{"id":39061,"date":"2024-06-28T07:25:45","date_gmt":"2024-06-28T00:25:45","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39061"},"modified":"2024-12-27T14:13:31","modified_gmt":"2024-12-27T07:13:31","slug":"memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html","title":{"rendered":"Memahami Oligopoli: Ciri, Jenis, Dampak, Strategi, dan Studi Kasus di Indonesia &#038; Dunia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#I_Pendahuluan\" >I. Pendahuluan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#II_Ciri-Ciri_Oligopoli\" >II. Ciri-Ciri Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#III_Jenis-Jenis_Oligopoli\" >III. Jenis-Jenis Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#IV_Bagaimana_Oligopoli_Terbentuk\" >IV. Bagaimana Oligopoli Terbentuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#V_Dampak_Oligopoli\" >V. Dampak Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#VI_Strategi_Bersaing_dalam_Oligopoli\" >VI. Strategi Bersaing dalam Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#VII_Kebijakan_Pemerintah_terhadap_Oligopoli\" >VII. Kebijakan Pemerintah terhadap Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#VIII_Studi_Kasus_Oligopoli\" >VIII. Studi Kasus Oligopoli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/memahami-oligopoli-ciri-jenis-dampak-strategi-dan-studi-kasus-di-indonesia-dunia.html\/#IX_Kesimpulan\" >IX. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"I_Pendahuluan\"><\/span>I. Pendahuluan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"dynamic-element-wrapper\">\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container hide-from-message-actions ng-star-inserted\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\"><\/span><\/div>\n<div class=\"caption ellipsis gmat-caption ng-star-inserted\" aria-hidden=\"true\"><em>graph showing market share distribution in an oligopoly<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Oligopoli adalah struktur pasar yang menarik dan kompleks, di mana sejumlah kecil perusahaan menguasai sebagian besar pangsa pasar. Kehadiran oligopoli dapat ditemukan di berbagai industri, mulai dari telekomunikasi, perbankan, hingga otomotif. Memahami dinamika oligopoli sangat penting karena memiliki dampak signifikan terhadap konsumen, produsen, dan perekonomian secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Dalam pasar oligopoli, keputusan yang diambil oleh satu perusahaan dapat memicu reaksi berantai dari pesaingnya. Hal ini menciptakan lingkungan persaingan yang unik dan penuh strategi. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai ciri-ciri oligopoli, jenis-jenisnya, bagaimana oligopoli terbentuk, dampaknya, strategi bersaing, kebijakan pemerintah, serta studi kasus oligopoli di berbagai industri.<\/p>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"II_Ciri-Ciri_Oligopoli\"><\/span>II. Ciri-Ciri Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"dynamic-element-wrapper\">\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container hide-from-message-actions ng-star-inserted\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\"><\/span><\/div>\n<div class=\"caption ellipsis gmat-caption ng-star-inserted\" aria-hidden=\"true\"><em>few large companies competing in a market<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Oligopoli memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari struktur pasar lainnya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sedikitnya Jumlah Penjual:<\/strong> Pasar didominasi oleh beberapa perusahaan besar yang mengendalikan sebagian besar pangsa pasar.<\/li>\n<li><strong>Saling Ketergantungan:<\/strong> Keputusan yang diambil oleh satu perusahaan akan memengaruhi perusahaan lain dalam industri.<\/li>\n<li><strong>Hambatan Masuk Tinggi:<\/strong> Skala ekonomi, teknologi, dan regulasi pemerintah membuat sulit bagi perusahaan baru untuk masuk dan bersaing di pasar oligopoli.<\/li>\n<li><strong>Produk Homogen atau Terdiferensiasi:<\/strong> Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dalam oligopoli dapat berupa produk yang serupa (homogen) atau produk yang berbeda (terdiferensiasi).<\/li>\n<li><strong>Non-Price Competition:<\/strong> Persaingan dalam oligopoli sering kali tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga pada faktor-faktor lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, dan inovasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"III_Jenis-Jenis_Oligopoli\"><\/span>III. Jenis-Jenis Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Oligopoli dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik produk dan perilaku perusahaan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Oligopoli Murni:<\/strong> Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dalam oligopoli ini bersifat homogen atau serupa. Harga cenderung sama karena adanya saling ketergantungan antar perusahaan.<\/li>\n<li><strong>Oligopoli Terdiferensiasi:<\/strong> Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dalam oligopoli ini bersifat terdiferensiasi atau berbeda. Perusahaan dapat bersaing melalui harga, kualitas, dan fitur produk.<\/li>\n<li><strong>Oligopoli yang Didominasi Pemimpin Pasar:<\/strong> Dalam jenis oligopoli ini, terdapat satu perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin pasar dan menentukan harga. Perusahaan lain cenderung mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemimpin pasar.<\/li>\n<li><strong>Oligopoli yang Bekerjasama (Kartel):<\/strong> Perusahaan dalam oligopoli ini berkolusi untuk menentukan harga dan produksi secara bersama-sama. Kartel merupakan bentuk pelanggaran hukum persaingan usaha karena merugikan konsumen.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"IV_Bagaimana_Oligopoli_Terbentuk\"><\/span>IV. Bagaimana Oligopoli Terbentuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"dynamic-element-wrapper\">\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container hide-from-message-actions ng-star-inserted\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\"><\/span><\/div>\n<div class=\"caption ellipsis gmat-caption ng-star-inserted\" aria-hidden=\"true\"><em>merger between two companies<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya oligopoli dalam suatu industri:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Merger dan Akuisisi:<\/strong> Perusahaan dapat bergabung atau mengakuisisi pesaingnya untuk memperbesar pangsa pasar dan mengurangi persaingan.<\/li>\n<li><strong>Skala Ekonomi:<\/strong> Perusahaan besar dapat mencapai skala ekonomi yang lebih efisien, sehingga memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan perusahaan kecil. Hal ini membuat sulit bagi perusahaan kecil untuk bersaing.<\/li>\n<li><strong>Paten dan Hak Kekayaan Intelektual:<\/strong> Paten dan hak kekayaan intelektual memberikan perlindungan hukum bagi inovasi perusahaan, sehingga membatasi persaingan dari perusahaan lain.<\/li>\n<li><strong>Regulasi Pemerintah:<\/strong> Kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah pemain di pasar, seperti pemberian lisensi atau izin usaha, dapat berkontribusi pada terbentuknya oligopoli.\\<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"avatar-gutter ng-tns-c1250094705-257 ng-star-inserted\">\n<div class=\"resize-observable\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"response-container-content ng-tns-c1250094705-257\">\n<div class=\"response-content ng-tns-c1250094705-257\">\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\">\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"V_Dampak_Oligopoli\"><\/span>V. Dampak Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Oligopoli memiliki dampak yang signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap konsumen, produsen, dan perekonomian secara keseluruhan.<\/p>\n<p><strong>Dampak Positif:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Inovasi:<\/strong> Persaingan dalam oligopoli dapat mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitas produk yang ada. Hal ini memberikan manfaat bagi konsumen dalam bentuk produk yang lebih baik dan beragam.<\/li>\n<li><strong>Skala Ekonomi:<\/strong> Perusahaan dalam oligopoli dapat mencapai skala ekonomi yang lebih besar, sehingga dapat menghasilkan produk dengan biaya yang lebih rendah. Keuntungan dari skala ekonomi ini dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih murah.<\/li>\n<li><strong>Stabilitas Harga:<\/strong> Harga dalam oligopoli cenderung lebih stabil dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna. Hal ini memberikan kepastian bagi konsumen dan produsen dalam membuat keputusan ekonomi.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Dampak Negatif:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Harga Lebih Tinggi:<\/strong> Karena jumlah pesaing yang terbatas, perusahaan dalam oligopoli memiliki kekuatan pasar yang lebih besar untuk menetapkan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna. Hal ini merugikan konsumen yang harus membayar lebih mahal untuk produk yang sama.<\/li>\n<li><strong>Pilihan Produk Terbatas:<\/strong> Konsumen dalam pasar oligopoli mungkin memiliki pilihan produk yang lebih terbatas dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna. Hal ini disebabkan oleh dominasi beberapa perusahaan besar yang mengendalikan sebagian besar pangsa pasar.<\/li>\n<li><strong>Inovasi Terhambat:<\/strong> Meskipun persaingan dalam oligopoli dapat mendorong inovasi, namun dalam beberapa kasus, perusahaan dalam oligopoli mungkin kurang terdorong untuk berinovasi karena mereka sudah memiliki pangsa pasar yang besar dan stabil.<\/li>\n<li><strong>Potensi Kolusi:<\/strong> Perusahaan dalam oligopoli memiliki potensi untuk berkolusi dalam menentukan harga dan produksi. Kolusi ini merugikan konsumen karena harga menjadi lebih tinggi dan pilihan produk menjadi terbatas.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"VI_Strategi_Bersaing_dalam_Oligopoli\"><\/span>VI. Strategi Bersaing dalam Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perusahaan dalam oligopoli menggunakan berbagai strategi untuk bersaing dan mempertahankan pangsa pasar mereka. Beberapa strategi yang umum digunakan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Perang Harga:<\/strong> Perusahaan dapat menurunkan harga produknya untuk menarik konsumen dari pesaing. Namun, perang harga dapat merugikan semua perusahaan dalam jangka panjang karena menurunkan profitabilitas.<\/li>\n<li><strong>Diferensiasi Produk:<\/strong> Perusahaan dapat menawarkan produk yang unik dan berbeda dari pesaingnya untuk menarik konsumen yang mencari nilai tambah atau fitur khusus.<\/li>\n<li><strong>Iklan dan Promosi:<\/strong> Perusahaan dapat menggunakan iklan dan promosi untuk membangun citra merek yang kuat dan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk mereka.<\/li>\n<li><strong>Inovasi Produk:<\/strong> Perusahaan dapat mengembangkan produk baru yang inovatif untuk menarik konsumen dan menciptakan keunggulan kompetitif.<\/li>\n<li><strong>Strategi Non-Harga Lainnya:<\/strong> Selain harga, perusahaan juga dapat bersaing melalui layanan pelanggan yang unggul, garansi produk, atau program loyalitas pelanggan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"VII_Kebijakan_Pemerintah_terhadap_Oligopoli\"><\/span>VII. Kebijakan Pemerintah terhadap Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur pasar oligopoli untuk memastikan persaingan yang sehat dan melindungi kepentingan konsumen. Beberapa kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Undang-Undang Antimonopoli:<\/strong> Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah praktik monopoli dan kolusi yang merugikan konsumen.<\/li>\n<li><strong>Pengawasan Merger dan Akuisisi:<\/strong> Pemerintah dapat mengawasi merger dan akuisisi antara perusahaan dalam oligopoli untuk memastikan tidak terjadi konsentrasi pasar yang berlebihan.<\/li>\n<li><strong>Regulasi Harga:<\/strong> Dalam beberapa kasus, pemerintah dapat menetapkan batas atas harga untuk melindungi konsumen dari harga yang terlalu tinggi.<\/li>\n<li><strong>Deregulasi:<\/strong> Pemerintah dapat mengurangi hambatan masuk bagi perusahaan baru untuk meningkatkan persaingan dalam pasar oligopoli.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"avatar-gutter ng-tns-c1250094705-267 ng-star-inserted\">\n<div class=\"resize-observable\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"response-container-content ng-tns-c1250094705-267\">\n<div class=\"response-content ng-tns-c1250094705-267\">\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\">\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"VIII_Studi_Kasus_Oligopoli\"><\/span>VIII. Studi Kasus Oligopoli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk lebih memahami dinamika oligopoli di dunia nyata, mari kita lihat beberapa studi kasus dari industri yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>1. Industri Telekomunikasi di Indonesia:<\/strong><\/p>\n<p>Industri telekomunikasi di Indonesia merupakan contoh klasik dari oligopoli. Pasar didominasi oleh beberapa perusahaan besar seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Smartfren. Perusahaan-perusahaan ini bersaing ketat dalam menawarkan berbagai paket layanan, mulai dari telepon, SMS, hingga data internet. Persaingan harga dan promosi menjadi strategi yang umum digunakan untuk menarik pelanggan.<\/p>\n<p><strong>2. Industri Perbankan di Indonesia:<\/strong><\/p>\n<p>Industri perbankan di Indonesia juga menunjukkan karakteristik oligopoli. Beberapa bank besar seperti Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI, dan Bank BNI menguasai sebagian besar pangsa pasar. Bank-bank ini bersaing dalam menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan, seperti tabungan, deposito, kredit, dan kartu kredit. Inovasi produk dan layanan menjadi salah satu strategi utama untuk menarik nasabah baru dan mempertahankan nasabah yang sudah ada.<\/p>\n<p><strong>3. Industri Otomotif di Dunia:<\/strong><\/p>\n<p>Industri otomotif di dunia merupakan contoh oligopoli global. Beberapa produsen mobil besar seperti Toyota, Volkswagen, General Motors, dan Ford menguasai sebagian besar pangsa pasar global. Perusahaan-perusahaan ini bersaing dalam mengembangkan teknologi baru, desain yang menarik, dan fitur-fitur canggih untuk menarik konsumen. Skala ekonomi yang besar memungkinkan mereka untuk memproduksi mobil dengan biaya yang lebih rendah dan menawarkan harga yang kompetitif.<\/p>\n<h2 class=\"\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"IX_Kesimpulan\"><\/span>IX. Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Oligopoli adalah struktur pasar yang kompleks dan dinamis, di mana beberapa perusahaan besar menguasai sebagian besar pangsa pasar. Kehadiran oligopoli memiliki dampak yang signifikan terhadap konsumen, produsen, dan perekonomian secara keseluruhan. Meskipun oligopoli dapat mendorong inovasi dan stabilitas harga, namun juga dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi, pilihan produk yang terbatas, dan potensi kolusi.<\/p>\n<p>Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur pasar oligopoli untuk memastikan persaingan yang sehat dan melindungi kepentingan konsumen. Melalui kebijakan yang tepat, pemerintah dapat mendorong perusahaan dalam oligopoli untuk bersaing secara adil, berinovasi, dan menawarkan produk dan layanan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi konsumen.<\/p>\n<p>Memahami dinamika oligopoli sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam perekonomian. Bagi konsumen, pemahaman ini dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih cerdas dalam memilih produk dan layanan. Bagi produsen, pemahaman ini dapat membantu mereka mengembangkan strategi bersaing yang efektif. Dan bagi pemerintah, pemahaman ini dapat membantu mereka merumuskan kebijakan yang tepat untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan kompetitif.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>I. Pendahuluan graph showing market share distribution in an oligopoly Oligopoli adalah struktur pasar yang menarik dan kompleks, di mana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4002],"tags":[],"class_list":["post-39061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39061"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44585,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39061\/revisions\/44585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}