{"id":37623,"date":"2024-01-16T14:28:33","date_gmt":"2024-01-16T07:28:33","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=37623"},"modified":"2024-01-16T14:28:33","modified_gmt":"2024-01-16T07:28:33","slug":"bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html","title":{"rendered":"Bapak Pendidikan Nasional: Ki Hajar Dewantara"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html\/#Biografi_Ki_Hajar_Dewantara\" >Biografi Ki Hajar Dewantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html\/#Jasa-jasa_Ki_Hajar_Dewantara_dalam_bidang_pendidikan\" >Jasa-jasa Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html\/#Pengaruh_Ki_Hajar_Dewantara_terhadap_pendidikan_di_Indonesia\" >Pengaruh Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan di Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bapak-pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:228\">Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Peringatan ini untuk mengenang jasa-jasa seorang tokoh pendidikan yang sangat berjasa bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:330\">Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara adalah seorang bangsawan Jawa yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, beliau juga seorang tokoh pendidikan yang sangat berjasa bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"13:1-13:31\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biografi_Ki_Hajar_Dewantara\"><\/span><strong>Biografi Ki Hajar Dewantara<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:392\">Ki Hajar Dewantara lahir dari keluarga bangsawan Yogyakarta. Ayahnya, Raden Soerjaningrat, adalah seorang pejabat tinggi di Keraton Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara menempuh <span class=\"citation-0 citation-end-0\">pendidikan formal di sekolah ELS (Europesche Lagere School), di mana ia mulai mengenal sistem pendidikan kolonial Belanda. Namun, ketidakpuasan terhadap sistem tersebut telah tumbuh dalam dirinya sejak<\/span> dini.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:455\">Pada tahun 1908, Ki Hajar Dewantara bergabung dengan organisasi Boedi Oetomo. Melalui organisasi ini, beliau mulai aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1913, Ki Hajar Dewantara menulis sebuah artikel berjudul &#8220;Seandainya Aku Seorang Belanda&#8221; yang menentang kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang mewajibkan orang Indonesia untuk memakai bahasa Belanda. Akibat artikel ini, Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda selama dua tahun.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"19:1-19:354\">Selama diasingkan di Belanda, Ki Hajar Dewantara semakin memantapkan tekadnya untuk memperjuangkan pendidikan bagi rakyat Indonesia. Ia mendirikan lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada tahun 1922. Taman Siswa merupakan lembaga pendidikan yang mengusung konsep pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kepribadian bangsa.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:278\">Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia pada tahun 1927. Setelah kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Penasihat Presiden.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:119\">Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta. Beliau dimakamkan di Taman Wijaya Brata, Yogyakarta.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"25:1-25:56\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jasa-jasa_Ki_Hajar_Dewantara_dalam_bidang_pendidikan\"><\/span><strong>Jasa-jasa Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:120\">Ki Hajar Dewantara telah memberikan banyak jasa bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Beberapa jasa beliau antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"29:1-30:0\">\n<li data-sourcepos=\"29:1-30:0\"><strong>Menciptakan konsep pendidikan Taman Siswa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"31:1-31:317\">Konsep pendidikan Taman Siswa yang dirintis oleh Ki Hajar Dewantara sangatlah revolusioner pada masanya. Konsep ini mengusung nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan kekeluargaan. Taman Siswa juga menjadi lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang menerima siswa dari semua kalangan, tanpa memandang status sosial.<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"33:1-34:0\">\n<li data-sourcepos=\"33:1-34:0\"><strong>Melakukan pembaharuan dalam pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"35:1-35:236\">Ki Hajar Dewantara juga melakukan pembaharuan dalam pendidikan di Indonesia. Beliau menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kepribadian bangsa. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan demokratis.<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"37:1-38:0\">\n<li data-sourcepos=\"37:1-38:0\"><strong>Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"39:1-39:212\">Ki Hajar Dewantara juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Beliau sering berkeliling Indonesia untuk memberikan ceramah dan menulis artikel tentang pentingnya pendidikan.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"41:1-41:64\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Ki_Hajar_Dewantara_terhadap_pendidikan_di_Indonesia\"><\/span><strong>Pengaruh Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan di Indonesia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"43:1-43:124\">Pengaruh Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan di Indonesia masih terasa hingga saat ini. Beberapa pengaruhnya antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"45:1-46:0\">\n<li data-sourcepos=\"45:1-46:0\"><strong>Pendidikan di Indonesia menjadi lebih inklusif dan demokratis<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"47:1-47:207\">Ki Hajar Dewantara sangat menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan demokratis. Konsep pendidikan Taman Siswa yang dirintis oleh beliau menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"49:1-50:0\">\n<li data-sourcepos=\"49:1-50:0\"><strong>Pendidikan di Indonesia menjadi lebih berorientasi pada pengembangan karakter<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"51:1-51:182\">Ki Hajar Dewantara juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Konsep pendidikan Taman Siswa yang dirintis oleh beliau berfokus pada pengembangan karakter dan kepribadian bangsa.<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"53:1-54:0\">\n<li data-sourcepos=\"53:1-54:0\"><strong>Pendidikan di Indonesia menjadi lebih berorientasi pada kepentingan nasional<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"55:1-55:238\">Ki Hajar Dewantara juga menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada kepentingan nasional. Konsep pendidikan Taman Siswa yang dirintis oleh beliau bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk mengisi kemerdekaan.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"57:1-57:11\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span><strong>Penutup<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"59:1-59:193\">Ki Hajar Dewantara telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Jasa-jasa beliau akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Peringatan ini untuk mengenang jasa-jasa seorang tokoh pendidikan yang sangat berjasa bagi kemajuan pendidikan di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-37623","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37623\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}