{"id":4694,"date":"2023-08-28T12:21:41","date_gmt":"2023-08-28T12:21:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4694"},"modified":"2023-08-28T12:21:41","modified_gmt":"2023-08-28T12:21:41","slug":"erosi-pengertian-jenis-dan-dampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/erosi-pengertian-jenis-dan-dampak.html","title":{"rendered":"Erosi: Pengertian, Jenis, dan Dampak"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/erosi-pengertian-jenis-dan-dampak.html\/#Jenis-Jenis_Erosi\" >Jenis-Jenis Erosi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/erosi-pengertian-jenis-dan-dampak.html\/#Dampak_Erosi\" >Dampak Erosi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi\u00a0<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya <sup>1<\/sup>.\u00a0Secara umum erosi melibatkan tiga proses yaitu pelepasan (detachment), transformasi (transformation), dan pengendapan (sedimentation)\u00a0<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi atau pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan\u00a0<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya\u00a0<sup>2<\/sup>.\u00a0Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah\u00a0<sup>2<\/sup>.\u00a0Erosi yang terjadi dapat membentuk banyak penampakan alam menarik seperti puncak gunung, lembah dan garis pantai\u00a0<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Erosi\"><\/span>Jenis-Jenis Erosi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Jenis-jenis erosi ada beberapa macam menurut proses terjadinya yaitu:<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<ul>\n<li>Erosi oleh air: erosi ini dapat terjadi dalam beberapa bentuk, seperti splash erosion (erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah), sheet erosion (erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata), rill erosion (erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil), gully erosion (erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-alur yang dalam dan lebar), valley erosion (erosi oleh air yang mengalir di daerah perbukitan yang membentuk lembah-lembah sungai atau lereng-lereng perbukitan), dan stream erosion (erosi oleh air dalam bentuk aliran sungai)\u00a0<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<ul>\n<li>Erosi oleh angin: erosi ini terjadi ketika partikel-partikel tanah atau pasir terangkat oleh angin dan dipindahkan ke tempat lain. Erosi ini biasanya terjadi di daerah kering atau gurun.\u00a0Bentuk-bentuk erosi oleh angin antara lain deflasi (pengangkatan partikel-partikel halus oleh angin), abrasion (pengikisan permukaan batuan oleh partikel-partikel halus yang dibawa angin), dan korasi (pengikisan permukaan batuan oleh partikel-partikel kasar yang dibawa angin)\u00a0<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<ul>\n<li>Erosi oleh es: erosi ini terjadi ketika es bergerak di permukaan bumi dan membawa serta material-material lain. Erosi ini biasanya terjadi di daerah kutub atau pegunungan bersalju.\u00a0Bentuk-bentuk erosi oleh es antara lain plucking (pengangkatan batuan-batuan besar oleh es), abrasion (pengikisan permukaan batuan oleh material-material halus yang dibawa es), dan moraine (pengendapan material-material yang dibawa es)\u00a0<sup>3<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<ul>\n<li>Erosi oleh makhluk hidup: erosi ini terjadi ketika makhluk hidup seperti hewan atau tumbuhan menyebabkan pengikisan permukaan bumi. Erosi ini disebut juga bioerosi.\u00a0Bentuk-bentuk erosi oleh makhluk hidup antara lain bioturbation (pengadukan lapisan tanah oleh hewan seperti cacing, tikus, atau kumbang), burrowing (pembuatan liang atau lubang oleh hewan seperti kelinci, ular, atau gopher), dan root wedging (penyebab retakan tanah oleh akar tumbuhan)\u00a0<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Erosi\"><\/span>Dampak Erosi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnya kemampuan lahan (degradasi lahan)\u00a0<sup>1<\/sup>. Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi).<\/p>\n<p>Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai.\u00a0Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur pelayaran\u00a0<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Erosi dalam jumlah tertentu sebenarnya merupakan kejadian yang alami, dan baik untuk ekosistem. Misalnya, kerikil secara berkala turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air.\u00a0Namun, erosi yang berlebih, tentunya dapat menyebabkan masalah, semisal dalam hal sedimentasi, kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak\u00a0<sup>2<\/sup>.\u00a0Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencegah atau mengurangi erosi, seperti terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon\u00a0<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Erosi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Erosi.<br \/>\n(2) Pengertian Erosi, Jenis dan Dampak &#8211; GuruPendidikan.Com. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/pengertian-erosi\/.<br \/>\n(3) Pengertian Erosi dan Akibatnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2019\/12\/22\/120000269\/pengertian-erosi-dan-akibatnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-4694","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4694\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}