{"id":40300,"date":"2024-08-09T09:52:17","date_gmt":"2024-08-09T02:52:17","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=40300"},"modified":"2024-08-09T09:52:17","modified_gmt":"2024-08-09T02:52:17","slug":"ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Ilmu Pengetahuan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Empiris\" >Empiris<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Teoritis\" >Teoritis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Kumulatif\" >Kumulatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Non-Etis\" >Non-Etis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Holistik\" >Holistik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Deskriptif_dan_Analitis\" >Deskriptif dan Analitis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Interdisipliner\" >Interdisipliner<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Dinamis\" >Dinamis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Fokus_pada_Interaksi_Sosial\" >Fokus pada Interaksi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan-sosial.html\/#Berbasis_Penelitian\" >Berbasis Penelitian<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan bidang akademis yang luas dan kompleks, yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, sejarah, dan geografi. IPS memainkan peran penting dalam memahami fenomena sosial dan interaksi manusia dalam masyarakat. Artikel ini akan mengeksplorasi ciri-ciri utama yang mendefinisikan IPS sebagai cabang ilmu pengetahuan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Empiris\"><\/span>Empiris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu ciri khas IPS adalah sifatnya yang empiris. Ini berarti bahwa IPS berfokus pada pengamatan dan pengumpulan data nyata dari masyarakat.\u00a0Penelitian dalam IPS tidak didasarkan pada spekulasi atau teori tanpa bukti, melainkan pada fakta yang dapat diamati dan diukur<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teoritis\"><\/span>Teoritis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS juga bersifat teoritis, yang mengacu pada pembentukan dan pengujian teori untuk menjelaskan fenomena sosial.\u00a0Teori-teori ini dibangun berdasarkan data empiris dan observasi konkret, serta kajian sistematis dari hasil pengamatan tersebut<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kumulatif\"><\/span>Kumulatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ilmu pengetahuan sosial bersifat kumulatif, artinya pengetahuan dalam bidang ini terus berkembang berdasarkan penelitian sebelumnya.\u00a0Setiap penemuan baru menambahkan pada teori yang ada atau bahkan bisa mengarah pada pengembangan teori baru<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Non-Etis\"><\/span>Non-Etis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS memandang fenomena sosial secara objektif, tanpa menilai apakah suatu fenomena itu baik atau buruk.\u00a0Pendekatan non-etis ini memungkinkan para ilmuwan sosial untuk menganalisis masalah sosial berdasarkan fakta, bukan berdasarkan nilai atau moral<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Holistik\"><\/span>Holistik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS memiliki pandangan holistik terhadap masyarakat, memandangnya sebagai suatu kesatuan yang utuh dan kompleks.\u00a0Ini berarti bahwa IPS mempertimbangkan semua aspek kehidupan sosial dan bagaimana aspek-aspek tersebut saling berinteraksi<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Deskriptif_dan_Analitis\"><\/span>Deskriptif dan Analitis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS bersifat deskriptif dalam menggambarkan fenomena sosial dan analitis dalam menganalisisnya.\u00a0Pendekatan ini memastikan bahwa penjelasan tentang masyarakat dan perilaku sosialnya didasarkan pada pengamatan yang objektif dan rasional<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Interdisipliner\"><\/span>Interdisipliner<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebagai bidang yang mencakup berbagai disiplin ilmu, IPS bersifat interdisipliner.\u00a0Ini berarti bahwa IPS sering menggabungkan metode dan teori dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang masyarakat<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamis\"><\/span>Dinamis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS adalah bidang yang dinamis, yang terus beradaptasi dengan perubahan sosial dan budaya.\u00a0Hal ini memungkinkan IPS untuk tetap relevan dan memberikan wawasan yang diperlukan untuk mengatasi masalah sosial kontemporer<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fokus_pada_Interaksi_Sosial\"><\/span>Fokus pada Interaksi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS memfokuskan pada interaksi sosial antar individu, kelompok, dan institusi.\u00a0Interaksi ini dapat bersifat kooperatif atau konflik, dan mempengaruhi struktur dan fungsi masyarakat<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berbasis_Penelitian\"><\/span>Berbasis Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>IPS sangat bergantung pada penelitian untuk memvalidasi teori dan konsepnya.\u00a0Metode penelitian yang digunakan sangat bervariasi, mulai dari kualitatif hingga kuantitatif, dan sering kali menggunakan pendekatan campuran untuk mendapatkan hasil yang paling akurat<sup class=\"citation-sup\">3<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Ilmu pengetahuan sosial adalah bidang yang vital dan beragam, yang memungkinkan kita untuk memahami kompleksitas interaksi manusia dan masyarakat. Ciri-ciri yang telah dijelaskan di atas membentuk fondasi dari IPS dan memandu penelitian serta aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat lebih menghargai pentingnya IPS dalam membentuk kebijakan, memahami perubahan sosial, dan mempromosikan kesejahteraan bersama.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 4+ Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan dan Contohnya [Lengkap]. https:\/\/www.haruspintar.com\/ciri-ciri-sosiologi\/.<br \/>\n(2) Sebutkanlah Ciri Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan. https:\/\/gooddoctor.id\/pendidikan\/sebutkanlah-ciri-ciri-sosiologi-sebagai-ilmu-pengetahuan\/.<br \/>\n(3) Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &amp; Objek Kajian. https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi.<br \/>\n(4) Pengertian Sosiologi, Ciri-ciri dan Hakikatnya &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/pengertian-sosiologi-ciri-ciri-dan-hakikatnya-gh6g.<br \/>\n(5) HAKIKAT IPS 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial &#8211; Kemdikbud. https:\/\/lmsspada.kemdikbud.go.id\/pluginfile.php\/549276\/mod_resource\/content\/1\/HAKIKAT%20IPS%20fix.pdf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan bidang akademis yang luas dan kompleks, yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi, ekonomi,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45264,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2758],"tags":[],"class_list":["post-40300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}