{"id":28181,"date":"2022-11-27T10:06:46","date_gmt":"2022-11-27T03:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28181"},"modified":"2022-11-27T10:06:46","modified_gmt":"2022-11-27T03:06:46","slug":"pendekatan-dalam-proses-seleksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pendekatan-dalam-proses-seleksi.html","title":{"rendered":"Pendekatan dalam Proses Seleksi"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses seleksi ada dua pendekatan yang cukup menonjol pada abad ke-20 ini yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan\u00a0<em>Succesive Hurdles<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar proses seleksi yang berjalan sampai saat ini berdasarkan konsep successive hurdles. Ini berarti bahwa untuk berhasilnya pelamar tenaga kerja diterima dalam suatu organisasi, mereka harus lulus dan berbagai persyaratan yang telah ditentukan secara bertahap. Mulai dari mengisi belanko lamaran, tes \u2013 tes, wawancara, mengecek seluruh latar belakang pribadi pelamar, dan pemeriksaan medis maupun pemerksaan relevan lainnya. Saegala macam tes atau pemeriksaan tersebut itulah yang disebut \u201c<em>Hurdles<\/em>\u201d dan harus lulus dengan hasi baik satu per satu atau secara berurutan (<em>Succesive<\/em>).<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan\u00a0<em>Compensantory<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan yang lain, yang rupanya kurang bisa dipergunakan, didasarkan pada pra anggapan bahwa kekurangan pada satu factor di satu pihak sebenarnya dapat \u201cditutupi\u201d oleh factor seleksi lainnya yang cukup baik di pihak lain. Seorang pelamar dapat diterima menjadi tenaga kerja dalam suatu organisasi berdasarkan pada kumpulan hasil secara menyeluruh dan seluruh tes yang dilakukan. Dari semua tes tersebut, mungkin nilainya ada yang agak kurang dari satu tes, teteapi berlebihan di tes \u2013 tes yang lain, sehingga jumlah hasil akhir yang dicapai memenuhi persyaratan untuk diterima.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam proses seleksi ada dua pendekatan yang cukup menonjol pada abad ke-20 ini yaitu: Pendekatan\u00a0Succesive Hurdles Sebagian besar proses seleksi yang berjalan sampai saat ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-28181","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28181\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}