{"id":41256,"date":"2024-11-02T22:54:48","date_gmt":"2024-11-02T15:54:48","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41256"},"modified":"2024-11-02T22:54:48","modified_gmt":"2024-11-02T15:54:48","slug":"sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html","title":{"rendered":"Sejarah dan Kehidupan Kerajaan Kalingga: Pusat Peradaban Hindu-Buddha di Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Letak_dan_Sumber_Sejarah_Kerajaan_Kalingga\" >Letak dan Sumber Sejarah Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Kehidupan_Politik_Kerajaan_Kalingga\" >Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Kehidupan_Sosial_dan_Budaya_Kerajaan_Kalingga\" >Kehidupan Sosial dan Budaya Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Kehidupan_Ekonomi_Kerajaan_Kalingga\" >Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Kehidupan_Agama_di_Kerajaan_Kalingga\" >Kehidupan Agama di Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Masa_Kejayaan_dan_Keruntuhan_Kerajaan_Kalingga\" >Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Peninggalan_Sejarah_Kerajaan_Kalingga\" >Peninggalan Sejarah Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sejarah-dan-kehidupan-kerajaan-kalingga-pusat-peradaban-hindu-buddha-di-jawa-tengah.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kerajaan Kalingga, juga dikenal sebagai Holing, adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Nusantara pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi. Kerajaan ini berlokasi di wilayah yang kini dikenal sebagai Jawa Tengah, dengan pusat pemerintahan yang diperkirakan berada antara Kabupaten Pekalongan dan Jepara. Meskipun informasi mengenai Kerajaan Kalingga tidak terlalu banyak, beberapa sumber sejarah memberikan gambaran tentang kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya kerajaan ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Letak_dan_Sumber_Sejarah_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Letak dan Sumber Sejarah Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Letak pasti Kerajaan Kalingga masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kerajaan ini terletak di pesisir utara Jawa Tengah, antara Pekalongan dan Jepara. Sumber sejarah mengenai Kerajaan Kalingga antara lain berasal dari catatan Tiongkok pada masa Dinasti Tang, seperti yang disebutkan dalam catatan I-Tsing, seorang pendeta Buddha yang mengunjungi Nusantara pada abad ke-7. Selain itu, naskah lokal seperti Carita Parahyangan juga memberikan informasi mengenai kerajaan ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kehidupan_Politik_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada abad ke-7, Kerajaan Kalingga dipimpin oleh seorang ratu bernama Shima. Ratu Shima dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan adil dalam menegakkan hukum. Ia menerapkan peraturan ketat terhadap kejujuran dan keadilan, sehingga masyarakat hidup dalam ketertiban dan keamanan. Salah satu kisah terkenal adalah ketika Ratu Shima menghukum putranya sendiri karena melanggar hukum, menunjukkan bahwa hukum berlaku tanpa pandang bulu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kehidupan_Sosial_dan_Budaya_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Kehidupan Sosial dan Budaya Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kehidupan sosial masyarakat Kalingga sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Ratu Shima yang menekankan kejujuran dan disiplin. Masyarakat hidup dalam harmoni dan saling menghormati. Budaya di Kerajaan Kalingga juga dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Buddha, yang tercermin dalam berbagai ritual dan tradisi keagamaan. Kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Buddha di Jawa, dengan adanya pendeta terkenal seperti Jnanabhadra yang berperan dalam penyebaran ajaran Buddha Hinayana.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kehidupan_Ekonomi_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perekonomian Kerajaan Kalingga bertumpu pada sektor pertanian dan perdagangan. Wilayahnya yang subur memungkinkan masyarakat untuk bercocok tanam, dengan padi sebagai hasil utama. Selain itu, letaknya yang strategis di pesisir utara Jawa menjadikan Kalingga sebagai pusat perdagangan yang ramai. Komoditas perdagangan meliputi kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah. Masyarakat Kalingga juga dikenal pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kehidupan_Agama_di_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Kehidupan Agama di Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerajaan Kalingga merupakan pusat pengajaran agama Buddha Hinayana di Jawa. Pendeta dari Tiongkok, seperti Hwi-ning, mengunjungi Kalingga untuk menerjemahkan teks-teks Buddha ke dalam bahasa Tionghoa dengan bantuan pendeta lokal seperti Jnanabhadra. Selain Buddha, agama Hindu juga dianut oleh sebagian masyarakat, menunjukkan toleransi beragama yang tinggi di kerajaan ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masa_Kejayaan_dan_Keruntuhan_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masa kejayaan Kerajaan Kalingga terjadi pada masa pemerintahan Ratu Shima, sekitar tahun 674 Masehi. Pada masa ini, Kalingga mencapai kemajuan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, militer, agama, dan perdagangan. Namun, setelah wafatnya Ratu Shima, kerajaan ini mulai mengalami kemunduran. Pada tahun 752 Masehi, Kerajaan Kalingga ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya, yang saat itu sedang memperluas pengaruhnya di Nusantara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peninggalan_Sejarah_Kerajaan_Kalingga\"><\/span>Peninggalan Sejarah Kerajaan Kalingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa peninggalan sejarah yang terkait dengan Kerajaan Kalingga antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Prasasti Tukmas: Ditemukan di lereng Gunung Merbabu, prasasti ini bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta, menyebutkan tentang mata air yang jernih dan disamakan dengan Sungai Gangga di India.<\/li>\n<li>Prasasti Sojomerto: Ditemukan di Desa Sojomerto, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno, berasal dari sekitar abad ke-7 Masehi, dan bersifat keagamaan Siwais.<\/li>\n<li>Candi Angin: Terletak di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, candi ini diperkirakan lebih tua dari Candi Borobudur dan menunjukkan pengaruh Hindu-Buddha di wilayah tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara yang memberikan kontribusi signifikan dalam penyebaran agama Buddha di Jawa. Kepemimpinan Ratu Shima yang tegas dan adil menciptakan masyarakat yang tertib dan makmur. Meskipun kerajaan ini akhirnya ditaklukkan oleh Sriwijaya, peninggalan sejarahnya tetap menjadi bukti kejayaan masa lalu dan memberikan wawasan berharga tentang kehidupan masyarakat pada masa itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Kalingga, juga dikenal sebagai Holing, adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Nusantara pada abad ke-6&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41256"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41256\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}