{"id":5634,"date":"2023-09-07T03:50:22","date_gmt":"2023-09-07T03:50:22","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5634"},"modified":"2023-09-07T03:50:22","modified_gmt":"2023-09-07T03:50:22","slug":"ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja.html","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Fungi (Jamur), Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja.html\/#Dinding_Sel_Tersusun_atas_Kitin\" >Dinding Sel Tersusun atas Kitin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja.html\/#Tidak_Memiliki_Klorofil_dan_Bersifat_Heterotrof\" >Tidak Memiliki Klorofil dan Bersifat Heterotrof<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja.html\/#Memiliki_Hifa_sebagai_Struktur_Tubuh_Dasar\" >Memiliki Hifa sebagai Struktur Tubuh Dasar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-fungi-jamur-apa-saja.html\/#Memiliki_Spora_sebagai_Alat_Reproduksi\" >Memiliki Spora sebagai Alat Reproduksi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Fungi atau jamur adalah kelompok organisme eukariotik yang memiliki berbagai macam bentuk, ukuran, dan warna. Fungi dapat hidup sebagai sel tunggal atau multiseluler, dan dapat ditemukan di berbagai habitat, baik di darat maupun di air. Fungi memiliki peran penting dalam ekosistem, baik sebagai dekomposer, simbion, parasit, maupun agen penyebab penyakit. Fungi juga memiliki banyak manfaat bagi manusia, seperti sebagai sumber makanan, obat-obatan, enzim, dan bahan industri. Namun, fungi juga dapat menimbulkan kerugian, seperti merusak tanaman, makanan, kayu, dan kesehatan manusia dan hewan.<\/p>\n<p>Fungi memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari kelompok organisme lainnya, antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinding_Sel_Tersusun_atas_Kitin\"><\/span>Dinding Sel Tersusun atas Kitin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dinding sel adalah lapisan yang melindungi isi sel dan memberi bentuk pada sel. Dinding sel fungi tersusun atas kitin, yaitu suatu polisakarida yang juga terdapat pada eksoskeleton serangga dan krustasea. Kitin memberi kekuatan dan ketahanan pada dinding sel fungi. Selain kitin, dinding sel fungi juga mengandung glukan dan manan, yaitu jenis-jenis polisakarida lainnya<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Memiliki_Klorofil_dan_Bersifat_Heterotrof\"><\/span>Tidak Memiliki Klorofil dan Bersifat Heterotrof<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Klorofil adalah pigmen hijau yang terdapat pada tumbuhan dan beberapa kelompok protista yang berfungsi untuk menangkap energi cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Fungi tidak memiliki klorofil dan tidak dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, fungi bersifat heterotrof, yaitu memperoleh makanan dari sumber organik lainnya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Fungi dapat memperoleh makanan dengan cara:<\/p>\n<ul>\n<li>Saprofit: hidup dengan menguraikan bahan organik mati atau sampah organik menjadi bahan anorganik. Contoh: jamur kapang yang tumbuh pada roti atau buah busuk.<\/li>\n<li>Parasit: hidup dengan menyerap nutrisi dari inangnya yang masih hidup dan menyebabkan kerusakan atau penyakit pada inangnya. Contoh: jamur penyebab kudis pada kulit manusia atau hewan.<\/li>\n<li>Simbiosis: hidup dengan berhubungan erat dengan organisme lain untuk saling menguntungkan atau setidaknya tidak merugikan satu sama lain. Contoh: jamur mikoriza yang hidup bersama akar tumbuhan atau jamur liken yang hidup bersama alga.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memiliki_Hifa_sebagai_Struktur_Tubuh_Dasar\"><\/span>Memiliki Hifa sebagai Struktur Tubuh Dasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hifa adalah benang-benang halus yang merupakan struktur tubuh dasar fungi. Hifa dapat berupa sel tunggal atau multiseluler, bercabang atau tidak bercabang, bersekat atau tidak bersekat. Hifa-hifa dapat membentuk jaringan yang disebut miselium, yaitu bagian tubuh fungi yang biasanya tidak terlihat oleh mata telanjang karena tersembunyi di dalam substrat<sup>3<\/sup>. Miselium berfungsi untuk menyerap nutrisi dari lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Beberapa jenis fungi dapat membentuk struktur tubuh lain yang lebih kompleks dan terlihat oleh mata telanjang, seperti tubuh buah (basidium), sporangium, konidiofor, sklerotium, dan rizomorf<sup>4<\/sup>. Struktur-struktur ini biasanya berfungsi untuk reproduksi atau perlindungan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memiliki_Spora_sebagai_Alat_Reproduksi\"><\/span>Memiliki Spora sebagai Alat Reproduksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Spora adalah sel-sel haploid (n) yang dihasilkan oleh fungi sebagai alat reproduksi. Spora dapat dibentuk secara seksual atau aseksual. Spora seksual dibentuk melalui proses plasmogami (penyatuan sitoplasma dua hifa), kariogami (penyatuan inti dua hifa), dan meiosis (pembelahan reduksi). Spora aseksual dibentuk melalui proses mitosis (pembelahan sel biasa) atau fragmentasi (pemecahan hifa). Spora dapat menyebar melalui angin, air, hewan, atau manusia<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p>Spora dapat berkecambah menjadi hifa baru jika menemukan kondisi lingkungan yang sesuai, seperti kelembaban, suhu, dan pH. Spora juga dapat bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti kekeringan, panas, atau dingin<sup>6<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Fungi atau jamur adalah kelompok organisme eukariotik yang memiliki ciri-ciri khas, antara lain: dinding sel tersusun atas kitin, tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof, memiliki hifa sebagai struktur tubuh dasar, dan memiliki spora sebagai alat reproduksi. Fungi memiliki peran penting dalam ekosistem dan kehidupan manusia, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\n<sup>1<\/sup>: (PPT) FUNGI ATAU JAMUR | tedy eko &#8211; Academia.edu<br \/>\n<sup>2<\/sup>: (DOC) Makalah Jamur dan Klasifikasinya | Zulfandi Khalfani &#8211; Academia.edu<br \/>\n<sup>3<\/sup>: (PDF) Makalah tentang Fungi\/Jamur | Angga Kusuma &#8211; Academia.edu<br \/>\n<sup>4<\/sup>: LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENGAMATAN JAMUR &#8211; Academia.edu<br \/>\n<sup>5<\/sup>: (PDF) KUNCI JAWABAN-LKDS-Lembar Kerja Diskusi Siswa-Fungi-Biologi-Kelas \u2026(https:\/\/www.academia.edu\/)<br \/>\n<sup>6<\/sup>: Fungi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungi atau jamur adalah kelompok organisme eukariotik yang memiliki berbagai macam bentuk, ukuran, dan warna. Fungi dapat hidup sebagai sel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}