{"id":34790,"date":"2023-05-24T18:39:43","date_gmt":"2023-05-24T11:39:43","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34790"},"modified":"2024-12-27T13:57:59","modified_gmt":"2024-12-27T06:57:59","slug":"menara-siger-lampung-simbol-budaya-dan-kebanggaa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/menara-siger-lampung-simbol-budaya-dan-kebanggaa.html","title":{"rendered":"Menara Siger Lampung: Simbol Budaya dan Kebanggaa"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/menara-siger-lampung-simbol-budaya-dan-kebanggaa.html\/#Fasilitas_dan_Tiket_Masuk_Menara_Siger_Lampung\" >Fasilitas dan Tiket Masuk Menara Siger Lampung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/menara-siger-lampung-simbol-budaya-dan-kebanggaa.html\/#Rute_Menuju_Menara_Siger_Lampung\" >Rute Menuju Menara Siger Lampung<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Menara Siger Lampung adalah sebuah menara yang terletak di Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Menara ini dibangun pada tahun 2005 dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. Menara ini memiliki tinggi 32 meter dan luas 50 x 11 meter, dengan enam lantai yang berisi informasi tentang wisata, budaya, sejarah, dan potensi Lampung.<\/p>\n<p>Menara Siger Lampung tidak hanya menjadi tempat wisata yang menawarkan pemandangan indah dari atas bukit, tetapi juga menjadi simbol budaya dan kebanggaan masyarakat Lampung. Nama dan bentuk menara ini mengacu pada mahkota pengantin wanita Lampung yang disebut siger. Warna kuning dan merah yang dominan pada menara ini juga melambangkan kejayaan dan keberanian masyarakat Lampung.<\/p>\n<p>Menara Siger Lampung juga menjadi titik nol Sumatra, yaitu tempat dimulainya pengukuran jarak antara kota-kota di pulau Sumatra. Menara ini juga menjadi ikon keagamaan, seni, dan pendidikan, karena sering diadakan festival budaya, kesenian, dan seminar di sini. Menara ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mempromosikan Lampung sebagai destinasi wisata yang menarik.<\/p>\n Kredit gambar: Travelspromo.com\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_dan_Tiket_Masuk_Menara_Siger_Lampung\"><\/span>Fasilitas dan Tiket Masuk Menara Siger Lampung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menara Siger Lampung menyediakan fasilitas yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengunjungnya. Di sini terdapat area parkir yang luas, kantin, tempat pembelian souvenir, gazebo, toilet, dan teropong jarak jauh. Pengunjung juga dapat menikmati panorama alam dari atas menara atau berfoto-foto dengan latar belakang menara.<\/p>\n<p>Untuk masuk ke Menara Siger Lampung, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 per mobil. Jam buka menara ini adalah dari pukul 08.00 hingga 18.00 setiap hari, kecuali hari Jumat libur. Namun, jam buka ini dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait pencegahan penularan covid-19.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rute_Menuju_Menara_Siger_Lampung\"><\/span>Rute Menuju Menara Siger Lampung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menara Siger Lampung mudah dijangkau oleh kendaraan roda dua atau roda empat dari berbagai arah. Jika dari pusat Kabupaten Lampung Selatan, jaraknya sekitar 29 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Jika dari Pelabuhan Merak di Banten, jaraknya sekitar 90 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam jika kondisi lalu lintas normal.<\/p>\n<p>Menara Siger Lampung berada di sebelah barat Pelabuhan Bakauheni, yang merupakan pintu gerbang masuk ke pulau Sumatra dari pulau Jawa melalui jalur laut. Pengunjung dapat mengikuti Jalan Raya Trans Sumatra hingga menemukan papan petunjuk arah menuju Menara Siger Lampung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menara Siger Lampung adalah sebuah menara yang terletak di Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Menara ini dibangun pada tahun 2005 dan diresmikan pada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-34790","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43694,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34790\/revisions\/43694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}