{"id":39501,"date":"2024-07-25T20:11:39","date_gmt":"2024-07-25T13:11:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39501"},"modified":"2024-07-25T20:11:39","modified_gmt":"2024-07-25T13:11:39","slug":"jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html","title":{"rendered":"Jaringan Dewasa Tumbuhan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenisnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Pengertian_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\" >Pengertian Jaringan Dewasa Tumbuhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Ciri-Ciri_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\" >Ciri-Ciri Jaringan Dewasa Tumbuhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Jenis-Jenis_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\" >Jenis-Jenis Jaringan Dewasa Tumbuhan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Jaringan_Pelindung\" >Jaringan Pelindung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Jaringan_Dasar\" >Jaringan Dasar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Jaringan_Penguat\" >Jaringan Penguat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-dewasa-tumbuhan-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenisnya.html\/#Jaringan_Pengangkut\" >Jaringan Pengangkut<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut ini adalah artikel yang saya buat dengan pembahasan yang lengkap dan rinci serta rapi dengan susunan paragraf proporsional tentang jaringan dewasa tumbuhan. Saya juga menyertakan sub judul pembahasannya untuk memudahkan Anda memahami materinya. Semoga bermanfaat!\n\n# Jaringan Dewasa Tumbuhan\n\n## Pengertian Jaringan Dewasa Tumbuhan\n\nJaringan dewasa tumbuhan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang telah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi atau spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan meristem[^1^]. Diferensiasi adalah proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan yang lebih kompleks[^2^]. Jaringan dewasa tumbuhan meliputi jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut[^3^].\n\n## Ciri-Ciri Jaringan Dewasa Tumbuhan\n\nJaringan dewasa tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^4^]:\n\n- Sel-selnya tidak mengalami pembelahan, tapi telah berdiferensiasi sehingga membentuk jaringan yang kompleks dan saling mendukung.\n- Ukuran sel-selnya lebih besar dibandingkan sel-sel pada jaringan meristem.\n- Plasma sel lebih sedikit karena vakuola besar.\n- Terdapat ruang antarsel.\n- Dinding sel-selnya telah mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya.\n- Beberapa sel-selnya telah mengalami kematian.\n\n## Jenis-Jenis Jaringan Dewasa Tumbuhan\n\nBerdasarkan fungsinya, jaringan dewasa tumbuhan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu[^2^]:\n\n### Jaringan Pelindung\n\nJaringan pelindung adalah jaringan yang berfungsi sebagai penutup dan pelindung permukaan tumbuhan dari pengaruh lingkungan luar[^2^]. Jaringan pelindung terdiri dari dua macam, yaitu:\n\n- Jaringan epidermis, yaitu jaringan yang terletak di bagian paling luar organ tumbuhan seperti batang, akar, daun, bunga, buah, dan biji[^3^]. Jaringan epidermis terbentuk dari sel-sel hidup yang rapat dan tidak memiliki ruang antarsel[^2^]. Jaringan epidermis dapat memiliki modifikasi seperti rambut akar, rambut daun, stomata, kutil, dan lilin[^2^].\n- Jaringan gabus, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang berisi zat suberin[^2^]. Jaringan gabus berfungsi sebagai pengganti jaringan epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder[^2^]. Jaringan gabus bersifat kedap air dan gas, sehingga melindungi tumbuhan dari kehilangan air dan infeksi[^2^].\n\n### Jaringan Dasar\n\nJaringan dasar adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan pengisi, penyimpan cadangan makanan, tempat fotosintesis, dan tempat respirasi[^2^]. Jaringan dasar terdiri dari satu macam, yaitu:\n\n- Jaringan parenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan bentuk dan ukuran bervariasi[^1^]. Jaringan parenkim dapat ditemukan pada hampir semua organ tumbuhan[^1^]. Jaringan parenkim dapat memiliki kloroplas, lemak, atau zat tepung[^2^]. Jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu parenkim asimilasi, parenkim aerifer, dan parenkim akuifer[^2^].\n\n### Jaringan Penguat\n\nJaringan penguat adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan penyokong atau penegar pada tumbuhan[^2^]. Jaringan penguat terdiri dari dua macam, yaitu:\n\n- Jaringan kolenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup yang memiliki dinding sel tebal dan tidak beraturan[^2^]. Jaringan kolenkim dapat ditemukan pada bagian-bagian tumbuhan yang masih muda dan tumbuh, seperti tangkai daun, tangkai bunga, dan ujung batang[^2^]. Jaringan kolenkim berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dan kekuatan pada tumbuhan[^2^].\n- Jaringan sklerenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang memiliki dinding sel sangat tebal dan mengandung lignin[^2^]. Jaringan sklerenkim dapat ditemukan pada bagian-bagian tumbuhan yang sudah tua dan tidak tumbuh lagi, seperti biji, buah, dan kulit kayu[^2^]. Jaringan sklerenkim berfungsi untuk memberikan kekakuan dan ketahanan pada tumbuhan[^2^].\n\n### Jaringan Pengangkut\n\nJaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut zat-zat makanan dan air pada tumbuhan[^2^]. Jaringan pengangkut terdiri dari dua macam, yaitu:\n\n- Jaringan xilem, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang berbentuk tabung dan berdinding tebal[^2^]. Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke bagian atas tumbuhan[^2^]. Jaringan xilem terdiri dari empat jenis sel, yaitu trakea, trakeid, serat xilem, dan parenkim xilem[^2^].\n- Jaringan floem, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup yang berbentuk tabung dan berdinding tipis[^2^]. Jaringan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain tumbuhan[^2^]. Jaringan floem terdiri dari empat jenis sel, yaitu sel tapis, sel pengiring, serat floem, dan parenkim floem[^2^].\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang jaringan dewasa tumbuhan. Semoga Anda dapat memahami materinya dengan baik. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\"><\/span>Pengertian Jaringan Dewasa Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan dewasa tumbuhan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang telah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi atau spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan meristem<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Diferensiasi adalah proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan yang lebih kompleks<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan dewasa tumbuhan meliputi jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\"><\/span>Ciri-Ciri Jaringan Dewasa Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan dewasa tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel-selnya tidak mengalami pembelahan, tapi telah berdiferensiasi sehingga membentuk jaringan yang kompleks dan saling mendukung.<\/li>\n<li>Ukuran sel-selnya lebih besar dibandingkan sel-sel pada jaringan meristem.<\/li>\n<li>Plasma sel lebih sedikit karena vakuola besar.<\/li>\n<li>Terdapat ruang antarsel.<\/li>\n<li>Dinding sel-selnya telah mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya.<\/li>\n<li>Beberapa sel-selnya telah mengalami kematian.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Jaringan_Dewasa_Tumbuhan\"><\/span>Jenis-Jenis Jaringan Dewasa Tumbuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa tumbuhan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Pelindung\"><\/span>Jaringan Pelindung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan pelindung adalah jaringan yang berfungsi sebagai penutup dan pelindung permukaan tumbuhan dari pengaruh lingkungan luar<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan pelindung terdiri dari dua macam, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Jaringan epidermis, yaitu jaringan yang terletak di bagian paling luar organ tumbuhan seperti batang, akar, daun, bunga, buah, dan biji<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>. Jaringan epidermis terbentuk dari sel-sel hidup yang rapat dan tidak memiliki ruang antarsel<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan epidermis dapat memiliki modifikasi seperti rambut akar, rambut daun, stomata, kutil, dan lilin<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li>Jaringan gabus, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang berisi zat suberin<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan gabus berfungsi sebagai pengganti jaringan epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan gabus bersifat kedap air dan gas, sehingga melindungi tumbuhan dari kehilangan air dan infeksi<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Dasar\"><\/span>Jaringan Dasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan dasar adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan pengisi, penyimpan cadangan makanan, tempat fotosintesis, dan tempat respirasi<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan dasar terdiri dari satu macam, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Jaringan parenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan bentuk dan ukuran bervariasi<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Jaringan parenkim dapat ditemukan pada hampir semua organ tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Jaringan parenkim dapat memiliki kloroplas, lemak, atau zat tepung<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu parenkim asimilasi, parenkim aerifer, dan parenkim akuifer<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Penguat\"><\/span>Jaringan Penguat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan penguat adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan penyokong atau penegar pada tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan penguat terdiri dari dua macam, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Jaringan kolenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup yang memiliki dinding sel tebal dan tidak beraturan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan kolenkim dapat ditemukan pada bagian-bagian tumbuhan yang masih muda dan tumbuh, seperti tangkai daun, tangkai bunga, dan ujung batang<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan kolenkim berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dan kekuatan pada tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li>Jaringan sklerenkim, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang memiliki dinding sel sangat tebal dan mengandung lignin<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan sklerenkim dapat ditemukan pada bagian-bagian tumbuhan yang sudah tua dan tidak tumbuh lagi, seperti biji, buah, dan kulit kayu<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan sklerenkim berfungsi untuk memberikan kekakuan dan ketahanan pada tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Pengangkut\"><\/span>Jaringan Pengangkut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut zat-zat makanan dan air pada tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan pengangkut terdiri dari dua macam, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Jaringan xilem, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel mati yang berbentuk tabung dan berdinding tebal<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke bagian atas tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan xilem terdiri dari empat jenis sel, yaitu trakea, trakeid, serat xilem, dan parenkim xilem<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li>Jaringan floem, yaitu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup yang berbentuk tabung dan berdinding tipis<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain tumbuhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jaringan floem terdiri dari empat jenis sel, yaitu sel tapis, sel pengiring, serat floem, dan parenkim floem<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan &#8211; Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#8230;. https:\/\/ipa.pelajaran.co.id\/jaringan-dewasa-pada-tumbuhan\/.<br \/>\n(2) Definisi, Ciri-ciri, dan Jenis-jenis Jaringan Dewasa (Jaringan Permanen &#8230;. https:\/\/informasains.com\/edu\/post\/2021\/12\/definisi-ciri-ciri-dan-jenis-jenis-jaringan-dewasa-jaringan-permanen-tumbuhan\/.<br \/>\n(3) Jaringan Dewasa pada Tumbuhan &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/10\/11\/002747069\/jaringan-dewasa-pada-tumbuhan.<br \/>\n(4) Pengertian Jaringan Dewasa &#8211; Ciri-Ciri, Fungsi Dan Strukturnya. https:\/\/materibelajar.co.id\/pengertian-jaringan-dewasa\/., pertumbuhan, dan fungsi sel.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Jaringan Dewasa Tumbuhan Jaringan dewasa tumbuhan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang telah berhenti membelah dan telah mengalami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}