{"id":39800,"date":"2024-07-28T12:22:50","date_gmt":"2024-07-28T05:22:50","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39800"},"modified":"2024-07-28T12:23:45","modified_gmt":"2024-07-28T05:23:45","slug":"sendi-diartrosis-pengertian-jenis-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sendi-diartrosis-pengertian-jenis-dan-contohnya.html","title":{"rendered":"Sendi Diartrosis: Pengertian, Jenis, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sendi-diartrosis-pengertian-jenis-dan-contohnya.html\/#Pengertian_Sendi_Diartrosis\" >Pengertian Sendi Diartrosis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sendi-diartrosis-pengertian-jenis-dan-contohnya.html\/#Jenis-Jenis_Sendi_Diartrosis\" >Jenis-Jenis Sendi Diartrosis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sendi-diartrosis-pengertian-jenis-dan-contohnya.html\/#Contoh_Sendi_Diartrosis\" >Contoh Sendi Diartrosis<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut adalah artikel yang saya buat dengan tema sendi diartrosis: # Sendi Diartrosis: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Sendi adalah bagian tubuh yang menghubungkan dua tulang atau lebih. Sendi berperan penting dalam sistem gerak manusia, karena memungkinkan tulang untuk bergerak dalam berbagai arah. Namun, tidak semua sendi memiliki gerak yang sama. Ada beberapa sendi yang tidak bisa bergerak sama sekali, ada yang bisa bergerak sedikit, dan ada yang bisa bergerak bebas. Sendi yang bisa bergerak bebas disebut sebagai **sendi diartrosis**. ## Pengertian Sendi Diartrosis Sendi diartrosis adalah jenis sendi yang paling fleksibel dan memiliki ruang sendi yang memungkinkan gerakan tulang yang lebih luas. Jenis sendi ini terdapat pada lutut, siku, bahu, dan pergelangan tangan manusia. Sendi diartrosis memungkinkan gerakan tulang dalam berbagai arah dan memberikan fleksibilitas pada tubuh manusia. Sendi diartrosis disebut juga sebagai sendi sinovial, karena mengandung cairan sinovial sebagai pelumas. Cairan ini memungkinkan semua bagian sendi bergerak dengan mulus. Sendi diartrosis memiliki struktur berupa bonggol sendi, tulang rawan sendi, ligamen, dan mangkuk sendi. Bonggol sendi adalah bagian tulang yang menonjol dan masuk ke dalam mangkuk sendi. Tulang rawan sendi adalah lapisan halus yang melapisi bonggol sendi dan mangkuk sendi. Ligamen adalah jaringan ikat yang menghubungkan tulang-tulang yang membentuk sendi. Mangkuk sendi adalah bagian tulang yang berbentuk cekung dan menampung bonggol sendi. ## Jenis-Jenis Sendi Diartrosis Berdasarkan bentuk dan arah gerakannya, sendi diartrosis dapat dibedakan menjadi enam jenis, yaitu: - Sendi peluru. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk bulat dan mangkuk sendi yang berbentuk cekung. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang ke segala arah, seperti maju-mundur, kiri-kanan, dan berputar. Contoh sendi peluru adalah sendi pada bahu dan pinggul. - Sendi engsel. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk silinder dan mangkuk sendi yang berbentuk cekungan. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu bidang, yaitu fleksi (menekuk) dan ekstensi (meluruskan). Contoh sendi engsel adalah sendi pada siku, lutut, dan jari-jari tangan. - Sendi pelana. Sendi ini memiliki bonggol sendi dan mangkuk sendi yang berbentuk seperti pelana kuda. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang dalam dua bidang, yaitu abduksi (mengangkat) dan adduksi (menurunkan), serta fleksi dan ekstensi. Contoh sendi pelana adalah sendi pada ibu jari tangan. - Sendi elips. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk oval dan mangkuk sendi yang berbentuk cekungan. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang dalam dua bidang, yaitu fleksi dan ekstensi, serta rotasi (berputar). Contoh sendi elips adalah sendi pada pergelangan tangan. - Sendi putar. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk bulat dan mangkuk sendi yang berbentuk cincin. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu sumbu, yaitu rotasi. Contoh sendi putar adalah sendi pada leher dan lengan atas. - Sendi geser. Sendi ini memiliki bonggol sendi dan mangkuk sendi yang berbentuk datar. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu arah, yaitu geser. Contoh sendi geser adalah sendi pada tulang-tulang belakang dan tulang-tulang pergelangan kaki. ## Contoh Sendi Diartrosis Berikut adalah beberapa contoh sendi diartrosis yang terdapat pada tubuh manusia, beserta jenis dan gerakannya: - Sendi bahu. Sendi ini termasuk jenis sendi peluru, yang memungkinkan gerakan lengan ke segala arah, seperti mengangkat, menurunkan, memutar, dan mengayunkan. - Sendi siku. Sendi ini termasuk jenis sendi engsel, yang memungkinkan gerakan lengan bawah hanya dalam satu bidang, yaitu menekuk dan meluruskan. - Sendi pergelangan tangan. Sendi ini termasuk jenis sendi elips, yang memungkinkan gerakan tangan dalam dua bidang, yaitu menekuk, meluruskan, dan memutar. - Sendi ibu jari tangan. Sendi ini termasuk jenis sendi pelana, yang memungkinkan gerakan ibu jari dalam dua bidang, yaitu mengangkat, menurunkan, menekuk, dan meluruskan. - Sendi pinggul. Sendi ini termasuk jenis sendi peluru, yang memungkinkan gerakan tungkai ke segala arah, seperti mengangkat, menurunkan, memutar, dan mengayunkan. - Sendi lutut. Sendi ini termasuk jenis sendi engsel, yang memungkinkan gerakan tungkai bawah hanya dalam satu bidang, yaitu menekuk dan meluruskan. - Sendi pergelangan kaki. Sendi ini termasuk jenis sendi geser, yang memungkinkan gerakan kaki hanya dalam satu arah, yaitu geser. - Sendi leher. Sendi ini termasuk jenis sendi putar, yang memungkinkan gerakan kepala hanya dalam satu sumbu, yaitu memutar. Demikian artikel yang saya buat tentang sendi diartrosis. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Sumber-sumber yang saya gunakan dalam artikel ini adalah sebagai berikut: [^1^] Macam Sendi dalam Sistem Gerak Manusia: Sinartrosis-Diartrosis - Tirto.ID [^2^] Macam-Macam Sendi pada Manusia dan Contohnya | Biologi Kelas 8 - Ruangguru [^3^] Macam-macam Sendi dan Contohnya - Kompas.com [^4^] Jelaskan Macam Macam Sendi - Good Doctor ID [^5^] Kenali Macam-Macam Sendi pada Manusia - Alodokter\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sendi adalah bagian tubuh yang menghubungkan dua tulang atau lebih. Sendi berperan penting dalam sistem gerak manusia, karena memungkinkan tulang untuk bergerak dalam berbagai arah. Namun, tidak semua sendi memiliki gerak yang sama. Ada beberapa sendi yang tidak bisa bergerak sama sekali, ada yang bisa bergerak sedikit, dan ada yang bisa bergerak bebas. Sendi yang bisa bergerak bebas disebut sebagai <strong>sendi diartrosis<\/strong>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sendi_Diartrosis\"><\/span>Pengertian Sendi Diartrosis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sendi diartrosis adalah jenis sendi yang paling fleksibel dan memiliki ruang sendi yang memungkinkan gerakan tulang yang lebih luas. Jenis sendi ini terdapat pada lutut, siku, bahu, dan pergelangan tangan manusia. Sendi diartrosis memungkinkan gerakan tulang dalam berbagai arah dan memberikan fleksibilitas pada tubuh manusia.<\/p>\n<p>Sendi diartrosis disebut juga sebagai sendi sinovial, karena mengandung cairan sinovial sebagai pelumas. Cairan ini memungkinkan semua bagian sendi bergerak dengan mulus. Sendi diartrosis memiliki struktur berupa bonggol sendi, tulang rawan sendi, ligamen, dan mangkuk sendi. Bonggol sendi adalah bagian tulang yang menonjol dan masuk ke dalam mangkuk sendi. Tulang rawan sendi adalah lapisan halus yang melapisi bonggol sendi dan mangkuk sendi. Ligamen adalah jaringan ikat yang menghubungkan tulang-tulang yang membentuk sendi. Mangkuk sendi adalah bagian tulang yang berbentuk cekung dan menampung bonggol sendi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Sendi_Diartrosis\"><\/span>Jenis-Jenis Sendi Diartrosis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan bentuk dan arah gerakannya, sendi diartrosis dapat dibedakan menjadi enam jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sendi peluru. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk bulat dan mangkuk sendi yang berbentuk cekung. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang ke segala arah, seperti maju-mundur, kiri-kanan, dan berputar. Contoh sendi peluru adalah sendi pada bahu dan pinggul.<\/li>\n<li>Sendi engsel. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk silinder dan mangkuk sendi yang berbentuk cekungan. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu bidang, yaitu fleksi (menekuk) dan ekstensi (meluruskan). Contoh sendi engsel adalah sendi pada siku, lutut, dan jari-jari tangan.<\/li>\n<li>Sendi pelana. Sendi ini memiliki bonggol sendi dan mangkuk sendi yang berbentuk seperti pelana kuda. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang dalam dua bidang, yaitu abduksi (mengangkat) dan adduksi (menurunkan), serta fleksi dan ekstensi. Contoh sendi pelana adalah sendi pada ibu jari tangan.<\/li>\n<li>Sendi elips. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk oval dan mangkuk sendi yang berbentuk cekungan. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang dalam dua bidang, yaitu fleksi dan ekstensi, serta rotasi (berputar). Contoh sendi elips adalah sendi pada pergelangan tangan.<\/li>\n<li>Sendi putar. Sendi ini memiliki bonggol sendi yang berbentuk bulat dan mangkuk sendi yang berbentuk cincin. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu sumbu, yaitu rotasi. Contoh sendi putar adalah sendi pada leher dan lengan atas.<\/li>\n<li>Sendi geser. Sendi ini memiliki bonggol sendi dan mangkuk sendi yang berbentuk datar. Sendi ini memungkinkan gerakan tulang hanya dalam satu arah, yaitu geser. Contoh sendi geser adalah sendi pada tulang-tulang belakang dan tulang-tulang pergelangan kaki.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Sendi_Diartrosis\"><\/span>Contoh Sendi Diartrosis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh sendi diartrosis yang terdapat pada tubuh manusia, beserta jenis dan gerakannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Sendi bahu. Sendi ini termasuk jenis sendi peluru, yang memungkinkan gerakan lengan ke segala arah, seperti mengangkat, menurunkan, memutar, dan mengayunkan.<\/li>\n<li>Sendi siku. Sendi ini termasuk jenis sendi engsel, yang memungkinkan gerakan lengan bawah hanya dalam satu bidang, yaitu menekuk dan meluruskan.<\/li>\n<li>Sendi pergelangan tangan. Sendi ini termasuk jenis sendi elips, yang memungkinkan gerakan tangan dalam dua bidang, yaitu menekuk, meluruskan, dan memutar.<\/li>\n<li>Sendi ibu jari tangan. Sendi ini termasuk jenis sendi pelana, yang memungkinkan gerakan ibu jari dalam dua bidang, yaitu mengangkat, menurunkan, menekuk, dan meluruskan.<\/li>\n<li>Sendi pinggul. Sendi ini termasuk jenis sendi peluru, yang memungkinkan gerakan tungkai ke segala arah, seperti mengangkat, menurunkan, memutar, dan mengayunkan.<\/li>\n<li>Sendi lutut. Sendi ini termasuk jenis sendi engsel, yang memungkinkan gerakan tungkai bawah hanya dalam satu bidang, yaitu menekuk dan meluruskan.<\/li>\n<li>Sendi pergelangan kaki. Sendi ini termasuk jenis sendi geser, yang memungkinkan gerakan kaki hanya dalam satu arah, yaitu geser.<\/li>\n<li>Sendi leher. Sendi ini termasuk jenis sendi putar, yang memungkinkan gerakan kepala hanya dalam satu sumbu, yaitu memutar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>1. Macam Sendi dalam Sistem Gerak Manusia: Sinartrosis-Diartrosis &#8211; Tirto.ID. [tirto.id]<br \/>\n2. Macam-Macam Sendi pada Manusia dan Contohnya | Biologi Kelas 8 &#8211; Ruangguru. [ruangguru.com]<br \/>\n3. Macam-macam Sendi dan Contohnya &#8211; Kompas.com. [kompas.com]<br \/>\n4. Jelaskan Macam Macam Sendi &#8211; Good Doctor ID. [gooddoctor.id]<br \/>\n5. Kenali Macam-Macam Sendi pada Manusia &#8211; Alodokter. [alodokter.com]<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sendi adalah bagian tubuh yang menghubungkan dua tulang atau lebih. Sendi berperan penting dalam sistem gerak manusia, karena memungkinkan tulang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-39800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}