{"id":40331,"date":"2024-08-09T17:22:01","date_gmt":"2024-08-09T10:22:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=40331"},"modified":"2024-08-09T17:22:01","modified_gmt":"2024-08-09T10:22:01","slug":"asumsi-herbert-blumer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/asumsi-herbert-blumer.html","title":{"rendered":"Asumsi Herbert Blumer"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/asumsi-herbert-blumer.html\/#Makna_Sebagai_Dasar_Interaksi\" >Makna Sebagai Dasar Interaksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/asumsi-herbert-blumer.html\/#Proses_Interaksi_Sosial\" >Proses Interaksi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/asumsi-herbert-blumer.html\/#Peran_Individu_dalam_Masyarakat\" >Peran Individu dalam Masyarakat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Herbert Blumer, seorang sosiolog Amerika yang terkenal, mengembangkan pendekatan interaksionisme simbolik yang menekankan pada pentingnya makna dan interaksi dalam masyarakat. Asumsi-asumsi yang diajukan oleh Blumer menjadi dasar dalam memahami bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makna_Sebagai_Dasar_Interaksi\"><\/span>Makna Sebagai Dasar Interaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Makna<\/strong>\u00a0merupakan konsep kunci dalam teori Blumer. Dia berpendapat bahwa makna tidak inheren dalam objek, tetapi ditentukan melalui interaksi sosial. Individu menafsirkan simbol dan tanda dalam konteks sosial mereka dan memberikan makna pada objek, peristiwa, dan perilaku.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, Blumer menekankan bahwa makna bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan selalu dalam proses negosiasi dan reinterpretasi. Misalnya, apa yang dianggap sebagai tindakan sopan dalam satu budaya mungkin dianggap tidak sopan di budaya lain. Oleh karena itu, makna bersifat dinamis dan berubah-ubah tergantung pada konteks interaksi.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Blumer menunjukkan bahwa makna mempengaruhi cara individu bertindak. Tindakan sosial, menurut Blumer, adalah hasil dari proses interpretatif. Sebelum bertindak, individu mempertimbangkan makna dari berbagai pilihan tindakan dan memilih yang paling sesuai dengan situasi mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Interaksi_Sosial\"><\/span>Proses Interaksi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Interaksi sosial, menurut Blumer, adalah proses yang kompleks dan berlapis. Dia mengidentifikasi tiga tahapan dalam proses interaksi:\u00a0<strong>preparasi<\/strong>,\u00a0<strong>manipulasi<\/strong>, dan\u00a0<strong>eksekusi<\/strong>.<\/p>\n<p>Tahap\u00a0<strong>preparasi<\/strong>\u00a0adalah saat individu mempersiapkan diri untuk interaksi. Ini melibatkan pemahaman atas peran sosial dan ekspektasi yang ada. Misalnya, seorang guru mempersiapkan pelajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan dan latar belakang siswa-siswanya.<\/p>\n<p>Tahap\u00a0<strong>manipulasi<\/strong>\u00a0adalah saat individu menyesuaikan tindakan mereka berdasarkan tanggapan dari orang lain. Ini adalah proses negosiasi makna dan penyesuaian perilaku. Dalam contoh guru, dia mungkin mengubah pendekatan mengajarnya berdasarkan reaksi siswa.<\/p>\n<p>Tahap\u00a0<strong>eksekusi<\/strong>\u00a0adalah realisasi tindakan itu sendiri. Ini adalah manifestasi dari proses interpretatif dan negosiasi yang telah terjadi. Guru tersebut mengimplementasikan metode pengajaran yang telah disesuaikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Individu_dalam_Masyarakat\"><\/span>Peran Individu dalam Masyarakat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Blumer juga menekankan pada peran aktif individu dalam membentuk masyarakat. Dia berpendapat bahwa masyarakat bukanlah entitas yang monolitik, tetapi terdiri dari individu-individu yang berinteraksi.<\/p>\n<p>Individu, menurut Blumer, tidak hanya pasif menerima norma dan nilai sosial, tetapi juga aktif dalam menginterpretasikan dan kadang-kadang menantangnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat adalah produk dari interaksi yang terus-menerus dan bukan hanya sekumpulan aturan yang harus diikuti.<\/p>\n<p>Dengan demikian, Blumer melihat masyarakat sebagai arena di mana individu berpartisipasi dalam dialog sosial yang terus berubah. Setiap individu memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan mengubah struktur sosial melalui tindakan mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Herbert Blumer, seorang sosiolog Amerika yang terkenal, mengembangkan pendekatan interaksionisme simbolik yang menekankan pada pentingnya makna dan interaksi dalam masyarakat. Asumsi-asumsi yang diajukan oleh Blumer&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2758],"tags":[],"class_list":["post-40331","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40331\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}