{"id":37586,"date":"2024-01-16T10:27:56","date_gmt":"2024-01-16T03:27:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=37586"},"modified":"2024-01-16T10:27:56","modified_gmt":"2024-01-16T03:27:56","slug":"merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html","title":{"rendered":"Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Pengertian_Merdeka_Belajar\" >Pengertian Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Tujuan_Pendidikan\" >Tujuan Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Peserta_Didik_sebagai_Subjek\" >Peserta Didik sebagai Subjek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Guru_sebagai_Fasilitator\" >Guru sebagai Fasilitator<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Implementasi_Merdeka_Belajar\" >Implementasi Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Pentingnya_Merdeka_Belajar\" >Pentingnya Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\">\n<p>Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional karena pemikiran-pemikirannya yang sangat progresif dan visioner dalam bidang pendidikan. Salah satu pemikirannya yang paling terkenal adalah konsep merdeka belajar.<\/p>\n<p>Konsep merdeka belajar menjadi salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia saat ini. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih demokratis dan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi diri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Merdeka_Belajar\"><\/span><strong>Pengertian Merdeka Belajar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menurut Ki Hajar Dewantara, merdeka belajar adalah proses pendidikan yang membebaskan peserta didik dari segala bentuk keterpaksaan dan tekanan. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat mereka.<\/p>\n<p>Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari segi jasmani, rohani, maupun akal budi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Pendidikan\"><\/span><strong>Tujuan Pendidikan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah untuk menciptakan manusia yang merdeka. Manusia merdeka adalah manusia yang mampu berpikir dan bertindak secara mandiri. Pendidikan harus mampu memerdekakan peserta didik dari segala bentuk keterikatan, baik keterikatan fisik, mental, maupun spiritual.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peserta_Didik_sebagai_Subjek\"><\/span><strong>Peserta Didik sebagai Subjek<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ki Hajar Dewantara memandang peserta didik sebagai subjek pendidikan, bukan objek. Peserta didik adalah pihak yang aktif dalam proses belajar, bukan hanya sebagai penerima materi pelajaran.<\/p>\n<p>Peserta didik memiliki hak untuk memilih apa yang ingin mereka pelajari dan bagaimana mereka ingin belajar. Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar. Guru bertugas untuk membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi diri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Guru_sebagai_Fasilitator\"><\/span><strong>Guru sebagai Fasilitator<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar. Guru bertugas untuk membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi diri.<\/p>\n<p>Guru tidak lagi menjadi sumber pengetahuan tunggal. Guru bertugas untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk belajar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implementasi_Merdeka_Belajar\"><\/span><strong>Implementasi Merdeka Belajar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ada beberapa hal yang menjadi dasar implementasi merdeka belajar menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tri pusat pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tri pusat pendidikan menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan. Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara utuh.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sistem among<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Sistem among adalah sistem pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Dalam sistem among, peserta didik diberi kebebasan untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat mereka.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Asas-asas pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Asas-asas pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan. Asas-asas ini menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yang merdeka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Merdeka_Belajar\"><\/span><strong>Pentingnya Merdeka Belajar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Merdeka belajar memiliki beberapa manfaat, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan motivasi belajar peserta didik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Peserta didik yang diberi kebebasan untuk memilih apa yang ingin mereka pelajari akan lebih termotivasi untuk belajar. Mereka akan merasa lebih memiliki kontrol atas proses belajar mereka dan lebih tertarik untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan kreativitas dan inovasi peserta didik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Peserta didik yang diberi kebebasan untuk belajar dengan cara mereka sendiri akan lebih cenderung untuk menjadi kreatif dan inovatif. Mereka akan lebih berani untuk mencoba hal-hal baru dan memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan kemandirian peserta didik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Peserta didik yang diberi kebebasan untuk belajar secara mandiri akan lebih mandiri. Mereka akan belajar untuk bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri dan untuk membuat keputusan sendiri.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan kualitas pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Merdeka belajar dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan inovatif. Peserta didik akan lebih aktif dalam proses belajar dan lebih terlibat dalam pembelajaran.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Merdeka belajar merupakan konsep pendidikan yang sangat penting untuk diimplementasikan di Indonesia. Konsep ini dapat membantu menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mandiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia dikenal sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3242,85],"tags":[],"class_list":["post-37586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37586"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37586\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}