{"id":39900,"date":"2024-07-29T14:32:34","date_gmt":"2024-07-29T07:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39900"},"modified":"2024-07-29T14:32:34","modified_gmt":"2024-07-29T07:32:34","slug":"pembagian-zat-adiktif-dan-napza-jenis-contoh-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-zat-adiktif-dan-napza-jenis-contoh-dan-dampaknya.html","title":{"rendered":"Pembagian Zat Adiktif dan NAPZA: Jenis, Contoh, dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-zat-adiktif-dan-napza-jenis-contoh-dan-dampaknya.html\/#Narkotika\" >Narkotika<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-zat-adiktif-dan-napza-jenis-contoh-dan-dampaknya.html\/#Psikotropika\" >Psikotropika<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-zat-adiktif-dan-napza-jenis-contoh-dan-dampaknya.html\/#Zat_Adiktif_Lainnya\" >Zat Adiktif Lainnya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut adalah artikel yang saya buat sesuai dengan permintaan Anda:\n\n# Pembagian Zat Adiktif dan NAPZA\n\nZat adiktif adalah zat atau bahan yang dapat menyebabkan ketergantungan atau ketagihan pada penggunanya. Ketergantungan ini dapat membuat seseorang merasa harus terus mengonsumsi zat tersebut untuk merasakan efek tertentu[^4^]. Zat adiktif ini dikelompokkan dalam beberapa jenis. Pengelompokkan zat ini biasa disebut dengan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya)[^2^].\n\n## Narkotika\n\nNarkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik itu sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan[^2^]. Narkotika dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:\n\n- **Narkotika golongan I**: narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan untuk terapi atau pengobatan dan sangat berpotensi memicu ketergantungan. Contoh: kokain, heroin, ganja[^1^].\n- **Narkotika golongan II**: narkotika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: morfin, metadon, petidin[^1^].\n- **Narkotika golongan III**: narkotika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: kodein, tramadol, buprenorfin[^1^].\n\n## Psikotropika\n\nPsikotropika adalah bahan alamiah atau sintetis yang bukan narkotika, mampu menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku[^1^]. Psikotropika juga dibagi menjadi empat golongan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:\n\n- **Psikotropika golongan I**: psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan untuk terapi atau pengobatan dan sangat berpotensi memicu ketergantungan. Contoh: LSD, ekstasi, amfetamin[^1^].\n- **Psikotropika golongan II**: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: metilfenidat, fenobarbital, pentobarbital[^1^].\n- **Psikotropika golongan III**: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: diazepam, bromazepam, nitrazepam[^1^].\n- **Psikotropika golongan IV**: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: klorpromazin, haloperidol, imipramin[^1^].\n\n## Zat Adiktif Lainnya\n\nZat adiktif lainnya adalah semua jenis zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan pada penggunanya[^2^]. Zat adiktif lainnya tidak dibagi menjadi golongan, tetapi dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya, yaitu:\n\n- **Zat adiktif alami**: zat adiktif yang berasal dari alam, baik tanaman maupun hewan. Contoh: alkohol, tembakau, kopi, teh[^3^].\n- **Zat adiktif sintetis**: zat adiktif yang berasal dari proses kimia atau laboratorium. Contoh: thinner, lem, bensin[^3^].\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang pembagian zat adiktif dan NAPZA. Semoga bermanfaat dan informatif. Terima kasih. \ud83d\ude0a\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Zat adiktif adalah zat atau bahan yang dapat menyebabkan ketergantungan atau ketagihan pada penggunanya. Ketergantungan ini dapat membuat seseorang merasa harus terus mengonsumsi zat tersebut untuk merasakan efek tertentu<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Zat adiktif ini dikelompokkan dalam beberapa jenis. Pengelompokkan zat ini biasa disebut dengan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya)<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Narkotika\"><\/span>Narkotika<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik itu sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Narkotika dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Narkotika golongan I<\/strong>: narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan untuk terapi atau pengobatan dan sangat berpotensi memicu ketergantungan. Contoh: kokain, heroin, ganja<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Narkotika golongan II<\/strong>: narkotika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: morfin, metadon, petidin<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Narkotika golongan III<\/strong>: narkotika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: kodein, tramadol, buprenorfin<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Psikotropika\"><\/span>Psikotropika<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Psikotropika adalah bahan alamiah atau sintetis yang bukan narkotika, mampu menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>. Psikotropika juga dibagi menjadi empat golongan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Psikotropika golongan I<\/strong>: psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan untuk terapi atau pengobatan dan sangat berpotensi memicu ketergantungan. Contoh: LSD, ekstasi, amfetamin<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan II<\/strong>: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: metilfenidat, fenobarbital, pentobarbital<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan III<\/strong>: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: diazepam, bromazepam, nitrazepam<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan IV<\/strong>: psikotropika yang memiliki manfaat terapi atau pengobatan, tetapi tidak berpotensi menimbulkan ketergantungan. Contoh: klorpromazin, haloperidol, imipramin<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zat_Adiktif_Lainnya\"><\/span>Zat Adiktif Lainnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Zat adiktif lainnya adalah semua jenis zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan pada penggunanya<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Zat adiktif lainnya tidak dibagi menjadi golongan, tetapi dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Zat adiktif alami<\/strong>: zat adiktif yang berasal dari alam, baik tanaman maupun hewan. Contoh: alkohol, tembakau, kopi, teh<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Zat adiktif sintetis<\/strong>: zat adiktif yang berasal dari proses kimia atau laboratorium. Contoh: thinner, lem, bensin<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ad-container\">Sumber:<br \/>\n(1) Pengertian Zat Adiktif, Pengelompokan, dan Contoh &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/bali\/berita\/d-7452593\/pengertian-zat-adiktif-pengelompokan-dan-contoh.<br \/>\n(2) NAPZA: Pengertian, Jenis, Bahaya, Pencegahan, dll &#8211; DokterSehat. https:\/\/doktersehat.com\/informasi\/obat-obatan-terlarang\/napza\/.<br \/>\n(3) Pembagian Golongan Narkoba &amp; Psikotropika: Apa Saja Jenis-Jenisnya?. https:\/\/tirto.id\/pembagian-golongan-narkoba-psikotropika-apa-saja-jenis-jenisnya-gr6E.<br \/>\n(4) Pengertian Dan Jenis Napza Menurut Para Ahli &#8211; GuruPendidikan.Com. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/pengertian-napza\/.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zat adiktif adalah zat atau bahan yang dapat menyebabkan ketergantungan atau ketagihan pada penggunanya. Ketergantungan ini dapat membuat seseorang merasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}