{"id":41285,"date":"2024-11-03T06:05:21","date_gmt":"2024-11-02T23:05:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41285"},"modified":"2024-11-03T06:10:14","modified_gmt":"2024-11-02T23:10:14","slug":"mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html","title":{"rendered":"Mengenal Ragam Baju Adat Lampung: Makna, Filosofi, dan Keunikan Pakaian Pepadun dan Saibatin"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Pakaian_Adat_Lampung_Saibatin\" >Pakaian Adat Lampung Saibatin<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Ciri_Khas_Pakaian_Adat_Saibatin\" >Ciri Khas Pakaian Adat Saibatin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Aksesoris_Pakaian_Adat_Saibatin\" >Aksesoris Pakaian Adat Saibatin<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Pakaian_Adat_Lampung_Pepadun\" >Pakaian Adat Lampung Pepadun<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Ciri_Khas_Pakaian_Adat_Pepadun\" >Ciri Khas Pakaian Adat Pepadun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Aksesoris_Pakaian_Adat_Pepadun\" >Aksesoris Pakaian Adat Pepadun<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Perbedaan_Utama_antara_Pakaian_Adat_Saibatin_dan_Pepadun\" >Perbedaan Utama antara Pakaian Adat Saibatin dan Pepadun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Makna_Filosofis_Pakaian_Adat_Lampung\" >Makna Filosofis Pakaian Adat Lampung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-ragam-baju-adat-lampung-makna-filosofi-dan-keunikan-pakaian-pepadun-dan-saibatin.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pakaian adat Lampung merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan makna dan filosofi. Provinsi Lampung memiliki dua kelompok masyarakat adat utama, yaitu Saibatin dan Pepadun, yang masing-masing memiliki ciri khas dalam busana tradisional mereka. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai jenis pakaian adat Lampung, lengkap dengan aksesoris dan maknanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pakaian_Adat_Lampung_Saibatin\"><\/span>Pakaian Adat Lampung Saibatin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masyarakat Saibatin mendiami wilayah pesisir Lampung, seperti Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Barat. Kata &#8220;Saibatin&#8221; berarti &#8220;satu batin&#8221; atau &#8220;satu junjungan&#8221;, mencerminkan sistem kepemimpinan tunggal dalam komunitas ini.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri_Khas_Pakaian_Adat_Saibatin\"><\/span>Ciri Khas Pakaian Adat Saibatin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Warna Dominan: Pakaian adat Saibatin didominasi oleh warna merah menyala, melambangkan keberanian dan keagungan.<\/li>\n<li>Siger: Mahkota yang dikenakan oleh wanita disebut Siger, dengan tujuh lekukan yang melambangkan tujuh tingkat kepemimpinan dalam masyarakat Saibatin, yaitu sultan, raja jukuan atau depati, radin, batin, minak, mas, dan kimas.<\/li>\n<li>Kopiah: Pria mengenakan kopiah yang terbuat dari kain tenun dengan bentuk meruncing ke atas menyerupai tanduk, dikenal sebagai ketupang runcing.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aksesoris_Pakaian_Adat_Saibatin\"><\/span>Aksesoris Pakaian Adat Saibatin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Kalung Papan Jajar: Terdiri dari tiga lempengan perahu kecil yang disusun berbeda-beda, melambangkan perjalanan kehidupan baru yang akan diteruskan oleh keturunan.<\/li>\n<li>Kalung Buah Jukum: Gantungan miniatur buah jukum, sebagai doa agar cepat mendapatkan keturunan.<\/li>\n<li>Selempang Pinang: Kalung panjang dengan gantungan berbentuk bunga atau buah-buahan, biasanya dipadukan dengan kalung lainnya.<\/li>\n<li>Ikat Pinggang (Bulu Serti): Berwarna kuning dan dilengkapi dengan keris bernama terapang, salah satu senjata tradisional Lampung.<\/li>\n<li>Gelang Burung: Gelang dengan hiasan burung garuda terbang, melambangkan kehidupan pernikahan yang panjang dan kekerabatan yang terjalin setelah menikah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pakaian_Adat_Lampung_Pepadun\"><\/span>Pakaian Adat Lampung Pepadun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masyarakat Pepadun mendiami daerah pedalaman atau dataran tinggi Lampung, seperti Kotabumi, Tulang Bawang, Way Kanan, dan Way Seputih. Nama &#8220;Pepadun&#8221; berasal dari kata &#8220;pappadon&#8221; yang berarti &#8220;bangku&#8221; atau &#8220;tahta&#8221;, mencerminkan sistem kepemimpinan yang demokratis dalam komunitas ini.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri_Khas_Pakaian_Adat_Pepadun\"><\/span>Ciri Khas Pakaian Adat Pepadun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Warna Dominan: Pakaian adat Pepadun didominasi oleh warna putih, melambangkan kesucian dan kemurnian.<\/li>\n<li>Siger: Mahkota yang dikenakan oleh wanita memiliki sembilan lekukan, melambangkan sembilan marga atau Abung Siwo Megou.<\/li>\n<li>Kopiah Emas Beruji: Pria mengenakan kopiah emas dengan hiasan memanjang ke atas, keseluruhannya berwarna emas.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aksesoris_Pakaian_Adat_Pepadun\"><\/span>Aksesoris Pakaian Adat Pepadun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Kalung Buah Jukum: Sama seperti pada Saibatin, melambangkan doa agar cepat mendapatkan keturunan.<\/li>\n<li>Kalung Papan Jajar: Melambangkan perjalanan kehidupan baru yang akan diteruskan oleh keturunan.<\/li>\n<li>Selempang Pinang: Kalung panjang dengan gantungan berbentuk bunga atau buah-buahan.<\/li>\n<li>Ikat Pinggang (Bulu Serti): Berwarna kuning dan dilengkapi dengan keris bernama terapang.<\/li>\n<li>Gelang Burung: Melambangkan kehidupan pernikahan yang panjang dan kekerabatan yang terjalin setelah menikah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Utama_antara_Pakaian_Adat_Saibatin_dan_Pepadun\"><\/span>Perbedaan Utama antara Pakaian Adat Saibatin dan Pepadun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Warna: Saibatin didominasi warna merah, sementara Pepadun didominasi warna putih.<\/li>\n<li>Jumlah Lekukan Siger: Saibatin memiliki tujuh lekukan, sedangkan Pepadun memiliki sembilan lekukan.<\/li>\n<li>Hiasan Kepala Pria: Pria Saibatin mengenakan kopiah berbentuk ketupang runcing, sementara pria Pepadun mengenakan kopiah emas beruji.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makna_Filosofis_Pakaian_Adat_Lampung\"><\/span>Makna Filosofis Pakaian Adat Lampung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setiap elemen dalam pakaian adat Lampung memiliki makna filosofis yang mendalam. Warna merah pada Saibatin melambangkan keberanian dan keagungan, sementara warna putih pada Pepadun melambangkan kesucian dan kemurnian. Jumlah lekukan pada Siger mencerminkan struktur sosial dan tingkat kepemimpinan dalam masyarakat. Aksesoris seperti kalung dan gelang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai simbol harapan dan doa bagi pemakainya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pakaian adat Lampung, baik Saibatin maupun Pepadun, merupakan cerminan kekayaan budaya dan filosofi masyarakat Lampung. Setiap elemen dalam busana ini memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai dan struktur sosial komunitasnya. Memahami dan melestarikan pakaian adat ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang berharga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pakaian adat Lampung merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan makna dan filosofi. Provinsi Lampung memiliki dua kelompok&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-41285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}