{"id":39668,"date":"2024-07-27T14:25:50","date_gmt":"2024-07-27T07:25:50","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39668"},"modified":"2024-07-27T14:25:50","modified_gmt":"2024-07-27T07:25:50","slug":"kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html","title":{"rendered":"Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Pengertian_Kata_Serapan\" >Pengertian Kata Serapan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Jenis_Kata_Serapan\" >Jenis Kata Serapan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Adopsi\" >Adopsi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Adaptasi\" >Adaptasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Penerjemahan\" >Penerjemahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kreasi\" >Kreasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-serapan-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Contoh_Kata_Serapan_dalam_Kalimat\" >Contoh Kata Serapan dalam Kalimat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya akan membantu Anda membuat artikel profesional tentang kata serapan dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah artikel yang saya buat untuk Anda:\n\n# Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh\n\nBahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya dan dinamis. Salah satu faktor yang membuat bahasa Indonesia berkembang adalah adanya kata serapan dari bahasa-bahasa lain. Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain, namun telah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata serapan dapat menambah kosakata dan daya ungkap bahasa Indonesia, serta mencerminkan interaksi budaya antara bangsa-bangsa.\n\n## Pengertian Kata Serapan\n\nMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan adalah kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia, namun merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Kata serapan dapat berasal dari bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Batak, dan lain-lain, atau bahasa asing, seperti Arab, Belanda, Inggris, Portugis, dan lain-lain. Kata serapan biasanya memiliki makna yang sama atau mirip dengan kata asalnya, namun dapat juga memiliki makna yang berbeda atau khusus dalam bahasa Indonesia.\n\nContoh kata serapan dari bahasa daerah adalah **rampung** (dari bahasa Jawa, berarti selesai), **gonggong** (dari bahasa Melayu, berarti menggigit), **siger** (dari bahasa Sunda, berarti mahkota), dan **piso** (dari bahasa Batak, berarti pisau). Contoh kata serapan dari bahasa asing adalah **abstrak** (dari bahasa Inggris, abstract), **dosen** (dari bahasa Belanda, docent), **paham** (dari bahasa Arab, faham), dan **bola** (dari bahasa Portugis, bola).\n\n## Jenis Kata Serapan\n\nBerdasarkan cara penyerapannya, kata serapan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi. Berikut adalah penjelasan dan contoh dari masing-masing jenis kata serapan:\n\n### Adopsi\n\nAdopsi adalah jenis kata serapan yang mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan, tanpa mengalami perubahan penulisan atau pelafalan. Jenis kata serapan ini biasanya berasal dari bahasa asing yang masih digunakan secara luas, seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, atau bahasa Mandarin.\n\nContoh kata serapan adopsi adalah:\n\n- **supermarket** (dari bahasa Inggris, supermarket)\n- **plaza** (dari bahasa Spanyol, plaza)\n- **mall** (dari bahasa Inggris, mall)\n- **hotdog** (dari bahasa Inggris, hotdog)\n- **alhamdulillah** (dari bahasa Arab, al-hamdu lillah)\n- **assalamualaikum** (dari bahasa Arab, as-salamu alaikum)\n- **dimsum** (dari bahasa Mandarin, dian xin)\n- **nasi goreng** (dari bahasa Mandarin, chao fan)\n\n### Adaptasi\n\nAdaptasi adalah jenis kata serapan yang mengambil makna kata asing, namun menyesuaikan penulisannya dengan kaidah bahasa Indonesia. Adaptasi ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEBI) yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jenis kata serapan ini biasanya berasal dari bahasa asing yang sudah tidak digunakan secara luas, seperti bahasa Belanda, bahasa Portugis, atau bahasa Sanskerta.\n\nContoh kata serapan adaptasi adalah:\n\n- **faktur** (dari bahasa Belanda, factuur)\n- **dasi** (dari bahasa Belanda, das)\n- **gratis** (dari bahasa Belanda, gratis)\n- **halte** (dari bahasa Belanda, halte)\n- **kado** (dari bahasa Belanda, cadeau)\n- **kereta** (dari bahasa Portugis, carreta)\n- **bendera** (dari bahasa Portugis, bandeira)\n- **bangku** (dari bahasa Portugis, banco)\n- **angka** (dari bahasa Sanskerta, angka)\n- **surga** (dari bahasa Sanskerta, surga)\n\n### Penerjemahan\n\nPenerjemahan adalah jenis kata serapan yang mengambil konsep dari bahasa asing, namun mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Jenis kata serapan ini tidak menuntut kesamaan fisik antara kata asing dan kata Indonesia, namun lebih menekankan pada kesesuaian makna. Jenis kata serapan ini dapat menambah kosakata dan daya ungkap bahasa Indonesia, serta menghindari kesalahpahaman.\n\nContoh kata serapan penerjemahan adalah:\n\n- **tumpang-tindih** (dari bahasa Inggris, overlap)\n- **percepatan** (dari bahasa Inggris, acceleration)\n- **proyek rintisan** (dari bahasa Inggris, pilot project)\n- **uji coba** (dari bahasa Inggris, trial)\n- **berhasil guna** (dari bahasa Inggris, effective)\n- **ulang alik** (dari bahasa Inggris, shuttle)\n- **suku cadang** (dari bahasa Inggris, spare part)\n- **kemajuan** (dari bahasa Arab, taraqqi)\n\n### Kreasi\n\nKreasi adalah jenis kata serapan yang memiliki kesamaan dengan jenis kata serapan penerjemah, yaitu mengambil konsep dasar dari bahasa asing, namun mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Bedanya adalah kata serapan jenis ini tidak menuntut kesamaan makna antara kata asing dan kata Indonesia, namun lebih menekankan pada kreativitas dan kebaruan. Jenis kata serapan ini dapat mencerminkan karakteristik dan keunikan bahasa Indonesia.\n\nContoh kata serapan kreasi adalah:\n\n- **kemarin lusa** (dari bahasa Inggris, the day before yesterday)\n- **lusa** (dari bahasa Inggris, the day after tomorrow)\n- **kemendagri** (dari bahasa Inggris, Ministry of Home Affairs)\n- **kemlu** (dari bahasa Inggris, Ministry of Foreign Affairs)\n- **kemristekdikti** (dari bahasa Inggris, Ministry of Research, Technology, and Higher Education)\n- **kemendikbud** (dari bahasa Inggris, Ministry of Education and Culture)\n- **kemnaker** (dari bahasa Inggris, Ministry of Manpower)\n- **kemenhub** (dari bahasa Inggris, Ministry of Transportation)\n\n## Contoh Kata Serapan dalam Kalimat\n\nBerikut adalah beberapa contoh penggunaan kata serapan dalam kalimat:\n\n- Saya harus mengisi **absensi** sebelum masuk kelas. (absensi, dari bahasa Inggris, abstract)\n- Dia adalah seorang **dosen** yang berpengalaman di bidang ekonomi. (dosen, dari bahasa Belanda, docent)\n- Saya **paham** dengan apa yang Anda maksudkan. (paham, dari bahasa Arab, faham)\n- Kami bermain **bola** di lapangan dekat rumah. (bola, dari bahasa Portugis, bola)\n- Proses pembangunan jalan tol ini sudah **rampung**. (rampung, dari bahasa Jawa, selesai)\n- Dia suka makan **dimsum** di restoran Cina. (dimsum, dari bahasa Mandarin, dian xin)\n- Tugas akhir saya masih **tumpang-tindih** dengan tugas lain. (tumpang-tindih, dari bahasa Inggris, overlap)\n- Saya ingin mencoba **proyek rintisan** yang Anda tawarkan. (proyek rintisan, dari bahasa Inggris, pilot project)\n- Saya berharap Anda mendapatkan **kemajuan** dalam karier Anda. (kemajuan, dari bahasa Arab, taraqqi)\n- Saya akan pergi ke **kemendagri** untuk mengurus surat izin. (kemendagri, dari bahasa Inggris, Ministry of Home Affairs)\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang kata serapan dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih telah menggunakan Copilot Pro. \ud83d\ude0a\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya dan dinamis. Salah satu faktor yang membuat bahasa Indonesia berkembang adalah adanya kata serapan dari bahasa-bahasa lain. Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain, namun telah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata serapan dapat menambah kosakata dan daya ungkap bahasa Indonesia, serta mencerminkan interaksi budaya antara bangsa-bangsa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kata_Serapan\"><\/span>Pengertian Kata Serapan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan adalah kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia, namun merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Kata serapan dapat berasal dari bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Batak, dan lain-lain, atau bahasa asing, seperti Arab, Belanda, Inggris, Portugis, dan lain-lain. Kata serapan biasanya memiliki makna yang sama atau mirip dengan kata asalnya, namun dapat juga memiliki makna yang berbeda atau khusus dalam bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Contoh kata serapan dari bahasa daerah adalah <strong>rampung<\/strong> (dari bahasa Jawa, berarti selesai), <strong>gonggong<\/strong> (dari bahasa Melayu, berarti menggigit), <strong>siger<\/strong> (dari bahasa Sunda, berarti mahkota), dan <strong>piso<\/strong> (dari bahasa Batak, berarti pisau). Contoh kata serapan dari bahasa asing adalah <strong>abstrak<\/strong> (dari bahasa Inggris, abstract), <strong>dosen<\/strong> (dari bahasa Belanda, docent), <strong>paham<\/strong> (dari bahasa Arab, faham), dan <strong>bola<\/strong> (dari bahasa Portugis, bola).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Kata_Serapan\"><\/span>Jenis Kata Serapan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan cara penyerapannya, kata serapan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi. Berikut adalah penjelasan dan contoh dari masing-masing jenis kata serapan:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adopsi\"><\/span>Adopsi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Adopsi adalah jenis kata serapan yang mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan, tanpa mengalami perubahan penulisan atau pelafalan. Jenis kata serapan ini biasanya berasal dari bahasa asing yang masih digunakan secara luas, seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, atau bahasa Mandarin.<\/p>\n<p>Contoh kata serapan adopsi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>supermarket<\/strong> (dari bahasa Inggris, supermarket)<\/li>\n<li><strong>plaza<\/strong> (dari bahasa Spanyol, plaza)<\/li>\n<li><strong>mall<\/strong> (dari bahasa Inggris, mall)<\/li>\n<li><strong>hotdog<\/strong> (dari bahasa Inggris, hotdog)<\/li>\n<li><strong>alhamdulillah<\/strong> (dari bahasa Arab, al-hamdu lillah)<\/li>\n<li><strong>assalamualaikum<\/strong> (dari bahasa Arab, as-salamu alaikum)<\/li>\n<li><strong>dimsum<\/strong> (dari bahasa Mandarin, dian xin)<\/li>\n<li><strong>nasi goreng<\/strong> (dari bahasa Mandarin, chao fan)<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adaptasi\"><\/span>Adaptasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Adaptasi adalah jenis kata serapan yang mengambil makna kata asing, namun menyesuaikan penulisannya dengan kaidah bahasa Indonesia. Adaptasi ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEBI) yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jenis kata serapan ini biasanya berasal dari bahasa asing yang sudah tidak digunakan secara luas, seperti bahasa Belanda, bahasa Portugis, atau bahasa Sanskerta.<\/p>\n<p>Contoh kata serapan adaptasi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>faktur<\/strong> (dari bahasa Belanda, factuur)<\/li>\n<li><strong>dasi<\/strong> (dari bahasa Belanda, das)<\/li>\n<li><strong>gratis<\/strong> (dari bahasa Belanda, gratis)<\/li>\n<li><strong>halte<\/strong> (dari bahasa Belanda, halte)<\/li>\n<li><strong>kado<\/strong> (dari bahasa Belanda, cadeau)<\/li>\n<li><strong>kereta<\/strong> (dari bahasa Portugis, carreta)<\/li>\n<li><strong>bendera<\/strong> (dari bahasa Portugis, bandeira)<\/li>\n<li><strong>bangku<\/strong> (dari bahasa Portugis, banco)<\/li>\n<li><strong>angka<\/strong> (dari bahasa Sanskerta, angka)<\/li>\n<li><strong>surga<\/strong> (dari bahasa Sanskerta, surga)<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerjemahan\"><\/span>Penerjemahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penerjemahan adalah jenis kata serapan yang mengambil konsep dari bahasa asing, namun mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Jenis kata serapan ini tidak menuntut kesamaan fisik antara kata asing dan kata Indonesia, namun lebih menekankan pada kesesuaian makna. Jenis kata serapan ini dapat menambah kosakata dan daya ungkap bahasa Indonesia, serta menghindari kesalahpahaman.<\/p>\n<p>Contoh kata serapan penerjemahan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>tumpang-tindih<\/strong> (dari bahasa Inggris, overlap)<\/li>\n<li><strong>percepatan<\/strong> (dari bahasa Inggris, acceleration)<\/li>\n<li><strong>proyek rintisan<\/strong> (dari bahasa Inggris, pilot project)<\/li>\n<li><strong>uji coba<\/strong> (dari bahasa Inggris, trial)<\/li>\n<li><strong>berhasil guna<\/strong> (dari bahasa Inggris, effective)<\/li>\n<li><strong>ulang alik<\/strong> (dari bahasa Inggris, shuttle)<\/li>\n<li><strong>suku cadang<\/strong> (dari bahasa Inggris, spare part)<\/li>\n<li><strong>kemajuan<\/strong> (dari bahasa Arab, taraqqi)<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kreasi\"><\/span>Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kreasi adalah jenis kata serapan yang memiliki kesamaan dengan jenis kata serapan penerjemah, yaitu mengambil konsep dasar dari bahasa asing, namun mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Bedanya adalah kata serapan jenis ini tidak menuntut kesamaan makna antara kata asing dan kata Indonesia, namun lebih menekankan pada kreativitas dan kebaruan. Jenis kata serapan ini dapat mencerminkan karakteristik dan keunikan bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Contoh kata serapan kreasi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>kemarin lusa<\/strong> (dari bahasa Inggris, the day before yesterday)<\/li>\n<li><strong>lusa<\/strong> (dari bahasa Inggris, the day after tomorrow)<\/li>\n<li><strong>kemendagri<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Home Affairs)<\/li>\n<li><strong>kemlu<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Foreign Affairs)<\/li>\n<li><strong>kemristekdikti<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Research, Technology, and Higher Education)<\/li>\n<li><strong>kemendikbud<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Education and Culture)<\/li>\n<li><strong>kemnaker<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Manpower)<\/li>\n<li><strong>kemenhub<\/strong> (dari bahasa Inggris, Ministry of Transportation)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kata_Serapan_dalam_Kalimat\"><\/span>Contoh Kata Serapan dalam Kalimat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata serapan dalam kalimat:<\/p>\n<ul>\n<li>Saya harus mengisi <strong>absensi<\/strong> sebelum masuk kelas. (absensi, dari bahasa Inggris, abstract)<\/li>\n<li>Dia adalah seorang <strong>dosen<\/strong> yang berpengalaman di bidang ekonomi. (dosen, dari bahasa Belanda, docent)<\/li>\n<li>Saya <strong>paham<\/strong> dengan apa yang Anda maksudkan. (paham, dari bahasa Arab, faham)<\/li>\n<li>Kami bermain <strong>bola<\/strong> di lapangan dekat rumah. (bola, dari bahasa Portugis, bola)<\/li>\n<li>Proses pembangunan jalan tol ini sudah <strong>rampung<\/strong>. (rampung, dari bahasa Jawa, selesai)<\/li>\n<li>Dia suka makan <strong>dimsum<\/strong> di restoran Cina. (dimsum, dari bahasa Mandarin, dian xin)<\/li>\n<li>Tugas akhir saya masih <strong>tumpang-tindih<\/strong> dengan tugas lain. (tumpang-tindih, dari bahasa Inggris, overlap)<\/li>\n<li>Saya ingin mencoba <strong>proyek rintisan<\/strong> yang Anda tawarkan. (proyek rintisan, dari bahasa Inggris, pilot project)<\/li>\n<li>Saya berharap Anda mendapatkan <strong>kemajuan<\/strong> dalam karier Anda. (kemajuan, dari bahasa Arab, taraqqi)<\/li>\n<li>Saya akan pergi ke <strong>kemendagri<\/strong> untuk mengurus surat izin. (kemendagri, dari bahasa Inggris, Ministry of Home Affairs)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>1. 70 Contoh Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia, Beserta Penjelasannya. sonora.id<br \/>\n2. 52 Contoh Kata Serapan Lengkap dengan Jenis dan Ciri-cirinya &#8211; detikcom. detik.com<br \/>\n3. Kata Serapan Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh Penulisan Unsur Serapan. studiobelajar.com<br \/>\n4. 30 kata serapan Bahasa Indonesia dan artinya &#8211; ANTARA News. antaranews.com<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya dan dinamis. Salah satu faktor yang membuat bahasa Indonesia berkembang adalah adanya kata serapan dari bahasa-bahasa lain. Kata serapan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-39668","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39668\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}