{"id":35820,"date":"2023-07-02T10:36:15","date_gmt":"2023-07-02T03:36:15","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35820"},"modified":"2023-07-02T10:36:15","modified_gmt":"2023-07-02T03:36:15","slug":"desa-tertinggal-pengertian-penyebab-dan-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tertinggal-pengertian-penyebab-dan-solusinya.html","title":{"rendered":"Desa Tertinggal: Pengertian, Penyebab, dan Solusinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tertinggal-pengertian-penyebab-dan-solusinya.html\/#Pengertian_Desa_Tertinggal\" >Pengertian Desa Tertinggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tertinggal-pengertian-penyebab-dan-solusinya.html\/#Penyebab_Desa_Tertinggal\" >Penyebab Desa Tertinggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tertinggal-pengertian-penyebab-dan-solusinya.html\/#Solusi_Untuk_Desa_Tertinggal\" >Solusi Untuk Desa Tertinggal<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Desa_Tertinggal\"><\/span>Pengertian Desa Tertinggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Desa tertinggal adalah desa yang memiliki ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, infrastruktur, aksesibilitas\/transportasi pelayanan umum, dan penyelenggaraan pemerintahan yang masih minim<sup>1<\/sup>.\u00a0Desa tertinggal juga memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum, atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya<sup>2<\/sup>.\u00a0Desa sangat tertinggal adalah desa yang mengalami kerentanan karena masalah bencana alam, goncangan ekonomi, dan konflik sosial sehingga tidak berkemampuan mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi, serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Desa_Tertinggal\"><\/span>Penyebab Desa Tertinggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa faktor penyebab terjadinya desa tertinggal antara lain<sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Keterbatasan akses infrastruktur seperti jalan, jembatan, air bersih, dan listrik<\/li>\n<li>Tingkat pendidikan yang rendah<\/li>\n<li>Ketergantungan pada sektor pertanian yang masih menggunakan teknologi tradisional<\/li>\n<li>Kurangnya akses terhadap informasi dan teknologi<\/li>\n<li>Perbedaan suku, agama, dan budaya yang mengakibatkan konflik sosial<\/li>\n<\/ul>\n<p>Faktor penyebab ketertinggalan di tingkat desa\/rumah tangga antara lain<sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Kondisi jalan yang rusak<\/li>\n<li>Tingkat pendidikan dan keterampilan sumber daya manusia yang rendah<\/li>\n<li>Etos kerja rendah<\/li>\n<li>Bencana alam berupa longsor dan kekeringan<\/li>\n<li>Minimnya lapangan pekerjaan<\/li>\n<li>Potensi ekonomi lokal tidak berkembang<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Untuk_Desa_Tertinggal\"><\/span>Solusi Untuk Desa Tertinggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu solusi untuk mengembangkan desa tertinggal adalah program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang bertujuan untuk memfokuskan pengembangan produk desa sesuai dengan potensi wilayahnya.\u00a0Prukades juga akan memudahkan soal pemasaran produk dan meningkatkan pendapatan masyarakat<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p>Selain itu, strategi lain yang bisa dikembangkan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Memperbaiki aksesibilitas (jalan) untuk memudahkan mobilitas dan distribusi barang dan jasa<sup>4<\/sup><\/li>\n<li>Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, dan etos kerja<sup>4<\/sup><\/li>\n<li>Mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan memanfaatkan sumber daya alam, sosial, dan budaya yang ada<sup>6<\/sup><\/li>\n<li>Memperkuat kelembagaan desa dengan meningkatkan kapasitas perangkat desa dan partisipasi masyarakat<sup>6<\/sup><\/li>\n<li>Memperbaiki pola pemanfaatan lahan sebagai upaya meminimalisir bencana alam (longsor) dan menjaga kelestarian lingkungan<sup>4<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) memahami maksud kategori desa berkembang, maju, mandiri dan tertinggal &#8230;. Https:\/\/www.pedekik.com\/memahami-maksud-kategori-desa-berkembang-maju-mandiri-dan-tertinggal\/.<\/p>\n<p>(2) kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal &#8211; kemendesa. Https:\/\/www.kemendesa.go.id\/berita\/view\/detil\/3261\/ini-daerah-tertinggal-menurut-perpres.<\/p>\n<p>(3) apakah istilah desa tertinggal masih ada hingga saat ini?. Https:\/\/ekasulistiyana.web.id\/apakah-istilah-desa-tertinggal-masih-ada-hingga-saat-ini\/.<\/p>\n<p>(4) analisis faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa di kabupaten &#8230;. Http:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/95740.<\/p>\n<p>(5) ini solusi untuk desa tertinggal &#8211; jawa pos. Https:\/\/www.jawapos.com\/berita-sekitar-anda\/01128496\/ini-solusi-untuk-desa-tertinggal.<\/p>\n<p>(6) tantangan dan strategi membangun daerah tertinggal. Https:\/\/indonesiabaik.id\/motion_grafis\/tantangan-dan-strategi-membangun-daerah-tertinggal.<\/p>\n<p>(7) memahami dengan benar makna daerah tertinggal &#8211; sindopos.com. Https:\/\/www.sindopos.com\/2016\/03\/memahami-dengan-benar-makna-daerah.html.<\/p>\n<p>(8) 18 desa di jawa barat masih tertinggal, ini penyebabnya &#8211; kompas.com. Https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2022\/03\/09\/064002278\/18-desa-di-jawa-barat-masih-tertinggal-ini-penyebabnya?page=all.<\/p>\n<p>(9) (pdf) analisis faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa di kabupaten &#8230;. Https:\/\/www.academia.edu\/36214905\/analisis_faktor_faktor_penyebab_ketertinggalan_desa_di_kabupaten_kuningan_provinsi_jawa_barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Desa Tertinggal Desa tertinggal adalah desa yang memiliki ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, infrastruktur, aksesibilitas\/transportasi pelayanan umum, dan penyelenggaraan pemerintahan yang masih minim1.\u00a0Desa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-35820","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35820"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35820\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}