{"id":35817,"date":"2023-07-02T10:33:48","date_gmt":"2023-07-02T03:33:48","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35817"},"modified":"2023-07-02T10:33:48","modified_gmt":"2023-07-02T03:33:48","slug":"daerah-tertinggal-konsep-kriteria-dan-upaya-percepatan-pembangunannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/daerah-tertinggal-konsep-kriteria-dan-upaya-percepatan-pembangunannya.html","title":{"rendered":"Daerah Tertinggal: Konsep, Kriteria, dan Upaya Percepatan Pembangunannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/daerah-tertinggal-konsep-kriteria-dan-upaya-percepatan-pembangunannya.html\/#Penetapan_Daerah_Tertinggal\" >Penetapan Daerah Tertinggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/daerah-tertinggal-konsep-kriteria-dan-upaya-percepatan-pembangunannya.html\/#Percepatan_Pembangunan_Daerah_Tertinggal\" >Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/daerah-tertinggal-konsep-kriteria-dan-upaya-percepatan-pembangunannya.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional\u00b9. Daerah tertinggal memiliki beberapa karakteristik, antara lain: rendahnya perekonomian masyarakat, kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, dan aksesibilitas\u00b2. Selain itu, daerah tertinggal juga dapat dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial, budaya, politik, dan keamanan\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penetapan_Daerah_Tertinggal\"><\/span>Penetapan Daerah Tertinggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penetapan daerah tertinggal dilakukan oleh Presiden berdasarkan usulan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan daerah tertinggal\u00b2. Menteri tersebut saat ini adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)\u00b9. Penetapan daerah tertinggal dilakukan setiap lima tahun sekali sesuai dengan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)\u00b2.<\/p>\n<p>Daftar daerah tertinggal terbaru ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024\u00b2. Ada 62 daerah yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal, yang tersebar di sejumlah provinsi seperti Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua dan Papua Barat\u00b9. Daftar lengkap daerah tertinggal dapat dilihat di Lampiran Peraturan Presiden tersebut\u00b2.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Percepatan_Pembangunan_Daerah_Tertinggal\"><\/span>Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Percepatan pembangunan daerah tertinggal merupakan salah satu prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024\u2074. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan antar daerah, dan mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian\u2074. Percepatan pembangunan daerah tertinggal dilakukan melalui beberapa strategi, antara lain:<\/p>\n<p>&#8211; Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan\u2074.<br \/>\n&#8211; Mendorong partisipasi masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pembangunan\u2074.<br \/>\n&#8211; Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan potensi unggulan daerah\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan kualitas pelayanan publik dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan listrik\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, dan ekonomi kreatif\u2074.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan perlindungan lingkungan hidup dan mitigasi bencana\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Penetapan daerah tertinggal dilakukan oleh Presiden berdasarkan usulan dari Kemendes PDTT setiap lima tahun sekali. Saat ini ada 62 daerah yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal tahun 2020-2024. Percepatan pembangunan daerah tertinggal dilakukan melalui beberapa strategi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan antar daerah, dan mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal &#8211; Kemendesa. https:\/\/www.kemendesa.go.id\/berita\/view\/detil\/3261\/ini-daerah-tertinggal-menurut-perpres.<br \/>\n(2) Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024 &#8211; JDIH BPK RI. https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Home\/Details\/136563\/perpres-no-63-tahun-2020.<br \/>\n(3) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL TAHUN 2022 II PP NOMOR 63 TAHUN 2020. https:\/\/www.haloprofesi.com\/2022\/03\/daftar-daerah-tertinggal-tahun-2022-ii.html.<br \/>\n(4) Presiden Jokowi Tetapkan 62 Daerah Tertinggal, Ini Daftarnya. https:\/\/www.liputan6.com\/news\/read\/4248426\/presiden-jokowi-tetapkan-62-daerah-tertinggal-ini-daftarnya.<br \/>\n(5) Pemerintah Tetapkan 122 Daerah Tertinggal, Ini Daftarnya &#8211; KOMPAS.com. https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/xml\/2015\/12\/10\/14515831\/Pemerintah.Tetapkan.122.Daerah.Tertinggal.Ini.Daftarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional\u00b9. Daerah tertinggal memiliki beberapa karakteristik, antara lain:&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-35817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35817"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35817\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}