{"id":3766,"date":"2023-08-14T02:16:55","date_gmt":"2023-08-14T02:16:55","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3766"},"modified":"2023-08-14T02:21:23","modified_gmt":"2023-08-14T02:21:23","slug":"di-mana-bendera-pusaka-disimpan-sejarah-dan-lokasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/di-mana-bendera-pusaka-disimpan-sejarah-dan-lokasinya.html","title":{"rendered":"Di Mana Bendera Pusaka Disimpan? Sejarah dan Lokasinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/di-mana-bendera-pusaka-disimpan-sejarah-dan-lokasinya.html\/#Sejarah_Bendera_Pusaka\" >Sejarah Bendera Pusaka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/di-mana-bendera-pusaka-disimpan-sejarah-dan-lokasinya.html\/#Lokasi_Penyimpanan_Bendera_Pusaka\" >Lokasi Penyimpanan Bendera Pusaka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/di-mana-bendera-pusaka-disimpan-sejarah-dan-lokasinya.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Bendera Pusaka adalah bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bendera ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia. Namun, tahukah Anda di mana bendera pusaka disimpan saat ini?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Bendera_Pusaka\"><\/span>Sejarah Bendera Pusaka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bendera Pusaka dijahit oleh Fatmawati, istri presiden Soekarno, pada Oktober 1944. Ia menggunakan kain katun Jepang berukuran 276 x 200 cm.\u00a0Desain bendera ini mengikuti bendera Majapahit yang terdiri dari sembilan garis merah dan putih bergantian<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Bendera Pusaka pertama kali dinaikkan di rumah Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bendera ini dinaikkan oleh Paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat.\u00a0Setelah itu, lagu Indonesia Raya dinyanyikan secara bersama-sama oleh para hadirin<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika terjadi Operatie Kraai, Bendera Pusaka dipotong dua lalu diberikan kepada Husein Mutahar untuk diamankan. Mutahar berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan memberikannya pada Soedjono.\u00a0Soedjono kemudian membawa benderanya ke Soekarno, yang berada dalam pengasingan di Bangka<sup>2<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_Penyimpanan_Bendera_Pusaka\"><\/span>Lokasi Penyimpanan Bendera Pusaka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah perang berakhir, Bendera Pusaka selalu dinaikkan sekali di depan Istana Negara pada Hari Kemerdekaan. Namun, karena kerapuhan bendera, sejak tahun 1968, bendera yang dinaikkan di Istana Negara adalah replika yang terbuat dari sutra. Replika pertama ini dikibarkan selama 15 tahun sampai tahun 1984. Kemudian pada tahun 1985 yang mulai dikibarkan adalah replika kedua, sampai tahun 2014.\u00a0Dan yang ketiga dikibarkan dari tahun 2015 sampai sekarang<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Lalu, di mana Bendera Pusaka asli disimpan? Menurut situs resmi Sekretariat Presiden Republik Indonesia, Bendera Pusaka disimpan di Gedung Sekretariat Presiden Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Veteran No. 16 Jakarta Pusat. Bendera ini disimpan dalam sebuah kotak kaca berukuran 300 x 225 x 25 cm yang dilengkapi dengan sistem pengatur suhu dan kelembaban udara agar tidak rusak. Bendera ini juga dilindungi oleh undang-undang sebagai cagar budaya nasional dengan nomor registrasi CB.32.<\/p>\n<p>Bendera Pusaka hanya dikeluarkan dari kotak penyimpanannya pada saat upacara Hari Kemerdekaan setiap tahunnya. Bendera ini akan diserahkan oleh presiden kepada Paskibraka yang juga menerima bendera baru untuk dikibarkan. Setelah itu, Bendera Pusaka akan diserahkan kembali kepada presiden dan dimasukkan kembali ke kotak penyimpanannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bendera Pusaka adalah bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bendera ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Bendera Pusaka asli disimpan di Gedung Sekretariat Presiden Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Veteran No. 16 Jakarta Pusat. Bendera ini disimpan dalam sebuah kotak kaca berukuran 300 x 225 x 25 cm yang dilengkapi dengan sistem pengatur suhu dan kelembaban udara agar tidak rusak. Bendera ini juga dilindungi oleh undang-undang sebagai cagar budaya nasional dengan nomor registrasi CB.32.<\/p>\n<p>Bendera Pusaka hanya dikeluarkan dari kotak penyimpanannya pada saat upacara Hari Kemerdekaan setiap tahunnya. Bendera ini akan diserahkan oleh presiden kepada Paskibraka yang juga menerima bendera baru untuk dikibarkan. Setelah itu, Bendera Pusaka akan diserahkan kembali kepada presiden dan dimasukkan kembali ke kotak penyimpanannya.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Bendera Pusaka &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bendera_Pusaka.<br \/>\n(2) Fatmawati dan Sejarah Bendera Pusaka Merah Putih&#8230;. https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2021\/08\/17\/100000765\/fatmawati-dan-sejarah-bendera-pusaka-merah-putih-.<br \/>\n(3) Perbedaan Bendera Pusaka Indonesia dengan Duplikat, Cek di Sini &#8211; detikNews. https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6858604\/perbedaan-bendera-pusaka-indonesia-dengan-duplikat-cek-di-sini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bendera Pusaka adalah bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bendera ini memiliki nilai sejarah yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-3766","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3766"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3766\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}