{"id":41292,"date":"2024-11-03T07:29:01","date_gmt":"2024-11-03T00:29:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41292"},"modified":"2024-11-03T07:29:01","modified_gmt":"2024-11-03T00:29:01","slug":"pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html","title":{"rendered":"Pembagian Kerajaan Medang Kamulan: Alasan dan Dampaknya dalam Sejarah Jawa"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Latar_Belakang_Pembagian_Kerajaan\" >Latar Belakang Pembagian Kerajaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Situasi_Politik_dan_Dinasti\" >Situasi Politik dan Dinasti<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Masalah_Suksesi\" >Masalah Suksesi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Alasan_Pembagian_Kerajaan\" >Alasan Pembagian Kerajaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Menghindari_Perang_Saudara\" >Menghindari Perang Saudara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Pembagian_Wilayah\" >Pembagian Wilayah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Dampak_Pembagian_Kerajaan\" >Dampak Pembagian Kerajaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Konflik_Berkepanjangan\" >Konflik Berkepanjangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Pengaruh_Terhadap_Sejarah_Jawa\" >Pengaruh Terhadap Sejarah Jawa<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pembagian-kerajaan-medang-kamulan-alasan-dan-dampaknya-dalam-sejarah-jawa.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kerajaan Medang Kamulan, yang juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara. Pada masa pemerintahan Raja Airlangga, kerajaan ini mengalami pembagian menjadi dua bagian, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu (Kediri). Pembagian ini memiliki latar belakang yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap perkembangan politik di Jawa pada masa itu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Pembagian_Kerajaan\"><\/span>Latar Belakang Pembagian Kerajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Situasi_Politik_dan_Dinasti\"><\/span>Situasi Politik dan Dinasti<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno akibat serangan dari Kerajaan Sriwijaya dan sekutunya, Raja Airlangga berhasil memulihkan kekuasaan di Jawa Timur dan mendirikan kembali kerajaan dengan nama Medang Kamulan. Selama masa pemerintahannya, Airlangga berhasil membawa stabilitas dan kemakmuran bagi kerajaannya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masalah_Suksesi\"><\/span>Masalah Suksesi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menjelang akhir masa pemerintahannya, Raja Airlangga menghadapi dilema terkait suksesi. Putri mahkotanya, Sanggramawijaya Tunggadewi, memilih untuk menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giriputri, sehingga tidak dapat meneruskan tahta. Hal ini menimbulkan potensi konflik antara dua putra Airlangga dari selirnya, yaitu Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya, yang sama-sama memiliki klaim atas tahta.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alasan_Pembagian_Kerajaan\"><\/span>Alasan Pembagian Kerajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghindari_Perang_Saudara\"><\/span>Menghindari Perang Saudara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk mencegah terjadinya perang saudara antara kedua putranya, Raja Airlangga memutuskan untuk membagi kerajaannya menjadi dua bagian. Langkah ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembagian_Wilayah\"><\/span>Pembagian Wilayah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 1045 M, Airlangga membagi Kerajaan Medang Kamulan menjadi dua:<\/p>\n<ul>\n<li>Kerajaan Jenggala: Diberikan kepada Mapanji Garasakan, dengan ibu kota di Kahuripan. Wilayahnya meliputi bagian timur, termasuk Surabaya hingga Pasuruan.<\/li>\n<li>Kerajaan Panjalu (Kediri): Diberikan kepada Sri Samarawijaya, dengan ibu kota di Daha. Wilayahnya meliputi bagian barat, termasuk Kediri hingga Madiun.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Pembagian_Kerajaan\"><\/span>Dampak Pembagian Kerajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Berkepanjangan\"><\/span>Konflik Berkepanjangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun pembagian ini bertujuan untuk menghindari konflik, persaingan antara Jenggala dan Panjalu tetap terjadi. Kedua kerajaan sering terlibat dalam peperangan untuk memperebutkan dominasi di Jawa Timur. Perang saudara ini berlangsung hingga akhirnya Kerajaan Kediri berhasil menaklukkan Jenggala pada masa pemerintahan Raja Jayabaya (1135-1159 M).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Terhadap_Sejarah_Jawa\"><\/span>Pengaruh Terhadap Sejarah Jawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pembagian Kerajaan Medang Kamulan menjadi Jenggala dan Panjalu memiliki dampak jangka panjang terhadap sejarah politik di Jawa. Kedua kerajaan tersebut menjadi cikal bakal bagi munculnya kerajaan-kerajaan besar lainnya, seperti Singhasari dan Majapahit, yang memainkan peran penting dalam sejarah Nusantara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembagian Kerajaan Medang Kamulan oleh Raja Airlangga merupakan upaya strategis untuk mencegah konflik internal dan menjaga stabilitas kerajaan. Namun, meskipun niatnya baik, pembagian ini justru memicu persaingan antara Jenggala dan Panjalu, yang berdampak pada dinamika politik di Jawa selama beberapa dekade berikutnya. Kisah ini menunjukkan kompleksitas dalam pengelolaan suksesi dan dampaknya terhadap sejarah suatu wilayah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Medang Kamulan, yang juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara. Pada masa pemerintahan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}