{"id":41489,"date":"2024-11-04T15:27:13","date_gmt":"2024-11-04T08:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41489"},"modified":"2024-11-04T15:27:13","modified_gmt":"2024-11-04T08:27:13","slug":"berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri.html","title":{"rendered":"Berapa lama Kesultanan Aceh berdiri?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri.html\/#Awal_Berdirinya_Kesultanan_Aceh\" >Awal Berdirinya Kesultanan Aceh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri.html\/#Masa_Kejayaan_di_Bawah_Sultan_Iskandar_Muda\" >Masa Kejayaan di Bawah Sultan Iskandar Muda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri.html\/#Kemunduran_dan_Akhir_Kesultanan_Aceh\" >Kemunduran dan Akhir Kesultanan Aceh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-lama-kesultanan-aceh-berdiri.html\/#Peninggalan_Kesultanan_Aceh\" >Peninggalan Kesultanan Aceh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kesultanan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara yang berdiri selama lebih dari empat abad, tepatnya dari tahun 1496 hingga 1903. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496 dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607\u20131636).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Awal_Berdirinya_Kesultanan_Aceh\"><\/span>Awal Berdirinya Kesultanan Aceh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sultan Ali Mughayat Syah mendirikan Kesultanan Aceh dengan menyatukan beberapa kerajaan kecil di wilayah utara Sumatera, termasuk Kerajaan Lamuri, Daya, Pedir, Lidie, dan Nakur. Pada tahun 1524, wilayah Pasai juga menjadi bagian dari Kesultanan Aceh. Dengan penyatuan ini, Aceh berhasil memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik dan ekonomi di kawasan tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masa_Kejayaan_di_Bawah_Sultan_Iskandar_Muda\"><\/span>Masa Kejayaan di Bawah Sultan Iskandar Muda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Puncak kejayaan Kesultanan Aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Di bawah kepemimpinannya, Aceh berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup sebagian besar Sumatera dan Semenanjung Malaya, termasuk Johor, Malaka, Pahang, Kedah, Perak, dan Patani (Thailand bagian selatan). Selain itu, Aceh menjadi pusat perdagangan dan pendidikan Islam yang penting di Asia Tenggara.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kemunduran_dan_Akhir_Kesultanan_Aceh\"><\/span>Kemunduran dan Akhir Kesultanan Aceh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah wafatnya Sultan Iskandar Muda pada tahun 1636, Kesultanan Aceh mulai mengalami kemunduran. Faktor-faktor seperti konflik internal, tekanan dari kekuatan kolonial Eropa, dan melemahnya kepemimpinan menyebabkan penurunan kekuatan dan pengaruh Aceh. Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh, yang dikenal sebagai Perang Aceh. Setelah perlawanan yang panjang dan gigih, Kesultanan Aceh akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1903, menandai berakhirnya eksistensi kesultanan tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peninggalan_Kesultanan_Aceh\"><\/span>Peninggalan Kesultanan Aceh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun Kesultanan Aceh telah berakhir, berbagai peninggalannya masih dapat ditemukan hingga saat ini, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Masjid Raya Baiturrahman<\/strong>: Dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda, masjid ini menjadi simbol keagungan dan pusat kegiatan keagamaan di Aceh.<\/li>\n<li><strong>Benteng Indrapatra<\/strong>: Benteng pertahanan yang dibangun untuk melindungi Aceh dari serangan musuh, menunjukkan kehebatan militer Kesultanan Aceh.<\/li>\n<li><strong>Gunongan<\/strong>: Bangunan yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sebagai tanda cinta kepada permaisurinya, Putri Kamaliah, yang berasal dari Pahang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kesultanan Aceh Darussalam berdiri selama lebih dari 400 tahun, meninggalkan warisan sejarah dan budaya yang kaya bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Aceh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesultanan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara yang berdiri selama lebih dari empat abad, tepatnya dari tahun 1496 hingga 1903. Kerajaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4003],"tags":[],"class_list":["post-41489","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41489\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}