{"id":41387,"date":"2024-11-04T10:19:49","date_gmt":"2024-11-04T03:19:49","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41387"},"modified":"2024-11-04T10:19:49","modified_gmt":"2024-11-04T03:19:49","slug":"apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html","title":{"rendered":"Apa Saja Kitab Peninggalan Hindu-Buddha?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#1_Kitab_Negarakertagama\" >1. Kitab Negarakertagama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#2_Kitab_Sutasoma\" >2. Kitab Sutasoma<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#3_Kitab_Pararaton\" >3. Kitab Pararaton<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#4_Kitab_Arjunawiwaha\" >4. Kitab Arjunawiwaha<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#5_Kitab_Bharatayudha\" >5. Kitab Bharatayudha<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#6_Kitab_Smaradahana\" >6. Kitab Smaradahana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#7_Kitab_Tantu_Panggelaran\" >7. Kitab Tantu Panggelaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#8_Kitab_Lubdhaka\" >8. Kitab Lubdhaka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#9_Kitab_Arjunawijaya\" >9. Kitab Arjunawijaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-kitab-peninggalan-hindu-buddha.html\/#10_Kitab_Kresnayana\" >10. Kitab Kresnayana<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Peradaban Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan warisan budaya yang kaya, termasuk karya sastra berupa kitab-kitab yang menjadi sumber penting dalam memahami sejarah, budaya, dan nilai-nilai masyarakat pada masa itu. Berikut adalah beberapa kitab peninggalan Hindu-Buddha yang signifikan:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kitab_Negarakertagama\"><\/span>1. Kitab Negarakertagama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, Kitab Negarakertagama merupakan kakawin yang memuji Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Kitab ini memberikan gambaran rinci tentang struktur pemerintahan, wilayah kekuasaan, adat istiadat, dan kehidupan sosial budaya Majapahit pada puncak kejayaannya. Negarakertagama menjadi sumber utama dalam mempelajari sejarah Majapahit dan telah diakui oleh UNESCO sebagai Memory of the World pada tahun 2013.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kitab_Sutasoma\"><\/span>2. Kitab Sutasoma<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karya Mpu Tantular ini ditulis pada abad ke-14 dan mengisahkan perjalanan Pangeran Sutasoma yang meninggalkan tahta untuk mendalami ajaran Buddha. Kitab ini menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama, yang tercermin dalam semboyan &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; yang berarti &#8220;Berbeda-beda tetapi tetap satu.&#8221; Semboyan ini kemudian diadopsi sebagai moto negara Indonesia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kitab_Pararaton\"><\/span>3. Kitab Pararaton<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kitab Pararaton, yang berarti &#8220;Kitab Raja-Raja,&#8221; berisi kronik tentang raja-raja Singhasari dan Majapahit. Meskipun penulisnya tidak diketahui, kitab ini memberikan informasi tentang asal-usul Ken Arok, pendiri Singhasari, serta silsilah dan peristiwa penting lainnya dalam sejarah Jawa Timur.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kitab_Arjunawiwaha\"><\/span>4. Kitab Arjunawiwaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa Kerajaan Kahuripan, Kitab Arjunawiwaha mengisahkan petualangan Arjuna dalam memperoleh senjata sakti untuk menghadapi musuh-musuhnya. Karya ini juga dianggap sebagai alegori dari pernikahan Raja Airlangga dengan putri dari Kerajaan Sriwijaya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kitab_Bharatayudha\"><\/span>5. Kitab Bharatayudha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh ini merupakan adaptasi dari epos Mahabharata yang disesuaikan dengan konteks lokal. Ditulis pada masa Kerajaan Kediri, kitab ini menceritakan perang besar antara Pandawa dan Kurawa, yang sering diinterpretasikan sebagai simbol konflik internal dalam kerajaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kitab_Smaradahana\"><\/span>6. Kitab Smaradahana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ditulis oleh Mpu Darmaja pada masa Kerajaan Kediri, Kitab Smaradahana mengisahkan dewa asmara, Smara, dan istrinya, Rati, yang mencoba menggoda Dewa Siwa yang sedang bertapa. Akibatnya, mereka terbakar oleh api kemarahan Siwa, namun kemudian dihidupkan kembali dan menjelma sebagai Raja Kameswara dan permaisurinya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Kitab_Tantu_Panggelaran\"><\/span>7. Kitab Tantu Panggelaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kitab ini berisi mitos penciptaan Pulau Jawa dan asal-usul gunung-gunung di Jawa. Meskipun penulisnya tidak diketahui, kitab ini memberikan wawasan tentang kepercayaan kosmologis masyarakat Jawa pada masa itu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Kitab_Lubdhaka\"><\/span>8. Kitab Lubdhaka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karya Mpu Tanakung ini menceritakan seorang pemburu bernama Lubdhaka yang, meskipun pekerjaannya membunuh hewan, akhirnya mencapai surga karena ketulusan dan devosinya kepada Dewa Siwa. Kisah ini menekankan bahwa derajat manusia ditentukan oleh perilaku dan moralnya, bukan status sosial atau kekayaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Kitab_Arjunawijaya\"><\/span>9. Kitab Arjunawijaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ditulis oleh Mpu Tantular, Kitab Arjunawijaya mengisahkan penaklukan Arjuna terhadap raja raksasa Niwatakawaca. Kisah ini sering diinterpretasikan sebagai alegori dari perjuangan Raja Hayam Wuruk dalam memperluas wilayah Majapahit.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Kitab_Kresnayana\"><\/span>10. Kitab Kresnayana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karya Mpu Triguna ini menceritakan kisah cinta antara Dewa Kresna dan Dewi Rukmini. Ditulis pada masa Kerajaan Kediri, kitab ini menonjolkan nilai-nilai kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan.<\/p>\n<p>Kitab-kitab tersebut tidak hanya menjadi sumber sejarah yang berharga, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan intelektual masyarakat Indonesia pada masa Hindu-Buddha. Melalui karya-karya ini, kita dapat memahami nilai-nilai, kepercayaan, dan pandangan dunia yang membentuk identitas bangsa hingga saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peradaban Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan warisan budaya yang kaya, termasuk karya sastra berupa kitab-kitab yang menjadi sumber penting dalam memahami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41387"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41387\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}