{"id":39939,"date":"2024-07-31T08:35:27","date_gmt":"2024-07-31T01:35:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39939"},"modified":"2024-07-31T08:35:27","modified_gmt":"2024-07-31T01:35:27","slug":"darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html","title":{"rendered":"Darah Manusia: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Kelainan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html\/#Pengertian_Darah\" >Pengertian Darah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html\/#Komponen_Darah\" >Komponen Darah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html\/#Fungsi_Darah\" >Fungsi Darah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html\/#Golongan_Darah\" >Golongan Darah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/darah-manusia-pengertian-komponen-fungsi-dan-kelainan.html\/#Kelainan_Darah\" >Kelainan Darah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut adalah artikel yang saya buat dengan tema darah manusia:\n\n# Darah Manusia: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Kelainan\n\nDarah manusia adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi penting bagi kesehatan dan kehidupan. Darah terdiri dari berbagai komponen yang saling bekerja sama untuk membawa oksigen, nutrisi, hormon, dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh. Darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, pembekuan darah, pengaturan suhu tubuh, dan pembuangan zat-zat sisa metabolisme. Darah manusia memiliki beberapa jenis golongan yang berbeda-beda berdasarkan adanya antigen dan antibodi pada permukaan sel darah merah. Golongan darah ini penting untuk diketahui dalam hal transfusi darah atau kehamilan. Darah manusia juga dapat mengalami beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi normalnya, seperti anemia, hemofilia, kanker darah, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian, komponen, fungsi, dan kelainan darah manusia.\n\n## Pengertian Darah\n\nDarah adalah cairan berwarna merah, agak kental dan lengket yang mengalir di seluruh tubuh manusia dan berhubungan langsung dengan sel-sel dalam tubuh[^1^]. Tubuh manusia mengandung sekitar 4-5 liter darah yang menempati angka 8-10 persen dari total berat badan[^2^]. Volume darah yang ada pada anak-anak dan orang dewasa relatif sama[^2^].\n\nDarah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma[^1^]. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma[^1^]. Darah dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian padat dan bagian cair. Bagian padat dari darah mengandung berbagai sel-sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Bagian cair dari darah disebut plasma, yang terbentuk dari air, garam, protein, dan zat-zat lain[^2^].\n\n## Komponen Darah\n\nDarah manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan trombosit[^2^]. Masing-masing komponen darah memiliki bentuk, struktur, dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keempat komponen darah tersebut:\n\n- **Sel darah merah**. Sel darah merah atau eritrosit adalah sel darah yang berbentuk bulat pipih dan tidak memiliki inti sel[^1^]. Sel darah merah memiliki warna merah karena mengandung hemoglobin, yaitu protein yang mengikat oksigen dan memberikannya ke seluruh tubuh[^2^]. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 120 hari[^2^]. Jumlah sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 4,5-5,5 juta per mikroliter darah[^1^].\n- **Sel darah putih**. Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang berbentuk bervariasi dan memiliki inti sel[^1^]. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi, virus, bakteri, dan benda asing lainnya[^2^]. Sel darah putih dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit[^1^]. Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang dan kelenjar getah bening dan dapat hidup kurang dari satu hari[^2^]. Jumlah sel darah putih normal pada manusia adalah sekitar 4.000-11.000 per mikroliter darah[^1^].\n- **Plasma darah**. Plasma darah adalah cairan bening dan encer yang merupakan medium bagi sel-sel darah untuk beredar di dalam tubuh[^1^]. Plasma darah terdiri dari sekitar 90 persen air dan 10 persen zat-zat lain, seperti garam, protein, hormon, glukosa, dan zat-zat sisa metabolisme[^2^]. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut zat-zat penting ke seluruh tubuh, mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan asam-basa, dan membantu pembekuan darah[^2^]. Plasma darah membentuk sekitar 55 persen dari volume darah secara keseluruhan[^2^].\n- **Trombosit**. Trombosit atau keping darah adalah fragmen sitoplasma yang berasal dari sel induk yang disebut megakariosit[^1^]. Trombosit berbentuk tidak beraturan dan tidak memiliki inti sel[^1^]. Trombosit berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dengan membentuk sumbatan atau bekuan pada tempat terjadinya luka atau robekan pada pembuluh darah[^2^]. Trombosit diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 6 hari[^2^]. Jumlah trombosit normal pada manusia adalah sekitar 150.000-400.000 per mikroliter darah[^1^].\n\n## Fungsi Darah\n\nDarah manusia memiliki berbagai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain:\n\n- **Mengangkut oksigen**. Darah berperan dalam mengangkut oksigen yang diambil dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh melalui sel darah merah yang mengandung hemoglobin[^2^]. Oksigen dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan respirasi seluler, yaitu proses penghasilan energi dari glukosa[^2^]. Darah juga mengangkut karbon dioksida yang merupakan produk sisa respirasi seluler dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dibuang[^2^].\n- **Mengedarkan sari makanan**. Darah berperan dalam mengedarkan sari makanan atau nutrisi yang diserap dari usus halus ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah[^2^]. Nutrisi yang diangkut oleh darah antara lain adalah glukosa, asam amino, asam lemak, garam mineral, dan vitamin[^2^]. Nutrisi dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan berbagai fungsi biokimia, seperti sintesis protein, enzim, hormon, dan asam nukleat[^2^].\n- **Mengedarkan hormon**. Darah berperan dalam mengedarkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah[^2^]. Hormon adalah zat kimia yang berfungsi sebagai pengatur aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh[^2^]. Hormon yang diangkut oleh darah antara lain adalah insulin, glukagon, adrenalin, kortisol, tiroid, estrogen, progesteron, dan testosteron[^2^].\n- **Menyerang bakteri dan kuman**. Darah berperan dalam menyerang bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi melalui sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh[^2^]. Sel darah putih dapat mengenali, menangkap, dan menghancurkan benda asing yang berbahaya bagi tubuh dengan cara fagositosis, produksi antibodi, atau pelepasan zat kimia[^2^].\n- **Menyembuhkan luka**. Darah berperan dalam menyembuhkan luka atau robekan pada pembuluh darah melalui trombosit yang merupakan bagian dari sistem pembekuan darah[^2^]. Trombosit dapat bergerak ke tempat terjadinya luka dan melepaskan zat kimia yang merangsang pembentukan fibrin, yaitu protein yang membentuk jaringan di atas luka[^2^]. Fibrin bersama dengan sel darah merah dan plasma membentuk bekuan darah yang\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Darah manusia adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi penting bagi kesehatan dan kehidupan. Darah terdiri dari berbagai komponen yang saling bekerja sama untuk membawa oksigen, nutrisi, hormon, dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh.<\/p>\n<p>Darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, pembekuan darah, pengaturan suhu tubuh, dan pembuangan zat-zat sisa metabolisme. Darah manusia memiliki beberapa jenis golongan yang berbeda-beda berdasarkan adanya antigen dan antibodi pada permukaan sel darah merah. Golongan darah ini penting untuk diketahui dalam hal transfusi darah atau kehamilan.<\/p>\n<p>Darah manusia juga dapat mengalami beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi normalnya, seperti anemia, hemofilia, kanker darah, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian, komponen, fungsi, dan kelainan darah manusia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Darah\"><\/span>Pengertian Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Darah adalah cairan berwarna merah, agak kental dan lengket yang mengalir di seluruh tubuh manusia dan berhubungan langsung dengan sel-sel dalam tubuh<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Tubuh manusia mengandung sekitar 4-5 liter darah yang menempati angka 8-10 persen dari total berat badan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Volume darah yang ada pada anak-anak dan orang dewasa relatif sama<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<p>Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Darah dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian padat dan bagian cair. Bagian padat dari darah mengandung berbagai sel-sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Bagian cair dari darah disebut plasma, yang terbentuk dari air, garam, protein, dan zat-zat lain<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Darah\"><\/span>Komponen Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Darah manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan trombosit<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Masing-masing komponen darah memiliki bentuk, struktur, dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keempat komponen darah tersebut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sel darah merah<\/strong>. Sel darah merah atau eritrosit adalah sel darah yang berbentuk bulat pipih dan tidak memiliki inti sel<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Sel darah merah memiliki warna merah karena mengandung hemoglobin, yaitu protein yang mengikat oksigen dan memberikannya ke seluruh tubuh<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 120 hari<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jumlah sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 4,5-5,5 juta per mikroliter darah<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Sel darah putih<\/strong>. Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang berbentuk bervariasi dan memiliki inti sel<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi, virus, bakteri, dan benda asing lainnya<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Sel darah putih dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang dan kelenjar getah bening dan dapat hidup kurang dari satu hari<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jumlah sel darah putih normal pada manusia adalah sekitar 4.000-11.000 per mikroliter darah<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Plasma darah<\/strong>. Plasma darah adalah cairan bening dan encer yang merupakan medium bagi sel-sel darah untuk beredar di dalam tubuh<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Plasma darah terdiri dari sekitar 90 persen air dan 10 persen zat-zat lain, seperti garam, protein, hormon, glukosa, dan zat-zat sisa metabolisme<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut zat-zat penting ke seluruh tubuh, mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan asam-basa, dan membantu pembekuan darah<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Plasma darah membentuk sekitar 55 persen dari volume darah secara keseluruhan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Trombosit<\/strong>. Trombosit atau keping darah adalah fragmen sitoplasma yang berasal dari sel induk yang disebut megakariosit<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Trombosit berbentuk tidak beraturan dan tidak memiliki inti sel<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Trombosit berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dengan membentuk sumbatan atau bekuan pada tempat terjadinya luka atau robekan pada pembuluh darah<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Trombosit diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 6 hari<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Jumlah trombosit normal pada manusia adalah sekitar 150.000-400.000 per mikroliter darah<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Darah\"><\/span>Fungsi Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Darah manusia memiliki berbagai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mengangkut oksigen<\/strong>. Darah berperan dalam mengangkut oksigen yang diambil dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh melalui sel darah merah yang mengandung hemoglobin<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Oksigen dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan respirasi seluler, yaitu proses penghasilan energi dari glukosa<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Darah juga mengangkut karbon dioksida yang merupakan produk sisa respirasi seluler dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dibuang<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Mengedarkan sari makanan<\/strong>. Darah berperan dalam mengedarkan sari makanan atau nutrisi yang diserap dari usus halus ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Nutrisi yang diangkut oleh darah antara lain adalah glukosa, asam amino, asam lemak, garam mineral, dan vitamin<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Nutrisi dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan berbagai fungsi biokimia, seperti sintesis protein, enzim, hormon, dan asam nukleat<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Mengedarkan hormon<\/strong>. Darah berperan dalam mengedarkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Hormon adalah zat kimia yang berfungsi sebagai pengatur aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Hormon yang diangkut oleh darah antara lain adalah insulin, glukagon, adrenalin, kortisol, tiroid, estrogen, progesteron, dan testosteron<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menyerang bakteri dan kuman<\/strong>. Darah berperan dalam menyerang bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi melalui sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Sel darah putih dapat mengenali, menangkap, dan menghancurkan benda asing yang berbahaya bagi tubuh dengan cara fagositosis, produksi antibodi, atau pelepasan zat kimia<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menyembuhkan luka<\/strong>. Darah berperan dalam menyembuhkan luka atau robekan pada pembuluh darah melalui trombosit yang merupakan bagian dari sistem pembekuan darah. Trombosit dapat bergerak ke tempat terjadinya luka dan melepaskan zat kimia yang merangsang pembentukan fibrin, yaitu protein yang membentuk jaringan di atas luka. Fibrin bersama dengan sel darah merah dan plasma membentuk bekuan darah yang menutup luka dan mencegah perdarahan lebih lanjut. Bekuan darah ini kemudian akan digantikan oleh jaringan baru yang membentuk parut.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<ul>\n<li><strong>Mengatur suhu tubuh<\/strong>. Darah berperan dalam mengatur suhu tubuh agar tetap stabil dan sesuai dengan kondisi lingkungan melalui plasma darah yang memiliki sifat termoregulasi. Plasma darah dapat menyerap panas yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Plasma darah juga dapat melepaskan panas ke lingkungan melalui kulit dan kelenjar keringat jika suhu tubuh terlalu tinggi.<\/li>\n<li><strong>Membuang zat sisa metabolisme<\/strong>. Darah berperan dalam membuang zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan atau berbahaya bagi tubuh melalui plasma darah yang mengandung berbagai zat larut. Zat sisa metabolisme yang diangkut oleh darah antara lain adalah urea, asam urat, amonia, bilirubin, dan karbon dioksida. Zat sisa metabolisme ini dibuang melalui organ-organ ekskresi, seperti ginjal, hati, paru-paru, dan kulit.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Golongan_Darah\"><\/span>Golongan Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Golongan darah adalah penggolongan darah manusia berdasarkan adanya antigen dan antibodi pada permukaan sel darah merah. Antigen adalah zat yang dapat memicu reaksi imun, sedangkan antibodi adalah protein yang dapat mengikat dan menetralisasi antigen. Antigen dan antibodi pada darah manusia dapat dibedakan menjadi dua sistem utama, yaitu sistem ABO dan sistem rhesus.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sistem ABO<\/strong>. Sistem ABO adalah sistem penggolongan darah berdasarkan adanya antigen A dan antigen B pada permukaan sel darah merah. Ada empat jenis golongan darah dalam sistem ABO, yaitu A, B, AB, dan O. Golongan darah A memiliki antigen A dan antibodi anti-B, golongan darah B memiliki antigen B dan antibodi anti-A, golongan darah AB memiliki antigen A dan B dan tidak memiliki antibodi, dan golongan darah O tidak memiliki antigen dan memiliki antibodi anti-A dan anti-B. Golongan darah O disebut sebagai donor universal, karena dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah lain. Golongan darah AB disebut sebagai resipien universal, karena dapat menerima darah dari semua golongan darah lain.<\/li>\n<li><strong>Sistem rhesus<\/strong>. Sistem rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan adanya antigen rhesus (Rh) pada permukaan sel darah merah. Ada dua jenis golongan darah dalam sistem rhesus, yaitu Rh positif dan Rh negatif. Golongan darah Rh positif memiliki antigen Rh, sedangkan golongan darah Rh negatif tidak memiliki antigen Rh. Golongan darah Rh negatif hanya dapat menerima darah dari golongan darah Rh negatif lain, sedangkan golongan darah Rh positif dapat menerima darah dari golongan darah Rh positif atau Rh negatif.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Golongan darah manusia dapat ditentukan dengan cara melakukan tes darah yang menguji reaksi antara sel darah merah dan serum yang mengandung antibodi. Jika terjadi penggumpalan atau aglutinasi, berarti ada kesesuaian antara antigen dan antibodi. Golongan darah manusia penting untuk diketahui dalam hal transfusi darah atau kehamilan, karena jika terjadi ketidaksesuaian antara golongan darah donor dan resipien, dapat terjadi reaksi imun yang berbahaya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelainan_Darah\"><\/span>Kelainan Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Darah manusia dapat mengalami beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi normalnya. Beberapa contoh kelainan atau penyakit darah yang umum terjadi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Anemia<\/strong>. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah menurun di bawah normal. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat, perdarahan, kerusakan sumsum tulang, atau penyakit genetik. Anemia dapat menyebabkan gejala seperti lemas, pucat, sesak napas, jantung berdebar, dan pusing.<\/li>\n<li><strong>Hemofilia<\/strong>. Hemofilia adalah kondisi di mana darah tidak dapat membeku dengan baik karena kekurangan faktor pembekuan darah. Hemofilia merupakan penyakit genetik yang diturunkan secara resesif dan lebih sering menyerang laki-laki. Hemofilia dapat menyebabkan gejala seperti perdarahan yang sulit berhenti, memar, bengkak, nyeri sendi, dan anemia.<\/li>\n<li><strong>Kanker darah<\/strong>. Kanker darah adalah kondisi di mana sel-sel darah abnormal berkembang biak secara tidak terkendali dan mengganggu fungsi sel-sel darah normal. Kanker darah dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu leukemia, limfoma, dan mieloma. Leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih, limfoma adalah kanker yang menyerang kelenjar getah bening, dan mieloma adalah kanker yang menyerang sel plasma. Kanker darah dapat menyebabkan gejala seperti demam, berkeringat, infeksi, perdarahan, anemia, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tulang, dan penurunan berat badan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Darah &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Darah.<br \/>\n(2) Darah: Pengertian, Komponen, Jenis Golongan, dan Fungsi &#8211; Gramedia.com. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/darah\/.<br \/>\n(3) 13 Fungsi Darah Bagi Tubuh Manusia Serta Kelainan pada Darah. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/fungsi-darah\/.<br \/>\n(4) Apa Fungsi Darah untuk Tubuh Manusia? &#8211; Halodoc. https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/apa-fungsi-darah-untuk-tubuh-manusia.<br \/>\n(5) Apa Saja Fungsi Komponen Darah &amp; Organ Pembuluh Darah pada Manusia?. https:\/\/tirto.id\/apa-saja-fungsi-komponen-darah-organ-pembuluh-darah-pada-manusia-gdsL.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Darah manusia adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi penting bagi kesehatan dan kehidupan. Darah terdiri dari berbagai komponen yang saling&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39939","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39939\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}