{"id":39572,"date":"2024-07-26T14:40:45","date_gmt":"2024-07-26T07:40:45","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39572"},"modified":"2024-07-26T14:40:45","modified_gmt":"2024-07-26T07:40:45","slug":"pengertian-jenis-dan-fungsi-auxiliary-verb-dalam-bahasa-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-jenis-dan-fungsi-auxiliary-verb-dalam-bahasa-inggris.html","title":{"rendered":"Pengertian, Jenis, dan Fungsi Auxiliary Verb dalam Bahasa Inggris"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-jenis-dan-fungsi-auxiliary-verb-dalam-bahasa-inggris.html\/#Pengertian_Auxiliary_Verb\" >Pengertian Auxiliary Verb<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-jenis-dan-fungsi-auxiliary-verb-dalam-bahasa-inggris.html\/#Jenis-Jenis_Auxiliary_Verb\" >Jenis-Jenis Auxiliary Verb<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-jenis-dan-fungsi-auxiliary-verb-dalam-bahasa-inggris.html\/#Fungsi-Fungsi_Auxiliary_Verb\" >Fungsi-Fungsi Auxiliary Verb<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya akan membantu Anda membuat artikel tentang auxiliary verb dalam bahasa Inggris. Auxiliary verb adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara dari kalimat. Auxiliary verb juga disebut helping verb atau kata kerja bantu. Berikut adalah contoh artikel yang saya buat untuk Anda:\n\n# Auxiliary Verb dalam Bahasa Inggris\n\n## Pengertian Auxiliary Verb\nAuxiliary verb adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara dari kalimat. Auxiliary verb juga disebut helping verb atau kata kerja bantu. Auxiliary verb tidak memiliki makna sendiri, tetapi berfungsi untuk membantu kata kerja utama menyampaikan makna yang lebih spesifik. Auxiliary verb biasanya muncul sebelum kata kerja utama dalam kalimat.\n\n## Jenis-Jenis Auxiliary Verb\nAda tiga jenis auxiliary verb utama dalam bahasa Inggris, yaitu:\n\n- **To be**, yang meliputi am, is, are, was, were, being, been, dan will be. Auxiliary verb to be digunakan untuk membentuk kalimat pasif, kalimat progresif, dan kalimat subjunctive. Contoh:\n\n    - She **is** studying hard for the exam. (kalimat progresif)\n    - The cake **was** eaten by the dog. (kalimat pasif)\n    - If I **were** you, I would apologize. (kalimat subjunctive)\n\n- **To have**, yang meliputi has, have, had, having, dan will have. Auxiliary verb to have digunakan untuk membentuk kalimat perfect, kalimat perfect progresif, dan kalimat causative. Contoh:\n\n    - She **has** finished her homework. (kalimat perfect)\n    - She **has been** working on her project. (kalimat perfect progresif)\n    - She **had** her car repaired. (kalimat causative)\n\n- **To do**, yang meliputi does, do, did, dan will do. Auxiliary verb to do digunakan untuk membentuk kalimat negatif, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat penekanan. Contoh:\n\n    - She **does not** like chocolate. (kalimat negatif)\n    - **Do** you like chocolate? (kalimat tanya)\n    - **Do** your homework now! (kalimat perintah)\n    - She **does** like chocolate! (kalimat penekanan)\n\nSelain ketiga jenis auxiliary verb utama tersebut, ada juga jenis auxiliary verb khusus yang disebut modal auxiliary verb atau modal verb. Modal verb adalah auxiliary verb yang digunakan untuk menunjukkan kemungkinan, kemampuan, keharusan, atau saran dari kalimat. Modal verb tidak berubah bentuknya sesuai dengan subjek atau waktu. Modal verb juga tidak memerlukan kata to sebelum kata kerja utama. Ada sepuluh modal verb dalam bahasa Inggris, yaitu:\n\n- **Can**, yang menunjukkan kemampuan, izin, atau kemungkinan. Contoh:\n\n    - She **can** speak three languages. (kemampuan)\n    - You **can** use my phone. (izin)\n    - It **can** rain tomorrow. (kemungkinan)\n\n- **Could**, yang menunjukkan kemampuan, izin, atau kemungkinan di masa lalu, atau permintaan atau saran yang sopan di masa kini. Contoh:\n\n    - She **could** play the piano when she was young. (kemampuan di masa lalu)\n    - You **could** go to the library yesterday. (izin di masa lalu)\n    - It **could** snow in December. (kemungkinan di masa lalu)\n    - **Could** you please open the window? (permintaan yang sopan)\n    - You **could** try harder. (saran yang sopan)\n\n- **May**, yang menunjukkan izin, kemungkinan, atau harapan. Contoh:\n\n    - You **may** leave now. (izin)\n    - It **may** rain later. (kemungkinan)\n    - **May** you have a happy birthday. (harapan)\n\n- **Might**, yang menunjukkan kemungkinan yang lebih rendah daripada may, atau saran yang tidak pasti. Contoh:\n\n    - He **might** be at home. (kemungkinan yang rendah)\n    - You **might** want to check your email. (saran yang tidak pasti)\n\n- **Must**, yang menunjukkan keharusan, kesimpulan, atau rekomendasi yang kuat. Contoh:\n\n    - You **must** wear a mask. (keharusan)\n    - She **must** be tired. (kesimpulan)\n    - You **must** see this movie. (rekomendasi yang kuat)\n\n- **Ought to**, yang menunjukkan kewajiban, harapan, atau saran yang lebih lemah daripada must. Contoh:\n\n    - You **ought to** study hard. (kewajiban)\n    - He **ought to** be here by now. (harapan)\n    - You **ought to** eat more vegetables. (saran yang lemah)\n\n- **Shall**, yang menunjukkan tawaran, permintaan, atau saran di masa depan, atau keputusan atau janji di masa kini. Contoh:\n\n    - **Shall** I help you? (tawaran)\n    - **Shall** we go to the park? (permintaan)\n    - You **shall** not pass. (keputusan)\n    - We **shall** overcome. (janji)\n\n- **Should**, yang menunjukkan saran, harapan, atau kewajiban yang lebih lemah daripada must. Contoh:\n\n    - You **should** drink more water. (saran)\n    - He **should** be here soon. (harapan)\n    - You **should** apologize. (kewajiban yang lemah)\n\n- **Will**, yang menunjukkan keinginan, keputusan, janji, atau prediksi di masa depan. Contoh:\n\n    - I **will** have a coffee, please. (keinginan)\n    - I **will** go to the gym tomorrow. (keputusan)\n    - I **will** always love you. (janji)\n    - It **will** be sunny tomorrow. (prediksi)\n\n- **Would**, yang menunjukkan keinginan, permintaan, atau saran yang sopan di masa kini, atau kebiasaan di masa lalu. Contoh:\n\n    - I **would** like a sandwich, please. (keinginan yang sopan)\n    - **Would** you mind if I sit here? (permintaan yang sopan)\n    - You **would** look great in this dress. (saran yang sopan)\n    - She **would** read a book every night. (kebiasaan di masa lalu)\n\n## Fungsi-Fungsi Auxiliary Verb\nAuxiliary verb memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa Inggris, antara lain:\n\n- Membentuk kalimat-kalimat yang menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara yang berbeda-beda. Contoh:\n\n    - I **am** writing a letter. (present continuous)\n    - I **have** written a letter. (present perfect)\n    - I **can** write a letter. (present ability)\n    - A letter **is** written by me. (present passive)\n\n- Membentuk kalimat negatif dengan menambahkan not setelah auxiliary verb. Contoh:\n\n    - I **am not** writing a letter.\n    - I **have not** written a letter.\n    - I **cannot** write a letter.\n    - A letter **is not** written by me.\n\n- Membentuk kalimat tanya dengan memindahkan auxiliary verb ke awal kalimat. Contoh:\n\n    - **Are** you writing a letter?\n    - **Have** you written a letter?\n    - **Can** you write a letter?\n    - **Is** a letter written by you?\n\n- Membentuk question tag dengan menambahkan auxiliary verb dan subjek yang sesuai di akhir kalimat. Contoh:\n\n    - You are writing a letter, **aren't you**?\n    - You have written a letter, **haven't you**?\n    - You can write a letter, **can't you**?\n    - A letter is written by you, **isn't it**?\n\n- Membentuk kalimat penekanan dengan menambahkan auxiliary verb do, does, atau did sebelum kata kerja utama. Contoh:\n\n    - I **do** write a letter every day.\n    - She **does** write a letter every week.\n    - He **did** write a letter yesterday.\n\n## Kesimpulan\nAuxiliary verb adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara dari kalimat. Auxiliary verb juga disebut helping verb atau kata kerja bantu. Ada tiga jenis auxiliary verb utama dalam bahasa\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Auxiliary_Verb\"><\/span>Pengertian Auxiliary Verb<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Auxiliary verb adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara dari kalimat. Auxiliary verb juga disebut helping verb atau kata kerja bantu. Auxiliary verb tidak memiliki makna sendiri, tetapi berfungsi untuk membantu kata kerja utama menyampaikan makna yang lebih spesifik. Auxiliary verb biasanya muncul sebelum kata kerja utama dalam kalimat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Auxiliary_Verb\"><\/span>Jenis-Jenis Auxiliary Verb<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada tiga jenis auxiliary verb utama dalam bahasa Inggris, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>To be<\/strong>, yang meliputi am, is, are, was, were, being, been, dan will be. Auxiliary verb to be digunakan untuk membentuk kalimat pasif, kalimat progresif, dan kalimat subjunctive. Contoh:\n<ul>\n<li>She <strong>is<\/strong> studying hard for the exam. (kalimat progresif)<\/li>\n<li>The cake <strong>was<\/strong> eaten by the dog. (kalimat pasif)<\/li>\n<li>If I <strong>were<\/strong> you, I would apologize. (kalimat subjunctive)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>To have<\/strong>, yang meliputi has, have, had, having, dan will have. Auxiliary verb to have digunakan untuk membentuk kalimat perfect, kalimat perfect progresif, dan kalimat causative. Contoh:\n<ul>\n<li>She <strong>has<\/strong> finished her homework. (kalimat perfect)<\/li>\n<li>She <strong>has been<\/strong> working on her project. (kalimat perfect progresif)<\/li>\n<li>She <strong>had<\/strong> her car repaired. (kalimat causative)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>To do<\/strong>, yang meliputi does, do, did, dan will do. Auxiliary verb to do digunakan untuk membentuk kalimat negatif, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat penekanan. Contoh:\n<ul>\n<li>She <strong>does not<\/strong> like chocolate. (kalimat negatif)<\/li>\n<li><strong>Do<\/strong> you like chocolate? (kalimat tanya)<\/li>\n<li><strong>Do<\/strong> your homework now! (kalimat perintah)<\/li>\n<li>She <strong>does<\/strong> like chocolate! (kalimat penekanan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain ketiga jenis auxiliary verb utama tersebut, ada juga jenis auxiliary verb khusus yang disebut modal auxiliary verb atau modal verb. Modal verb adalah auxiliary verb yang digunakan untuk menunjukkan kemungkinan, kemampuan, keharusan, atau saran dari kalimat. Modal verb tidak berubah bentuknya sesuai dengan subjek atau waktu. Modal verb juga tidak memerlukan kata to sebelum kata kerja utama. Ada sepuluh modal verb dalam bahasa Inggris, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Can<\/strong>, yang menunjukkan kemampuan, izin, atau kemungkinan. Contoh:\n<ul>\n<li>She <strong>can<\/strong> speak three languages. (kemampuan)<\/li>\n<li>You <strong>can<\/strong> use my phone. (izin)<\/li>\n<li>It <strong>can<\/strong> rain tomorrow. (kemungkinan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Could<\/strong>, yang menunjukkan kemampuan, izin, atau kemungkinan di masa lalu, atau permintaan atau saran yang sopan di masa kini. Contoh:\n<ul>\n<li>She <strong>could<\/strong> play the piano when she was young. (kemampuan di masa lalu)<\/li>\n<li>You <strong>could<\/strong> go to the library yesterday. (izin di masa lalu)<\/li>\n<li>It <strong>could<\/strong> snow in December. (kemungkinan di masa lalu)<\/li>\n<li><strong>Could<\/strong> you please open the window? (permintaan yang sopan)<\/li>\n<li>You <strong>could<\/strong> try harder. (saran yang sopan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>May<\/strong>, yang menunjukkan izin, kemungkinan, atau harapan. Contoh:\n<ul>\n<li>You <strong>may<\/strong> leave now. (izin)<\/li>\n<li>It <strong>may<\/strong> rain later. (kemungkinan)<\/li>\n<li><strong>May<\/strong> you have a happy birthday. (harapan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Might<\/strong>, yang menunjukkan kemungkinan yang lebih rendah daripada may, atau saran yang tidak pasti. Contoh:\n<ul>\n<li>He <strong>might<\/strong> be at home. (kemungkinan yang rendah)<\/li>\n<li>You <strong>might<\/strong> want to check your email. (saran yang tidak pasti)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong>, yang menunjukkan keharusan, kesimpulan, atau rekomendasi yang kuat. Contoh:\n<ul>\n<li>You <strong>must<\/strong> wear a mask. (keharusan)<\/li>\n<li>She <strong>must<\/strong> be tired. (kesimpulan)<\/li>\n<li>You <strong>must<\/strong> see this movie. (rekomendasi yang kuat)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong>, yang menunjukkan kewajiban, harapan, atau saran yang lebih lemah daripada must. Contoh:\n<ul>\n<li>You <strong>ought to<\/strong> study hard. (kewajiban)<\/li>\n<li>He <strong>ought to<\/strong> be here by now. (harapan)<\/li>\n<li>You <strong>ought to<\/strong> eat more vegetables. (saran yang lemah)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Shall<\/strong>, yang menunjukkan tawaran, permintaan, atau saran di masa depan, atau keputusan atau janji di masa kini. Contoh:\n<ul>\n<li><strong>Shall<\/strong> I help you? (tawaran)<\/li>\n<li><strong>Shall<\/strong> we go to the park? (permintaan)<\/li>\n<li>You <strong>shall<\/strong> not pass. (keputusan)<\/li>\n<li>We <strong>shall<\/strong> overcome. (janji)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong>, yang menunjukkan saran, harapan, atau kewajiban yang lebih lemah daripada must. Contoh:\n<ul>\n<li>You <strong>should<\/strong> drink more water. (saran)<\/li>\n<li>He <strong>should<\/strong> be here soon. (harapan)<\/li>\n<li>You <strong>should<\/strong> apologize. (kewajiban yang lemah)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Will<\/strong>, yang menunjukkan keinginan, keputusan, janji, atau prediksi di masa depan. Contoh:\n<ul>\n<li>I <strong>will<\/strong> have a coffee, please. (keinginan)<\/li>\n<li>I <strong>will<\/strong> go to the gym tomorrow. (keputusan)<\/li>\n<li>I <strong>will<\/strong> always love you. (janji)<\/li>\n<li>It <strong>will<\/strong> be sunny tomorrow. (prediksi)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Would<\/strong>, yang menunjukkan keinginan, permintaan, atau saran yang sopan di masa kini, atau kebiasaan di masa lalu. Contoh:\n<ul>\n<li>I <strong>would<\/strong> like a sandwich, please. (keinginan yang sopan)<\/li>\n<li><strong>Would<\/strong> you mind if I sit here? (permintaan yang sopan)<\/li>\n<li>You <strong>would<\/strong> look great in this dress. (saran yang sopan)<\/li>\n<li>She <strong>would<\/strong> read a book every night. (kebiasaan di masa lalu)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi-Fungsi_Auxiliary_Verb\"><\/span>Fungsi-Fungsi Auxiliary Verb<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Auxiliary verb memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa Inggris, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Membentuk kalimat-kalimat yang menunjukkan waktu, aspek, modalitas, atau suara yang berbeda-beda. Contoh:\n<ul>\n<li>I <strong>am<\/strong> writing a letter. (present continuous)<\/li>\n<li>I <strong>have<\/strong> written a letter. (present perfect)<\/li>\n<li>I <strong>can<\/strong> write a letter. (present ability)<\/li>\n<li>A letter <strong>is<\/strong> written by me. (present passive)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Membentuk kalimat negatif dengan menambahkan not setelah auxiliary verb. Contoh:\n<ul>\n<li>I <strong>am not<\/strong> writing a letter.<\/li>\n<li>I <strong>have not<\/strong> written a letter.<\/li>\n<li>I <strong>cannot<\/strong> write a letter.<\/li>\n<li>A letter <strong>is not<\/strong> written by me.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Membentuk kalimat tanya dengan memindahkan auxiliary verb ke awal kalimat. Contoh:\n<ul>\n<li><strong>Are<\/strong> you writing a letter?<\/li>\n<li><strong>Have<\/strong> you written a letter?<\/li>\n<li><strong>Can<\/strong> you write a letter?<\/li>\n<li><strong>Is<\/strong> a letter written by you?<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Membentuk question tag dengan menambahkan auxiliary verb dan subjek yang sesuai di akhir kalimat. Contoh:\n<ul>\n<li>You are writing a letter, <strong>aren\u2019t you<\/strong>?<\/li>\n<li>You have written a letter, <strong>haven\u2019t you<\/strong>?<\/li>\n<li>You can write a letter, <strong>can\u2019t you<\/strong>?<\/li>\n<li>A letter is written by you, <strong>isn\u2019t it<\/strong>?<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Membentuk kalimat penekanan dengan menambahkan auxiliary verb do, does, atau did sebelum kata kerja utama. Contoh:\n<ul>\n<li>I <strong>do<\/strong> write a letter every day.<\/li>\n<li>She <strong>does<\/strong> write a letter every week.<\/li>\n<li>He <strong>did<\/strong> write a letter yesterday.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>1. Auxiliary Verbs: Definition and Examples | Grammarly. grammarly.com.<br \/>\n2. Auxiliary Verbs: Explanation and Examples &#8211; Grammar Monster. grammar-monster.com.<br \/>\n3. Auxiliary Verbs in English Grammar &#8211; Lingolia. bing.com.<br \/>\n4. Auxiliary Definition &amp; Meaning &#8211; Merriam-Webster. merriam-webster.com.<br \/>\n5. What is an auxiliary verb in English? &#8211; Easy Learning Grammar. collinsdictionary.com.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Auxiliary Verb Auxiliary verb adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan waktu, aspek, modalitas,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-39572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39572"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39572\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}