal segala bentuk stigma, diskriminasi, atau kekerasan terhadap individu atau kelompok yang berbeda.<\/li>\n<li>Membuat kebijakan dan regulasi yang melindungi dan memberdayakan individu atau kelompok yang mengalami eksklusi sosial. Memberikan bantuan hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, atau psikologis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Menghapus segala bentuk hambatan atau rintangan yang menghalangi mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.<\/li>\n<li>Membangun jejaring kerjasama dan komunikasi antara berbagai pihak yang terkait dengan isu eksklusi sosial. Menyediakan ruang dialog dan diskusi yang konstruktif dan inklusif. Menyampaikan informasi dan edukasi yang akurat dan objektif tentang eksklusi sosial melalui media massa atau media sosial.<\/li>\n<li>Memberikan dukungan dan motivasi kepada individu atau kelompok yang mengalami eksklusi sosial. Mengakui dan menghargai potensi atau kontribusi mereka dalam masyarakat. Memberikan kesempatan atau fasilitas yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan bakat atau kreativitas mereka.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Eksklusi sosial adalah tindakan penyingkiran atau pengucilan individu atau kelompok masyarakat dari sistem sosial yang berlaku. Eksklusi sosial bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti suku, ras, agama, gender, orientasi seksual, status sosial, kondisi fisik atau mental, dan lain-lain. Eksklusi sosial bisa berdampak negatif bagi individu atau kelompok yang mengalaminya, seperti rendahnya kualitas hidup, kurangnya rasa percaya diri, hilangnya motivasi, terjadinya diskriminasi, kekerasan, atau konflik.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi eksklusi sosial, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, media, dan individu. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain: meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hak-hak dan kewajiban setiap individu atau kelompok dalam masyarakat; membuat kebijakan dan regulasi yang melindungi dan memberdayakan individu atau kelompok yang mengalami eksklusi sosial; membangun jejaring kerjasama dan komunikasi antara berbagai pihak yang terkait dengan isu eksklusi sosial; memberikan dukungan dan motivasi kepada individu atau kelompok yang mengalami eksklusi sosial.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Definisi Masalah Sosial di Sosiologi, Penyebab dan Contoh Bentuknya. https:\/\/tirto.id\/definisi-masalah-sosial-di-sosiologi-penyebab-dan-contoh-bentuknya-f93F.<br \/>\n(2) Eksklusi Sosial: Pengertian dan Contohnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/12\/12\/110000969\/eksklusi-sosial&#8211;pengertian-dan-contohnya.<br \/>\n(3) Hubungan antara Eksklusi Sosial dengan Masalah Sosial &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/11\/07\/100000069\/hubungan-antara-eksklusi-sosial-dengan-masalah-sosial.<br \/>\n(4) Definisi Masalah Sosial Eksklusi Sosial Dan Faktor Penyebabnya. https:\/\/www.serbaserbiilmu.com\/2022\/03\/definisi-masalah-sosial-eksklusi-sosial.html.<br \/>\n(5) EKSKLUSI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN &#8211; Universitas Padjadjaran. https:\/\/pustaka.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Eksklusi-Sosial-Dan-Pembangunan-Makna-Fokus-Dan-Dimensi-Untuk-Kajian-Sosiologis-No.-25.pdf.<br \/>\n(6) undefined. https:\/\/t.me\/kompascomupdate.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Eksklusi Sosial Eksklusi sosial adalah tindakan penyingkiran atau pengucilan individu atau kelompok masyarakat dari sistem sosial yang berlaku1.\u00a0Eksklusi sosial juga disebut marginalisasi sosial, yaitu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-2424","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2424\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}