{"id":41664,"date":"2024-11-07T09:16:57","date_gmt":"2024-11-07T02:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41664"},"modified":"2024-11-07T09:16:57","modified_gmt":"2024-11-07T02:16:57","slug":"penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html","title":{"rendered":"Penyebab Kekacauan Besar di Keraton Demak dan Keruntuhannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html\/#Wafatnya_Sultan_Trenggana_dan_Kekosongan_Kekuasaan\" >Wafatnya Sultan Trenggana dan Kekosongan Kekuasaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html\/#Perebutan_Takhta_antara_Sunan_Prawoto_dan_Arya_Penangsang\" >Perebutan Takhta antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html\/#Pembunuhan_Sunan_Prawoto_dan_Meningkatnya_Konflik\" >Pembunuhan Sunan Prawoto dan Meningkatnya Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html\/#Perang_Saudara_dan_Keruntuhan_Kerajaan_Demak\" >Perang Saudara dan Keruntuhan Kerajaan Demak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penyebab-kekacauan-besar-di-keraton-demak-dan-keruntuhannya.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kerajaan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, mencapai masa kejayaan yang gemilang sebelum akhirnya terjerumus ke dalam kekacauan internal yang mengakibatkan keruntuhannya. Kekacauan hebat di Keraton Demak disebabkan oleh serangkaian peristiwa yang melibatkan perebutan kekuasaan, dendam keluarga, dan perang saudara.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wafatnya_Sultan_Trenggana_dan_Kekosongan_Kekuasaan\"><\/span>Wafatnya Sultan Trenggana dan Kekosongan Kekuasaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 1546, Sultan Trenggana, penguasa ketiga Kerajaan Demak, meninggal dunia saat melakukan ekspansi ke wilayah Jawa Timur. Kematian Sultan Trenggana menciptakan kekosongan kekuasaan yang memicu persaingan di antara anggota keluarga kerajaan untuk memperebutkan takhta.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perebutan_Takhta_antara_Sunan_Prawoto_dan_Arya_Penangsang\"><\/span>Perebutan Takhta antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah wafatnya Sultan Trenggana, putra sulungnya, Sunan Prawoto, naik takhta dengan dukungan para sesepuh kerajaan. Namun, pengangkatan ini ditentang oleh sepupunya, Arya Penangsang, putra Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang merasa lebih berhak atas takhta dan menyimpan dendam atas kematian ayahnya, yang diyakini terbunuh atas perintah Sunan Prawoto.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuhan_Sunan_Prawoto_dan_Meningkatnya_Konflik\"><\/span>Pembunuhan Sunan Prawoto dan Meningkatnya Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 1549, Arya Penangsang berhasil membunuh Sunan Prawoto sebagai balas dendam atas kematian ayahnya. Tindakan ini memicu konflik lebih lanjut, karena menantu Sultan Trenggana, Jaka Tingkir (juga dikenal sebagai Sultan Hadiwijaya), tidak menerima tindakan Arya Penangsang dan berupaya merebut kembali takhta Demak.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perang_Saudara_dan_Keruntuhan_Kerajaan_Demak\"><\/span>Perang Saudara dan Keruntuhan Kerajaan Demak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perseteruan antara Arya Penangsang dan Jaka Tingkir berujung pada perang saudara yang melemahkan stabilitas Kerajaan Demak. Pada akhirnya, Arya Penangsang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Jaka Tingkir. Setelah kemenangan tersebut, Jaka Tingkir memindahkan pusat kekuasaan ke Pajang, menandai berakhirnya Kerajaan Demak dan berdirinya Kesultanan Pajang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kekacauan hebat di Keraton Demak disebabkan oleh perebutan kekuasaan pasca wafatnya Sultan Trenggana, dendam pribadi antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang, serta perang saudara yang melemahkan struktur kerajaan. Serangkaian peristiwa ini akhirnya mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Demak dan munculnya Kesultanan Pajang sebagai penerusnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, mencapai masa kejayaan yang gemilang sebelum akhirnya terjerumus ke dalam kekacauan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-41664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}