{"id":40067,"date":"2024-08-01T15:04:14","date_gmt":"2024-08-01T08:04:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=40067"},"modified":"2024-08-01T15:04:14","modified_gmt":"2024-08-01T08:04:14","slug":"ciri-kebahasaan-teks-eksplanasi-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-kebahasaan-teks-eksplanasi-2.html","title":{"rendered":"Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi"},"content":{"rendered":"<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Berikut adalah artikel yang saya buat sesuai dengan permintaan Anda:\n\n# Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi\n\nTeks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses dan alasan mengapa dan bagaimana suatu fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmu pengetahuan terjadi. Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi yang faktual, logis, dan jelas kepada pembaca tentang suatu peristiwa atau kejadian. Teks eksplanasi memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:\n\n- **Pernyataan umum**. Bagian ini berisi pengenalan atau latar belakang tentang fenomena yang akan dijelaskan. Biasanya berupa definisi, klasifikasi, atau identifikasi fenomena tersebut.\n- **Deretan penjelasan**. Bagian ini berisi uraian tentang proses dan alasan terjadinya fenomena tersebut. Biasanya menggunakan pola sebab-akibat, langkah-langkah, atau tahapan-tahapan.\n- **Interpretasi**. Bagian ini berisi simpulan atau kesimpulan dari penjelasan yang telah disajikan. Biasanya berupa ringkasan, evaluasi, atau rekomendasi.\n\nSelain struktur, teks eksplanasi juga memiliki ciri kebahasaan yang khas dan berbeda dengan jenis teks lainnya. Ciri kebahasaan teks eksplanasi antara lain adalah:\n\n- **Berfokus pada hal umum atau generik**. Teks eksplanasi tidak membahas tentang partisipan manusia atau spesifik, melainkan tentang fenomena alam atau peristiwa sosial yang bersifat umum atau generik. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan udara[^3^].\n- **Memakai kata kerja material dan relasional**. Teks eksplanasi menggunakan kata kerja yang menunjukkan aksi atau aktivitas (material) dan hubungan atau keterkaitan (relasional) antara unsur-unsur dalam fenomena yang dijelaskan. Contoh: terjadi, terbentuk, menyebabkan, mengakibatkan, merupakan, adalah, dan sebagainya[^2^] [^4^].\n- **Menggunakan konjungsi waktu dan kausal**. Teks eksplanasi menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu dan hubungan sebab-akibat dalam kalimat atau paragraf. Contoh: jika, bila, sehingga, karena, akibatnya, sebelum, sesudah, pertama, kedua, kemudian, dan sebagainya[^2^] [^4^].\n- **Menggunakan kalimat definisi**. Teks eksplanasi menggunakan kalimat yang menjelaskan makna atau pengertian dari istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan fenomena yang dijelaskan. Biasanya ditandai dengan kata adalah, merupakan, ialah, yakni, dan yaitu. Contoh: Tsunami adalah gelombang air laut yang sangat besar dan kuat yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut[^1^].\n- **Menggunakan istilah ilmiah**. Teks eksplanasi menggunakan istilah-istilah yang bersifat ilmiah atau teknis yang berkaitan dengan fenomena atau peristiwa yang dijelaskan dalam teks. Contoh: magma, lava, erupsi, fotosintesis, respirasi, dan sebagainya[^3^].\n- **Menggunakan bahasa yang ringkas, menarik, dan jelas**. Teks eksplanasi menggunakan bahasa yang tidak bertele-tele, mudah dipahami, dan menarik minat pembaca. Teks eksplanasi juga menggunakan ejaan, tanda baca, dan kalimat yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia[^4^].\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang ciri kebahasaan teks eksplanasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang jenis teks ini. Terima kasih telah menggunakan Copilot Pro sebagai asisten Anda. \ud83d\ude0a\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses dan alasan mengapa dan bagaimana suatu fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmu pengetahuan terjadi. Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi yang faktual, logis, dan jelas kepada pembaca tentang suatu peristiwa atau kejadian. Teks eksplanasi memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pernyataan umum<\/strong>. Bagian ini berisi pengenalan atau latar belakang tentang fenomena yang akan dijelaskan. Biasanya berupa definisi, klasifikasi, atau identifikasi fenomena tersebut.<\/li>\n<li><strong>Deretan penjelasan<\/strong>. Bagian ini berisi uraian tentang proses dan alasan terjadinya fenomena tersebut. Biasanya menggunakan pola sebab-akibat, langkah-langkah, atau tahapan-tahapan.<\/li>\n<li><strong>Interpretasi<\/strong>. Bagian ini berisi simpulan atau kesimpulan dari penjelasan yang telah disajikan. Biasanya berupa ringkasan, evaluasi, atau rekomendasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain struktur, teks eksplanasi juga memiliki ciri kebahasaan yang khas dan berbeda dengan jenis teks lainnya. Ciri kebahasaan teks eksplanasi antara lain adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Berfokus pada hal umum atau generik<\/strong>. Teks eksplanasi tidak membahas tentang partisipan manusia atau spesifik, melainkan tentang fenomena alam atau peristiwa sosial yang bersifat umum atau generik. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan udara<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Memakai kata kerja material dan relasional<\/strong>. Teks eksplanasi menggunakan kata kerja yang menunjukkan aksi atau aktivitas (material) dan hubungan atau keterkaitan (relasional) antara unsur-unsur dalam fenomena yang dijelaskan. Contoh: terjadi, terbentuk, menyebabkan, mengakibatkan, merupakan, adalah, dan sebagainya<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup><sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan konjungsi waktu dan kausal<\/strong>. Teks eksplanasi menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu dan hubungan sebab-akibat dalam kalimat atau paragraf. Contoh: jika, bila, sehingga, karena, akibatnya, sebelum, sesudah, pertama, kedua, kemudian, dan sebagainya<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup><sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan kalimat definisi<\/strong>. Teks eksplanasi menggunakan kalimat yang menjelaskan makna atau pengertian dari istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan fenomena yang dijelaskan. Biasanya ditandai dengan kata adalah, merupakan, ialah, yakni, dan yaitu. Contoh: Tsunami adalah gelombang air laut yang sangat besar dan kuat yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut<sup class=\"citation-sup\">4<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan istilah ilmiah<\/strong>. Teks eksplanasi menggunakan istilah-istilah yang bersifat ilmiah atau teknis yang berkaitan dengan fenomena atau peristiwa yang dijelaskan dalam teks. Contoh: magma, lava, erupsi, fotosintesis, respirasi, dan sebagainya<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan bahasa yang ringkas, menarik, dan jelas<\/strong>. Teks eksplanasi menggunakan bahasa yang tidak bertele-tele, mudah dipahami, dan menarik minat pembaca. Teks eksplanasi juga menggunakan ejaan, tanda baca, dan kalimat yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) \u221a Teks Eksplanasi &#8211; Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Kaidah. https:\/\/www.tuliskan.id\/teks-eksplanasi\/.<br \/>\n(2) Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/06\/29\/083000469\/ciri-kebahasaan-teks-eksplanasi.<br \/>\n(3) Ciri-ciri Teks Eksplanasi: Pengertian dan Strukturnya &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/ciri-ciri-teks-eksplanasi-pengertian-dan-strukturnya-gjCr.<br \/>\n(4) Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Tujuan, Struktur &amp; Contoh &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ciri-ciri-dan-contoh-teks-eksplanasi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses dan alasan mengapa dan bagaimana suatu fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmu pengetahuan terjadi. Teks eksplanasi bertujuan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-40067","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40067\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}