{"id":28144,"date":"2022-11-27T09:25:00","date_gmt":"2022-11-27T02:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28144"},"modified":"2022-11-27T09:25:00","modified_gmt":"2022-11-27T02:25:00","slug":"letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html","title":{"rendered":"Letter of Credit : Pengertian, Dasar Hukum, Peranan, Mekanisme, Keuntungan L\/C, dan Jenis-Jenis"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Pengertian_Letter_of_Credit\" >Pengertian\u00a0Letter of Credit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Dasar_Hukum_LC\" >Dasar Hukum L\/C<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Peranan_LC\" >Peranan L\/C<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Mekanisme_LC\" >Mekanisme L\/C<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Keuntungan_LC\" >Keuntungan L\/C<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Keuntungan_Bagi_Eksportir\" >Keuntungan Bagi Eksportir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Keuntungan_Bagi_Importir\" >Keuntungan Bagi Importir<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Jenis-Jenis_Letter_Of_Credit\" >Jenis-Jenis\u00a0Letter Of Credit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/letter-of-credit-pengertian-dasar-hukum-peranan-mekanisme-keuntungan-l-c-dan-jenis-jenis.html\/#Contoh_Kasus\" >Contoh Kasus<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Letter_of_Credit\"><\/span><b><\/b><b><strong>Pengertian\u00a0<em>Letter of Credit<\/em><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya L\/C digunakan untuk membiayai kontrak penjualan barang jarak jauh antara pembeli dan penjual yang belum saling mengenal dengan baik. Dengan kata lain L\/C digunakan untuk membiayai transaksi perdagangan internasional. Tetapi, L\/C bukan merupakan garansi atau surat berharga yang dapat dipindah tangankan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">C.F.G Sunaryati Hartono mengatakan, secara harfiah L\/C dapat diterjemahkan sebagai Surat Hutang atau Surat Piutang atau Surat Tagihan, tetapi sebenarnya L\/C lebih merupakan suatu janji akan dilakukannya pembayaran, apabila dan setelah terpenuhi syarat-syarat tertentu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Agoes Moerjono, seorang praktisi asuransi dalam bidang pengembangan ekspor, mengatakan bahwa\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0adalah perikatan antar bank yang menerbitkan\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0dengan eksportir yang menikmati manfaat\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Henry Harfield, seorang pakar hukum L\/C di Amerika mengatakan \u201c<em>A Letter of Credit is a legally enforcable promise by an issuer to a beneficiary\u201d<\/em>\u00a0maksudnya hakikat dari\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0adalah janji yang dapat dilaksanakan secara hukum.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selain itu UCP (<em>Uniform Customs and Practice for Documentary Credits<\/em>) mengatakan bahwa L\/C adalah janji dari bank penerbit untuk melakukan pembayaran atau memberikan kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atas penyerahan dokumen-dokumen (misalnya konosemen, faktur, sertifikat asuransi) yang sesuai dengan persyaratan L\/C. Inti dari pengertian L\/C menurut UCP adalah bahwa L\/C merupakan \u201cjanji pembayaran\u201d.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bank Indonesia mengatakan,\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0adalah janji\u00a0<em>issuing<\/em>\u00a0bank untuk membayar sejumlah uang kepada eksportir sepanjang ia dapat memnuhi syarat dan kondisi\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Menurut Amir M.S. dalam bukunya yang berjudul \u201c<em>Letter of Credit<\/em>: Dalam Bisnis Ekspor Impor\u201d memaparkan,\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0adalah surat-surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank devisa bersangkutan dan ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi dari importir tersebut. Isi surat itu menyatakan bahwa eksportir penerimaan L\/C diberi hak oleh importir untuk menarik wesel (surat perintah untuk melunasi utang) atas Bank Pembuka untuk sejumlah jaminan untuk mengakseptir atau menghonorir wesel yang ditarik tersebut asal sesuai dan memenuhi semua syarat yang tercantum di dalam surat itu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa definisi yang telah di paparkan sebelumnya, dapat kita ambil kesimpulan bahwa\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0adalah salah satu instrument pembayaran yang sangat penting dalam perdagangan internasional yaitu dengan\u00a0sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Konsep\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0secara sederhana merupakan Pengambilalihan tanggung jawab pembayaran oleh pihak lain (Bank) atas dasar permintaan pihak yan dijamin\u00a0(Applicant\/Pembeli)\u00a0untuk melakukan pembayaran kepada pihak penerima jaminan\u00a0(Beneficiary\/Penjual)\u00a0berdasarkan syarat dan kondisi yang ditentukan dan disepakati.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_LC\"><\/span><b><\/b><b><strong>Dasar Hukum L\/C<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagai suatu instrumen perdagangan, terlebih lagi perdagangan internasional dapat dipastikan bahwa\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0memiliki dasar hukum baik sebagai peraturan atau pedomana dalam pelaksanaan\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Dasar Hukum L\/C di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">1) Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1982 tentang pelaksanaan ekspor, impor, dan lalu lintas devisa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">2) Surat Edaran No. 26\/34\/ULN tanggal 17 Desember 1993 mengatur, L\/C yang diterbitkan bank devisa boleh tunduk atau tidak pada UCP<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">3)\u00a0 Dan undang-undang, peraturan, intuksi maupun ketetapan lainnya yang sudah diterbitkan.<\/p>\n<p><strong>UCP 600<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">UCP 600 (<em>Uniform Customs &amp; Practice for Documentary Credits<\/em>) adalah versi terakhir untuk pedoman umum internasional (<em>best practice<\/em>) transaksi LC yang diterbitkan olehALIHICC\u00a0(International Chamber of Commerce). UCP 600 berlaku efektif sejak 1 Juli 2007 menggantikan pedoman sebelumnya (UCP 500). Sejak tanggal tersebut diharapkan semua bank yang menerbitkan LC baru mengacu pada UCP 600.<b><\/b><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peranan_LC\"><\/span><b><\/b><b><strong>Peranan L\/C<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam perdagangan internasional L\/C memiliki beberapa peranan yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">a)Memudahkan pelunasan pembayaran transaksi ekspor.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">b)Mengamankan dana yang disediakan importir untuk membayar barang impor.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">c)Menjamin kelengkapan dokumen pengapalan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Eksor dan impor terpisah baik secara geografis maupun geo-politik. Bahkan secara pribadi antara eksportir dan importir saling tidak mengenal. L\/C dibuka oleh importir untuk memberikan jaminan kepada eksportir, begitu juga sebaliknya, importir membuka L\/C juga sebagai jaminan untuk memperoleh pengapalan barang secara utuh sesuai dengan yang diinginkannya. Sedangkan dan L\/C tersebut tidak akan dicairkan tanpa penyerahan dokumen pengapalan.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mekanisme_LC\"><\/span><b><\/b><b><strong>Mekanisme L\/C<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah mekanisme dari L\/C<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">1) Buyer berinsitif untuk memesan barang\/jasa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">2) Seller meminta buyer untuk membuka sebuah L\/C, dengan memberitahukan \u201cTerm and Condition\u201d yang bisa diterima serta nama advising bank yang ditunjuk.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">3) Buyer meminta bank dimana rekeningnya berada (Issuing Bank) untuk membuka sebuah L\/C dengan memberitahukan \u201cTerm and Condition\u201d yang bisa diterima serta nama advising bank yang ditunjuk oleh seller.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">4) Issuing Bank membuka sebuah L\/C dan mengirimkannya kepada Advising Bank. (Sekaligus mengirimkan copy-nya kepada buyer, buyer mengirimkan copy tersebut kepada pihak seller sebagai konfirmasi bahwa L\/C telah dibuka). Jika issuing Bank tidak mempunyai hubungan korresponden dengan Advising Bank, maka buyer akan mencari Bank Correspondent sebagai perantara.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">5) Advising Bank menyampaikan L\/C tersebut kepada beneficiary (seller).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">6) Setelah barang\/jasa yang dipesan siap untuk dikirimkan, beneficiary (seller) menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan di dalam L\/C (dokumen export). Jika dokumen telah siap, maka beneficiary akan menyerahkan dokumen tersebut kepada Advising Bank.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">7) Advising Bank akan mempelajari isi dokumen, jika telah memenuhi syarat (sesuai dengan kondisi L\/C) maka dokumen akan dikirimkan kepada Issuing Bank untuk meminta pembayaran, jika tidak maka dokumen akan ditolak dan dikembalikan kepada beneficiary serta memberitahukan penyimpangan yang telah terjadi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">8) Begitu dokumen diterima, Issuing Bank akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang diterima dengan term and condition di dalam L\/C, Jika tidak sesuai maka pembayaran akan ditolak. Jika sesuai maka Issuing Bank akan membayar pihak beneficiary (seller) melalui Advising Bank, serta mengirimkan dokumen tersebut ke pihak buyer. Dengan dokumen asli yang diterima dari issuing bank, pihak buyer akan mengambil barang atau jasa di custom, tanpa dokumen asli tersebut, pihak buyer tidak akan bisa mengambil barang atau jasa tersebut.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_LC\"><\/span><b><\/b><b><\/b><b><strong>Keuntungan L\/C<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Bagi_Eksportir\"><\/span><b><strong>Keuntungan Bagi Eksportir<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>a)Kepastian pembayaran dan menghindari resiko<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Walaupun eksportir dan importir tidak saling mengenal, dengan adanya L\/C sudah merupakan jamina bagi eksportir bahwa tagihannya pasti dilunasi bank sesnuai ketentuan. Reputasi atau nama baik Bank yang mebuka L\/C merupakan jaminan pokok, dan jaminan pembayaran itu akan menjadi jaminan ganda bila bank devisa yang bertindak sebagai Advising Bank juga memberikan konfirmasinya. Jadi resiko untuk tidak dibayar menjadi sangan minim. Disini terlihatlah peranan bank dalam memperlancar perdagangan internsional.<\/p>\n<p>b)Penguatan dokumen dapat langsung dilakukan<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bila banrang sudah dikaplan, maka dengan adanya L.C shipping document dapat langsung diuangkan atau dinegosiasikan dengan Advising Bank dan tidak perlu lagi menunggu pembayaran atau kiriman uang dari importir.<\/p>\n<p>c)Biaya yang dipungut bank untuk negosiasi dokumen relatif kecil bila ada\u00a0L\/C<\/p>\n<p>d)Eksportir\/penjual akan menerima pembayaran atas penyerahan barang dengan pasti sesuai dengan syarat-syarat dalam L\/C.<\/p>\n<p>e)Terhindar dari resiko pembatasan transfer valuta<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada setiapn pembukaan L\/C Opening Bank sudah menyediakan valuta asing untuk setiap tagihan yang didasarkan pada L\/C, dengan demikian eksportir terhindar dari resiko no-payment yang mungkin terjadi bila transaksi dilkukan tanpa L\/C.<\/p>\n<p>f)Kemungkinan memperoleh uang muka atau kredit tanpa bunga<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bila importir besedia membuka L\/C dengan syarat \u201cred clause\u201d maka eksportir dapat memperoleh uang muka dari L\/C yang tersedia. Ini berarti eksportir mendapat kredit tanpa bunga atau semacam uang panjar yang biasanya diperlukan untuk memulai produksi barang yang akan di ekspor itu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bahkan di Indonesia, penguasaan terhadap sebuah\u00a0<em>Letter of Credit (L\/C).<\/em>, bisa dijadikan dasar permohonan\u00a0<em>&#8220;Kredit Export\u00a0(KE)&#8221;\u00a0<\/em>guna memperoleh dana lebih awal dari bank devisa, untuk dipergunakan sebagai modal kerja dalam memproduksi barang yang difasilitasi oleh\u00a0<em>Letter of Credit<\/em>\u00a0tersebut. Tentu saja pihak bank akan mengenakan bunga tertentu atas kredit tersebut, yang biasa disebut dengan\u00a0<em>bunga diskonto.<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Bagi_Importir\"><\/span><b><strong>Keuntungan Bagi Importir<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>a)Eksportir menjadi percaya bahwa barang yang dikirim pasti akan dibayar<\/p>\n<p>b)Importir\/pembeli akan menerima barang dan membayar dengan harga pasti sesuai dengan syarat-syarat didalam L\/C.<\/p>\n<p>c)L\/C merupakan jaminan bagi Importir bahwa dokumen atas barang yang dipesan akan diterimanya dalam keadaan lengkap dan utuh karena diteliti oleh bank yang sudah mempunyai keahlian dalam hal itu.<\/p>\n<p>d)Importir dapan mencantumkan syarat-syarat untuk pengamana yang pasti akan dipatuhi eksportir agar dapat menarik uang dari L.C yang tersedia.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Letter_Of_Credit\"><\/span><b><\/b><b><strong>Jenis-Jenis\u00a0<em>Letter Of Credit<\/em><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa macam L\/C yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Revocable L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adalah L\/C yang sewaktu-waktu dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh\u00a0<em>opener<\/em>\u00a0atau oleh\u00a0<em>issuing bank<\/em>\u00a0tanpa memerlukan persetujuan dari\u00a0<em>beneficiary<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Irrevocable L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Irrevocable L\/C<\/em>\u00a0adalah L\/C yang tidak bisa dibatalkan selama jangka berlaku (<em>validity<\/em>) yang ditentukan dalam L\/C tersebut dan\u00a0<em>opening bank<\/em>\u00a0tetap menjamin untuk menerima wesel-wesel yang ditarik atas L\/C tersebut. Pembatalan mungkin juga dilakukan, tetapi harus atas persetujuan semua pihak yang bersangkutan dengan L\/C tersebut.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Irrevocable dan Confirmed L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">L\/C ini diangggap paling sempurna dan paling aman dari sudut penerima L\/C (<em>beneficiary<\/em>) karena pembayaran atau pelunasan wesel yang ditarik atas L\/C ini dijamin sepenuhnya oleh\u00a0<em>opening bank<\/em>\u00a0maupun oleh\u00a0<em>advising bank<\/em>, bila segala syarat-syarat dipenuhi, serta tidak mudah dibatalkan karena sifatnya yang\u00a0<em>irrevocable<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Clean\u00a0<em>Letter of Credit<\/em><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam L\/C ini tidak dicantumkan syarat-syarat lain untuk penarikan suatu\u00a0wesel. Artinya, tidak diperlukan dokumen-dokumen lainnya, bahkan pengambilan\u00a0uangdari kredit yang tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Documentary\u00a0<em>Letter of Credit<\/em><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen lain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L\/C.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Documentary L\/C dengan Red Clause<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jenis L\/C ini, penerima L\/C (beneficiary) diberi hak untuk menarik sebagian dari jumlah L\/C yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan wesel tanpa memerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal\u00a0<em>documentary L\/C<\/em>. L\/C ini merupakan kombinasi\u00a0<em>open L\/C<\/em>dengan\u00a0<em>documentary L\/C.<\/em><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Revolving L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">L\/C ini memungkinkan kredit yang tersedia dipakai ulang tanpa mengadakan perubahan syarat khusus pada L\/C tersebut. Misalnya, untuk jangka waktu enam bulan, kredit tersedia setiap bulannya US$ 1.200, berarti secara otomatis setiap bulan (selama enam bulan) kredit tersedia sebesar US$ 1.200, tidak peduli apakah jumlah itu dipakai atau tidak.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Back to Back L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam L\/C ini, penerima (<em>beneficiary<\/em>) biasanya bukan pemilik barang, tetapi hanya perantara. Oleh karena itu, penerima L\/C ini terpaksa meminta bantuan banknya untuk membuka L\/C untuk pemilik barang-barang yang sebenarnya dengan menjaminkan L\/C yang diterimanya dari luar negeri.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Transferable L\/C<\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Beneficiary berhak memnita kepada bank yang diamanatkan untuk melakukan pembayaran\/akseptasi kepada setiap bank yang berhak melakukan negosiasi, untuk menyerahkan hak atas kredit sepenuhnya\/sebagian kepada pihak ketiga.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Stand by\u00a0<em>Letter of Credit<\/em><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Suatu jaminan khusus yang biasanya dipakai sebagai &#8220;stand by&#8221; oleh pihak beneficiary atau bank atas nama nasabah nya. Dalam hal ini apabila pihak applicant gagal untuk melaksanakan suatu kontrak\/gagal untuk membayar pinjaman\/memenuhi pinjamannya, maka Bank yang bersangkutan akan membayar kepada pihak beneficiary atas penyerahan selembar sight draft &amp; surat pernyataan dari pihak beneficiary yang menyatakan bahwa applicant atau kontraktor tidak dapat melaksanakan kontrak yang di setujui,membayar pinjaman\/memenuhikewajibannya.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus\"><\/span><b><\/b><b><strong>Contoh Kasus<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">PT Citra Senantiasa Abadi atau PT CSA, bergerak dalam bidang usaha industri polypropylene. Teguh Boentoro dan Anhar Satyawan tercatat sebagai pemilik saham, masing-masing 99% dan 1%. Sedangkan pengurus PT CSA, Anhar Satyawan sebagai Direktur dan Teguh Boentoro, Komisaris. Teguh Boentoro, juga berprofesi sebagai Konsultan Pajak pada PB &amp; Co.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil pemeriksaan Bank Indonesia diketahui PT CSA memperoleh perlakuan istimewa dalam memperoleh fasilitas L\/C dari Bank Century. Seperti modus PT SPI, L\/C untuk PT CSA ini dikeluarkan berdasarkan instruksi Robert Tantular (Pemegang Saham Bank Century), dan Hermanus Hasan Muslim (Dirut Bank Century). Semuanya didasarkan pada keterangan dari Pimpinan Kantor Pusat Operasional (KPO) Senayan yaitu Linda Wangsadinata. Fasilitas\u00a0<em>Letter of Credit (L\/C).<\/em>\u00a0No. 0525LC08B yang diberikan kepada PT CSA sebesar US$20 juta. Jaminannya, atau margin deposit berupa deposito senilai US$2 juta (atau 10% dari plafon L\/C). Fasilitas L\/C tersebut digunakan untuk transaksi impor naphta dari Bunge,S.A, Singapore (Beneficiary) sesuai kontrak (Sales Contract) No. BSA SG S08-5908-1190. Bank penjaminnya (Negotiating Bank) Dresdner Bank Switzerland , Singapore , dan bank koresponden, Dresdner Bank Switzerland , Jakarta.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>Analisis :<\/strong><\/b><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Transaksi L\/C tidak seharusnya ada yang mendapatkan perlakuan istimewa dalam memperoleh fasilitas L\/C dari Bank century. Dan tidak semestinya ada campur tangan dari pemegang saham bank century tersebut. Seharusnya ada prosedur komprehensif Khususnya, menyangkut kemampuan atau kondisi keuangan perusahaan yang dijalankan oleh bank yang bersangkutan sesuai dengan Kebijakan Perkreditan Bank dan Pedoman Pelaksanaan Kredit Bank. Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), juga mencatat adanya pelanggaran PT CSA terhadap Kebijakan Perkreditan Bank dan Pedoman Pelaksanaan Kredit yang dikeluarkan Bank Century No.20\/SK-DIR\/Century\/IV\/2005 tanggal 21 April 2005. Pelanggaran itu, terkait dengan tidak dibuatnya LRKU dan tidak ada perjanjian kredit beserta pengikatan lainnya yang diperlukan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pembeli\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0:\u00a0PT Citra Senantiasa Abadi<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penjual\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0: Bunge,S.A, Singapore (Beneficiary)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bank Eksportir\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0: Dresdner Bank Switzerland , Singapore<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bank Koresponden,\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0: Dresdner Bank Switzerland , Jakarta<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Barang yang diperjualbelikan : Naphta<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/b><\/p>\n<ul>\n<li>S., Amir. 2001.<em>Letter of Credit: Dalam Bisnis Ekspor Impor.<\/em>Jakarta: PPM. <em>http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Letter_of_credit<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>http:\/\/www.republika.co.id\/berita\/breaking-news\/hukum\/10\/05\/12\/115272-tantular-lc-misbakhun-gagal-bayar-bukan-lc-bodong<\/em><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian\u00a0Letter of Credit Pada umumnya L\/C digunakan untuk membiayai kontrak penjualan barang jarak jauh antara pembeli dan penjual yang belum saling mengenal dengan baik. Dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-28144","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28144\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}