{"id":40015,"date":"2024-08-01T10:45:42","date_gmt":"2024-08-01T03:45:42","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=40015"},"modified":"2024-08-01T10:45:42","modified_gmt":"2024-08-01T03:45:42","slug":"kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya.html","title":{"rendered":"Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya.html\/#Pengertian_Kata_Kerja_Mental\" >Pengertian Kata Kerja Mental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya.html\/#Ciri-Ciri_Kata_Kerja_Mental\" >Ciri-Ciri Kata Kerja Mental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya.html\/#Contoh_Kata_Kerja_Mental\" >Contoh Kata Kerja Mental<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut adalah artikel yang saya buat berdasarkan permintaan Anda:\n\n# Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya\n\nKata kerja atau verba adalah salah satu jenis kata yang berfungsi untuk menunjukkan suatu tindakan, proses, atau keadaan yang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat. Kata kerja dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan makna dan bentuknya, salah satunya adalah kata kerja mental.\n\n## Pengertian Kata Kerja Mental\n\nKata kerja mental adalah kata kerja yang menggambarkan reaksi, respons, atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan, kejadian, atau fenomena yang dialami. Kata kerja mental juga disebut sebagai kata kerja tingkah laku atau kata kerja behavioral, karena menunjukkan perilaku seseorang yang bersifat mental atau batiniah.\n\nKata kerja mental biasanya menerangkan tiga hal, yaitu:\n\n- **Persepsi**, yaitu kemampuan seseorang untuk menangkap informasi melalui indera, seperti melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh.\n- **Afeksi**, yaitu perasaan atau emosi seseorang terhadap sesuatu, seperti suka, benci, cinta, marah, sedih, dan bahagia.\n- **Kognisi**, yaitu proses berpikir atau pemahaman seseorang terhadap sesuatu, seperti mengerti, memahami, mengetahui, berpendapat, dan menyimpulkan.\n\nContoh kalimat yang menggunakan kata kerja mental adalah:\n\n- Rani **melihat** seekor kucing di halaman rumah. (persepsi)\n- Budi **suka** makan bakso. (afeksi)\n- Rina **mengerti** materi pelajaran yang diajarkan guru. (kognisi)\n\n## Ciri-Ciri Kata Kerja Mental\n\nKata kerja mental memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis kata kerja lainnya, yaitu:\n\n- Kata kerja mental tidak dapat berdiri sendiri sebagai predikat dalam sebuah kalimat, tetapi harus didukung oleh subjek dan objek atau pelengkap.\n- Kata kerja mental tidak dapat dilihat atau diamati secara fisik, tetapi hanya dapat dirasakan atau dipikirkan secara mental oleh subjek.\n- Kata kerja mental biasanya menggunakan bentuk frasa yang bersifat mengindikasikan, seperti &quot;merasa bahwa&quot;, &quot;berpikir tentang&quot;, &quot;menyadari bahwa&quot;, dan sebagainya.\n- Kata kerja mental dapat berubah bentuk menjadi kata benda abstrak dengan menambahkan akhiran -an, seperti &quot;pikiran&quot;, &quot;perasaan&quot;, &quot;pendapat&quot;, dan sebagainya.\n\n## Contoh Kata Kerja Mental\n\nBerikut adalah beberapa contoh kata kerja mental beserta contoh kalimatnya:\n\n- **Merasa**: memiliki sensasi atau kesan tertentu terhadap sesuatu.\n  - Saya **merasa** lapar setelah berolahraga.\n  - Dia **merasa** lega setelah menyelesaikan tugasnya.\n- **Melihat**: menggunakan mata untuk menangkap gambar atau cahaya.\n  - Ani **melihat** pemandangan indah di pantai.\n  - Kami **melihat** film horor di bioskop.\n- **Mendengar**: menggunakan telinga untuk menangkap suara atau bunyi.\n  - Andi **mendengar** suara dentuman keras dari luar.\n  - Mereka **mendengar** ceramah dari pakar motivasi.\n- **Mencium**: menggunakan hidung untuk menangkap bau atau aroma.\n  - Riko **mencium** bau masakan ibunya dari dapur.\n  - Tini **mencium** bunga mawar yang diberikan pacarnya.\n- **Menyentuh**: menggunakan kulit atau tangan untuk menangkap rabaan atau sentuhan.\n  - Rara **menyentuh** kain sutra yang halus.\n  - Bima **menyentuh** bola basket dengan jari-jarinya.\n- **Suka**: memiliki kecenderungan atau ketertarikan terhadap sesuatu.\n  - Rini **suka** membaca novel romantis.\n  - Adi **suka** bermain sepak bola.\n- **Benci**: memiliki keengganan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu.\n  - Rudi **benci** belajar matematika.\n  - Sari **benci** melihat ulat.\n- **Cinta**: memiliki perasaan sayang atau kasih terhadap seseorang atau sesuatu.\n  - Rama **cinta** Shinta.\n  - Nana **cinta** tanah airnya.\n- **Marah**: memiliki perasaan jengkel atau kesal terhadap seseorang atau sesuatu.\n  - Riko **marah** karena motornya dicuri.\n  - Tina **marah** karena adiknya mengganggu.\n- **Sedih**: memiliki perasaan murung atau kecewa terhadap seseorang atau sesuatu.\n  - Rina **sedih** karena gagal ujian.\n  - Budi **sedih** karena ditinggal ibunya.\n- **Bahagia**: memiliki perasaan gembira atau senang terhadap seseorang atau sesuatu.\n  - Ani **bahagia** karena lulus sekolah.\n  - Kami **bahagia** karena bisa berkumpul bersama keluarga.\n- **Mengerti**: memiliki pemahaman atau pengetahuan terhadap sesuatu.\n  - Andi **mengerti** materi yang diajarkan guru.\n  - Mereka **mengerti** maksud dari ucapan saya.\n- **Memahami**: memiliki kesadaran atau pengertian terhadap sesuatu.\n  - Rani **memahami** perasaan temannya.\n  - Dia **memahami** situasi yang sedang terjadi.\n- **Mengetahui**: memiliki informasi atau keterangan terhadap sesuatu.\n  - Rudi **mengetahui** alamat rumah Rara.\n  - Saya **mengetahui** berita itu dari televisi.\n- **Berpikir**: menggunakan otak untuk memproses atau menghasilkan ide, gagasan, atau pemecahan masalah.\n  - Riko **berpikir** keras untuk menjawab soal ujian.\n  - Tini **berpikir** positif tentang hidupnya.\n- **Berpandangan**: memiliki sudut pandang atau cara pandang terhadap sesuatu.\n  - Rini **berpandangan** bahwa setiap orang memiliki hak yang sama.\n  - Adi **berpandangan** bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan.\n- **Berpendapat**: memiliki opini atau sikap terhadap sesuatu.\n  - Andi **berpendapat** bahwa pemerintah harus menaikkan gaji guru.\n  - Mereka **berpendapat** bahwa rokok adalah penyebab kanker.\n- **Menyimpulkan**: membuat kesimpulan atau rangkuman dari suatu hal yang telah diketahui atau dipelajari.\n  - Rudi **menyimpulkan** hasil penelitiannya dalam sebuah laporan.\n  - Sari **menyimpulkan** bahwa Rama adalah orang yang baik.\n- **Menganalisis**: melakukan analisis atau penyelidikan terhadap sesuatu dengan cara memecah-mecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan sederhana.\n  - Rara **menganalisis** struktur teks cerpen yang dibacanya.\n  - Bima **menganalisis** data statistik yang diperolehnya.\n- **Mengingat**: memiliki ingatan atau kesan terhadap sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari.\n  - Rina **mengingat** nama-nama teman sekelasnya.\n  - Dia **mengingat** janji yang pernah dibuatnya.\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang kata kerja mental. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang bahasa Indonesia. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih. \ud83d\ude0a\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Kata kerja atau verba adalah salah satu jenis kata yang berfungsi untuk menunjukkan suatu tindakan, proses, atau keadaan yang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat. Kata kerja dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan makna dan bentuknya, salah satunya adalah kata kerja mental.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kata_Kerja_Mental\"><\/span>Pengertian Kata Kerja Mental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kata kerja mental adalah kata kerja yang menggambarkan reaksi, respons, atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan, kejadian, atau fenomena yang dialami. Kata kerja mental juga disebut sebagai kata kerja tingkah laku atau kata kerja behavioral, karena menunjukkan perilaku seseorang yang bersifat mental atau batiniah.<\/p>\n<p>Kata kerja mental biasanya menerangkan tiga hal, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Persepsi<\/strong>, yaitu kemampuan seseorang untuk menangkap informasi melalui indera, seperti melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh.<\/li>\n<li><strong>Afeksi<\/strong>, yaitu perasaan atau emosi seseorang terhadap sesuatu, seperti suka, benci, cinta, marah, sedih, dan bahagia.<\/li>\n<li><strong>Kognisi<\/strong>, yaitu proses berpikir atau pemahaman seseorang terhadap sesuatu, seperti mengerti, memahami, mengetahui, berpendapat, dan menyimpulkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh kalimat yang menggunakan kata kerja mental adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Rani <strong>melihat<\/strong> seekor kucing di halaman rumah. (persepsi)<\/li>\n<li>Budi <strong>suka<\/strong> makan bakso. (afeksi)<\/li>\n<li>Rina <strong>mengerti<\/strong> materi pelajaran yang diajarkan guru. (kognisi)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Kata_Kerja_Mental\"><\/span>Ciri-Ciri Kata Kerja Mental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kata kerja mental memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis kata kerja lainnya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kata kerja mental tidak dapat berdiri sendiri sebagai predikat dalam sebuah kalimat, tetapi harus didukung oleh subjek dan objek atau pelengkap.<\/li>\n<li>Kata kerja mental tidak dapat dilihat atau diamati secara fisik, tetapi hanya dapat dirasakan atau dipikirkan secara mental oleh subjek.<\/li>\n<li>Kata kerja mental biasanya menggunakan bentuk frasa yang bersifat mengindikasikan, seperti \u201cmerasa bahwa\u201d, \u201cberpikir tentang\u201d, \u201cmenyadari bahwa\u201d, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Kata kerja mental dapat berubah bentuk menjadi kata benda abstrak dengan menambahkan akhiran -an, seperti \u201cpikiran\u201d, \u201cperasaan\u201d, \u201cpendapat\u201d, dan sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kata_Kerja_Mental\"><\/span>Contoh Kata Kerja Mental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh kata kerja mental beserta contoh kalimatnya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Merasa<\/strong>: memiliki sensasi atau kesan tertentu terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Saya <strong>merasa<\/strong> lapar setelah berolahraga.<\/li>\n<li>Dia <strong>merasa<\/strong> lega setelah menyelesaikan tugasnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Melihat<\/strong>: menggunakan mata untuk menangkap gambar atau cahaya.\n<ul>\n<li>Ani <strong>melihat<\/strong> pemandangan indah di pantai.<\/li>\n<li>Kami <strong>melihat<\/strong> film horor di bioskop.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mendengar<\/strong>: menggunakan telinga untuk menangkap suara atau bunyi.\n<ul>\n<li>Andi <strong>mendengar<\/strong> suara dentuman keras dari luar.<\/li>\n<li>Mereka <strong>mendengar<\/strong> ceramah dari pakar motivasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mencium<\/strong>: menggunakan hidung untuk menangkap bau atau aroma.\n<ul>\n<li>Riko <strong>mencium<\/strong> bau masakan ibunya dari dapur.<\/li>\n<li>Tini <strong>mencium<\/strong> bunga mawar yang diberikan pacarnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Menyentuh<\/strong>: menggunakan kulit atau tangan untuk menangkap rabaan atau sentuhan.\n<ul>\n<li>Rara <strong>menyentuh<\/strong> kain sutra yang halus.<\/li>\n<li>Bima <strong>menyentuh<\/strong> bola basket dengan jari-jarinya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Suka<\/strong>: memiliki kecenderungan atau ketertarikan terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Rini <strong>suka<\/strong> membaca novel romantis.<\/li>\n<li>Adi <strong>suka<\/strong> bermain sepak bola.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Benci<\/strong>: memiliki keengganan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Rudi <strong>benci<\/strong> belajar matematika.<\/li>\n<li>Sari <strong>benci<\/strong> melihat ulat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Cinta<\/strong>: memiliki perasaan sayang atau kasih terhadap seseorang atau sesuatu.\n<ul>\n<li>Rama <strong>cinta<\/strong> Shinta.<\/li>\n<li>Nana <strong>cinta<\/strong> tanah airnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Marah<\/strong>: memiliki perasaan jengkel atau kesal terhadap seseorang atau sesuatu.\n<ul>\n<li>Riko <strong>marah<\/strong> karena motornya dicuri.<\/li>\n<li>Tina <strong>marah<\/strong> karena adiknya mengganggu.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Sedih<\/strong>: memiliki perasaan murung atau kecewa terhadap seseorang atau sesuatu.\n<ul>\n<li>Rina <strong>sedih<\/strong> karena gagal ujian.<\/li>\n<li>Budi <strong>sedih<\/strong> karena ditinggal ibunya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Bahagia<\/strong>: memiliki perasaan gembira atau senang terhadap seseorang atau sesuatu.\n<ul>\n<li>Ani <strong>bahagia<\/strong> karena lulus sekolah.<\/li>\n<li>Kami <strong>bahagia<\/strong> karena bisa berkumpul bersama keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mengerti<\/strong>: memiliki pemahaman atau pengetahuan terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Andi <strong>mengerti<\/strong> materi yang diajarkan guru.<\/li>\n<li>Mereka <strong>mengerti<\/strong> maksud dari ucapan saya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Memahami<\/strong>: memiliki kesadaran atau pengertian terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Rani <strong>memahami<\/strong> perasaan temannya.<\/li>\n<li>Dia <strong>memahami<\/strong> situasi yang sedang terjadi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mengetahui<\/strong>: memiliki informasi atau keterangan terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Rudi <strong>mengetahui<\/strong> alamat rumah Rara.<\/li>\n<li>Saya <strong>mengetahui<\/strong> berita itu dari televisi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Berpikir<\/strong>: menggunakan otak untuk memproses atau menghasilkan ide, gagasan, atau pemecahan masalah.\n<ul>\n<li>Riko <strong>berpikir<\/strong> keras untuk menjawab soal ujian.<\/li>\n<li>Tini <strong>berpikir<\/strong> positif tentang hidupnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Berpandangan<\/strong>: memiliki sudut pandang atau cara pandang terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Rini <strong>berpandangan<\/strong> bahwa setiap orang memiliki hak yang sama.<\/li>\n<li>Adi <strong>berpandangan<\/strong> bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Berpendapat<\/strong>: memiliki opini atau sikap terhadap sesuatu.\n<ul>\n<li>Andi <strong>berpendapat<\/strong> bahwa pemerintah harus menaikkan gaji guru.<\/li>\n<li>Mereka <strong>berpendapat<\/strong> bahwa rokok adalah penyebab kanker.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Menyimpulkan<\/strong>: membuat kesimpulan atau rangkuman dari suatu hal yang telah diketahui atau dipelajari.\n<ul>\n<li>Rudi <strong>menyimpulkan<\/strong> hasil penelitiannya dalam sebuah laporan.<\/li>\n<li>Sari <strong>menyimpulkan<\/strong> bahwa Rama adalah orang yang baik.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Menganalisis<\/strong>: melakukan analisis atau penyelidikan terhadap sesuatu dengan cara memecah-mecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan sederhana.\n<ul>\n<li>Rara <strong>menganalisis<\/strong> struktur teks cerpen yang dibacanya.<\/li>\n<li>Bima <strong>menganalisis<\/strong> data statistik yang diperolehnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mengingat<\/strong>: memiliki ingatan atau kesan terhadap sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari.\n<ul>\n<li>Rina <strong>mengingat<\/strong> nama-nama teman sekelasnya.<\/li>\n<li>Dia <strong>mengingat<\/strong> janji yang pernah dibuatnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/kata-kerja-mental\/.<br \/>\n(2) Apa itu Kata Kerja Mental? Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, dan &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5516728\/apa-itu-kata-kerja-mental-pahami-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya.<br \/>\n(3) Mengenal Kata Kerja Mental: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimat. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6783254\/mengenal-kata-kerja-mental-pengertian-fungsi-dan-contoh-kalimat.<br \/>\n(4) 25 Contoh Kata Kerja Mental dan Bedanya dengan Verba Material &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6704066\/25-contoh-kata-kerja-mental-dan-bedanya-dengan-verba-material.<br \/>\n(5) Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Kata Kerja Mental. https:\/\/katadata.co.id\/lifestyle\/tips-dan-trik\/6299cc13d677b\/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-kata-kerja-mental.<br \/>\n(6) Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya. https:\/\/kumparan.com\/kabar-harian\/kata-kerja-mental-pengertian-ciri-ciri-fungsi-dan-contohnya-22Z1eU7s9gE.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata kerja atau verba adalah salah satu jenis kata yang berfungsi untuk menunjukkan suatu tindakan, proses, atau keadaan yang dilakukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-40015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}