{"id":41304,"date":"2024-11-03T07:44:43","date_gmt":"2024-11-03T00:44:43","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41304"},"modified":"2024-11-03T07:44:43","modified_gmt":"2024-11-03T00:44:43","slug":"raja-raja-terkenal-kerajaan-sriwijaya-dapunta-hyang-hingga-balaputradewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/raja-raja-terkenal-kerajaan-sriwijaya-dapunta-hyang-hingga-balaputradewa.html","title":{"rendered":"Raja-Raja Terkenal Kerajaan Sriwijaya: Dapunta Hyang hingga Balaputradewa"},"content":{"rendered":"<p>Kerajaan Sriwijaya, yang berdiri pada abad ke-7 Masehi, merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Selama masa kejayaannya, Sriwijaya dipimpin oleh beberapa raja yang berperan penting dalam perkembangan dan ekspansi kerajaan ini. Berikut adalah beberapa raja terkenal dari Kerajaan Sriwijaya:<\/p>\n<p><strong>1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa<\/strong><\/p>\n<p>Dapunta Hyang Sri Jayanasa dianggap sebagai pendiri dan raja pertama Kerajaan Sriwijaya. Informasi mengenai dirinya diperoleh dari Prasasti Kedukan Bukit (683 M) dan Prasasti Talang Tuo (684 M). Dalam Prasasti Kedukan Bukit, disebutkan bahwa Dapunta Hyang memimpin ekspedisi militer dengan 20.000 tentara dari Minanga Tamwan, yang berhasil menaklukkan beberapa wilayah strategis, termasuk Palembang, Jambi, dan Bengkulu. Ekspedisi ini menandai awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya sebagai kekuatan maritim yang dominan di Asia Tenggara.<\/p>\n<p><strong>2. Balaputradewa<\/strong><\/p>\n<p>Balaputradewa adalah salah satu raja paling terkenal dalam sejarah Sriwijaya. Ia merupakan putra dari Samaratungga, Raja Mataram Kuno dari Dinasti Syailendra, dan Dewi Tara, putri dari Dharmasetu, Raja Sriwijaya sebelumnya. Setelah terjadi konflik suksesi di Mataram, Balaputradewa melarikan diri ke Sumatera dan kemudian naik takhta sebagai Raja Sriwijaya pada abad ke-9 Masehi. Di bawah kepemimpinannya, Sriwijaya mencapai puncak kejayaan dengan menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan memperluas pengaruhnya hingga ke Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Jawa. Balaputradewa juga dikenal sebagai pelindung agama Buddha dan mendirikan biara di Nalanda, India, untuk para pelajar dari Sriwijaya.<\/p>\n<p><strong>3. Sri Indrawarman<\/strong><\/p>\n<p>Sri Indrawarman adalah raja Sriwijaya yang memerintah sekitar tahun 702 Masehi. Ia dikenal melalui catatan Tiongkok yang menyebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, Sriwijaya mengirimkan utusan ke Tiongkok untuk menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan. Hal ini menunjukkan peran aktif Sriwijaya dalam jaringan perdagangan internasional pada masa itu.<\/p>\n<p><strong>4. Samaratungga<\/strong><\/p>\n<p>Samaratungga adalah raja dari Dinasti Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah pada abad ke-9 Masehi. Meskipun lebih dikenal sebagai Raja Mataram Kuno, ia memiliki hubungan erat dengan Sriwijaya melalui pernikahannya dengan Dewi Tara, putri Raja Sriwijaya. Samaratungga dikenal sebagai raja yang membangun Candi Borobudur, salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.<\/p>\n<p><strong>5. Sangramadhananjaya<\/strong><\/p>\n<p>Sangramadhananjaya adalah raja Sriwijaya yang memerintah sekitar tahun 775 Masehi. Informasi mengenai dirinya diperoleh dari Prasasti Ligor di Semenanjung Malaya, yang menyebutkan bahwa ia memerintah dengan gelar &#8220;Raja di Gunung Sriwijaya&#8221; dan berhasil memperluas pengaruh Sriwijaya di wilayah tersebut.<\/p>\n<p><strong>6. Sri Cudamani Warmadewa<\/strong><\/p>\n<p>Sri Cudamani Warmadewa adalah raja Sriwijaya yang memerintah sekitar akhir abad ke-10 Masehi. Ia dikenal melalui Prasasti Leiden yang ditemukan di India, yang menyebutkan bahwa ia mengirimkan utusan ke Tiongkok pada tahun 988 Masehi. Hal ini menunjukkan bahwa Sriwijaya tetap aktif dalam diplomasi dan perdagangan internasional pada masa pemerintahannya.<\/p>\n<p><strong>7. Sangrama Vijayottunggawarman<\/strong><\/p>\n<p>Sangrama Vijayottunggawarman adalah raja Sriwijaya yang memerintah pada awal abad ke-11 Masehi. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya mengalami serangan besar dari Kerajaan Chola di India Selatan pada tahun 1025 Masehi. Serangan ini menyebabkan penurunan kekuatan Sriwijaya, meskipun kerajaan ini masih bertahan beberapa waktu setelahnya.<\/p>\n<p>Para raja tersebut memainkan peran penting dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya, baik dalam ekspansi wilayah, pengembangan perdagangan, maupun penyebaran agama dan budaya. Kepemimpinan mereka menjadikan Sriwijaya sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar dan paling berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Sriwijaya, yang berdiri pada abad ke-7 Masehi, merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Selama masa kejayaannya, Sriwijaya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41304\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}