{"id":5406,"date":"2023-09-06T04:17:31","date_gmt":"2023-09-06T04:17:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5406"},"modified":"2023-09-06T04:17:31","modified_gmt":"2023-09-06T04:17:31","slug":"glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html","title":{"rendered":"Glikolisis: Proses Pemecahan Glukosa untuk Menghasilkan Energi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Pengertian_Glikolisis\" >Pengertian Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Fungsi_Glikolisis\" >Fungsi Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Tahapan_Glikolisis\" >Tahapan Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Regulasi_Glikolisis\" >Regulasi Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Jenis-Jenis_Glikolisis\" >Jenis-Jenis Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Manfaat_Glikolisis\" >Manfaat Glikolisis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/glikolisis-proses-pemecahan-glukosa-untuk-menghasilkan-energi.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme sel yang bertujuan untuk memanen energi dari glukosa menjadi ATP dan asam piruvat<sup>1<\/sup>. Glikolisis merupakan reaksi pertama dari metabolisme sel<sup>2<\/sup>. Tujuannya adalah untuk memecah glukosa menjadi ATP, NADH dan asam piruvat. ATP dapat langsung digunakan sebagai sumber energi siap pakai. NADH digunakan untuk sintesis biomolekul, produksi ATP di transpor elektron, dll. Asam piruvat dipecah lebih lanjut untuk memanen energi yang masih tersimpan dalam ikatan-ikatan kimia senyawa ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Glikolisis\"><\/span>Pengertian Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Glikolisis berasal dari kata glukosa dan lisis (pemecahan), adalah serangkaian reaksi biokimia di mana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat<sup>3<\/sup>. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang paling universal yang kita kenal, dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis sel dalam hampir seluruh bentuk organisme<sup>3<\/sup>. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Glikolisis\"><\/span>Fungsi Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Fungsi utama glikolisis adalah untuk memanen energi siap pakai (ATP) dan energi pereduksi (NADH), serta prekursor beberapa jalur metabolisme dan biosintesis molekul-molekul yang dibutuhkan oleh sel mikroorganisme<sup>2<\/sup>. Misalnya Glukosa-6-fosfat dapat digunakan sebagai substrat lintasan pentosa fosfat, fosfogliserat sebagai prekursor biosintesis asam amino, asam piruvat sebagai substrat siklus krebs dan prekursor asam amino, dll. Fungsi glikolisis sebagai penyedia prekursor reaksi metabolisme dan biosintesis molekul dalam sel dapat diketahui pada gambar berikut:<\/p>\n<p>![Gambar 1: Beberapa prekursor yang dihasilkan dari glikolisis]<\/p>\n<p>NADH yang diperoleh dari glikolisis akan diproses pada rantai transpor elektron untuk memproduksi ATP.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahapan_Glikolisis\"><\/span>Tahapan Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Reaksi glikolisis terletak di sitoplasma sel. Baik sel prokariotik maupun eukariotik. Lintasan yang sering dipelajari adalah Embden-Meyerhof-Parnas (EMP). Lintasan tersebut terdiri dari 10 tahapan reaksi. Reaksi tersebut melibatkan 10 enzim yang berbeda. Berikut tahapan-tahapan lintasan Embden-Meyerhof-Parnas (EMP) dan enzim yang berperan<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ol>\n<li>Fase Penggunaan Energi\n<ul>\n<li>Glukosa + ATP \u2192 Glukosa-6-fosfat + ADP (enzim: heksokinase)<\/li>\n<li>Glukosa-6-fosfat \u2192 Fruktosa-6-fosfat (enzim: fosfoglukoisomerase)<\/li>\n<li>Fruktosa-6-fosfat + ATP \u2192 Fruktosa-1,6-bisfosfat + ADP (enzim: fosfofruktokinase)<\/li>\n<li>Fruktosa-1,6-bisfosfat \u2192 Dihidroksiaseton fosfat + Gliseraldehid-3-fosfat (enzim: aldolase)<\/li>\n<li>Dihidroksiaseton fosfat \u2192 Gliseraldehid-3-fosfat (enzim: triosefosfatisomerase)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Fase Pemanenan Energi\n<ul>\n<li>Gliseraldehid-3-fosfat + NAD+ + Pi \u2192 1,3-Bisfosfogliserat + NADH + H+ (enzim: gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase)<\/li>\n<li>1,3-Bisfosfogliserat + ADP \u2192 3-Fosfogliserat + ATP (enzim: fosfogliserat kinase)<\/li>\n<li>3-Fosfogliserat \u2192 2-Fosfogliserat (enzim: fosfogliserat mutase)<\/li>\n<li>2-Fosfogliserat \u2192 Fosfoenolpiruvat + H2O (enzim: enolase)<\/li>\n<li>Fosfoenolpiruvat + ADP \u2192 Piruvat + ATP (enzim: piruvat kinase)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Secara garis besar, glikolisis Embden-Meyerhof-Parnas terdiri dari dua tahap: Tahap penggunaan energi dan tahap pemanenan energi. Pada tahap penggunaan energi, digunakan dua molekul ATP untuk menambahkan gugus fosfat pada glukosa. Penambahan gugus fosfat akan membuat ikatan-ikatan kimia dalam glukosa lebih reaktif. Molekul tersebut akibatnya akan lebih mudah dipecah menjadi molekul organik yang lebih sederhana yakni gliseraldehid-3-fosfat (G3P)<sup>2<\/sup>. Tahapan-tahapan reaksi pada glikolisis dapat dilihat pada gambar berikut:<\/p>\n<p>![Gambar 2: Tahapan-tahapan reaksi pada glikolisis]<\/p>\n<p>G3P mengalami oksidasi pada tahapan kedua glikolisis menghasilkan asam piruvat. Reaksi-reaksi pada tahapan ini melibatkan produksi ATP dan NADH (energi pereduksi). Maka, tahapan ini disebut sebagai tahapan pemanenan energi. Asam piruvat pada tahapan ini akan masuk ke siklus krebs atau siklus glioksilat (respirasi aerob) atau fermentasi (respirasi anaerob) untuk pemanenan energi lebih lanjut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Regulasi_Glikolisis\"><\/span>Regulasi Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Glikolisis merupakan proses yang sangat penting bagi sel, karena itu perlu diatur dengan baik agar sesuai dengan kebutuhan energi dan kondisi lingkungan sel. Regulasi glikolisis terjadi pada tiga tahap yang melibatkan enzim yang bersifat alosterik, yaitu heksokinase, fosfofruktokinase, dan piruvat kinase. Enzim-enzim ini dapat diaktifkan atau dihambat oleh beberapa molekul yang berperan sebagai efektor alosterik.<\/p>\n<p>Heksokinase adalah enzim yang mengkatalis reaksi pertama glikolisis, yaitu penambahan gugus fosfat pada glukosa. Enzim ini dihambat oleh produknya sendiri, yaitu glukosa-6-fosfat. Hal ini untuk mencegah terjadinya akumulasi glukosa-6-fosfat yang tidak dibutuhkan oleh sel.<\/p>\n<p>Fosfofruktokinase adalah enzim yang mengkatalis reaksi ketiga glikolisis, yaitu penambahan gugus fosfat kedua pada fruktosa-6-fosfat. Enzim ini diaktifkan oleh AMP dan fruktosa-2,6-bisfosfat, yang merupakan indikator rendahnya tingkat energi dalam sel. Enzim ini dihambat oleh ATP dan sitrat, yang merupakan indikator tingginya tingkat energi dalam sel.<\/p>\n<p>Piruvat kinase adalah enzim yang mengkatalis reaksi terakhir glikolisis, yaitu konversi fosfoenolpiruvat menjadi piruvat. Enzim ini diaktifkan oleh fruktosa-1,6-bisfosfat, yang merupakan produk dari reaksi fosfofruktokinase. Enzim ini dihambat oleh ATP, asetil-KoA, dan alanin, yang merupakan indikator tingginya tingkat energi dalam sel.<\/p>\n<p>Regulasi glikolisis juga dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu, seperti insulin dan glukagon. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas ketika kadar glukosa darah tinggi. Insulin merangsang masuknya glukosa ke dalam sel dan meningkatkan aktivitas enzim-enzim glikolisis. Glukagon adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas ketika kadar glukosa darah rendah. Glukagon merangsang pelepasan glukosa dari hati dan menurunkan aktivitas enzim-enzim glikolisis.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Glikolisis\"><\/span>Jenis-Jenis Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain lintasan Embden-Meyerhof-Parnas, terdapat beberapa jenis glikolisis lain yang berbeda dalam beberapa tahap reaksi. Jenis-jenis glikolisis tersebut antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Lintasan Entner-Doudoroff: Lintasan ini terjadi pada beberapa bakteri, seperti Pseudomonas, Zymomonas, dan Agrobacterium. Lintasan ini menggunakan enzim 6-fosfoglukonat dehidratase dan 2-keto-3-deoksi-6-fosfoglukonat aldolase untuk mengubah glukosa menjadi piruvat dan gliserat. Lintasan ini menghasilkan satu molekul ATP, satu molekul NADH, dan satu molekul NADPH per molekul glukosa.<\/li>\n<li>Lintasan Pentosa Fosfat: Lintasan ini terjadi pada semua sel hidup. Lintasan ini menggunakan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase dan 6-fosfoglukonat dehidrogenase untuk mengubah glukosa menjadi ribulosa-5-fosfat. Lintasan ini menghasilkan dua molekul NADPH per molekul glukosa. NADPH digunakan untuk sintesis asam lemak, kolesterol, steroid, dll. Ribulosa-5-fosfat digunakan untuk sintesis nukleotida, asam amino, dll.<\/li>\n<li>Lintasan Gliserol Fosfat: Lintasan ini terjadi pada sel-sel otot dan jaringan adiposa. Lintasan ini menggunakan enzim gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat dehidrogenase untuk mengubah gliserol menjadi dihidroksiaseton fosfat. Lintasan ini menghasilkan satu molekul NADH per molekul gliserol. Dihidroksiaseton fosfat dapat masuk ke lintasan glikolisis atau digunakan untuk sintesis trigliserida.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Glikolisis\"><\/span>Manfaat Glikolisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Glikolisis memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan sel, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghasilkan energi siap pakai (ATP) yang dapat digunakan untuk berbagai proses biologis, seperti kontraksi otot, transpor aktif, biosintesis, dll.<\/li>\n<li>Menghasilkan energi pereduksi (NADH) yang dapat digunakan untuk sintesis biomolekul, produksi ATP di transpor elektron, dll.<\/li>\n<li>Menghasilkan asam piruvat yang dapat dipecah lebih lanjut untuk memanen energi yang masih tersimpan dalam ikatan-ikatan kimia senyawa ini.<\/li>\n<li>Menghasilkan prekursor beberapa jalur metabolisme dan biosintesis molekul-molekul yang dibutuhkan oleh sel mikroorganisme.<\/li>\n<li>Memungkinkan sel untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah, seperti ketersediaan oksigen, sumber karbon, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa menjadi ATP dan asam piruvat. Glikolisis merupakan reaksi pertama dari metabolisme sel. Glikolisis terdiri dari dua tahap: tahap penggunaan energi dan tahap pemanenan energi. Glikolisis diatur oleh beberapa faktor, seperti efektor alosterik dan hormon. Glikolisis memiliki beberapa jenis yang berbeda dalam beberapa tahap reaksi. Glikolisis memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan sel.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Glikolisis &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Glikolisis.<br \/>\n(2) Proses Glikolisis: Tahapan &amp; Fungsinya \u2022 Mikrobio.ID. https:\/\/mikrobio.id\/biokimia\/proses-glikolisis.html.<br \/>\n(3) Proses dan Tahapan Glikolisis &#8211; EDUBIO. https:\/\/www.edubio.info\/2015\/08\/proses-dan-tahapan-glikolisis.html.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme sel yang bertujuan untuk memanen energi dari glukosa menjadi ATP dan asam piruvat1. Glikolisis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5406"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5406\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}