{"id":39849,"date":"2024-07-28T15:34:09","date_gmt":"2024-07-28T08:34:09","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39849"},"modified":"2024-07-28T15:34:09","modified_gmt":"2024-07-28T08:34:09","slug":"jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html","title":{"rendered":"Jaringan Tumbuhan: Pengertian, Jenis, dan Fungsi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Meristem\" >Jaringan Meristem<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Epidermis\" >Jaringan Epidermis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Dasar\" >Jaringan Dasar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Penyokong\" >Jaringan Penyokong<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Pengangkut\" >Jaringan Pengangkut<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Jaringan_Gabus\" >Jaringan Gabus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jaringan-tumbuhan-pengertian-jenis-dan-fungsi.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya dapat membantu Anda membuat artikel profesional dengan pembahasan yang lengkap dan rinci, dengan susunan paragraf yang proporsional, serta menyertakan sub judul pembahasannya. Berikut adalah artikel yang saya buat untuk Anda dengan konteks materi IPA tentang jaringan tumbuhan.\n\n# Jaringan Tumbuhan: Pengertian, Jenis, dan Fungsi\nTumbuhan adalah organisme multiseluler yang memiliki berbagai macam sel yang membentuk jaringan. Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, asal, struktur, dan fungsi yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari dua jenis, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri dan dapat berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Jaringan permanen adalah jaringan yang sel-selnya sudah berhenti membelah diri dan memiliki fungsi tertentu. Jaringan permanen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, jenis, dan fungsi dari masing-masing jaringan tumbuhan.\n\n## Jaringan Meristem\nJaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis dan dapat berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Jaringan meristem terletak di ujung akar dan ujung batang, serta di beberapa tempat lain seperti ruas, samping, dan bunga. Jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^1^]:\n\n- Ukuran sel yang kecil\n- Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan\n- Sel berdinding tipis\n- Memiliki nukleus yang relatif besar\n- Vakuola berukuran kecil\n- Banyak mengandung sitoplasma\n- Selnya berbentuk kubus\n\nJaringan meristem dapat diklasifikasikan berdasarkan posisinya dalam tumbuhan, yaitu[^1^]:\n\n- Meristem apikal: terdapat di ujung puncak utama dan pucuk lateral serta ujung akar. Meristem apikal berfungsi untuk menambah panjang tumbuhan dan membentuk organ-organ baru seperti daun, bunga, dan buah.\n- Meristem interkalar: terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya pada meristem pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan. Meristem interkalar berfungsi untuk menambah panjang ruas dan menghasilkan daun-daun baru.\n- Meristem lateral: terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya, contohnya pada kambium dan kambium gabus (felogen). Meristem lateral berfungsi untuk menambah diameter tumbuhan dan membentuk jaringan pengangkut sekunder dan jaringan gabus.\n\n## Jaringan Epidermis\nJaringan epidermis adalah jaringan yang melapisi permukaan luar tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi sebagai jaringan pelindung yang mencegah kehilangan air, masuknya patogen, dan kerusakan mekanis. Jaringan epidermis memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^2^]:\n\n- Terdiri dari sel-sel pipih yang rapat\n- Sel berdinding tipis\n- Tidak memiliki kloroplas\n- Memiliki kutikula, yaitu lapisan lilin yang menutupi permukaan sel\n- Memiliki stomata, yaitu lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk pertukaran gas dan transpirasi\n- Memiliki trikoma, yaitu rambut-rambut halus yang berfungsi untuk perlindungan, penyerapan, dan sekresi\n\nJaringan epidermis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu epidermis primer dan epidermis sekunder. Epidermis primer adalah epidermis yang berasal dari meristem apikal dan melapisi organ-organ muda. Epidermis sekunder adalah epidermis yang berasal dari meristem lateral dan menggantikan epidermis primer yang rusak atau terkelupas. Epidermis sekunder juga disebut sebagai jaringan gabus, yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.\n\n## Jaringan Dasar\nJaringan dasar adalah jaringan yang mengisi ruang antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut. Jaringan dasar juga disebut sebagai jaringan parenkim. Jaringan dasar memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^3^]:\n\n- Terdiri dari sel-sel hidup yang berbentuk bervariasi\n- Sel berdinding tipis dan fleksibel\n- Memiliki vakuola yang besar\n- Mengandung kloroplas, amiloplas, atau kromoplas\n- Memiliki ruang antar sel yang luas\n\nJaringan dasar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya, yaitu[^3^]:\n\n- Parenkim asimilasi: terdapat di daun, berfungsi untuk fotosintesis. Parenkim asimilasi terdiri dari parenkim palisade dan parenkim spons.\n- Parenkim penyimpanan: terdapat di akar, batang, dan buah, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Parenkim penyimpanan juga dapat menyimpan air, mineral, dan zat warna.\n- Parenkim kolenkim: terdapat di batang dan daun, berfungsi untuk memberikan dukungan mekanis pada organ-organ yang masih tumbuh. Parenkim kolenkim memiliki dinding sel yang mengandung pektin dan selulosa yang menebal di sudut-sudutnya.\n- Parenkim aerenskim: terdapat di akar dan batang tumbuhan air, berfungsi untuk pertukaran gas dan mengapung. Parenkim aerenskim memiliki ruang antar sel yang besar dan berisi udara.\n\n## Jaringan Penyokong\nJaringan penyokong adalah jaringan yang berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekakuan pada tumbuhan. Jaringan penyokong memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^4^]:\n\n- Terdiri dari sel-sel mati yang berdinding tebal\n- Dinding sel mengandung lignin, yaitu zat yang memberikan kekerasan dan ketahanan\n- Tidak memiliki sitoplasma, nukleus, dan vakuola\n- Selnya berbentuk panjang dan berongga\n\nJaringan penyokong dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sklerenkim dan kolenkim. Sklerenkim adalah jaringan penyokong yang terdapat pada organ-organ yang sudah berhenti tumbuh, seperti biji, buah, dan kayu. Sklerenkim terdiri dari dua macam sel, yaitu sel serat dan sel sklerida. Sel serat adalah sel yang panjang, sempit, dan berujung runcing. Sel sklerida adalah sel yang pendek, lebar, dan berbentuk bervariasi. Kolenkim adalah jaringan penyokong yang terdapat pada organ-organ yang masih tumbuh, seperti batang, daun, dan tangkai bunga. Kolenkim terdiri dari sel-sel hidup yang berdinding tebal di bagian-bagian tertentu, seperti sudut, tepi, atau sekeliling.\n\n## Jaringan Pengangkut\nJaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan, seperti air, mineral, gula, dan hormon. Jaringan pengangkut memiliki ciri-ciri sebagai berikut[^5^]:\n\n- Terdiri dari sel-sel yang berdiferensiasi menjadi elemen-elemen pengangkut\n- Elemen-elemen pengangkut berbentuk tabung yang saling berhubungan\n- Elemen-elemen pengangkut memiliki dinding sel yang mengandung lignin atau selulosa\n- Elemen-elemen pengangkut dapat hidup atau mati tergantung pada jenisnya\n\nJaringan pengangkut dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu xilem dan floem. Xilem adalah jaringan pengangkut yang mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Xilem terdiri dari empat macam elemen pengangkut, yaitu trakea, tr\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Tumbuhan adalah organisme multiseluler yang memiliki berbagai macam sel yang membentuk jaringan. Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, asal, struktur, dan fungsi yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari dua jenis, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen.<\/p>\n<p>Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri dan dapat berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Jaringan permanen adalah jaringan yang sel-selnya sudah berhenti membelah diri dan memiliki fungsi tertentu.<\/p>\n<p>Jaringan permanen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, jenis, dan fungsi dari masing-masing jaringan tumbuhan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Meristem\"><\/span>Jaringan Meristem<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis dan dapat berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Jaringan meristem terletak di ujung akar dan ujung batang, serta di beberapa tempat lain seperti ruas, samping, dan bunga. Jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Ukuran sel yang kecil<\/li>\n<li>Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan<\/li>\n<li>Sel berdinding tipis<\/li>\n<li>Memiliki nukleus yang relatif besar<\/li>\n<li>Vakuola berukuran kecil<\/li>\n<li>Banyak mengandung sitoplasma<\/li>\n<li>Selnya berbentuk kubus<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan meristem dapat diklasifikasikan berdasarkan posisinya dalam tumbuhan, yaitu<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Meristem apikal: terdapat di ujung puncak utama dan pucuk lateral serta ujung akar. Meristem apikal berfungsi untuk menambah panjang tumbuhan dan membentuk organ-organ baru seperti daun, bunga, dan buah.<\/li>\n<li>Meristem interkalar: terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya pada meristem pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan. Meristem interkalar berfungsi untuk menambah panjang ruas dan menghasilkan daun-daun baru.<\/li>\n<li>Meristem lateral: terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya, contohnya pada kambium dan kambium gabus (felogen). Meristem lateral berfungsi untuk menambah diameter tumbuhan dan membentuk jaringan pengangkut sekunder dan jaringan gabus.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Epidermis\"><\/span>Jaringan Epidermis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan epidermis adalah jaringan yang melapisi permukaan luar tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi sebagai jaringan pelindung yang mencegah kehilangan air, masuknya patogen, dan kerusakan mekanis. Jaringan epidermis memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari sel-sel pipih yang rapat<\/li>\n<li>Sel berdinding tipis<\/li>\n<li>Tidak memiliki kloroplas<\/li>\n<li>Memiliki kutikula, yaitu lapisan lilin yang menutupi permukaan sel<\/li>\n<li>Memiliki stomata, yaitu lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk pertukaran gas dan transpirasi<\/li>\n<li>Memiliki trikoma, yaitu rambut-rambut halus yang berfungsi untuk perlindungan, penyerapan, dan sekresi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan epidermis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu epidermis primer dan epidermis sekunder. Epidermis primer adalah epidermis yang berasal dari meristem apikal dan melapisi organ-organ muda. Epidermis sekunder adalah epidermis yang berasal dari meristem lateral dan menggantikan epidermis primer yang rusak atau terkelupas. Epidermis sekunder juga disebut sebagai jaringan gabus, yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Dasar\"><\/span>Jaringan Dasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan dasar adalah jaringan yang mengisi ruang antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut. Jaringan dasar juga disebut sebagai jaringan parenkim. Jaringan dasar memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari sel-sel hidup yang berbentuk bervariasi<\/li>\n<li>Sel berdinding tipis dan fleksibel<\/li>\n<li>Memiliki vakuola yang besar<\/li>\n<li>Mengandung kloroplas, amiloplas, atau kromoplas<\/li>\n<li>Memiliki ruang antar sel yang luas<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan dasar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya, yaitu<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Parenkim asimilasi: terdapat di daun, berfungsi untuk fotosintesis. Parenkim asimilasi terdiri dari parenkim palisade dan parenkim spons.<\/li>\n<li>Parenkim penyimpanan: terdapat di akar, batang, dan buah, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Parenkim penyimpanan juga dapat menyimpan air, mineral, dan zat warna.<\/li>\n<li>Parenkim kolenkim: terdapat di batang dan daun, berfungsi untuk memberikan dukungan mekanis pada organ-organ yang masih tumbuh. Parenkim kolenkim memiliki dinding sel yang mengandung pektin dan selulosa yang menebal di sudut-sudutnya.<\/li>\n<li>Parenkim aerenskim: terdapat di akar dan batang tumbuhan air, berfungsi untuk pertukaran gas dan mengapung. Parenkim aerenskim memiliki ruang antar sel yang besar dan berisi udara.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Penyokong\"><\/span>Jaringan Penyokong<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan penyokong adalah jaringan yang berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekakuan pada tumbuhan. Jaringan penyokong memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari sel-sel mati yang berdinding tebal<\/li>\n<li>Dinding sel mengandung lignin, yaitu zat yang memberikan kekerasan dan ketahanan<\/li>\n<li>Tidak memiliki sitoplasma, nukleus, dan vakuola<\/li>\n<li>Selnya berbentuk panjang dan berongga<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan penyokong dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sklerenkim dan kolenkim. Sklerenkim adalah jaringan penyokong yang terdapat pada organ-organ yang sudah berhenti tumbuh, seperti biji, buah, dan kayu. Sklerenkim terdiri dari dua macam sel, yaitu sel serat dan sel sklerida. Sel serat adalah sel yang panjang, sempit, dan berujung runcing. Sel sklerida adalah sel yang pendek, lebar, dan berbentuk bervariasi. Kolenkim adalah jaringan penyokong yang terdapat pada organ-organ yang masih tumbuh, seperti batang, daun, dan tangkai bunga. Kolenkim terdiri dari sel-sel hidup yang berdinding tebal di bagian-bagian tertentu, seperti sudut, tepi, atau sekeliling.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Pengangkut\"><\/span>Jaringan Pengangkut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan, seperti air, mineral, gula, dan hormon. Jaringan pengangkut memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup class=\"citation-sup\">5<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari sel-sel yang berdiferensiasi menjadi elemen-elemen pengangkut<\/li>\n<li>Elemen-elemen pengangkut berbentuk tabung yang saling berhubungan<\/li>\n<li>Elemen-elemen pengangkut memiliki dinding sel yang mengandung lignin atau selulosa<\/li>\n<li>Elemen-elemen pengangkut dapat hidup atau mati tergantung pada jenisnya<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan pengangkut dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu\u00a0<strong>xilem<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>floem<\/strong>. Xilem adalah jaringan pengangkut yang mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Xilem terdiri dari empat macam elemen pengangkut, yaitu trakea, trakeid, xilem parenkim, dan xilem sklerenkim. Floem adalah jaringan pengangkut yang mengangkut gula dan hormon dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri dari empat macam elemen pengangkut, yaitu sel tapis, sel pengiring, floem parenkim, dan floem sklerenkim.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<ul>\n<li>Trakea adalah elemen pengangkut xilem yang berbentuk tabung panjang, berdinding tebal, dan berongga. Trakea memiliki ujung-ujung yang terputus-putus dan berbentuk seperti cawan. Trakea berfungsi untuk mengangkut air dan mineral secara vertikal.<\/li>\n<li>Trakeid adalah elemen pengangkut xilem yang berbentuk tabung pendek, berdinding tebal, dan berongga. Trakeid memiliki ujung-ujung yang runcing dan berpori. Trakeid berfungsi untuk mengangkut air dan mineral secara lateral.<\/li>\n<li>Xilem parenkim adalah elemen pengangkut xilem yang berbentuk sel hidup, berdinding tipis, dan berisi sitoplasma. Xilem parenkim berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan menghubungkan elemen-elemen pengangkut xilem lainnya.<\/li>\n<li>Xilem sklerenkim adalah elemen pengangkut xilem yang berbentuk sel mati, berdinding tebal, dan berisi lignin. Xilem sklerenkim berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekakuan pada jaringan xilem.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Floem adalah jaringan pengangkut yang mengangkut gula dan hormon dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri dari empat macam elemen pengangkut, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel tapis adalah elemen pengangkut floem yang berbentuk tabung panjang, berdinding tipis, dan berisi sitoplasma. Sel tapis memiliki ujung-ujung yang berlekukan dan berhubungan dengan sel-sel tapis lainnya. Sel tapis berfungsi untuk mengangkut gula dan hormon secara vertikal.<\/li>\n<li>Sel pengiring adalah elemen pengangkut floem yang berbentuk sel hidup, berdinding tipis, dan berisi sitoplasma. Sel pengiring berada di samping sel tapis dan berhubungan erat dengannya. Sel pengiring berfungsi untuk membantu proses pengangkutan dan metabolisme gula dan hormon.<\/li>\n<li>Floem parenkim adalah elemen pengangkut floem yang berbentuk sel hidup, berdinding tipis, dan berisi sitoplasma. Floem parenkim berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan menghubungkan elemen-elemen pengangkut floem lainnya.<\/li>\n<li>Floem sklerenkim adalah elemen pengangkut floem yang berbentuk sel mati, berdinding tebal, dan berisi lignin. Floem sklerenkim berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekakuan pada jaringan floem.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Gabus\"><\/span>Jaringan Gabus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan gabus adalah jaringan yang menggantikan jaringan epidermis primer yang rusak atau terkelupas. Jaringan gabus juga disebut sebagai jaringan epidermis sekunder. Jaringan gabus berasal dari meristem lateral yang disebut sebagai kambium gabus atau felogen. Jaringan gabus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari sel-sel mati yang berdinding tebal<\/li>\n<li>Dinding sel mengandung suberin, yaitu zat yang memberikan ketahanan terhadap air dan udara<\/li>\n<li>Tidak memiliki sitoplasma, nukleus, dan vakuola<\/li>\n<li>Selnya berbentuk pipih dan rapat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan gabus berfungsi sebagai jaringan pelindung yang mencegah kehilangan air, masuknya patogen, dan kerusakan mekanis. Jaringan gabus juga berperan dalam pertukaran gas melalui lubang-lubang yang disebut sebagai lentisel. Jaringan gabus dapat ditemukan pada batang, akar, dan buah tumbuhan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, asal, struktur, dan fungsi yang sama. Jaringan tumbuhan terdiri dari dua jenis, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri dan dapat berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Jaringan permanen adalah jaringan yang sel-selnya sudah berhenti membelah diri dan memiliki fungsi tertentu. Jaringan permanen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Materi Jaringan Tumbuhan \u2013 GuruPendidikan.Com. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/jaringan-tumbuhan\/.<br \/>\n(2) 5 Jenis Jaringan Tumbuhan &amp; Fungsinya, Ada Apa Saja? &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/5-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-beserta-fungsinya.<br \/>\n(3) Jaringan Tanaman: Pengertian, Manfaat dan Jenisnya. https:\/\/agrotek.id\/jaringan-tanaman\/.<br \/>\n(4) Kenali 6 Jaringan Tumbuhan Beserta Fungsi-fungsinya &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7421014\/kenali-6-jaringan-tumbuhan-beserta-fungsi-fungsinya.<br \/>\n(5) Rangkuman Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Meristem-Permanen. https:\/\/tirto.id\/rangkuman-struktur-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-gjtS.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tumbuhan adalah organisme multiseluler yang memiliki berbagai macam sel yang membentuk jaringan. Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, asal,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}