{"id":4574,"date":"2023-08-27T11:02:23","date_gmt":"2023-08-27T11:02:23","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4574"},"modified":"2023-08-27T11:02:23","modified_gmt":"2023-08-27T11:02:23","slug":"pengindraan-jauh-konsep-komponen-dan-manfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengindraan-jauh-konsep-komponen-dan-manfaat.html","title":{"rendered":"Pengindraan Jauh: Konsep, Komponen, dan Manfaat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengindraan-jauh-konsep-komponen-dan-manfaat.html\/#1_Pengertian_Pengindraan_Jauh\" >1. Pengertian Pengindraan Jauh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengindraan-jauh-konsep-komponen-dan-manfaat.html\/#2_Komponen_Pengindraan_Jauh\" >2. Komponen Pengindraan Jauh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengindraan-jauh-konsep-komponen-dan-manfaat.html\/#3_Manfaat_Pengindraan_Jauh\" >3. Manfaat Pengindraan Jauh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_Pengindraan_Jauh\"><\/span>1. Pengertian Pengindraan Jauh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengindraan jauh berasal dari kata \u201cindera\u201d yang berarti alat untuk menangkap informasi dari lingkungan sekitar. Jauh berarti tidak ada kontak fisik antara alat indra dengan objek yang diamati.\u00a0Jadi, pengindraan jauh dapat diartikan sebagai proses mendeteksi, mengukur, dan memantau karakteristik fisik suatu objek, area, atau fenomena dari jarak jauh menggunakan alat atau sensor yang ada pada wahana tertentu\u00a0<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Pengindraan jauh dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sumber energi yang digunakan, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengindraan jauh pasif: menggunakan energi yang berasal dari objek itu sendiri atau dari sumber alami seperti matahari. Contoh sensor pasif adalah kamera fotografi, kamera inframerah, dan kamera multispektral.<\/li>\n<li>Pengindraan jauh aktif: menggunakan energi buatan yang dipancarkan oleh sensor dan kemudian diterima kembali setelah dipantulkan oleh objek. Contoh sensor aktif adalah radar dan lidar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Komponen_Pengindraan_Jauh\"><\/span>2. Komponen Pengindraan Jauh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengindraan jauh melibatkan lima komponen utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sumber energi: merupakan penyedia energi elektromagnetik yang digunakan untuk mengindera objek. Sumber energi dapat berasal dari alam (matahari) atau buatan (sensor aktif).<\/li>\n<li>Atmosfer: merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi dan mempengaruhi perambatan energi elektromagnetik dari sumber ke objek dan dari objek ke sensor. Atmosfer dapat menyebabkan penyerapan, penyebaran, atau refraksi energi elektromagnetik.<\/li>\n<li>Objek: merupakan target pengamatan yang memiliki karakteristik fisik tertentu yang dapat memantulkan atau menyerap energi elektromagnetik. Objek dapat berupa permukaan bumi (tanah, air, vegetasi), atmosfer (awan, hujan), atau ruang angkasa (planet, bintang).<\/li>\n<li>Sensor: merupakan alat yang mampu menangkap energi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh objek dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sensor dapat berupa analog (film) atau digital (detektor).<\/li>\n<li>Wahana: merupakan kendaraan yang membawa sensor dan bergerak di atas atau di luar atmosfer bumi. Wahana dapat berupa pesawat terbang, helikopter, balon udara, roket, satelit, atau stasiun luar angkasa.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Manfaat_Pengindraan_Jauh\"><\/span>3. Manfaat Pengindraan Jauh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengindraan jauh memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang ilmu dan aplikasi praktis, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Geografi: pengindraan jauh dapat digunakan untuk mempelajari bentuk permukaan bumi (topografi), jenis batuan (geologi), pola penggunaan lahan (land use), perubahan lahan (land cover), tata air (hidrologi), dan sebagainya.<\/li>\n<li>Meteorologi: pengindraan jauh dapat digunakan untuk memantau kondisi cuaca dan iklim (temperatur, kelembaban, tekanan udara), fenomena atmosfer (awan, hujan, angin), bencana alam (banjir, kekeringan, badai), dan sebagainya.<\/li>\n<li>Pertanian: pengindraan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi luas tanam, produktivitas, kesehatan, dan kualitas tanaman, serta mendeteksi hama, penyakit, dan kebakaran lahan pertanian.<\/li>\n<li>Kehutanan: pengindraan jauh dapat digunakan untuk menginventarisasi jenis, luas, dan sebaran hutan, serta mendeteksi deforestasi, degradasi, dan kebakaran hutan.<\/li>\n<li>Lingkungan: pengindraan jauh dapat digunakan untuk mengawasi kualitas udara, air, dan tanah, serta mendeteksi pencemaran, erosi, sedimentasi, dan kerusakan lingkungan.<\/li>\n<li>Militer: pengindraan jauh dapat digunakan untuk melakukan pengintaian, pengawasan, dan pemetaan wilayah musuh atau konflik, serta mendeteksi target, ancaman, dan aktivitas militer.<\/li>\n<li>Dan lain-lain: pengindraan jauh dapat digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti arkeologi, oseanografi, glasiologi, astronomi, navigasi, telekomunikasi, dan sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Pengindraan jauh &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pengindraan_jauh.<br \/>\n(2) Penginderaan Jauh : Pengertian, Komponen, Kelebihan dan Kekurangan. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/penginderaan-jauh-2\/.<br \/>\n(3) Apa itu Penginderaan Jauh &#8211; BIG. http:\/\/akreditasi.big.go.id\/sdm\/subbidanginfo\/4.<br \/>\n(4) Penginderaan Jauh: Pengertian, Komponen, Manfaat. https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/penginderaan-jauh\/.<br \/>\n(5) Pengertian Penginderaan Jauh dan Komponennya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/06\/04\/160000569\/pengertian-penginderaan-jauh-dan-komponennya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pengertian Pengindraan Jauh Pengindraan jauh berasal dari kata \u201cindera\u201d yang berarti alat untuk menangkap informasi dari lingkungan sekitar. Jauh berarti tidak ada kontak fisik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-4574","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4574\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}