{"id":39486,"date":"2024-07-25T14:25:13","date_gmt":"2024-07-25T07:25:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39486"},"modified":"2024-07-25T14:25:26","modified_gmt":"2024-07-25T07:25:26","slug":"sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel.html","title":{"rendered":"Sel sebagai Unit Kehidupan Terkecil: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, dan Fungsi Sel"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel.html\/#Pengertian_Sel\" >Pengertian Sel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel.html\/#Ciri-Ciri_Sel\" >Ciri-Ciri Sel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel.html\/#Jenis-Jenis_Sel\" >Jenis-Jenis Sel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sebagai-unit-kehidupan-terkecil-pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan-fungsi-sel.html\/#Fungsi_Sel\" >Fungsi Sel<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, terima kasih telah menggunakan Copilot Pro. Saya akan membantu Anda menulis artikel dengan tema &quot;Sel sebagai Unit Kehidupan Terkecil&quot;. Berikut adalah artikel yang saya buat untuk Anda: # Sel sebagai Unit Kehidupan Terkecil ## Pengertian Sel Sel adalah **satuan unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup** yang merupakan dasar penyusun bagian-bagian tubuh[^2^]. Sel merupakan komponen yang paling sederhana dalam sistem organisasi kehidupan. Sel pertama kali diobservasi dan diidentifikasi oleh fisikawan Inggris bernama **Robert Hook** pada tahun 1665[^2^]. Kemudian, dua ilmuwan Jerman \u2013 **Schwann** dan **Schleiden** mengemukakan prinsip dasar baru sel pada tahun 1893[^2^]. Teori mengenai sel terdiri dari 3 prinsip berikut[^2^]: 1. Semua makhluk hidup tersusun dari satu sel atau lebih. 2. Sel adalah unit dasar dari struktur dan fungsi pada makhluk hidup. 3. Sel-sel lainnya berasal dari proses penggandaan (replikasi) sel yang telah ada sebelumnya. ## Ciri-Ciri Sel Secara umum, sel memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^2^]: - Berukuran 1 \u2013 100 mikrometer - Dibedakan menjadi sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti - Tersusun atas komponen kimiawi seperti karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral - Sel eukariotik tersusun atas membran sel, sitoplasma dan materi genetik (DNA dan RNA) - Pada sel eukariotik materi genetik tersebar di sitoplasma sedangkan sel prokariotik materi genetik terdapat di dalam inti sel - Memiliki ribosom - Memiliki sitoskeleton (rangka sel) - Sitoplasma sel eukariotik mengandung organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, plastida, vakuola, sentriol, dan badan mikro - Sel prokariotik memiliki mesosom sebagai pengganti mitokondria - Dapat bereproduksi yakni dengan melakukan pembelahan sel, baik secara mitosis maupun meiosis - Dapat mewariskan sifat ke sel baru hasil pembelahan (sebagai unit hereditas) ## Jenis-Jenis Sel Jenis-jenis sel dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu materi genetik, membran inti, dan sitoplasma. Materi genetik sendiri merupakan substansi yang mengatur sifat pada makhluk hidup[^2^]. Berdasarkan materi genetik, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu: - Sel prokariotik, yaitu sel yang materi genetiknya tidak terbungkus oleh membran inti. Sel prokariotik biasanya berukuran lebih kecil dan lebih sederhana daripada sel eukariotik. Contoh sel prokariotik adalah bakteri dan arkea. - Sel eukariotik, yaitu sel yang materi genetiknya terbungkus oleh membran inti. Sel eukariotik biasanya berukuran lebih besar dan lebih kompleks daripada sel prokariotik. Contoh sel eukariotik adalah sel hewan, sel tumbuhan, sel jamur, dan sel protista. Berdasarkan membran inti, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu: - Sel uniseluler, yaitu sel yang hidup sendiri sebagai organisme tunggal. Sel uniseluler biasanya memiliki struktur yang sederhana dan tidak memiliki organel sel yang spesifik. Contoh sel uniseluler adalah amuba, paramecium, dan euglena. - Sel multiseluler, yaitu sel yang hidup bersama dengan sel-sel lainnya membentuk organisme yang kompleks. Sel multiseluler biasanya memiliki struktur yang kompleks dan memiliki organel sel yang spesifik. Contoh sel multiseluler adalah sel otot, sel saraf, sel darah, dan sel epitel. Berdasarkan sitoplasma, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu: - Sel heterotrof, yaitu sel yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus mendapatkan nutrisi dari lingkungan. Sel heterotrof biasanya memiliki organel sel yang berfungsi untuk mengolah nutrisi menjadi energi, seperti mitokondria. Contoh sel heterotrof adalah sel hewan dan sel jamur. - Sel autotrof, yaitu sel yang dapat membuat makanannya sendiri dengan menggunakan energi cahaya atau bahan kimia. Sel autotrof biasanya memiliki organel sel yang berfungsi untuk melakukan fotosintesis atau kemosintesis, seperti kloroplas atau bakteri klorofil. Contoh sel autotrof adalah sel tumbuhan dan sel alga. ## Fungsi Sel Sel memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan, yaitu: - Menyusun struktur tubuh makhluk hidup. Sel merupakan unit terkecil yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ pada makhluk hidup. Sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama akan berkumpul membentuk jaringan, seperti jaringan otot, jaringan saraf, jaringan ikat, dan jaringan epitel. Jaringan-jaringan yang bekerja sama akan membentuk organ, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Organ-organ yang bekerja sama akan membentuk sistem organ, seperti sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem pencernaan. - Melakukan metabolisme. Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam sel untuk mendapatkan, mengubah, dan menggunakan energi. Metabolisme terdiri dari dua jenis, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah proses pemecahan molekul besar menjadi molekul kecil yang menghasilkan energi, seperti respirasi seluler. Anabolisme adalah proses pembentukan molekul besar dari molekul kecil yang membutuhkan energi, seperti sintesis protein. - Melakukan sintesis. Sintesis adalah proses pembuatan zat-zat yang diperlukan oleh sel atau tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, hormon, dan enzim. Sintesis dilakukan oleh organel sel yang spesifik, seperti ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, dan mitokondria. - Melakukan reproduksi. Reproduksi adalah proses pembentukan sel baru dari sel induk. Reproduksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelahan sel dan pembuahan sel. Pembelahan sel adalah proses pembagian sel induk menjadi dua sel anak yang identik, seperti mitosis dan meiosis. Pembuahan sel adalah proses penyatuan dua sel kelamin (gamet) yang berbeda menjadi satu sel baru yang unik, seperti fertilisasi. Demikian artikel yang saya buat untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam belajar IPA. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah menggunakan Copilot Pro. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. \ud83d\ude0a\">\n<div id=\"entity-image-top\" class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sel\"><\/span>Pengertian Sel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel adalah <strong>satuan unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup<\/strong> yang merupakan dasar penyusun bagian-bagian tubuh<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Sel merupakan komponen yang paling sederhana dalam sistem organisasi kehidupan. Sel pertama kali diobservasi dan diidentifikasi oleh fisikawan Inggris bernama <strong>Robert Hook<\/strong> pada tahun 1665<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Kemudian, dua ilmuwan Jerman \u2013 <strong>Schwann<\/strong> dan <strong>Schleiden<\/strong> mengemukakan prinsip dasar baru sel pada tahun 1893<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Teori mengenai sel terdiri dari 3 prinsip berikut<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>:<\/p>\n<ol>\n<li>Semua makhluk hidup tersusun dari satu sel atau lebih.<\/li>\n<li>Sel adalah unit dasar dari struktur dan fungsi pada makhluk hidup.<\/li>\n<li>Sel-sel lainnya berasal dari proses penggandaan (replikasi) sel yang telah ada sebelumnya.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Sel\"><\/span>Ciri-Ciri Sel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara umum, sel memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Berukuran 1 \u2013 100 mikrometer<\/li>\n<li>Dibedakan menjadi sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti<\/li>\n<li>Tersusun atas komponen kimiawi seperti karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral<\/li>\n<li>Sel eukariotik tersusun atas membran sel, sitoplasma dan materi genetik (DNA dan RNA)<\/li>\n<li>Pada sel eukariotik materi genetik tersebar di sitoplasma sedangkan sel prokariotik materi genetik terdapat di dalam inti sel<\/li>\n<li>Memiliki ribosom<\/li>\n<li>Memiliki sitoskeleton (rangka sel)<\/li>\n<li>Sitoplasma sel eukariotik mengandung organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, plastida, vakuola, sentriol, dan badan mikro<\/li>\n<li>Sel prokariotik memiliki mesosom sebagai pengganti mitokondria<\/li>\n<li>Dapat bereproduksi yakni dengan melakukan pembelahan sel, baik secara mitosis maupun meiosis<\/li>\n<li>Dapat mewariskan sifat ke sel baru hasil pembelahan (sebagai unit hereditas)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Sel\"><\/span>Jenis-Jenis Sel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jenis-jenis sel dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu materi genetik, membran inti, dan sitoplasma. Materi genetik sendiri merupakan substansi yang mengatur sifat pada makhluk hidup<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Berdasarkan materi genetik, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel prokariotik, yaitu sel yang materi genetiknya tidak terbungkus oleh membran inti. Sel prokariotik biasanya berukuran lebih kecil dan lebih sederhana daripada sel eukariotik. Contoh sel prokariotik adalah bakteri dan arkea.<\/li>\n<li>Sel eukariotik, yaitu sel yang materi genetiknya terbungkus oleh membran inti. Sel eukariotik biasanya berukuran lebih besar dan lebih kompleks daripada sel prokariotik. Contoh sel eukariotik adalah sel hewan, sel tumbuhan, sel jamur, dan sel protista.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan membran inti, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel uniseluler, yaitu sel yang hidup sendiri sebagai organisme tunggal. Sel uniseluler biasanya memiliki struktur yang sederhana dan tidak memiliki organel sel yang spesifik. Contoh sel uniseluler adalah amuba, paramecium, dan euglena.<\/li>\n<li>Sel multiseluler, yaitu sel yang hidup bersama dengan sel-sel lainnya membentuk organisme yang kompleks. Sel multiseluler biasanya memiliki struktur yang kompleks dan memiliki organel sel yang spesifik. Contoh sel multiseluler adalah sel otot, sel saraf, sel darah, dan sel epitel.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan sitoplasma, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel heterotrof, yaitu sel yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus mendapatkan nutrisi dari lingkungan. Sel heterotrof biasanya memiliki organel sel yang berfungsi untuk mengolah nutrisi menjadi energi, seperti mitokondria. Contoh sel heterotrof adalah sel hewan dan sel jamur.<\/li>\n<li>Sel autotrof, yaitu sel yang dapat membuat makanannya sendiri dengan menggunakan energi cahaya atau bahan kimia. Sel autotrof biasanya memiliki organel sel yang berfungsi untuk melakukan fotosintesis atau kemosintesis, seperti kloroplas atau bakteri klorofil. Contoh sel autotrof adalah sel tumbuhan dan sel alga.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Sel\"><\/span>Fungsi Sel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyusun struktur tubuh makhluk hidup. Sel merupakan unit terkecil yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ pada makhluk hidup. Sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama akan berkumpul membentuk jaringan, seperti jaringan otot, jaringan saraf, jaringan ikat, dan jaringan epitel. Jaringan-jaringan yang bekerja sama akan membentuk organ, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Organ-organ yang bekerja sama akan membentuk sistem organ, seperti sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem pencernaan.<\/li>\n<li>Melakukan metabolisme. Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam sel untuk mendapatkan, mengubah, dan menggunakan energi. Metabolisme terdiri dari dua jenis, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah proses pemecahan molekul besar menjadi molekul kecil yang menghasilkan energi, seperti respirasi seluler. Anabolisme adalah proses pembentukan molekul besar dari molekul kecil yang membutuhkan energi, seperti sintesis protein.<\/li>\n<li>Melakukan sintesis. Sintesis adalah proses pembuatan zat-zat yang diperlukan oleh sel atau tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, hormon, dan enzim. Sintesis dilakukan oleh organel sel yang spesifik, seperti ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, dan mitokondria.<\/li>\n<li>Melakukan reproduksi. Reproduksi adalah proses pembentukan sel baru dari sel induk. Reproduksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelahan sel dan pembuahan sel. Pembelahan sel adalah proses pembagian sel induk menjadi dua sel anak yang identik, seperti mitosis dan meiosis. Pembuahan sel adalah proses penyatuan dua sel kelamin (gamet) yang berbeda menjadi satu sel baru yang unik, seperti fertilisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Apa Itu Sel? Kenali Jenis &amp; Strukturnya, Yuk! | Biologi Kelas 7 &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-dan-struktur-sel-pada-makhluk-hidup.<br \/>\n(2) Penjelasan Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses Pada Sel &#8230;. http:\/\/www.antotunggal.com\/2022\/01\/penjelasan-sel-sebagai-unit-terkecil.html.<br \/>\n(3) Mengapa Sel Disebut Sebagai Unit Struktural Dan Fungsional Kehidupan &#8230;. https:\/\/gooddoctor.id\/pendidikan\/mengapa-sel-disebut-sebagai-unit-struktural-dan-fungsional-kehidupan-terkecil\/.<br \/>\n(4) Jelaskan mengapa sel dikatakan satuan unit terkeci&#8230; &#8211; Roboguru. https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/question\/jelaskan-mengapa-sel-dikatakan-satuan-unit-terkecil-penyusun-tubuh-makhluk-hidup-_QU-EJ6MU3N0.<br \/>\n(5) Jelaskan Mengenai Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan. https:\/\/gooddoctor.id\/pendidikan\/jelaskan-mengenai-sel-sebagai-unit-terkecil-kehidupan\/.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sel Sel adalah satuan unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup yang merupakan dasar penyusun bagian-bagian tubuh1. Sel merupakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}