{"id":37378,"date":"2023-12-14T06:43:12","date_gmt":"2023-12-13T23:43:12","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=37378"},"modified":"2023-12-14T06:43:12","modified_gmt":"2023-12-13T23:43:12","slug":"makanan-khas-lampung-yang-wajib-dicoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/makanan-khas-lampung-yang-wajib-dicoba\/","title":{"rendered":"Makanan Khas Lampung yang Wajib Dicoba"},"content":{"rendered":"<div class=\"markdown markdown-main-panel\">\n<p>Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Sumatra. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 35.376 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 8,9 juta penduduk.<\/p>\n<p>Lampung dikenal dengan keragaman budayanya, termasuk keragaman kulinernya. Ada banyak makanan khas Lampung yang wajib dicoba oleh para wisatawan yang berkunjung ke provinsi ini.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa makanan khas Lampung yang wajib dicoba:<\/p>\n<h3>Seruit<\/h3>\n<p>Seruit adalah makanan khas Lampung yang paling populer. Makanan ini terdiri dari ikan bakar atau goreng yang disajikan dengan sambal terasi, tempoyak, dan mangga.<\/p>\n<p>Ikan yang sering digunakan untuk membuat seruit adalah ikan patin, ikan gabus, atau ikan lele. Ikan tersebut dibakar atau digoreng dengan bumbu sederhana, seperti garam, bawang merah, bawang putih, dan cabai.<\/p>\n<p>Sambal terasi yang digunakan untuk membuat seruit juga merupakan sambal khas Lampung yang memiliki cita rasa yang khas. Sambal ini terbuat dari terasi, cabai, bawang merah, bawang putih, dan garam.<\/p>\n<p>Mangga yang digunakan untuk membuat seruit biasanya adalah mangga muda yang masih asam. Mangga ini memberikan rasa asam yang segar dan menyeimbangi rasa pedas dari sambal terasi.<\/p>\n<h3>Gulai Taboh<\/h3>\n<p>Gulai taboh adalah makanan khas Lampung lainnya yang wajib dicoba. Makanan ini terbuat dari ikan laut yang dimasak dengan kuah santan yang gurih.<\/p>\n<p>Ikan yang sering digunakan untuk membuat gulai taboh adalah ikan tongkol, ikan kakap, atau ikan tenggiri. Ikan tersebut dimasak dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, dan garam.<\/p>\n<p>Gulai taboh memiliki cita rasa yang gurih dan pedas. Makanan ini cocok disantap dengan nasi putih atau lontong.<\/p>\n<h3>Pindang Patin<\/h3>\n<p>Pindang patin adalah makanan khas Lampung yang berasal dari Palembang. Makanan ini terbuat dari ikan patin yang dimasak dengan kuah pindang yang gurih dan kaya rempah.<\/p>\n<p>Ikan patin yang digunakan untuk membuat pindang patin biasanya adalah ikan patin yang berukuran besar. Ikan tersebut dimasak dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan asam jawa.<\/p>\n<p>Pindang patin memiliki cita rasa yang gurih dan kaya rempah. Makanan ini cocok disantap dengan nasi putih atau lontong.<\/p>\n<h3>Geguduh<\/h3>\n<p>Geguduh adalah makanan khas Lampung yang terbuat dari umbi-umbian, seperti singkong, ubi jalar, atau pisang. Umbi-umbian tersebut dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam.<\/p>\n<p>Geguduh memiliki cita rasa yang gurih dan manis. Makanan ini cocok disantap sebagai camilan atau lauk pauk.<\/p>\n<h3>Umbu<\/h3>\n<p>Umbu adalah makanan khas Lampung yang terbuat dari daun singkong yang dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam.<\/p>\n<p>Umbu memiliki cita rasa yang gurih dan unik. Makanan ini cocok disantap sebagai camilan atau lauk pauk.<\/p>\n<p>Itulah beberapa makanan khas Lampung yang wajib dicoba. Makanan-makanan tersebut memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Lampung, jangan lupa untuk mencoba makanan-makanan khas Lampung tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Sumatra. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-37378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37378\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}