{"id":41798,"date":"2024-11-09T08:28:01","date_gmt":"2024-11-09T01:28:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=41798"},"modified":"2024-11-09T08:28:01","modified_gmt":"2024-11-09T01:28:01","slug":"sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html","title":{"rendered":"Sultan Hasanuddin: Pahlawan Nasional dan Perjuangannya Melawan VOC"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Latar_Belakang_dan_Keluarga\" >Latar Belakang dan Keluarga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Pendidikan_dan_Masa_Muda\" >Pendidikan dan Masa Muda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Naik_Tahta_sebagai_Sultan_Gowa\" >Naik Tahta sebagai Sultan Gowa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Perjuangan_Melawan_VOC\" >Perjuangan Melawan VOC<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Perjanjian_Bongaya\" >Perjanjian Bongaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Akhir_Hayat_dan_Warisan\" >Akhir Hayat dan Warisan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sultan-hasanuddin-pahlawan-nasional-dan-perjuangannya-melawan-voc.html\/#Peninggalan_dan_Pengaruh\" >Peninggalan dan Pengaruh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sultan Hasanuddin, yang dikenal sebagai &#8220;Ayam Jantan dari Timur,&#8221; adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada abad ke-17. Sebagai Sultan Gowa ke-16, ia memainkan peran penting dalam mempertahankan kedaulatan Kerajaan Gowa dan menolak monopoli perdagangan yang ingin diterapkan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_dan_Keluarga\"><\/span>Latar Belakang dan Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lahir pada 12 Januari 1631 di Gowa, Sulawesi Selatan, Sultan Hasanuddin memiliki nama asli Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Ia adalah putra dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15, dan I Sabbe To&#8217;mo Lakuntu. Kakeknya, Sultan Alauddin, adalah Raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam, menjadikan keluarga ini memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendidikan_dan_Masa_Muda\"><\/span>Pendidikan dan Masa Muda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejak kecil, Sultan Hasanuddin menunjukkan kecerdasan dan jiwa kepemimpinan yang menonjol. Ia mendapatkan pendidikan agama di Masjid Bontoala dan sering diajak oleh ayahnya untuk menghadiri pertemuan penting kerajaan. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang diplomasi dan strategi perang. Selain itu, ia juga dikenal pandai berdagang, membangun jaringan perdagangan yang luas hingga ke luar negeri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Naik_Tahta_sebagai_Sultan_Gowa\"><\/span>Naik Tahta sebagai Sultan Gowa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada tahun 1653, pada usia 22 tahun, Sultan Hasanuddin naik tahta menggantikan ayahnya sebagai Sultan Gowa ke-16. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Gowa mencapai puncak kejayaan, menjadi pusat perdagangan dan kekuatan politik dominan di Indonesia bagian timur. Namun, keberhasilan ini menarik perhatian VOC yang berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perjuangan_Melawan_VOC\"><\/span>Perjuangan Melawan VOC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>VOC berupaya menguasai perdagangan di wilayah timur Indonesia, termasuk Gowa. Sultan Hasanuddin menolak keras upaya monopoli ini, yang memicu konflik antara Kerajaan Gowa dan VOC. Pada tahun 1660, VOC melancarkan serangan pertama ke Makassar namun gagal menundukkan Gowa. Konflik berlanjut hingga puncaknya pada Perang Makassar (1666-1669), di mana VOC bekerja sama dengan Arung Palakka dari Kerajaan Bone untuk menyerang Gowa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perjanjian_Bongaya\"><\/span>Perjanjian Bongaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah pertempuran sengit, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. Perjanjian ini sangat merugikan Gowa, memberikan VOC hak monopoli perdagangan dan mengakui kekuasaan Arung Palakka atas Bone. Meskipun demikian, Sultan Hasanuddin terus melakukan perlawanan hingga akhirnya Benteng Sombaopu jatuh ke tangan VOC pada 24 Juni 1669.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Akhir_Hayat_dan_Warisan\"><\/span>Akhir Hayat dan Warisan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sultan Hasanuddin wafat pada 12 Juni 1670 di Gowa pada usia 39 tahun. Keberaniannya dalam melawan penjajahan Belanda membuatnya dijuluki &#8220;Ayam Jantan dari Timur&#8221; oleh VOC. Sebagai penghormatan atas jasanya, namanya diabadikan dalam berbagai institusi, seperti Universitas Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, dan KRI Sultan Hasanuddin. Pada 6 November 1973, ia resmi diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Surat Keputusan Presiden No. 087\/TK\/1973.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peninggalan_dan_Pengaruh\"><\/span>Peninggalan dan Pengaruh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Warisan Sultan Hasanuddin tidak hanya terbatas pada perlawanan fisik terhadap penjajah, tetapi juga semangat juangnya yang menginspirasi generasi berikutnya. Peninggalan sejarah seperti Benteng Sombaopu dan berbagai artefak kerajaan menjadi saksi bisu perjuangannya. Kisahnya terus dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan dan semangat mempertahankan kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>Melalui perjuangannya, Sultan Hasanuddin menunjukkan bahwa semangat patriotisme dan keberanian dalam menghadapi penjajah adalah kunci dalam mempertahankan martabat dan kedaulatan bangsa. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan zaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sultan Hasanuddin, yang dikenal sebagai &#8220;Ayam Jantan dari Timur,&#8221; adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena perjuangannya melawan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-41798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}