{"id":2516,"date":"2023-07-30T02:13:40","date_gmt":"2023-07-30T02:13:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2516"},"modified":"2023-12-06T00:58:54","modified_gmt":"2023-12-06T00:58:54","slug":"teori-teori-perubahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/teori-teori-perubahan-sosial\/","title":{"rendered":"Teori-teori Perubahan Sosial"},"content":{"rendered":"<p>Perubahan sosial adalah suatu variasi cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya penemuan baru dalam masyarakat<sup>1<\/sup>. Perubahan sosial dapat dipelajari menggunakan beberapa teori, yaitu:<\/p>\n<h2>Teori Evolusi (Evolutionary Theory)<\/h2>\n<p>Teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial memiliki arah tetap serta tahapan yang sama<sup>1<\/sup>. Teori ini terbagi atas teori evolusi unilinear dan multilinear.\u00a0Teori evolusi unilinear beranggapan bahwa semua masyarakat mengalami perubahan dari tahap primitif menuju tahap modern<sup>2<\/sup>.\u00a0Contohnya adalah teori evolusi sosial Herbert Spencer yang menganggap masyarakat berkembang dari bentuk sederhana menjadi kompleks<sup>3<\/sup>.\u00a0Teori evolusi multilinear beranggapan bahwa setiap masyarakat memiliki jalur perubahan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya<sup>2<\/sup>. Contohnya adalah teori difusi Alfred L.\u00a0Kroeber yang mengatakan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat lain<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2>Teori Siklus (Cyclical Theory)<\/h2>\n<p>Teori ini melihat adanya sejumlah tahap yang harus dilalui oleh setiap masyarakat<sup>1<\/sup>.\u00a0Tahap-tahap tersebut berulang secara siklus dan tidak ada titik akhir dari perubahan sosial<sup>2<\/sup>. Contohnya adalah teori siklus sejarah Arnold J.\u00a0Toynbee yang membagi tahap-tahap peradaban menjadi tiga, yaitu: pertumbuhan, kemunduran, dan pembusukan<sup>3<\/sup>.\u00a0Toynbee juga mengemukakan bahwa peradaban dapat bangkit kembali jika mampu mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2>Teori Fungsionalis (Functionalist Theory)<\/h2>\n<p>Teori ini melihat perubahan sosial sebagai suatu proses yang membawa perubahan pada sistem sosial secara keseluruhan<sup>1<\/sup>.\u00a0Teori ini menekankan pada fungsi integrasi dan keseimbangan dalam masyarakat<sup>2<\/sup>.\u00a0Contohnya adalah teori fungsional struktural Talcott Parsons yang mengatakan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya empat proses, yaitu: diferensiasi, adaptasi, inklusi, dan pengendalian nilai<sup>3<\/sup>.\u00a0Parsons juga menganggap bahwa perubahan sosial harus sesuai dengan nilai-nilai dominan dalam masyarakat agar dapat diterima<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Teori Perubahan Sosial: Pengertian, Bentuk, dan Jenisnya &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6171883\/teori-perubahan-sosial-pengertian-bentuk-dan-jenisnya.<br \/>\n(2) 4 Teori Perubahan Sosial dan Contohnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/10\/30\/174210769\/4-teori-perubahan-sosial-dan-contohnya.<br \/>\n(3) Pengertian Perubahan Sosial, Teori &amp; Karakteristiknya &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-perubahan-sosial-teori-dan-karakteristik.<br \/>\n(4) Pengertian Perubahan Sosial dan Teorinya Menurut Ahli Sosiologi &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/pengertian-perubahan-sosial-dan-teorinya-menurut-ahli-sosiologi-gabY.<br \/>\n(5) Berbagai Teori dan Bentuk Perubahan Sosial &#8211; Prodi Administrasi Publik &#8230;. https:\/\/adminpublik.uma.ac.id\/2021\/11\/08\/berbagai-teori-dan-bentuk-perubahan-sosial\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan sosial adalah suatu variasi cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, maupun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-2516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2516\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}