{"id":39866,"date":"2024-07-28T16:17:16","date_gmt":"2024-07-28T09:17:16","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39866"},"modified":"2024-07-28T16:17:38","modified_gmt":"2024-07-28T09:17:38","slug":"morfologi-dan-anatomi-daun-struktur-fungsi-dan-variasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/morfologi-dan-anatomi-daun-struktur-fungsi-dan-variasi.html","title":{"rendered":"Morfologi dan Anatomi Daun: Struktur, Fungsi, dan Variasi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/morfologi-dan-anatomi-daun-struktur-fungsi-dan-variasi.html\/#Struktur_Morfologi_Daun\" >Struktur Morfologi Daun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/morfologi-dan-anatomi-daun-struktur-fungsi-dan-variasi.html\/#Jenis_dan_Tata_Letak_Daun\" >Jenis dan Tata Letak Daun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/morfologi-dan-anatomi-daun-struktur-fungsi-dan-variasi.html\/#Struktur_Anatomi_Daun\" >Struktur Anatomi Daun<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya dapat membantu Anda dengan menulis artikel profesional tentang morfologi dan anatomi daun. Berikut adalah artikel yang saya buat untuk Anda: # Morfologi dan Anatomi Daun Daun adalah organ tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis, transpirasi, respirasi, dan gutasi. Daun juga berperan dalam adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. Daun memiliki berbagai bentuk, ukuran, warna, dan susunan yang mencerminkan keanekaragaman tumbuhan. Daun juga memiliki struktur anatomi yang khas dan kompleks, yang terdiri dari berbagai jaringan dan sel. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan rinci tentang morfologi dan anatomi daun, serta contoh-contohnya. ## Struktur Morfologi Daun Secara morfologi, daun terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: - **Helaian daun (lamina)**, yaitu bagian daun yang lebar dan rata, yang merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis. Helaian daun memiliki berbagai bentuk, seperti bulat, lonjong, lanset, jantung, telur, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai susunan tulang daun, seperti sejajar, menyirip, menjari, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai tepi daun, seperti rata, bergigi, bergerigi, berduri, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai daging daun, seperti tipis, tebal, berlapis lilin, berduri, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai warna daun, seperti hijau, merah, kuning, ungu, dll. - **Tangkai daun (petiolus)**, yaitu bagian daun yang berbentuk silindris atau pipih, yang menghubungkan helaian daun dengan batang. Tangkai daun berfungsi sebagai saluran transportasi air dan hasil fotosintesis antara daun dan batang. Tangkai daun memiliki berbagai panjang, seperti pendek, panjang, atau tidak ada. Tangkai daun juga memiliki berbagai bentuk, seperti bulat, pipih, berduri, berambut, dll. - **Pelepah daun (folius)**, yaitu bagian daun yang berbentuk cincin atau selubung, yang menempelkan tangkai daun dengan batang. Pelepah daun berfungsi sebagai penyangga dan pelindung daun. Pelepah daun memiliki berbagai ukuran, seperti sempit, lebar, atau tidak ada. Pelepah daun juga memiliki berbagai bentuk, seperti rata, melengkung, berduri, berambut, dll. Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu[^2^]. ## Jenis dan Tata Letak Daun Berdasarkan jumlah helaian daun, daun dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: - **Daun tunggal**, yaitu daun yang memiliki satu helaian daun pada setiap tangkai daun, misalnya daun mangga, daun sirih, daun bunga matahari, dll. - **Daun majemuk**, yaitu daun yang memiliki lebih dari satu helaian daun pada setiap tangkai daun, misalnya daun jarak, daun kacang tanah, daun bunga kertas, dll. Daun majemuk dapat dibedakan lagi menjadi tiga jenis, yaitu: - **Daun menyirip**, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun sejajar di sepanjang tangkai daun, misalnya daun jarak, daun kacang tanah, daun mahoni, dll. - **Daun menjari**, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun berkas-kas di ujung tangkai daun, misalnya daun bunga kertas, daun nangka, daun kembang sepatu, dll. - **Daun campuran**, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun sebagian menyirip dan sebagian menjari, misalnya daun kelor, daun mimosa, daun gnetum, dll. Berdasarkan tata letak daun pada batang, daun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: - **Daun tunggal**, yaitu daun yang tumbuh satu per satu pada setiap ruas batang, misalnya daun jagung, daun tebu, daun padi, dll. - **Daun berhadapan**, yaitu daun yang tumbuh berpasangan pada setiap ruas batang, misalnya daun sirih, daun kemangi, daun mint, dll. - **Daun berseling**, yaitu daun yang tumbuh bergantian pada setiap ruas batang, misalnya daun mangga, daun jambu, daun salam, dll. - **Daun melingkar**, yaitu daun yang tumbuh berkelompok pada setiap ruas batang, misalnya daun bunga sedap malam, daun bunga melati, daun bunga kamboja, dll. Tata letak daun pada batang berpengaruh terhadap pencahayaan, sirkulasi udara, dan kestabilan tumbuhan. ## Struktur Anatomi Daun Secara anatomi, daun terdiri dari tiga lapisan jaringan utama, yaitu: - **Epidermis**, yaitu lapisan jaringan paling luar yang menutupi permukaan daun. Epidermis berfungsi sebagai pelindung daun dari kerusakan mekanis, serangan hama, dan kehilangan air. Epidermis terdiri dari sel-sel pipih yang rapat dan tidak berwarna. Epidermis memiliki beberapa modifikasi, seperti: - **Stoma**, yaitu celah kecil yang terdapat pada epidermis bawah daun, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan uap air antara daun dan udara. Stoma dikelilingi oleh dua sel penjaga yang dapat membuka dan menutup stoma sesuai dengan kondisi lingkungan. - **Trikoma**, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat pada epidermis atas atau bawah daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari radiasi matahari, serangan hama, dan kehilangan air. Trikoma memiliki berbagai bentuk, seperti bulu, sisik, kelenjar, dll. - **Kutikula**, yaitu lapisan lilin yang menutupi epidermis atas daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari kehilangan air dan serangan mikroba. Kutikula memiliki ketebalan yang bervariasi, tergantung pada jenis tumbuhan dan lingkungannya. - **Mesofil**, yaitu lapisan jaringan tengah yang membentuk daging daun. Mesofil berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis. Mesofil terdiri dari dua jenis jaringan, yaitu: - **Jaringan palisade**, yaitu jaringan yang terletak di bawah epidermis atas daun, yang terdiri dari sel-sel panjang dan rapat yang mengandung banyak kloroplas. Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis. - **Jaringan spons**, yaitu jaringan yang terletak di bawah jaringan palisade, yang terdiri dari sel-sel bulat dan renggang yang mengandung sedikit kloroplas. Jaringan spons berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan uap air antara daun dan udara. - **Vaskular**, yaitu lapisan jaringan dalam yang membentuk tulang daun. Vaskular berfungsi sebagai saluran transportasi air dan hasil fotosintesis antara daun dan batang. Vaskular terdiri dari dua jenis pembuluh, yaitu: - **Xilem**, yaitu pembuluh yang mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Xilem terdiri dari sel-sel mati yang berdinding tebal dan berongga, yang tersusun membentuk pip\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Daun adalah organ tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis, transpirasi, respirasi, dan gutasi. Daun juga berperan dalam adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. Daun memiliki berbagai bentuk, ukuran, warna, dan susunan yang mencerminkan keanekaragaman tumbuhan. Daun juga memiliki struktur anatomi yang khas dan kompleks, yang terdiri dari berbagai jaringan dan sel. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan rinci tentang morfologi dan anatomi daun, serta contoh-contohnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Morfologi_Daun\"><\/span>Struktur Morfologi Daun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara morfologi, daun terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Helaian daun (lamina)<\/strong>, yaitu bagian daun yang lebar dan rata, yang merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis. Helaian daun memiliki berbagai bentuk, seperti bulat, lonjong, lanset, jantung, telur, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai susunan tulang daun, seperti sejajar, menyirip, menjari, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai tepi daun, seperti rata, bergigi, bergerigi, berduri, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai daging daun, seperti tipis, tebal, berlapis lilin, berduri, dll. Helaian daun juga memiliki berbagai warna daun, seperti hijau, merah, kuning, ungu, dll.<\/li>\n<li><strong>Tangkai daun (petiolus)<\/strong>, yaitu bagian daun yang berbentuk silindris atau pipih, yang menghubungkan helaian daun dengan batang. Tangkai daun berfungsi sebagai saluran transportasi air dan hasil fotosintesis antara daun dan batang. Tangkai daun memiliki berbagai panjang, seperti pendek, panjang, atau tidak ada. Tangkai daun juga memiliki berbagai bentuk, seperti bulat, pipih, berduri, berambut, dll.<\/li>\n<li><strong>Pelepah daun (folius)<\/strong>, yaitu bagian daun yang berbentuk cincin atau selubung, yang menempelkan tangkai daun dengan batang. Pelepah daun berfungsi sebagai penyangga dan pelindung daun. Pelepah daun memiliki berbagai ukuran, seperti sempit, lebar, atau tidak ada. Pelepah daun juga memiliki berbagai bentuk, seperti rata, melengkung, berduri, berambut, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_dan_Tata_Letak_Daun\"><\/span>Jenis dan Tata Letak Daun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan jumlah helaian daun, daun dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Daun tunggal<\/strong>, yaitu daun yang memiliki satu helaian daun pada setiap tangkai daun, misalnya daun mangga, daun sirih, daun bunga matahari, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun majemuk<\/strong>, yaitu daun yang memiliki lebih dari satu helaian daun pada setiap tangkai daun, misalnya daun jarak, daun kacang tanah, daun bunga kertas, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Daun majemuk dapat dibedakan lagi menjadi tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Daun menyirip<\/strong>, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun sejajar di sepanjang tangkai daun, misalnya daun jarak, daun kacang tanah, daun mahoni, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun menjari<\/strong>, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun berkas-kas di ujung tangkai daun, misalnya daun bunga kertas, daun nangka, daun kembang sepatu, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun campuran<\/strong>, yaitu daun majemuk yang memiliki helaian daun tersusun sebagian menyirip dan sebagian menjari, misalnya daun kelor, daun mimosa, daun gnetum, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan tata letak daun pada batang, daun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Daun tunggal<\/strong>, yaitu daun yang tumbuh satu per satu pada setiap ruas batang, misalnya daun jagung, daun tebu, daun padi, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun berhadapan<\/strong>, yaitu daun yang tumbuh berpasangan pada setiap ruas batang, misalnya daun sirih, daun kemangi, daun mint, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun berseling<\/strong>, yaitu daun yang tumbuh bergantian pada setiap ruas batang, misalnya daun mangga, daun jambu, daun salam, dll.<\/li>\n<li><strong>Daun melingkar<\/strong>, yaitu daun yang tumbuh berkelompok pada setiap ruas batang, misalnya daun bunga sedap malam, daun bunga melati, daun bunga kamboja, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tata letak daun pada batang berpengaruh terhadap pencahayaan, sirkulasi udara, dan kestabilan tumbuhan.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Anatomi_Daun\"><\/span>Struktur Anatomi Daun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara anatomi, daun terdiri dari tiga lapisan jaringan utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Epidermis<\/strong>, yaitu lapisan jaringan paling luar yang menutupi permukaan daun. Epidermis berfungsi sebagai pelindung daun dari kerusakan mekanis, serangan hama, dan kehilangan air. Epidermis terdiri dari sel-sel pipih yang rapat dan tidak berwarna. Epidermis memiliki beberapa modifikasi, seperti:\n<ul>\n<li><strong>Stoma<\/strong>, yaitu celah kecil yang terdapat pada epidermis bawah daun, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan uap air antara daun dan udara. Stoma dikelilingi oleh dua sel penjaga yang dapat membuka dan menutup stoma sesuai dengan kondisi lingkungan.<\/li>\n<li><strong>Trikoma<\/strong>, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat pada epidermis atas atau bawah daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari radiasi matahari, serangan hama, dan kehilangan air. Trikoma memiliki berbagai bentuk, seperti bulu, sisik, kelenjar, dll.<\/li>\n<li><strong>Kutikula<\/strong>, yaitu lapisan lilin yang menutupi epidermis atas daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari kehilangan air dan serangan mikroba. Kutikula memiliki ketebalan yang bervariasi, tergantung pada jenis tumbuhan dan lingkungannya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mesofil<\/strong>, yaitu lapisan jaringan tengah yang membentuk daging daun. Mesofil berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis. Mesofil terdiri dari dua jenis jaringan, yaitu:\n<ul>\n<li><strong>Jaringan palisade<\/strong>, yaitu jaringan yang terletak di bawah epidermis atas daun, yang terdiri dari sel-sel panjang dan rapat yang mengandung banyak kloroplas. Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis.<\/li>\n<li><strong>Jaringan spons<\/strong>, yaitu jaringan yang terletak di bawah jaringan palisade, yang terdiri dari sel-sel bulat dan renggang yang mengandung sedikit kloroplas. Jaringan spons berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan uap air antara daun dan udara.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Vaskular<\/strong>, yaitu lapisan jaringan dalam yang membentuk tulang daun. Vaskular berfungsi sebagai saluran transportasi air dan hasil fotosintesis antara daun dan batang. Vaskular terdiri dari dua jenis pembuluh, yaitu:\n<ul>\n<li><strong>Xilem<\/strong>, yaitu pembuluh yang mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Xilem terdiri dari sel-sel mati yang berdinding tebal dan berongga, yang tersusun membentuk pipa.<\/li>\n<li><strong>Floem<\/strong>, yaitu pembuluh yang mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri dari sel-sel hidup yang berdinding tipis dan berinti, yang tersusun membentuk tabung.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Struktur anatomi daun dapat bervariasi, tergantung pada jenis tumbuhan dan lingkungannya. Beberapa contoh variasi anatomi daun adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Daun berlapis lilin<\/strong>, yaitu daun yang memiliki lapisan lilin yang tebal pada epidermis atas daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari kekeringan dan panas. Contoh tumbuhan yang memiliki daun berlapis lilin adalah kaktus, lidah buaya, dan sukulen.<\/li>\n<li><strong>Daun berduri<\/strong>, yaitu daun yang memiliki duri yang tajam pada epidermis daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari herbivora dan kehilangan air. Contoh tumbuhan yang memiliki daun berduri adalah mawar, duri, dan akasia.<\/li>\n<li><strong>Daun berambut<\/strong>, yaitu daun yang memiliki rambut-rambut halus pada epidermis daun, yang berfungsi sebagai pelindung daun dari kehilangan air, radiasi matahari, dan serangan hama. Contoh tumbuhan yang memiliki daun berambut adalah jagung, kapas, dan mint.<\/li>\n<li><strong>Daun berlubang<\/strong>, yaitu daun yang memiliki lubang-lubang kecil pada helaian daun, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan uap air antara daun dan udara. Contoh tumbuhan yang memiliki daun berlubang adalah monstera, sirih, dan bunga bangkai.<\/li>\n<li><strong>Daun beradaptasi<\/strong>, yaitu daun yang memiliki bentuk atau fungsi yang berbeda dari daun normal, yang berfungsi sebagai adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. Contoh tumbuhan yang memiliki daun beradaptasi adalah:\n<ul>\n<li><strong>Kantong semar<\/strong>, yaitu tumbuhan karnivora yang memiliki daun berbentuk kantong yang berisi cairan pencernaan, yang berfungsi sebagai perangkap serangga.<\/li>\n<li><strong>Venom<\/strong>, yaitu tumbuhan karnivora yang memiliki daun berbentuk corong yang berduri, yang berfungsi sebagai perangkap serangga.<\/li>\n<li><strong>Sundew<\/strong>, yaitu tumbuhan karnivora yang memiliki daun berbentuk bulat yang berlendir, yang berfungsi sebagai perangkap serangga.<\/li>\n<li><strong>Kacang polong<\/strong>, yaitu tumbuhan legum yang memiliki daun berbentuk menjari yang berfungsi sebagai organ klimbing.<\/li>\n<li><strong>Bunga matahari<\/strong>, yaitu tumbuhan komposit yang memiliki daun berbentuk lonjong yang berfungsi sebagai heliotropisme, yaitu mengikuti arah matahari.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ad-container\">Sumber:<br \/>\n(1) Struktur Morfologi dan Anatomi Daun Tumbuhan &#8211; Perpusku. https:\/\/bing.com\/search?q=morofologi+dan+anatomi+daun.<br \/>\n(2) Morfologi Daun &#8211; Universitas Terbuka. https:\/\/repository.ut.ac.id\/4245\/2\/PEBI4107-M1.pdf.<br \/>\n(3) Anatomi Daun Dikotil dan Monokotil &#8211; DosenBiologi.com. https:\/\/dosenbiologi.com\/tumbuhan\/anatomi-daun.<br \/>\n(4) Kajian Morfologi, Sitologi, dan Struktur Anatomi Daun &#8230; &#8211; Neliti. https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/58816-ID-kajian-morfologi-sitologi-dan-struktur-a.pdf.<br \/>\n(5) Daun: Bagian dan Struktur, Jenis, Fungsi dan Contohnya &#8230; &#8211; Saintif. https:\/\/saintif.com\/struktur-daun\/.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daun adalah organ tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis, transpirasi, respirasi, dan gutasi. Daun juga berperan dalam adaptasi tumbuhan terhadap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}