{"id":39675,"date":"2024-07-27T14:56:21","date_gmt":"2024-07-27T07:56:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39675"},"modified":"2024-07-27T14:56:21","modified_gmt":"2024-07-27T07:56:21","slug":"kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html","title":{"rendered":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Pengertian_Kalimat_Majemuk\" >Pengertian Kalimat Majemuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Jenis-Jenis_Kalimat_Majemuk\" >Jenis-Jenis Kalimat Majemuk<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kalimat_Majemuk_Setara\" >Kalimat Majemuk Setara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kalimat_Majemuk_Rapatan\" >Kalimat Majemuk Rapatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kalimat_Majemuk_Bertingkat\" >Kalimat Majemuk Bertingkat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kalimat_Majemuk_Campuran\" >Kalimat Majemuk Campuran<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-dan-contoh.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya dapat membantu Anda membuat artikel profesional dengan pembahasan yang lengkap dan rinci serta rapi. Berikut adalah artikel yang saya buat untuk Anda tentang kalimat majemuk.\n\n# Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis, dan Contoh\n\nKalimat majemuk adalah salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam berbagai konteks, baik lisan maupun tulisan. Kalimat majemuk memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dengan kalimat tunggal. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan rinci tentang pengertian, jenis, dan contoh kalimat majemuk.\n\n## Pengertian Kalimat Majemuk\n\nKalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal[^1^]. Klausa adalah bagian dari kalimat yang memiliki subjek dan predikat[^2^]. Kalimat majemuk dibentuk dengan menggabungkan dua atau lebih kalimat tunggal dengan menggunakan kata penghubung atau konjungsi[^3^].\n\nContoh kalimat majemuk:\n\n- Ani sedang menggambar **dan** Budi mandi.\n- Roni memakan makanan terlalu pedas, **sehingga** ia jadi diare.\n- Sinta bangun kesiangan, **sebab** ia tidur terlalu malam kemarin.\n\nKalimat majemuk memiliki beberapa kelebihan, antara lain:\n\n- Dapat menyampaikan informasi yang lebih banyak dan kompleks dalam satu kalimat[^4^].\n- Dapat menunjukkan hubungan logis antara klausa-klausa yang ada, seperti sebab-akibat, perbandingan, pertentangan, dan lain-lain[^5^].\n- Dapat membuat tulisan lebih variatif dan menarik, karena tidak monoton dengan kalimat tunggal[^6^].\n\n## Jenis-Jenis Kalimat Majemuk\n\nKalimat majemuk dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Berikut adalah penjelasan dan contoh masing-masing jenis kalimat majemuk.\n\n### Kalimat Majemuk Setara\n\nKalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan setara atau sejajar. Klausa-klausa dalam kalimat majemuk setara dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, seperti dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, kemudian, dan sebagainya.\n\nKalimat majemuk setara dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:\n\n- Kalimat majemuk setara sejalan, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya memiliki kedudukan sejajar dan dihubungkan oleh konjungsi seperti dan, lalu, ketika, sementara, dan sebagainya.\n\n  Contoh: Feri main di depan rumah, **lalu** makan masakan ibunya.\n\n- Kalimat majemuk setara berlawanan, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya saling berlawanan dan dihubungkan oleh konjungsi seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan sebagainya.\n\n  Contoh: Ayah tidak membeli mobil baru, **melainkan** mobil bekas.\n\n- Kalimat majemuk setara hubungan sebab-akibat, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya menunjukkan hubungan sebab-akibat dan dihubungkan oleh konjungsi seperti sebab, karena, sehingga, maka, dan sebagainya.\n\n  Contoh: Nita mampu menjadi juara kelas **karena** ia selalu belajar dengan tekun.\n\n- Kalimat majemuk setara penguat, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya berfungsi sebagai penguat klausa lainnya.\n\n  Contoh: Pak Rudi **memang** terkenal pelit, **terlebih** pada orang yang tidak ia sukai.\n\n### Kalimat Majemuk Rapatan\n\nKalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan karena kata-kata atau frasa dalam kalimat tersebut menduduki jabatan yang sama. Selain itu, perapatannya didapatkan dengan menghilangkan unsur-unsur yang sama.\n\nContoh kalimat majemuk rapatan:\n\n- Ani dan Budi pergi ke pasar.\n- Saya suka makan nasi, sayur, dan lauk.\n- Dia pandai bermain gitar, piano, dan biola.\n\n### Kalimat Majemuk Bertingkat\n\nKalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang terdiri dari klausa utama dan klausa bawahan. Klausa utama adalah klausa yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal, sedangkan klausa bawahan adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus bergantung pada klausa utama. Klausa bawahan dihubungkan dengan klausa utama dengan menggunakan konjungsi subordinatif, seperti yang, jika, agar, supaya, sebelum, sesudah, dan sebagainya.\n\nContoh kalimat majemuk bertingkat:\n\n- Saya akan pergi ke kantor **setelah** saya sarapan.\n- Dia tidak mau menerima tawaran itu **karena** dia sudah punya pekerjaan lain.\n- Ani menangis **ketika** ia melihat ibunya sakit.\n\n### Kalimat Majemuk Campuran\n\nKalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang terdiri dari kombinasi kalimat majemuk setara atau rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat. Dengan kata lain, kalimat majemuk campuran memiliki lebih dari satu klausa utama dan klausa bawahan.\n\nContoh kalimat majemuk campuran:\n\n- Saya tidak bisa datang ke pesta **karena** saya harus menyelesaikan tugas **dan** belajar untuk ujian besok.\n- Dia senang **ketika** dia mendapat hadiah **tetapi** dia sedih **karena** dia harus berpisah dengan teman-temannya.\n- Ani dan Budi pergi ke bioskop **setelah** mereka makan siang **dan** berbelanja di mall.\n\n## Kesimpulan\n\nKalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kalimat majemuk dibentuk dengan menggabungkan dua atau lebih kalimat tunggal dengan menggunakan kata penghubung atau konjungsi. Kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk memiliki beberapa kelebihan, seperti dapat menyampaikan informasi yang lebih banyak dan kompleks, dapat menunjukkan hubungan logis antara klausa-klausa yang ada, dan dapat membuat tulisan lebih variatif dan menarik.\n\nSaya harap artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah membaca artikel ini. \ud83d\ude0a\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Kalimat majemuk adalah salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam berbagai konteks, baik lisan maupun tulisan. Kalimat majemuk memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dengan kalimat tunggal. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan rinci tentang pengertian, jenis, dan contoh kalimat majemuk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kalimat_Majemuk\"><\/span>Pengertian Kalimat Majemuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Klausa adalah bagian dari kalimat yang memiliki subjek dan predikat<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Kalimat majemuk dibentuk dengan menggabungkan dua atau lebih kalimat tunggal dengan menggunakan kata penghubung atau konjungsi<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<p>Contoh kalimat majemuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Ani sedang menggambar <strong>dan<\/strong> Budi mandi.<\/li>\n<li>Roni memakan makanan terlalu pedas, <strong>sehingga<\/strong> ia jadi diare.<\/li>\n<li>Sinta bangun kesiangan, <strong>sebab<\/strong> ia tidur terlalu malam kemarin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalimat majemuk memiliki beberapa kelebihan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Dapat menyampaikan informasi yang lebih banyak dan kompleks dalam satu kalimat<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat menunjukkan hubungan logis antara klausa-klausa yang ada, seperti sebab-akibat, perbandingan, pertentangan, dan lain-lain<sup class=\"citation-sup\">5<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat membuat tulisan lebih variatif dan menarik, karena tidak monoton dengan kalimat tunggal<sup class=\"citation-sup\">6<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Kalimat_Majemuk\"><\/span>Jenis-Jenis Kalimat Majemuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Berikut adalah penjelasan dan contoh masing-masing jenis kalimat majemuk.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kalimat_Majemuk_Setara\"><\/span>Kalimat Majemuk Setara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan setara atau sejajar. Klausa-klausa dalam kalimat majemuk setara dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, seperti dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, kemudian, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Kalimat majemuk setara dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kalimat majemuk setara sejalan, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya memiliki kedudukan sejajar dan dihubungkan oleh konjungsi seperti dan, lalu, ketika, sementara, dan sebagainya.\n<p>Contoh: Feri main di depan rumah, <strong>lalu<\/strong> makan masakan ibunya.<\/li>\n<li>Kalimat majemuk setara berlawanan, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya saling berlawanan dan dihubungkan oleh konjungsi seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan sebagainya.\n<p>Contoh: Ayah tidak membeli mobil baru, <strong>melainkan<\/strong> mobil bekas.<\/li>\n<li>Kalimat majemuk setara hubungan sebab-akibat, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya menunjukkan hubungan sebab-akibat dan dihubungkan oleh konjungsi seperti sebab, karena, sehingga, maka, dan sebagainya.\n<p>Contoh: Nita mampu menjadi juara kelas <strong>karena<\/strong> ia selalu belajar dengan tekun.<\/li>\n<li>Kalimat majemuk setara penguat, yaitu kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya berfungsi sebagai penguat klausa lainnya.\n<p>Contoh: Pak Rudi <strong>memang<\/strong> terkenal pelit, <strong>terlebih<\/strong> pada orang yang tidak ia sukai.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kalimat_Majemuk_Rapatan\"><\/span>Kalimat Majemuk Rapatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan karena kata-kata atau frasa dalam kalimat tersebut menduduki jabatan yang sama. Selain itu, perapatannya didapatkan dengan menghilangkan unsur-unsur yang sama.<\/p>\n<p>Contoh kalimat majemuk rapatan:<\/p>\n<ul>\n<li>Ani dan Budi pergi ke pasar.<\/li>\n<li>Saya suka makan nasi, sayur, dan lauk.<\/li>\n<li>Dia pandai bermain gitar, piano, dan biola.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kalimat_Majemuk_Bertingkat\"><\/span>Kalimat Majemuk Bertingkat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang terdiri dari klausa utama dan klausa bawahan. Klausa utama adalah klausa yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal, sedangkan klausa bawahan adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus bergantung pada klausa utama. Klausa bawahan dihubungkan dengan klausa utama dengan menggunakan konjungsi subordinatif, seperti yang, jika, agar, supaya, sebelum, sesudah, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Contoh kalimat majemuk bertingkat:<\/p>\n<ul>\n<li>Saya akan pergi ke kantor <strong>setelah<\/strong> saya sarapan.<\/li>\n<li>Dia tidak mau menerima tawaran itu <strong>karena<\/strong> dia sudah punya pekerjaan lain.<\/li>\n<li>Ani menangis <strong>ketika<\/strong> ia melihat ibunya sakit.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kalimat_Majemuk_Campuran\"><\/span>Kalimat Majemuk Campuran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang terdiri dari kombinasi kalimat majemuk setara atau rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat. Dengan kata lain, kalimat majemuk campuran memiliki lebih dari satu klausa utama dan klausa bawahan.<\/p>\n<p>Contoh kalimat majemuk campuran:<\/p>\n<ul>\n<li>Saya tidak bisa datang ke pesta <strong>karena<\/strong> saya harus menyelesaikan tugas <strong>dan<\/strong> belajar untuk ujian besok.<\/li>\n<li>Dia senang <strong>ketika<\/strong> dia mendapat hadiah <strong>tetapi<\/strong> dia sedih <strong>karena<\/strong> dia harus berpisah dengan teman-temannya.<\/li>\n<li>Ani dan Budi pergi ke bioskop <strong>setelah<\/strong> mereka makan siang <strong>dan<\/strong> berbelanja di mall.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kalimat majemuk dibentuk dengan menggabungkan dua atau lebih kalimat tunggal dengan menggunakan kata penghubung atau konjungsi. Kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk memiliki beberapa kelebihan, seperti dapat menyampaikan informasi yang lebih banyak dan kompleks, dapat menunjukkan hubungan logis antara klausa-klausa yang ada, dan dapat membuat tulisan lebih variatif dan menarik.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>1. Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk beserta Jenisnya &#8211; Ruangguru. ruangguru.com<br \/>\n2. Apa Itu Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya &#8211; Tirto.ID. tirto.id<br \/>\n3. Pengertian, Macam dan Contoh Kalimat Majemuk Lengkap. bing.com<br \/>\n4. Pengertian, Macam dan Contoh Kalimat Majemuk Lengkap. quipper.com<br \/>\n5. Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis, dan Contohnya &#8211; detikcom. detik.com<br \/>\n6. Kalimat Majemuk Adalah: Setara, Bertingkat, Campuran, Contoh. studiobelajar.com<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalimat majemuk adalah salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam berbagai konteks, baik lisan maupun tulisan. Kalimat majemuk memiliki&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-39675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}