{"id":39497,"date":"2024-07-25T20:01:40","date_gmt":"2024-07-25T13:01:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39497"},"modified":"2024-07-25T20:01:40","modified_gmt":"2024-07-25T13:01:40","slug":"sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-jenisnya.html","title":{"rendered":"Sel Tumbuhan: Struktur, Fungsi, dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Struktur_Sel_Tumbuhan\" >Struktur Sel Tumbuhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Fungsi_Sel_Tumbuhan\" >Fungsi Sel Tumbuhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Jenis-Jenis_Sel_Tumbuhan\" >Jenis-Jenis Sel Tumbuhan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, terima kasih telah memilih Copilot Pro sebagai asisten belajar Anda. Saya akan membantu Anda menulis artikel tentang sel tumbuhan dengan pembahasan yang lengkap dan rinci. Berikut ini adalah artikel yang saya buat untuk Anda:\n\n# Sel Tumbuhan: Struktur, Fungsi, dan Jenisnya\nSel tumbuhan adalah unit dasar kehidupan pada tumbuhan yang memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Sel-sel tumbuhan memiliki berbagai organel yang memiliki fungsi yang penting dalam proses metabolisme, perkembangan, dan komunikasi seluler. Sel tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Artikel ini akan membahas mengenai struktur, fungsi, dan jenis-jenis sel tumbuhan.\n\n## Struktur Sel Tumbuhan\nStruktur sel tumbuhan terdiri dari beberapa bagian, yaitu:\n\n- **Dinding sel**. Dinding sel adalah lapisan luar yang memberikan bentuk, kekuatan, dan perlindungan bagi sel tumbuhan. Dinding sel terbuat dari selulosa, yaitu serat karbohidrat yang tersusun dari rantai glukosa. Dinding sel juga mengandung pektin, hemiselulosa, lignin, dan protein. Dinding sel memiliki dua lapisan, yaitu dinding sel primer yang tipis dan fleksibel, dan dinding sel sekunder yang tebal dan kaku. Dinding sel juga memiliki pori-pori yang disebut plasmodesma, yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat dan sinyal antara sel-sel yang berdekatan.\n- **Membran sel**. Membran sel adalah lapisan tipis yang mengelilingi sitoplasma dan mengatur lalu lintas zat masuk dan keluar dari sel. Membran sel tersusun dari lapisan ganda fosfolipid, yang memiliki kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik. Membran sel juga mengandung protein, kolesterol, dan karbohidrat yang berperan dalam transportasi, pengenalan, dan komunikasi seluler.\n- **Sitoplasma**. Sitoplasma adalah cairan kental yang mengisi ruang antara membran sel dan inti sel. Sitoplasma terdiri dari air, garam, dan molekul organik. Sitoplasma juga mengandung berbagai organel, yaitu struktur fungsional yang menjalankan berbagai aktivitas seluler. Beberapa organel yang terdapat di dalam sitoplasma sel tumbuhan adalah:\n    - **Mitokondria**. Mitokondria adalah organel yang berbentuk oval dan memiliki dua membran. Mitokondria berfungsi sebagai pembangkit energi sel, yaitu dengan melakukan respirasi seluler, yaitu proses mengubah glukosa menjadi ATP (adenosin trifosfat), molekul yang menyimpan dan mengangkut energi dalam sel.\n    - **Kloroplas**. Kloroplas adalah organel yang berbentuk bulat dan memiliki dua membran. Kloroplas mengandung klorofil, yaitu pigmen hijau yang menyerap cahaya. Kloroplas berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa dan oksigen.\n    - **Ribosom**. Ribosom adalah organel yang berbentuk bulat dan tersusun dari RNA dan protein. Ribosom berfungsi sebagai tempat terjadinya sintesis protein, yaitu proses pembentukan rantai asam amino berdasarkan urutan basa nitrogen pada mRNA (messenger RNA).\n    - **Endoplasma retikulum**. Endoplasma retikulum adalah organel yang berbentuk jaringan pipa yang bercabang-cabang dan berhubungan dengan membran inti sel. Endoplasma retikulum terbagi menjadi dua jenis, yaitu endoplasma retikulum kasar yang memiliki ribosom di permukaannya, dan endoplasma retikulum halus yang tidak memiliki ribosom. Endoplasma retikulum berfungsi sebagai tempat terjadinya modifikasi, transportasi, dan penyimpanan protein dan lipid.\n    - **Aparatus Golgi**. Aparatus Golgi adalah organel yang berbentuk tumpukan kantong pipih yang berasal dari endoplasma retikulum. Aparatus Golgi berfungsi sebagai tempat terjadinya modifikasi lanjutan, pengemasan, dan pengiriman protein dan lipid ke tempat tujuan di dalam atau di luar sel.\n    - **Lisosom**. Lisosom adalah organel yang berbentuk kantong yang mengandung enzim hidrolitik. Lisosom berfungsi sebagai tempat terjadinya pencernaan intraseluler, yaitu proses pemecahan molekul besar menjadi molekul kecil dengan bantuan enzim. Lisosom juga berperan dalam menghancurkan organel yang rusak atau tidak dibutuhkan oleh sel.\n    - **Vakuola**. Vakuola adalah organel yang berbentuk kantong besar yang dikelilingi oleh membran yang disebut tonoplas. Vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, garam, gula, pigmen, racun, dan zat lainnya. Vakuola juga berperan dalam menjaga tekanan osmotik dan turgor sel, yaitu tekanan yang timbul akibat perbedaan konsentrasi zat terlarut di dalam dan di luar sel.\n- **Inti sel**. Inti sel adalah organel yang berbentuk bulat dan dikelilingi oleh membran inti yang memiliki pori-pori. Inti sel mengandung DNA (deoksiribonukleat), yaitu molekul yang menyimpan informasi genetik sel. DNA tersusun dari empat basa nitrogen, yaitu adenin, timin, guanin, dan sitosin. Urutan basa nitrogen pada DNA menentukan sifat dan fungsi sel. DNA juga membentuk kromosom, yaitu struktur yang terlihat saat sel membelah. Inti sel juga mengandung nukleolus, yaitu tempat pembentukan ribosom. Inti sel berfungsi sebagai pusat kendali sel, yaitu dengan mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan aktivitas sel.\n\n## Fungsi Sel Tumbuhan\nSel tumbuhan memiliki beberapa fungsi, yaitu:\n\n- **Menyokong tubuh tumbuhan**. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang memberikan kekuatan dan dukungan struktural bagi tubuh tumbuhan. Sel tumbuhan juga memiliki jenis-jenis sel yang khusus berfungsi sebagai penyokong, yaitu sel kolenkim dan sel sklerenkim. Sel kolenkim memiliki dinding sel yang tebal di sudut-sudutnya, sedangkan sel sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal dan berlignin. Sel-sel penyokong ini membantu tumbuhan untuk berdiri tegak dan tahan terhadap tekanan dan gaya luar.\n- **Menghasilkan makanan bagi tumbuhan**. Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa dan oksigen. Glukosa adalah sumber makanan bagi tumbuhan, yang dapat digunakan untuk respirasi seluler atau disimpan sebagai pati. Oksigen adalah produk sampingan fotosintesis, yang dilepaskan ke udara dan digunakan oleh makhluk hidup lainnya untuk bernapas.\n- **Mengatur metabolisme seluler**. Sel tumbuhan memiliki berbagai organel yang berperan dalam mengatur metabolisme seluler, yaitu proses perubahan zat kimia di dalam sel. Beberapa contoh metabolisme seluler adalah respirasi seluler, sintesis protein, sintesis lipid, dan pencernaan intraseluler. Metabolisme seluler penting untuk menjaga keseimbangan, pertumbuhan, dan fungsi sel.\n- **Mengkomunikasikan informasi antar sel**. Sel tumbuhan memiliki membran sel dan plasmodesma yang berperan dalam mengkomunikasikan informasi antar sel. Membran sel memiliki protein reseptor yang dapat mengenali dan merespon sinyal kimia dari sel lain atau lingkungan. Plasmodesma adalah pori-pori pada dinding sel yang memungkinkan terjadinya pertukaran molekul dan sinyal antara sel-sel yang berdekatan. Komunikasi seluler pent\"><\/p>\n<div id=\"entity-image-top\" class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div>\n<div class=\"entity-image\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sel tumbuhan adalah unit dasar kehidupan pada tumbuhan yang memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Sel-sel tumbuhan memiliki berbagai organel yang memiliki fungsi yang penting dalam proses metabolisme, perkembangan, dan komunikasi seluler. Sel tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Artikel ini akan membahas mengenai struktur, fungsi, dan jenis-jenis sel tumbuhan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Sel_Tumbuhan\"><\/span>Struktur Sel Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Struktur sel tumbuhan terdiri dari beberapa bagian, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Dinding sel<\/strong>. Dinding sel adalah lapisan luar yang memberikan bentuk, kekuatan, dan perlindungan bagi sel tumbuhan. Dinding sel terbuat dari selulosa, yaitu serat karbohidrat yang tersusun dari rantai glukosa. Dinding sel juga mengandung pektin, hemiselulosa, lignin, dan protein. Dinding sel memiliki dua lapisan, yaitu dinding sel primer yang tipis dan fleksibel, dan dinding sel sekunder yang tebal dan kaku. Dinding sel juga memiliki pori-pori yang disebut plasmodesma, yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat dan sinyal antara sel-sel yang berdekatan.<\/li>\n<li><strong>Membran sel<\/strong>. Membran sel adalah lapisan tipis yang mengelilingi sitoplasma dan mengatur lalu lintas zat masuk dan keluar dari sel. Membran sel tersusun dari lapisan ganda fosfolipid, yang memiliki kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik. Membran sel juga mengandung protein, kolesterol, dan karbohidrat yang berperan dalam transportasi, pengenalan, dan komunikasi seluler.<\/li>\n<li><strong>Sitoplasma<\/strong>. Sitoplasma adalah cairan kental yang mengisi ruang antara membran sel dan inti sel. Sitoplasma terdiri dari air, garam, dan molekul organik. Sitoplasma juga mengandung berbagai organel, yaitu struktur fungsional yang menjalankan berbagai aktivitas seluler. Beberapa organel yang terdapat di dalam sitoplasma sel tumbuhan adalah:\n<ul>\n<li><strong>Mitokondria<\/strong>. Mitokondria adalah organel yang berbentuk oval dan memiliki dua membran. Mitokondria berfungsi sebagai pembangkit energi sel, yaitu dengan melakukan respirasi seluler, yaitu proses mengubah glukosa menjadi ATP (adenosin trifosfat), molekul yang menyimpan dan mengangkut energi dalam sel.<\/li>\n<li><strong>Kloroplas<\/strong>. Kloroplas adalah organel yang berbentuk bulat dan memiliki dua membran. Kloroplas mengandung klorofil, yaitu pigmen hijau yang menyerap cahaya. Kloroplas berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa dan oksigen.<\/li>\n<li><strong>Ribosom<\/strong>. Ribosom adalah organel yang berbentuk bulat dan tersusun dari RNA dan protein. Ribosom berfungsi sebagai tempat terjadinya sintesis protein, yaitu proses pembentukan rantai asam amino berdasarkan urutan basa nitrogen pada mRNA (messenger RNA).<\/li>\n<li><strong>Endoplasma retikulum<\/strong>. Endoplasma retikulum adalah organel yang berbentuk jaringan pipa yang bercabang-cabang dan berhubungan dengan membran inti sel. Endoplasma retikulum terbagi menjadi dua jenis, yaitu endoplasma retikulum kasar yang memiliki ribosom di permukaannya, dan endoplasma retikulum halus yang tidak memiliki ribosom. Endoplasma retikulum berfungsi sebagai tempat terjadinya modifikasi, transportasi, dan penyimpanan protein dan lipid.<\/li>\n<li><strong>Aparatus Golgi<\/strong>. Aparatus Golgi adalah organel yang berbentuk tumpukan kantong pipih yang berasal dari endoplasma retikulum. Aparatus Golgi berfungsi sebagai tempat terjadinya modifikasi lanjutan, pengemasan, dan pengiriman protein dan lipid ke tempat tujuan di dalam atau di luar sel.<\/li>\n<li><strong>Lisosom<\/strong>. Lisosom adalah organel yang berbentuk kantong yang mengandung enzim hidrolitik. Lisosom berfungsi sebagai tempat terjadinya pencernaan intraseluler, yaitu proses pemecahan molekul besar menjadi molekul kecil dengan bantuan enzim. Lisosom juga berperan dalam menghancurkan organel yang rusak atau tidak dibutuhkan oleh sel.<\/li>\n<li><strong>Vakuola<\/strong>. Vakuola adalah organel yang berbentuk kantong besar yang dikelilingi oleh membran yang disebut tonoplas. Vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, garam, gula, pigmen, racun, dan zat lainnya. Vakuola juga berperan dalam menjaga tekanan osmotik dan turgor sel, yaitu tekanan yang timbul akibat perbedaan konsentrasi zat terlarut di dalam dan di luar sel.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Inti sel<\/strong>. Inti sel adalah organel yang berbentuk bulat dan dikelilingi oleh membran inti yang memiliki pori-pori. Inti sel mengandung DNA (deoksiribonukleat), yaitu molekul yang menyimpan informasi genetik sel. DNA tersusun dari empat basa nitrogen, yaitu adenin, timin, guanin, dan sitosin. Urutan basa nitrogen pada DNA menentukan sifat dan fungsi sel. DNA juga membentuk kromosom, yaitu struktur yang terlihat saat sel membelah. Inti sel juga mengandung nukleolus, yaitu tempat pembentukan ribosom. Inti sel berfungsi sebagai pusat kendali sel, yaitu dengan mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan aktivitas sel.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Sel_Tumbuhan\"><\/span>Fungsi Sel Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel tumbuhan memiliki beberapa fungsi, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menyokong tubuh tumbuhan<\/strong>. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang memberikan kekuatan dan dukungan struktural bagi tubuh tumbuhan. Sel tumbuhan juga memiliki jenis-jenis sel yang khusus berfungsi sebagai penyokong, yaitu sel kolenkim dan sel sklerenkim. Sel kolenkim memiliki dinding sel yang tebal di sudut-sudutnya, sedangkan sel sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal dan berlignin. Sel-sel penyokong ini membantu tumbuhan untuk berdiri tegak dan tahan terhadap tekanan dan gaya luar.<\/li>\n<li><strong>Menghasilkan makanan bagi tumbuhan<\/strong>. Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis, yaitu proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa dan oksigen. Glukosa adalah sumber makanan bagi tumbuhan, yang dapat digunakan untuk respirasi seluler atau disimpan sebagai pati. Oksigen adalah produk sampingan fotosintesis, yang dilepaskan ke udara dan digunakan oleh makhluk hidup lainnya untuk bernapas.<\/li>\n<li><strong>Mengatur metabolisme seluler<\/strong>. Sel tumbuhan memiliki berbagai organel yang berperan dalam mengatur metabolisme seluler, yaitu proses perubahan zat kimia di dalam sel. Beberapa contoh metabolisme seluler adalah respirasi seluler, sintesis protein, sintesis lipid, dan pencernaan intraseluler. Metabolisme seluler penting untuk menjaga keseimbangan, pertumbuhan, dan fungsi sel.<\/li>\n<li><strong>Mengkomunikasikan informasi antar sel<\/strong>. Sel tumbuhan memiliki membran sel dan plasmodesma yang berperan dalam mengkomunikasikan informasi antar sel. Membran sel memiliki protein reseptor yang dapat mengenali dan merespon sinyal kimia dari sel lain atau lingkungan. Plasmodesma adalah pori-pori pada dinding sel yang memungkinkan terjadinya pertukaran molekul dan sinyal antara sel-sel yang berdekatan. Komunikasi seluler penting untuk mengoordinasikan aktivitas dan respons sel terhadap rangsangan internal dan eksternal.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Sel_Tumbuhan\"><\/span>Jenis-Jenis Sel Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel tumbuhan memiliki berbagai jenis yang berbeda-beda dalam bentuk, ukuran, dan fungsinya. Jenis-jenis sel tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sel meristem<\/strong>. Sel meristem adalah sel tumbuhan yang belum berdiferensiasi, yaitu belum memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik. Sel meristem berada di ujung-ujung batang dan akar, serta di antara jaringan-jaringan dewasa. Sel meristem berfungsi sebagai tempat terjadinya pembelahan sel, yaitu proses pembentukan sel-sel baru yang memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Sel meristem dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu meristem apikal dan meristem lateral. Meristem apikal berada di ujung-ujung batang dan akar, dan berperan dalam pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan yang memanjangkan batang dan akar. Meristem lateral berada di antara jaringan-jaringan dewasa, dan berperan dalam pertumbuhan sekunder, yaitu pertumbuhan yang melebarkan batang dan akar.<\/li>\n<li><strong>Sel parenkim<\/strong>. Sel parenkim adalah sel tumbuhan yang paling banyak dan paling umum. Sel parenkim memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari bulat, lonjong, hingga berbentuk bintang. Sel parenkim memiliki dinding sel yang tipis dan fleksibel, serta memiliki banyak ruang antar sel. Sel parenkim berfungsi sebagai tempat terjadinya berbagai proses metabolisme, seperti fotosintesis, respirasi seluler, sintesis protein, dan penyimpanan zat. Sel parenkim dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti parenkim asimilasi, parenkim klorofil, parenkim air, dan parenkim pati.<\/li>\n<li><strong>Sel epidermis<\/strong>. Sel epidermis adalah sel tumbuhan yang membentuk lapisan terluar tubuh tumbuhan. Sel epidermis memiliki bentuk yang pipih dan rapat, serta tidak memiliki kloroplas. Sel epidermis berfungsi sebagai pelindung tubuh tumbuhan dari kerusakan mekanis, infeksi mikroba, dan kehilangan air. Sel epidermis juga memiliki modifikasi, seperti rambut akar, rambut daun, stomata, dan kutil. Rambut akar berfungsi untuk meningkatkan penyerapan air dan mineral dari tanah. Rambut daun berfungsi untuk mengurangi penguapan air dari permukaan daun. Stomata berfungsi untuk mengatur pertukaran gas dan uap air antara tumbuhan dan udara. Kutil berfungsi untuk menghasilkan lilin yang melapisi permukaan tumbuhan dan memberikan perlindungan tambahan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sel Tumbuhan: Struktur, Fungsi, dan Gambar Penjelasan. https:\/\/akupintar.id\/info-pintar\/-\/blogs\/sel-tumbuhan-struktur-fungsi-dan-gambar-penjelasan.<br \/>\n(2) Sel tumbuhan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_tumbuhan.<br \/>\n(3) Sel Tumbuhan : Pengertian, Gambar, Jenis, Struktur, Fungsi. https:\/\/perpustakaan.id\/sel-tumbuhan\/.<br \/>\n(4) id.wikipedia.org. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_tumbuhan.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sel tumbuhan adalah unit dasar kehidupan pada tumbuhan yang memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Sel-sel tumbuhan memiliki berbagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}