{"id":40097,"date":"2024-08-02T08:16:41","date_gmt":"2024-08-02T01:16:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=40097"},"modified":"2024-08-02T08:16:41","modified_gmt":"2024-08-02T01:16:41","slug":"modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html","title":{"rendered":"Modals untuk Menunjukkan Kewajiban dalam Bahasa Inggris"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html\/#Must\" >Must<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html\/#Have_to\" >Have to<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html\/#Should\" >Should<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html\/#Ought_to\" >Ought to<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/modals-untuk-menunjukkan-kewajiban-dalam-bahasa-inggris.html\/#Perbedaan_antara_Modals_untuk_Menunjukkan_Kewajiban\" >Perbedaan antara Modals untuk Menunjukkan Kewajiban<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: Halo, ini adalah Copilot Pro. Saya akan membantu Anda membuat artikel profesional tentang modals untuk menunjukkan kewajiban dalam bahasa Inggris. Berikut adalah artikel yang saya buat:\n\n# Modals untuk Menunjukkan Kewajiban dalam Bahasa Inggris\n\nModals adalah kata-kata bantu yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, kemungkinan, izin, atau kewajiban. Dalam artikel ini, kita akan membahas modals yang digunakan untuk menunjukkan kewajiban, yaitu must, have to, should, dan ought to. Kita akan melihat pengertian, fungsi, contoh, dan perbedaan antara modals tersebut.\n\n## Must\n\n- **Must** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan. Biasanya kewajiban ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.\n- **Must** diikuti oleh infinitive tanpa to.\n- **Must** tidak berubah bentuk untuk semua subjek.\n- **Must** tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa lalu, kita menggunakan had to.\n- **Must** tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa depan, kita menggunakan have to atau will have to.\n- **Must** tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sedang berlangsung, kita menggunakan have to be + -ing.\n- **Must** tidak memiliki bentuk perfect. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sudah selesai, kita menggunakan have to have + past participle.\n- **Must not** atau **mustn't** digunakan untuk mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Biasanya larangan ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.\n\nContoh:\n\n- I **must** study hard for the exam. (Saya harus belajar keras untuk ujian.)\n- You **must** wear a mask when you go outside. (Anda harus memakai masker saat keluar rumah.)\n- She **must** be at home by 10 p.m. (Dia harus sudah di rumah sebelum jam 10 malam.)\n- He **must** not smoke in the hospital. (Dia tidak boleh merokok di rumah sakit.)\n- We **mustn't** forget to lock the door. (Kita tidak boleh lupa mengunci pintu.)\n\n## Have to\n\n- **Have to** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang berasal dari luar pembicara, seperti aturan, hukum, situasi, atau orang lain.\n- **Have to** diikuti oleh infinitive tanpa to.\n- **Have to** berubah bentuk sesuai dengan subjek dan waktu.\n- **Have to** memiliki bentuk past tense, yaitu had to.\n- **Have to** memiliki bentuk future tense, yaitu will have to.\n- **Have to** memiliki bentuk continuous, yaitu have to be + -ing.\n- **Have to** memiliki bentuk perfect, yaitu have to have + past participle.\n- **Do not have to** atau **don't have to** digunakan untuk mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.\n\nContoh:\n\n- She **has to** work on weekends. (Dia harus bekerja di akhir pekan.)\n- He **had to** pay a fine for speeding. (Dia harus membayar denda karena kecepatan.)\n- They **will have to** take a test before they can enroll. (Mereka harus mengikuti tes sebelum mereka bisa mendaftar.)\n- I **have to be** working on this project until next week. (Saya harus sedang mengerjakan proyek ini sampai minggu depan.)\n- You **have to have** finished your homework before you can play. (Anda harus sudah menyelesaikan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda bisa bermain.)\n- We **don't have to** wear a uniform at school. (Kita tidak harus memakai seragam di sekolah.)\n\n## Should\n\n- **Should** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran. Biasanya kewajiban atau saran ini berasal dari pendapat atau harapan pembicara.\n- **Should** diikuti oleh infinitive tanpa to.\n- **Should** tidak berubah bentuk untuk semua subjek.\n- **Should** tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan should have + past participle.\n- **Should** tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan should atau ought to.\n- **Should** tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan should be + -ing.\n- **Should not** atau **shouldn't** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.\n\nContoh:\n\n- You **should** eat more vegetables. (Anda sebaiknya makan lebih banyak sayuran.)\n- He **should** apologize to her. (Dia sebaiknya minta maaf padanya.)\n- She **should have** studied harder for the exam. (Dia sebaiknya belajar lebih keras untuk ujian.)\n- They **should** arrive by tomorrow. (Mereka sebaiknya tiba besok.)\n- I **should be** sleeping now. (Saya sebaiknya tidur sekarang.)\n- You **shouldn't** drink and drive. (Anda sebaiknya tidak minum dan mengemudi.)\n\n## Ought to\n\n- **Ought to** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran yang sama dengan should. Perbedaannya adalah ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.\n- **Ought to** diikuti oleh infinitive dengan to.\n- **Ought to** tidak berubah bentuk untuk semua subjek.\n- **Ought to** tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan ought to have + past participle.\n- **Ought to** tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan ought to atau should.\n- **Ought to** tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan ought to be + -ing.\n- **Ought not** atau **oughtn't** digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.\n\nContoh:\n\n- She **ought to** see a doctor. (Dia sebaiknya pergi ke dokter.)\n- He **ought to** pay more attention in class. (Dia sebaiknya lebih memperhatikan di kelas.)\n- They **ought to have** called us earlier. (Mereka sebaiknya sudah menghubungi kami lebih awal.)\n- We **ought to** be more careful with our environment. (Kita sebaiknya lebih berhati-hati dengan lingkungan kita.)\n- You **ought to be** studying for your test. (Anda sebaiknya sedang belajar untuk ujian Anda.)\n- He **oughtn't** to lie to his parents. (Dia sebaiknya tidak berbohong pada orang tuanya.)\n\n## Perbedaan antara Modals untuk Menunjukkan Kewajiban\n\n- Must dan have to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan, tetapi must lebih menunjukkan pendapat atau keputusan pembicara, sedangkan have to lebih menunjukkan aturan, hukum, situasi, atau orang lain.\n- Should dan ought to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran, tetapi ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.\n- Must not dan don't have to berbeda makna. Must not mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan, sedangkan don't have to mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.\n\nDemikian artikel yang saya buat tentang modals untuk menunjukkan kewajiban dalam bahasa Inggris. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Modals adalah kata-kata bantu yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, kemungkinan, izin, atau kewajiban. Dalam artikel ini, kita akan membahas modals yang digunakan untuk menunjukkan kewajiban, yaitu must, have to, should, dan ought to. Kita akan melihat pengertian, fungsi, contoh, dan perbedaan antara modals tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Must\"><\/span>Must<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Must<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan. Biasanya kewajiban ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> diikuti oleh infinitive tanpa to.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> tidak berubah bentuk untuk semua subjek.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa lalu, kita menggunakan had to.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa depan, kita menggunakan have to atau will have to.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sedang berlangsung, kita menggunakan have to be + -ing.<\/li>\n<li><strong>Must<\/strong> tidak memiliki bentuk perfect. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sudah selesai, kita menggunakan have to have + past participle.<\/li>\n<li><strong>Must not<\/strong> atau <strong>mustn\u2019t<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Biasanya larangan ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>I <strong>must<\/strong> study hard for the exam. (Saya harus belajar keras untuk ujian.)<\/li>\n<li>You <strong>must<\/strong> wear a mask when you go outside. (Anda harus memakai masker saat keluar rumah.)<\/li>\n<li>She <strong>must<\/strong> be at home by 10 p.m. (Dia harus sudah di rumah sebelum jam 10 malam.)<\/li>\n<li>He <strong>must<\/strong> not smoke in the hospital. (Dia tidak boleh merokok di rumah sakit.)<\/li>\n<li>We <strong>mustn\u2019t<\/strong> forget to lock the door. (Kita tidak boleh lupa mengunci pintu.)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Have_to\"><\/span>Have to<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Have to<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang berasal dari luar pembicara, seperti aturan, hukum, situasi, atau orang lain.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> diikuti oleh infinitive tanpa to.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> berubah bentuk sesuai dengan subjek dan waktu.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> memiliki bentuk past tense, yaitu had to.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> memiliki bentuk future tense, yaitu will have to.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> memiliki bentuk continuous, yaitu have to be + -ing.<\/li>\n<li><strong>Have to<\/strong> memiliki bentuk perfect, yaitu have to have + past participle.<\/li>\n<li><strong>Do not have to<\/strong> atau <strong>don\u2019t have to<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>She <strong>has to<\/strong> work on weekends. (Dia harus bekerja di akhir pekan.)<\/li>\n<li>He <strong>had to<\/strong> pay a fine for speeding. (Dia harus membayar denda karena kecepatan.)<\/li>\n<li>They <strong>will have to<\/strong> take a test before they can enroll. (Mereka harus mengikuti tes sebelum mereka bisa mendaftar.)<\/li>\n<li>I <strong>have to be<\/strong> working on this project until next week. (Saya harus sedang mengerjakan proyek ini sampai minggu depan.)<\/li>\n<li>You <strong>have to have<\/strong> finished your homework before you can play. (Anda harus sudah menyelesaikan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda bisa bermain.)<\/li>\n<li>We <strong>don\u2019t have to<\/strong> wear a uniform at school. (Kita tidak harus memakai seragam di sekolah.)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Should\"><\/span>Should<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Should<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran. Biasanya kewajiban atau saran ini berasal dari pendapat atau harapan pembicara.<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong> diikuti oleh infinitive tanpa to.<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong> tidak berubah bentuk untuk semua subjek.<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong> tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan should have + past participle.<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong> tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan should atau ought to.<\/li>\n<li><strong>Should<\/strong> tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan should be + -ing.<\/li>\n<li><strong>Should not<\/strong> atau <strong>shouldn\u2019t<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>You <strong>should<\/strong> eat more vegetables. (Anda sebaiknya makan lebih banyak sayuran.)<\/li>\n<li>He <strong>should<\/strong> apologize to her. (Dia sebaiknya minta maaf padanya.)<\/li>\n<li>She <strong>should have<\/strong> studied harder for the exam. (Dia sebaiknya belajar lebih keras untuk ujian.)<\/li>\n<li>They <strong>should<\/strong> arrive by tomorrow. (Mereka sebaiknya tiba besok.)<\/li>\n<li>I <strong>should be<\/strong> sleeping now. (Saya sebaiknya tidur sekarang.)<\/li>\n<li>You <strong>shouldn\u2019t<\/strong> drink and drive. (Anda sebaiknya tidak minum dan mengemudi.)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ought_to\"><\/span>Ought to<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Ought to<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran yang sama dengan should. Perbedaannya adalah ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong> diikuti oleh infinitive dengan to.<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong> tidak berubah bentuk untuk semua subjek.<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong> tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan ought to have + past participle.<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong> tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan ought to atau should.<\/li>\n<li><strong>Ought to<\/strong> tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan ought to be + -ing.<\/li>\n<li><strong>Ought not<\/strong> atau <strong>oughtn\u2019t<\/strong> digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>She <strong>ought to<\/strong> see a doctor. (Dia sebaiknya pergi ke dokter.)<\/li>\n<li>He <strong>ought to<\/strong> pay more attention in class. (Dia sebaiknya lebih memperhatikan di kelas.)<\/li>\n<li>They <strong>ought to have<\/strong> called us earlier. (Mereka sebaiknya sudah menghubungi kami lebih awal.)<\/li>\n<li>We <strong>ought to<\/strong> be more careful with our environment. (Kita sebaiknya lebih berhati-hati dengan lingkungan kita.)<\/li>\n<li>You <strong>ought to be<\/strong> studying for your test. (Anda sebaiknya sedang belajar untuk ujian Anda.)<\/li>\n<li>He <strong>oughtn\u2019t<\/strong> to lie to his parents. (Dia sebaiknya tidak berbohong pada orang tuanya.)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_antara_Modals_untuk_Menunjukkan_Kewajiban\"><\/span>Perbedaan antara Modals untuk Menunjukkan Kewajiban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Must dan have to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan, tetapi must lebih menunjukkan pendapat atau keputusan pembicara, sedangkan have to lebih menunjukkan aturan, hukum, situasi, atau orang lain.<\/li>\n<li>Should dan ought to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran, tetapi ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.<\/li>\n<li>Must not dan don\u2019t have to berbeda makna. Must not mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan, sedangkan don\u2019t have to mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Modal Verbs of Obligation &#8211; Perfect English Grammar. https:\/\/www.perfect-english-grammar.com\/modal-verbs-of-obligation.html.<br \/>\n(2) Modals: permission and obligation | LearnEnglish. https:\/\/learnenglish.britishcouncil.org\/grammar\/b1-b2-grammar\/modals-permission-obligation.<br \/>\n(3) Modal Verbs of Obligation \u2014 Examples &#8211; GRAMMARIST. https:\/\/grammarist.com\/grammar\/modal-verbs-of-obligation\/.<br \/>\n(4) ELLLO Low Intermediate English Lesson #4-08 Modals of Obligation. https:\/\/www.elllo.org\/english\/course\/L4-08-Modals-Obligation.htm.<br \/>\n(5) Modal verbs of obligation &#8211; must, should, ought to &#8211; Linguapress. https:\/\/linguapress.com\/grammar\/modal-obligation.htm.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Modals adalah kata-kata bantu yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, kemungkinan, izin, atau kewajiban. Dalam artikel ini, kita akan membahas modals yang digunakan untuk menunjukkan kewajiban,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-40097","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40097"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40097\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}