{"id":39941,"date":"2024-07-31T08:40:07","date_gmt":"2024-07-31T01:40:07","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=39941"},"modified":"2024-07-31T08:40:07","modified_gmt":"2024-07-31T01:40:07","slug":"sel-sel-darah-pengertian-fungsi-dan-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sel-darah-pengertian-fungsi-dan-jenisnya.html","title":{"rendered":"Sel-Sel Darah: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sel-darah-pengertian-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Sel_Darah_Merah_Eritrosit\" >Sel Darah Merah (Eritrosit)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sel-darah-pengertian-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Sel_Darah_Putih_Leukosit\" >Sel Darah Putih (Leukosit)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-sel-darah-pengertian-fungsi-dan-jenisnya.html\/#Trombosit_Keping_Darah\" >Trombosit (Keping Darah)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut ini adalah artikel yang saya buat sesuai dengan permintaan Anda:\n\n# Sel-Sel Darah: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya\n\nDarah adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi untuk mengangkut berbagai zat penting, seperti oksigen, nutrisi, hormon, dan zat sisa metabolisme. Darah juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, suhu, pH, dan sistem kekebalan tubuh. Darah terdiri dari empat komponen utama, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang sel-sel darah, yaitu sel yang berada di dalam plasma darah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.\n\n## Sel Darah Merah (Eritrosit)\n\n- **Sel darah merah** adalah sel yang berbentuk cakram dengan bagian tengah cekung dan tidak memiliki inti sel.\n- **Fungsi utama sel darah merah** adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.\n- **Sel darah merah mengandung hemoglobin**, yaitu protein yang memberi warna merah pada darah dan dapat berikatan dengan oksigen dan karbon dioksida.\n- **Jumlah sel darah merah** pada manusia berkisar antara 4,5-6 juta sel per mikroliter darah. Jumlah sel darah merah dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, ketinggian tempat tinggal, dan kondisi kesehatan.\n- **Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang** dan memiliki masa hidup sekitar 120 hari. Sel darah merah yang sudah tua atau rusak akan dihancurkan oleh limpa dan hati.\n\n## Sel Darah Putih (Leukosit)\n\n- **Sel darah putih** adalah sel yang berbentuk bulat dan memiliki inti sel. Sel darah putih terbagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.\n- **Fungsi utama sel darah putih** adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.\n- **Sel darah putih bekerja dengan cara menelan, menghancurkan, atau menghasilkan antibodi** terhadap mikroorganisme atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh.\n- **Jumlah sel darah putih** pada manusia berkisar antara 4.000-11.000 sel per mikroliter darah. Jumlah sel darah putih dapat meningkat atau menurun akibat infeksi, peradangan, alergi, stres, atau penyakit tertentu.\n- **Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang, limpa, kelenjar getah bening, dan jaringan limfoid** dan memiliki masa hidup yang bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa tahun.\n\n## Trombosit (Keping Darah)\n\n- **Trombosit** adalah sel yang berbentuk oval dan tidak memiliki inti sel. Trombosit merupakan fragmen dari sel induk yang disebut megakariosit yang terdapat di sumsum tulang.\n- **Fungsi utama trombosit** adalah untuk membantu proses pembekuan darah. Ketika terjadi luka atau pendarahan, trombosit akan berkumpul di tempat luka dan membentuk sumbatan sementara. Trombosit juga mengeluarkan zat kimia yang merangsang pembentukan fibrin, yaitu protein yang membentuk jaringan di atas luka dan menstabilkan sumbatan trombosit.\n- **Jumlah trombosit** pada manusia berkisar antara 150.000-450.000 sel per mikroliter darah. Jumlah trombosit dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti infeksi, peradangan, kehamilan, obat-obatan, atau penyakit tertentu.\n- **Trombosit diproduksi di sumsum tulang** dan memiliki masa hidup sekitar 8-10 hari. Trombosit yang sudah tua atau rusak akan dihancurkan oleh limpa dan hati.\n\nSumber: [Mengenal Sel Darah &amp; Fungsinya: Eritrosit, Leukosit Serta Trombosit](^1^), [Mengenal 4 Komponen Darah dan Fungsinya bagi Tubuh](^2^), [Sel darah - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas](^3^), [Darah: Pengertian, Komponen, Jenis Golongan, dan Fungsi](^4^)\"><\/p>\n<div id=\"entity-image-top\" class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Darah adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi untuk mengangkut berbagai zat penting, seperti oksigen, nutrisi, hormon, dan zat sisa metabolisme. Darah juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, suhu, pH, dan sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n<p>Darah terdiri dari empat komponen utama, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang sel-sel darah, yaitu sel yang berada di dalam plasma darah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sel_Darah_Merah_Eritrosit\"><\/span>Sel Darah Merah (Eritrosit)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Sel darah merah<\/strong> adalah sel yang berbentuk cakram dengan bagian tengah cekung dan tidak memiliki inti sel.<\/li>\n<li><strong>Fungsi utama sel darah merah<\/strong> adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.<\/li>\n<li><strong>Sel darah merah mengandung hemoglobin<\/strong>, yaitu protein yang memberi warna merah pada darah dan dapat berikatan dengan oksigen dan karbon dioksida.<\/li>\n<li><strong>Jumlah sel darah merah<\/strong> pada manusia berkisar antara 4,5-6 juta sel per mikroliter darah. Jumlah sel darah merah dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, ketinggian tempat tinggal, dan kondisi kesehatan.<\/li>\n<li><strong>Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang<\/strong> dan memiliki masa hidup sekitar 120 hari. Sel darah merah yang sudah tua atau rusak akan dihancurkan oleh limpa dan hati.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sel_Darah_Putih_Leukosit\"><\/span>Sel Darah Putih (Leukosit)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Sel darah putih<\/strong> adalah sel yang berbentuk bulat dan memiliki inti sel. Sel darah putih terbagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.<\/li>\n<li><strong>Fungsi utama sel darah putih<\/strong> adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.<\/li>\n<li><strong>Sel darah putih bekerja dengan cara menelan, menghancurkan, atau menghasilkan antibodi<\/strong> terhadap mikroorganisme atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh.<\/li>\n<li><strong>Jumlah sel darah putih<\/strong> pada manusia berkisar antara 4.000-11.000 sel per mikroliter darah. Jumlah sel darah putih dapat meningkat atau menurun akibat infeksi, peradangan, alergi, stres, atau penyakit tertentu.<\/li>\n<li><strong>Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang, limpa, kelenjar getah bening, dan jaringan limfoid<\/strong> dan memiliki masa hidup yang bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Trombosit_Keping_Darah\"><\/span>Trombosit (Keping Darah)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Trombosit<\/strong> adalah sel yang berbentuk oval dan tidak memiliki inti sel. Trombosit merupakan fragmen dari sel induk yang disebut megakariosit yang terdapat di sumsum tulang.<\/li>\n<li><strong>Fungsi utama trombosit<\/strong> adalah untuk membantu proses pembekuan darah. Ketika terjadi luka atau pendarahan, trombosit akan berkumpul di tempat luka dan membentuk sumbatan sementara. Trombosit juga mengeluarkan zat kimia yang merangsang pembentukan fibrin, yaitu protein yang membentuk jaringan di atas luka dan menstabilkan sumbatan trombosit.<\/li>\n<li><strong>Jumlah trombosit<\/strong> pada manusia berkisar antara 150.000-450.000 sel per mikroliter darah. Jumlah trombosit dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti infeksi, peradangan, kehamilan, obat-obatan, atau penyakit tertentu.<\/li>\n<li><strong>Trombosit diproduksi di sumsum tulang<\/strong> dan memiliki masa hidup sekitar 8-10 hari. Trombosit yang sudah tua atau rusak akan dihancurkan oleh limpa dan hati.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ad-container\">Sumber:<br \/>\n(1) Mengenal Sel Darah &amp; Fungsinya: Eritrosit, Leukosit Serta Trombosit. https:\/\/tirto.id\/mengenal-sel-darah-fungsinya-eritrosit-leukosit-serta-trombosit-gavj.<br \/>\n(2) Mengenal 4 Komponen Darah dan Fungsinya bagi Tubuh. https:\/\/www.alodokter.com\/mengenal-4-komponen-darah-dan-fungsinya-bagi-tubuh.<br \/>\n(3) Sel darah &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_darah.<br \/>\n(4) Darah: Pengertian, Komponen, Jenis Golongan, dan Fungsi &#8211; Gramedia.com. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/darah\/.<br \/>\n(5) Getty Images. https:\/\/www.gettyimages.com\/detail\/news-photo\/red-blood-cells-in-a-fibrinous-matrix-on-the-luminal-news-photo\/939184062.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Darah adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi untuk mengangkut berbagai zat penting, seperti oksigen,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2759],"tags":[],"class_list":["post-39941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}