{"id":41373,"date":"2024-11-04T10:05:30","date_gmt":"2024-11-04T03:05:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41373"},"modified":"2024-12-27T14:23:09","modified_gmt":"2024-12-27T07:23:09","slug":"penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html","title":{"rendered":"Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit: Faktor Internal dan Eksternal yang Berperan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#1_Meninggalnya_Gajah_Mada_dan_Hayam_Wuruk\" >1. Meninggalnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#2_Perang_Paregreg\" >2. Perang Paregreg<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#3_Meningkatnya_Pengaruh_Islam_dan_Berdirinya_Kesultanan_Demak\" >3. Meningkatnya Pengaruh Islam dan Berdirinya Kesultanan Demak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#4_Serangan_dari_Kesultanan_Demak\" >4. Serangan dari Kesultanan Demak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#5_Melemahnya_Ekonomi_dan_Hilangnya_Wilayah_Taklukan\" >5. Melemahnya Ekonomi dan Hilangnya Wilayah Taklukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#6_Tidak_Adanya_Penerus_yang_Cakap\" >6. Tidak Adanya Penerus yang Cakap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#7_Pengaruh_Eksternal_dan_Perubahan_Jalur_Perdagangan\" >7. Pengaruh Eksternal dan Perubahan Jalur Perdagangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-faktor-internal-dan-eksternal-yang-berperan.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada akhir abad ke-13, dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Pada puncak kejayaannya, Majapahit berhasil menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Namun, seiring berjalannya waktu, kerajaan ini mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit? Berikut penjelasan mendalam mengenai penyebab-penyebab tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Meninggalnya_Gajah_Mada_dan_Hayam_Wuruk\"><\/span>1. Meninggalnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gajah Mada, sebagai Mahapatih Majapahit, berperan penting dalam ekspansi dan stabilitas kerajaan melalui Sumpah Palapa yang terkenal. Setelah kematiannya pada tahun 1364, posisi Mahapatih digantikan oleh Gajah Enggon, yang dianggap kurang cakap dalam menjalankan pemerintahan, sehingga mengakibatkan kemerosotan kerajaan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Raja Hayam Wuruk, yang memimpin Majapahit pada masa kejayaannya, meninggal pada tahun 1389. Kematian Hayam Wuruk menimbulkan kekosongan kepemimpinan yang efektif, memicu konflik internal dan perebutan kekuasaan di kalangan bangsawan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perang_Paregreg\"><\/span>2. Perang Paregreg<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah wafatnya Hayam Wuruk, terjadi perebutan takhta antara menantunya, Wikramawardhana, dan putra dari selir Hayam Wuruk, Bhre Wirabhumi. Konflik ini memuncak dalam Perang Paregreg yang berlangsung antara tahun 1404 hingga 1406. Perang saudara ini melemahkan stabilitas politik dan ekonomi Majapahit, serta menguras sumber daya kerajaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Meningkatnya_Pengaruh_Islam_dan_Berdirinya_Kesultanan_Demak\"><\/span>3. Meningkatnya Pengaruh Islam dan Berdirinya Kesultanan Demak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada awal abad ke-15, Islam mulai menyebar di wilayah Nusantara, terutama di pesisir utara Jawa. Berdirinya Kesultanan Demak, yang dipimpin oleh Raden Patah, menandai munculnya kekuatan baru yang menantang dominasi Majapahit. Kesultanan Demak berhasil menguasai wilayah-wilayah penting yang sebelumnya berada di bawah kendali Majapahit, seperti Jambi dan Palembang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Serangan_dari_Kesultanan_Demak\"><\/span>4. Serangan dari Kesultanan Demak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik antara Majapahit dan Demak mencapai puncaknya ketika Kesultanan Demak menyerang ibu kota Majapahit pada tahun 1527. Serangan ini berhasil menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Majapahit, menandai berakhirnya era kerajaan Hindu-Buddha di Jawa dan awal dominasi kerajaan-kerajaan Islam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Melemahnya_Ekonomi_dan_Hilangnya_Wilayah_Taklukan\"><\/span>5. Melemahnya Ekonomi dan Hilangnya Wilayah Taklukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perang Paregreg dan konflik internal lainnya menyebabkan melemahnya kontrol Majapahit atas wilayah-wilayah taklukannya. Banyak daerah mulai melepaskan diri, dan kerajaan kehilangan sumber daya serta pendapatan yang vital. Selain itu, munculnya pusat-pusat perdagangan baru seperti Kesultanan Malaka mengurangi dominasi ekonomi Majapahit di kawasan tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Tidak_Adanya_Penerus_yang_Cakap\"><\/span>6. Tidak Adanya Penerus yang Cakap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah kematian Hayam Wuruk, tidak ada penerus yang memiliki kemampuan dan kharisma yang setara untuk memimpin kerajaan. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan politik dan administrasi, serta menurunnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Pengaruh_Eksternal_dan_Perubahan_Jalur_Perdagangan\"><\/span>7. Pengaruh Eksternal dan Perubahan Jalur Perdagangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain faktor internal, pengaruh eksternal seperti ekspansi kekuatan maritim Eropa dan perubahan jalur perdagangan global juga berkontribusi pada kemunduran Majapahit. Perubahan ini mengurangi peran strategis Majapahit dalam perdagangan regional, yang sebelumnya menjadi salah satu sumber kekuatan ekonominya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Runtuhnya Kerajaan Majapahit disebabkan oleh kombinasi kompleks dari faktor internal dan eksternal. Konflik internal, seperti Perang Paregreg dan perebutan takhta, melemahkan stabilitas politik dan ekonomi kerajaan. Sementara itu, pengaruh Islam yang meningkat dan munculnya kekuatan baru seperti Kesultanan Demak menantang dominasi Majapahit. Ditambah dengan perubahan dalam jalur perdagangan dan pengaruh eksternal lainnya, semua faktor ini berkontribusi pada berakhirnya era kejayaan Majapahit.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<ul>\n<li>ompas.com. (2022, April 11). <em>6 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2022\/04\/11\/160000879\/6-penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit<\/li>\n<li>Detik.com. <em>5 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit: Konflik Internal hingga Perang<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5818427\/5-penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-konflik-internal-hingga-perang<\/li>\n<li>Katadata.co.id. <em>Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Pembahasan Lengkapnya<\/em>. Diakses dari https:\/\/katadata.co.id\/lifestyle\/varia\/63f881746b71c\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit-dan-pembahasan-lengkapnya<\/li>\n<li>Mediaindonesia.com. <em>Faktor yang Menyebabkan Runtuhnya Kerajaan Majapahit<\/em>. Diakses dari https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/610904\/faktor-yang-menyebabkan-runtuhnya-kerajaan-majapahit<\/li>\n<li>Kompas.com. (2020, Desember 29). <em>Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/12\/29\/141209069\/penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada akhir abad ke-13, dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Pada puncak kejayaannya,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41373"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44924,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41373\/revisions\/44924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}