{"id":37907,"date":"2024-03-31T22:17:31","date_gmt":"2024-03-31T15:17:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=37907"},"modified":"2024-12-27T14:12:47","modified_gmt":"2024-12-27T07:12:47","slug":"george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html","title":{"rendered":"George de Hevesy: Pelopor Penggunaan Isotop Radioaktif dalam Biokimia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Masa_Kecil_dan_Pendidikan\" >Masa Kecil dan Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Karier_dan_Pencapaian\" >Karier dan Pencapaian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Penggunaan_Isotop_Radioaktif_dalam_Biokimia\" >Penggunaan Isotop Radioaktif dalam Biokimia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Penghargaan_dan_Pengakuan\" >Penghargaan dan Pengakuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Warisan\" >Warisan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/george-de-hevesy-pelopor-penggunaan-isotop-radioaktif-dalam-biokimia.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<h3 data-sourcepos=\"3:1-3:29\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masa_Kecil_dan_Pendidikan\"><\/span><strong>Masa Kecil dan Pendidikan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:426\">George de Hevesy lahir di Budapest, Hongaria pada tahun 1885. Sejak kecil, ia menunjukkan minat yang besar terhadap sains, khususnya kimia. Hevesy dibesarkan dalam keluarga kaya dan terpelajar. Ayahnya, Lajos Hevesy, adalah seorang pengusaha sukses, dan ibunya, Eugenia Bischitz, adalah seorang pianis berbakat. Hevesy dididik di sekolah-sekolah terbaik di Budapest dan menunjukkan bakat luar biasa dalam matematika dan sains.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:263\">Pada tahun 1904, Hevesy mendaftar di Technische Hochschule di Berlin untuk mempelajari kimia. Ia kemudian pindah ke Universitas Freiburg, di mana ia memperoleh gelar doktor di bidang kimia pada tahun 1908. Disertasinya berfokus pada studi tentang kelarutan garam.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"9:1-9:25\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karier_dan_Pencapaian\"><\/span><strong>Karier dan Pencapaian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:348\">Setelah menyelesaikan pendidikannya, Hevesy bekerja sebagai asisten penelitian di Universitas Manchester. Di sana, ia bertemu dengan Ernest Rutherford, seorang fisikawan terkenal yang mempelopori penelitian tentang radioaktivitas. Hevesy terinspirasi oleh karya Rutherford dan mulai bereksperimen dengan isotop radioaktif, yang baru saja ditemukan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:403\">Hevesy menyadari potensi besar isotop radioaktif sebagai pelacak untuk mempelajari proses biokimia dalam organisme hidup. Isotop radioaktif dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia atau hewan dan kemudian dilacak pergerakannya menggunakan instrumen khusus. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari berbagai proses biokimia, seperti metabolisme mineral, penyerapan nutrisi, dan sirkulasi darah.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:246\">Pada tahun 1923, Hevesy dan Dirk Coster menemukan unsur hafnium. Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan teknik spektroskopi sinar-X untuk menganalisis sampel mineral zirkon. Hafnium adalah unsur kimia ke-72 yang ditemukan dalam tabel periodik.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:300\">Hevesy kemudian pindah ke Kopenhagen, Denmark, di mana ia bekerja sama dengan Niels Bohr di Institut Niels Bohr. Di sana, Hevesy melanjutkan penelitiannya tentang penggunaan isotop radioaktif dalam biokimia. Ia menerbitkan banyak\u8ad6\u6587dan buku tentang topik ini, dan karyanya diakui secara internasional.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"19:1-19:47\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penggunaan_Isotop_Radioaktif_dalam_Biokimia\"><\/span><strong>Penggunaan Isotop Radioaktif dalam Biokimia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:160\">Hevesy menggunakan isotop radioaktif untuk melacak pergerakan berbagai zat dalam tubuh manusia dan hewan. Berikut adalah beberapa contoh spesifik dari karyanya:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"23:1-26:0\">\n<li data-sourcepos=\"23:1-23:199\">Hevesy menggunakan radiofosfor untuk mempelajari metabolisme fosfor dalam tubuh manusia. Ia menemukan bahwa fosfor diserap oleh tulang dan gigi dan memainkan peran penting dalam metabolisme energi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"24:1-24:145\">Hevesy menggunakan radioyodium untuk mempelajari metabolisme yodium dalam tubuh manusia. Ia menemukan bahwa yodium penting untuk fungsi tiroid.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"25:1-26:0\">Hevesy menggunakan radiobesi untuk mempelajari metabolisme zat besi dalam tubuh manusia. Ia menemukan bahwa zat besi penting untuk produksi sel darah merah.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:153\">Karyanya memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang berbagai proses biologis, seperti penyerapan nutrisi, metabolisme sel, dan sirkulasi darah.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"29:1-29:29\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penghargaan_dan_Pengakuan\"><\/span><strong>Penghargaan dan Pengakuan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"31:1-31:248\">Pada tahun 1943, Hevesy dianugerahi Hadiah Nobel Kimia &#8220;atas karyanya dalam penggunaan isotop sebagai pelacak dalam studi proses kimia&#8221;. Hevesy juga menerima banyak penghargaan bergengsi lainnya, termasuk Medali Copley dari Royal Society of London.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"33:1-33:11\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warisan\"><\/span><strong>Warisan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"35:1-35:340\">George de Hevesy meninggal pada tahun 1966. Ia meninggalkan warisan yang luar biasa dalam bidang biokimia dan kedokteran. Karyanya tentang penggunaan isotop radioaktif telah membuka jalan bagi berbagai kemajuan ilmiah dan medis, termasuk pengembangan radioterapi untuk kanker, diagnosis penyakit, dan penelitian tentang metabolisme manusia.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"37:1-37:14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"39:1-39:246\">George de Hevesy adalah seorang pelopor sejati dalam bidang biokimia. Karyanya yang revolusioner tentang penggunaan isotop radioaktif telah memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi pemahaman kita tentang proses biokimia dalam organisme hidup.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:11\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"43:1-46:0\">\n<li data-sourcepos=\"43:1-43:127\">Wikipedia: George de Hevesy: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/George_de_Hevesy<\/li>\n<li data-sourcepos=\"44:1-44:179\">The Nobel Prize: George de Hevesy: https:\/\/www.nobelprize.org\/prizes\/chemistry\/1943\/hevesy\/biographical\/<\/li>\n<li data-sourcepos=\"45:1-46:0\">National Library of Medicine: George de Hevesy: https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC1392254\/<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa Kecil dan Pendidikan George de Hevesy lahir di Budapest, Hongaria pada tahun 1885. Sejak kecil, ia menunjukkan minat yang besar terhadap sains, khususnya kimia.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1482],"tags":[],"class_list":["post-37907","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tokoh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37907"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44550,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37907\/revisions\/44550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}