{"id":3512,"date":"2023-08-10T09:19:27","date_gmt":"2023-08-10T09:19:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3512"},"modified":"2023-12-06T00:37:54","modified_gmt":"2023-12-06T00:37:54","slug":"keunikan-dan-kekayaan-arsitektur-islam-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/keunikan-dan-kekayaan-arsitektur-islam-di-indonesia.html","title":{"rendered":"Keunikan dan Kekayaan Arsitektur Islam di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/keunikan-dan-kekayaan-arsitektur-islam-di-indonesia.html\/#Pengertian_dan_Prinsip_Arsitektur_Islam\" >Pengertian dan Prinsip Arsitektur Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/keunikan-dan-kekayaan-arsitektur-islam-di-indonesia.html\/#Ciri-ciri_dan_Contoh_Arsitektur_Islam_di_Indonesia\" >Ciri-ciri dan Contoh Arsitektur Islam di Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/keunikan-dan-kekayaan-arsitektur-islam-di-indonesia.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_dan_Prinsip_Arsitektur_Islam\"><\/span>Pengertian dan Prinsip Arsitektur Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Arsitektur Islam adalah sebuah karya seni bangunan yang terpancar dari aspek fisik dan metafisik bangunan melalui konsep pemikiran islam yang bersumber dari Al-Qur\u2019an, Sunnah Nabi, Keluarga Nabi, Sahabat, para Ulama maupun cendikiawan muslim<sup>1<\/sup>. Aspek fisik adalah sesuatu yang tampak secara jelas oleh pancaindra, seperti bentuk, warna, ornamen, dan material bangunan. Aspek metafisik adalah sesuatu yang tidak tampak pancaindra tetapi dapat dirasakan hasilnya, seperti fungsi, makna, nilai, dan simbol bangunan.<\/p>\n<p>Arsitektur Islam memiliki beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam merancang dan membangun sebuah bangunan.\u00a0Prinsip-prinsip tersebut antara lain<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tauhid, yaitu mengesakan Allah sebagai sumber segala sesuatu dan mengorientasikan seluruh kehidupan pada-Nya.<\/li>\n<li>Niat, yaitu memurnikan niat dalam berarsitektur hanya karena Allah dan untuk kebaikan umat.<\/li>\n<li>Keseimbangan, yaitu menciptakan harmoni antara unsur-unsur bangunan, baik secara horizontal maupun vertikal.<\/li>\n<li>Keindahan, yaitu menampilkan estetika yang sesuai dengan syariat dan budaya setempat.<\/li>\n<li>Kemanfaatan, yaitu memenuhi kebutuhan fungsional dan spiritual pengguna bangunan.<\/li>\n<li>Kelestarian, yaitu mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari bangunan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_dan_Contoh_Arsitektur_Islam_di_Indonesia\"><\/span>Ciri-ciri dan Contoh Arsitektur Islam di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Arsitektur Islam di Indonesia bersifat unik dan akulturatif, yaitu menggabungkan unsur-unsur budaya pra-Islam dan budaya Islam dalam berbagai bentuk<sup>2<\/sup>. Arsitektur Islam di Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor geografis, iklim, sumber daya alam, sejarah, politik, ekonomi, dan sosial budaya setempat.\u00a0Beberapa ciri-ciri arsitektur Islam di Indonesia antara lain<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengadaptasi bentuk-bentuk arsitektur lokal, seperti rumah panggung, atap limasan atau joglo, pilar kayu, ukiran kayu atau batu.<\/li>\n<li>Menambahkan elemen-elemen arsitektur Islam, seperti kubah, menara, mihrab, mimbar, kaligrafi, geometri.<\/li>\n<li>Memperhatikan orientasi kiblat dalam penempatan bangunan atau ruang ibadah.<\/li>\n<li>Memanfaatkan material lokal yang tersedia dan ramah lingkungan, seperti kayu, bambu, batu bata merah, genteng tanah liat.<\/li>\n<li>Mencerminkan nilai-nilai keislaman dalam desain bangunan, seperti kesederhanaan, keragaman, toleransi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa contoh arsitektur Islam di Indonesia yang terkenal antara lain<sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Masjid Agung Demak (Jawa Tengah), yang merupakan masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada abad ke-15 oleh Wali Songo. Masjid ini memiliki atap limasan bertingkat tiga yang melambangkan syahadat (tingkat bawah), salat (tingkat tengah), dan puasa (tingkat atas). Masjid ini juga memiliki menara yang berfungsi sebagai tempat azan dan sebagai mercusuar bagi para pelaut.<\/li>\n<li>Masjid Raya Baiturrahman (Aceh), yang merupakan simbol perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda. Masjid ini dibangun pada abad ke-17 oleh Sultan Iskandar Muda dengan gaya arsitektur Mughal. Masjid ini memiliki tujuh kubah besar yang melambangkan tujuh lapis langit dan 35 kubah kecil yang melambangkan jumlah surat dalam Al-Qur\u2019an. Masjid ini juga memiliki tujuh menara yang melambangkan tujuh pintu surga.<\/li>\n<li>Istana Siak Sri Indrapura (Riau), yang merupakan istana kerajaan yang dibangun pada abad ke-19 oleh Sultan Syarif Kasim I dengan gaya arsitektur Melayu. Istana ini memiliki atap limas bertingkat empat yang melambangkan empat pilar negara, yaitu agama, raja, rakyat, dan tanah air. Istana ini juga memiliki ukiran kayu yang bermotif flora dan fauna yang melambangkan kekayaan alam dan budaya Melayu.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Arsitektur Islam di Indonesia adalah sebuah karya seni bangunan yang menggabungkan aspek fisik dan metafisik yang bersumber dari konsep pemikiran Islam dan budaya lokal. Arsitektur Islam di Indonesia memiliki beberapa prinsip dasar, ciri-ciri, dan contoh yang menunjukkan keunikan dan kekayaan warisan budaya bangsa. Arsitektur Islam di Indonesia juga menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di Nusantara yang patut dilestarikan dan dikembangkan.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Arsitektur Islam &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Arsitektur_Islam.<br \/>\n(2) Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam Seni Bangunan &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/04\/21\/183000669\/akulturasi-dan-perkembangan-budaya-islam-seni-bangunan.<br \/>\n(3) Peninggalan Kerajaan Islam di Bidang Seni, Budaya, Arsitektur, dan &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5344476\/peninggalan-kerajaan-islam-di-bidang-seni-budaya-arsitektur-dan-kuliner.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian dan Prinsip Arsitektur Islam Arsitektur Islam adalah sebuah karya seni bangunan yang terpancar dari aspek fisik dan metafisik bangunan melalui konsep pemikiran islam yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-3512","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3512\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}