{"id":3751,"date":"2023-08-14T01:35:04","date_gmt":"2023-08-14T01:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3751"},"modified":"2023-08-14T01:35:04","modified_gmt":"2023-08-14T01:35:04","slug":"frans-dan-alex-mendur-dua-saudara-yang-mengabadikan-pengibaran-bendera-merah-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/frans-dan-alex-mendur-dua-saudara-yang-mengabadikan-pengibaran-bendera-merah-putih.html","title":{"rendered":"Frans dan Alex Mendur: Dua Saudara yang Mengabadikan Pengibaran Bendera Merah Putih"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/frans-dan-alex-mendur-dua-saudara-yang-mengabadikan-pengibaran-bendera-merah-putih.html\/#Frans_Mendur_Fotografer_yang_Mengabadikan_Sejarah\" >Frans Mendur: Fotografer yang Mengabadikan Sejarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/frans-dan-alex-mendur-dua-saudara-yang-mengabadikan-pengibaran-bendera-merah-putih.html\/#Alex_Mendur_Saudara_yang_Menyelamatkan_Foto\" >Alex Mendur: Saudara yang Menyelamatkan Foto<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/frans-dan-alex-mendur-dua-saudara-yang-mengabadikan-pengibaran-bendera-merah-putih.html\/#Warisan_Foto_Proklamasi\" >Warisan Foto Proklamasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Jepang dan Belanda. Saat itu, Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi di depan rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Setelah itu, bendera Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati, istri Soekarno, dikibarkan oleh tiga tokoh nasional, yaitu Abdul Latief Hendraningrat, Suhud Sastro Kusumo, dan Sayuti Melik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Frans_Mendur_Fotografer_yang_Mengabadikan_Sejarah\"><\/span>Frans Mendur: Fotografer yang Mengabadikan Sejarah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu saksi mata yang hadir saat proklamasi adalah Frans Mendur, seorang wartawan harian Asia Raya. Ia membawa kamera Leica miliknya dan sebuah rol film untuk mengabadikan momen bersejarah itu.\u00a0Ia berhasil menjepret tiga foto, yaitu saat Soekarno membacakan teks proklamasi, pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief, dan suasana upacara pengibaran bendera<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Frans Mendur lahir di Jakarta pada tahun 1913. Ia belajar fotografi dari ayahnya yang juga seorang fotografer. Ia mulai bekerja sebagai wartawan pada tahun 1936 dan bergabung dengan harian Asia Raya pada tahun 1942.\u00a0Ia juga aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan terlibat dalam persiapan proklamasi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alex_Mendur_Saudara_yang_Menyelamatkan_Foto\"><\/span>Alex Mendur: Saudara yang Menyelamatkan Foto<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Foto-foto yang diambil oleh Frans Mendur sangat berharga karena merupakan bukti visual dari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun, saat itu tentara Jepang masih berkuasa dan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia.\u00a0Oleh karena itu, Frans Mendur harus sembunyi-sembunyi menyelamatkan foto-foto itu dari ancaman penyitaan atau penghancuran<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Frans Mendur dibantu oleh saudaranya, Alex Mendur, yang juga seorang fotografer. Mereka berdua mencetak foto-foto itu di sebuah laboratorium rahasia di daerah Menteng, Jakarta.\u00a0Mereka juga menyimpan negatif foto-foto itu di sebuah kotak besi yang dikubur di kebun rumah mereka<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Alex Mendur lahir di Jakarta pada tahun 1915. Ia juga belajar fotografi dari ayahnya dan bekerja sebagai wartawan dan fotografer untuk berbagai media.\u00a0Ia juga terlibat dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI)<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warisan_Foto_Proklamasi\"><\/span>Warisan Foto Proklamasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Foto-foto proklamasi yang diambil oleh Frans Mendur menjadi saksi bisu dari sejarah bangsa Indonesia. Foto-foto itu telah dipublikasikan di berbagai media cetak dan elektronik, serta dipamerkan di berbagai tempat.\u00a0Foto-foto itu juga menjadi inspirasi bagi seniman-seniman untuk membuat karya-karya seni yang berkaitan dengan proklamasi<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Frans Mendur meninggal pada tahun 1971, sedangkan Alex Mendur meninggal pada tahun 1995. Mereka berdua mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia atas jasa-jasa mereka sebagai fotografer proklamasi.\u00a0Mereka juga dianggap sebagai pahlawan pers nasional yang memberikan kontribusi besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Siswa, Kenali 3 Tokoh Pengibar Bendera Saat Proklamasi Kemerdekaan RI. https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2021\/08\/18\/091042871\/siswa-kenali-3-tokoh-pengibar-bendera-saat-proklamasi-kemerdekaan-ri.<br \/>\n(2) Kisah Foto Proklamasi 17 Agustus 1945 yang Sempat Dikubur di Kebun. https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2022\/08\/08\/16210051\/kisah-foto-proklamasi-17-agustus-1945-yang-sempat-dikubur-di-kebun.<br \/>\n(3) Ayo Kenali Tiga Tokoh yang Mengibarkan Bendera Merah Putih Untuk yang &#8230;. https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/131819710\/ayo-kenali-tiga-tokoh-yang-mengibarkan-bendera-merah-putih-untuk-yang-pertama-kali.<br \/>\n(4) Ini 3 Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan &#8230;. https:\/\/kumparan.com\/millennial\/ini-3-tokoh-pengibar-bendera-merah-putih-saat-proklamasi-kemerdekaan-1945-1yfuMb95D78.<br \/>\n(5) Mengenal Sosok Pengibar Bendera Merah Putih saat Proklamasi Kemerdekaan &#8230;. https:\/\/video.tribunnews.com\/view\/431237\/mengenal-sosok-pengibar-bendera-merah-putih-saat-proklamasi-kemerdekaan-indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Jepang dan Belanda. Saat itu, Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi di depan rumahnya di Jalan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-3751","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3751"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3751\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}