{"id":35327,"date":"2023-06-14T15:54:40","date_gmt":"2023-06-14T08:54:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35327"},"modified":"2023-06-14T15:54:40","modified_gmt":"2023-06-14T08:54:40","slug":"pahlawan-nasional-dari-sulawesi-siapa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pahlawan-nasional-dari-sulawesi-siapa-saja.html","title":{"rendered":"Pahlawan Nasional dari Sulawesi, Siapa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pahlawan-nasional-dari-sulawesi-siapa-saja.html\/#Sultan_Hasanuddin\" >Sultan Hasanuddin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pahlawan-nasional-dari-sulawesi-siapa-saja.html\/#Syekh_Yusuf_Tajul_Khalwati\" >Syekh Yusuf Tajul Khalwati<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pahlawan-nasional-dari-sulawesi-siapa-saja.html\/#Dr_GSSJRatulangi\" >Dr. G.S.S.J.Ratulangi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sulawesi adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Beberapa di antaranya telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah sebagai penghargaan atas jasa-jasa mereka. Berikut adalah beberapa nama pahlawan nasional dari Sulawesi dan kisah perjuangan mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sultan_Hasanuddin\"><\/span>Sultan Hasanuddin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sultan Hasanuddin adalah salah satu pahlawan dari Sulawesi yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 Januari 1631 dan meninggal dunia di usia 39 tahun, tepatnya pada Juli 1670\u00b9\u00b3. Ia merupakan putra kedua dari Sultan Malikussaid yang gigih dan berani dalam melawan penjajah Belanda pada saat itu. Ia adalah raja Gowa ke-16 yang memimpin kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang memiliki kekuasaan dalam jalur perdagangan\u00b9.<\/p>\n<p>Sultan Hasanuddin memulai perang melawan Belanda pada tahun 1660, ketika Belanda mendapat bantuan dari kerajaan Bone untuk menguasai wilayah Gowa. Perang tersebut berlangsung sengit dan menewaskan banyak pejuang dari kedua belah pihak. Sultan Hasanuddin sempat menandatangani perjanjian Bongaya pada tahun 1667, namun ia merasa dirugikan dan kembali menyerang Belanda pada tahun 1668\u00b9. Ia terus melawan hingga benteng Somba Opu jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1669. Ia kemudian mengundurkan diri dari tahtanya dan tidak mau bekerja sama dengan Belanda hingga akhir hayatnya\u00b9. Sultan Hasanuddin menjadi pejuang pertama Sulsel yang diberi gelar pahlawan nasional, tepatnya pada 6 November 1973\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syekh_Yusuf_Tajul_Khalwati\"><\/span>Syekh Yusuf Tajul Khalwati<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah salah satu pahlawan dari Sulawesi yang lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 3 Juli 1626 dan wafat di Cape Town, Afrika Selatan pada tanggal 23 Mei 1699\u00b9\u00b2. Ia adalah anak angkat Sultan Alauddin karena ayahnya adalah sahabat karib raja Gowa. Ia berasal dari keluarga bangsawan tinggi di suku bangsa Makassar dan masih berkerabat dengan raja-raja dari Banten, Gowa, dan Bone\u00b9.<\/p>\n<p>Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah seorang ulama yang ahli dalam bidang tasawuf dan ilmu-ilmu agama. Ia juga seorang pejuang yang membantu Sultan Hasanuddin melawan Belanda. Ia sempat ditangkap dan dibuang ke Sri Lanka oleh Belanda pada tahun 1684. Kemudian ia dipindahkan ke Cape Town pada tahun 1694, di mana ia menjadi salah satu penyebar Islam pertama di sana\u00b9. Ia banyak mengajarkan ajaran Islam kepada penduduk setempat, terutama para budak yang berasal dari Asia. Ia juga mendirikan masjid pertama di Afrika Selatan yang bernama Masjid Syekh Yusuf\u00b2. Ia dianggap sebagai salah satu sesepuh dalam penyebaran Islam di Cape Town, sehingga setiap tahun tanggal kematiannya diperingati secara meriah, bahkan dijuluki sebagai salah satu putra Afrika Terbaik oleh Nelson Mandela\u00b9. Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional dari Sulawesi pada 7 Agustus 1995\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dr_GSSJRatulangi\"><\/span>Dr. G.S.S.J.Ratulangi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dr. G.S.S.J.Ratulangi adalah salah satu pahlawan dari Sulawesi yang lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada tanggal 5 November 1890 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 10 Juni 1949\u00b9\u00b2. Ia adalah seorang tokoh yang multidimensi, dikenal dengan filsafatnya \u201csi tou timou tumou tou\u201d yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah memanusiakan manusia\u00b9. Ia adalah seorang intelektual yang berpendidikan tinggi, lulus dari Universitas Amsterdam pada tahun 1915 dan meraih gelar doktor dari Universitas Zurich pada tahun 1919\u00b9.<\/p>\n<p>Dr. G.S.S.J.Ratulangi adalah seorang pejuang yang aktif dalam gerakan nasionalisme dan kepemudaan. Ia menjadi anggota Jong Minahasa, Jong Java, dan Jong Sumatra. Ia juga menjadi anggota Volksraad, yaitu dewan perwakilan rakyat yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia banyak menulis dan berpidato tentang pentingnya pendidikan, persatuan, dan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia\u00b9. Ia juga menjadi gubernur Sulawesi pertama yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno pada tahun 1946. Ia bertugas mengurus urusan pemerintahan, pertahanan, dan keamanan di Sulawesi selama masa revolusi kemerdekaan\u00b2. Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional dari Sulawesi pada 30 Agustus 1961\u00b9.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 10 Nama Pahlawan Nasional Dari Sulawesi dan Jasanya. https:\/\/sejarahlengkap.com\/indonesia\/pahlawan\/pahlawan-nasional-dari-sulawesi.<br \/>\n(2) 11 Pahlawan Nasional Asal Sulsel, dari Hasanuddin &#8211; IDN Times. https:\/\/sulsel.idntimes.com\/life\/education\/ahmad-hidayat-alsair\/kisah-11-pahlawan-nasional-asal-sulsel-dari-hasanuddin-ke-pong-tiku.<br \/>\n(3) 10+ Daftar Pahlawan dari Sulawesi yang Telah Berjasa Untuk Indonesia. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/daftar-pahlawan-dari-sulawesi\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sulawesi adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Beberapa di antaranya telah dianugerahi gelar pahlawan nasional&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-35327","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35327"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35327\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}