{"id":5663,"date":"2023-09-07T07:45:26","date_gmt":"2023-09-07T07:45:26","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5663"},"modified":"2023-09-07T07:45:26","modified_gmt":"2023-09-07T07:45:26","slug":"karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html","title":{"rendered":"Karakteristik Lumut dan Klasifikasi Bryophyta"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html\/#Karakteristik_Lumut\" >Karakteristik Lumut\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html\/#Klasifikasi_Bryophyta\" >Klasifikasi Bryophyta<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html\/#Hepaticopsida_Lumut_Hati\" >Hepaticopsida (Lumut Hati)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html\/#Anthocerotopsida_Lumut_Tanduk\" >Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/karakteristik-lumut-dan-klasifikasi-bryophyta.html\/#Bryopsida_Lumut_Daun\" >Bryopsida (Lumut Daun)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Lumut\"><\/span><strong>Karakteristik Lumut\u00a0<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lumut adalah salah satu kelompok tumbuhan yang termasuk dalam divisi bryophyta. Nama bryophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu bryon yang berarti tumbuhan lumut dan phyton yang berarti tumbuhan. Lumut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tumbuhan berukuran kecil hingga sedang, biasanya tidak lebih dari 10 cm.<\/li>\n<li>Tumbuhan tidak berpembuluh, tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.<\/li>\n<li>Tumbuhan memiliki rhizoid, yaitu struktur mirip akar yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan menyerap air dan mineral.<\/li>\n<li>Tumbuhan memiliki klorofil a dan b, sehingga berwarna hijau dan bersifat autotrof.<\/li>\n<li>Tumbuhan memiliki siklus hidup dengan pergiliran keturunan antara fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).<\/li>\n<li>Fase gametofit dominan dan lebih lama hidup daripada fase sporofit.<\/li>\n<li>Fase gametofit menghasilkan gamet jantan (anteridium) dan gamet betina (arkigonium) pada bagian yang disebut gametangium.<\/li>\n<li>Fase sporofit terdiri dari kaki, seta, dan kapsul yang menghasilkan spora pada bagian yang disebut sporangium.<\/li>\n<li>Spora bersifat homospora, yaitu hanya menghasilkan satu jenis spora yang dapat tumbuh menjadi gametofit jantan atau betina.<\/li>\n<li>Spora tersebar oleh angin atau air.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Bryophyta\"><\/span><strong>Klasifikasi Bryophyta<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas utama, yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hepaticopsida_Lumut_Hati\"><\/span>Hepaticopsida (Lumut Hati)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Lumut hati adalah kelas lumut yang memiliki bentuk tubuh seperti hati. Lumut hati memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tubuh berbentuk lembaran tipis yang disebut talus, dengan permukaan atas dan bawah yang berbeda.<\/li>\n<li>Talus dapat bercabang-cabang atau berselaput, dengan tepi yang rata atau bergigi.<\/li>\n<li>Talus memiliki lubang-lubang kecil yang disebut porus, yang berfungsi untuk pertukaran gas.<\/li>\n<li>Rhizoid terdapat pada permukaan bawah talus, dapat bersel tunggal atau multiseluler.<\/li>\n<li>Gametangium terdapat pada bagian khusus yang disebut gametofor, yang dapat berbentuk seperti payung (pada lumut hati daun) atau seperti botol (pada lumut hati talus).<\/li>\n<li>Sporofit terdiri dari kaki, seta pendek atau tidak ada, dan kapsul bulat atau lonjong.<\/li>\n<li>Kapsul tidak memiliki operkulum (tutup), tetapi memiliki peristom (mulut) yang dapat membuka dan menutup untuk melepaskan spora.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh lumut hati adalah Marchantia, Riccia, Lunularia, dll.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anthocerotopsida_Lumut_Tanduk\"><\/span>Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Lumut tanduk adalah kelas lumut yang memiliki bentuk tubuh seperti tanduk. Lumut tanduk memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tubuh berbentuk lembaran tipis yang disebut talus, dengan permukaan atas dan bawah yang sama.<\/li>\n<li>Talus tidak bercabang-cabang atau berselaput, dengan tepi yang rata atau bergelombang.<\/li>\n<li>Talus tidak memiliki porus, tetapi memiliki sel-sel khusus yang disebut sel noktah (stomata), yang berfungsi untuk pertukaran gas.<\/li>\n<li>Rhizoid terdapat pada permukaan bawah talus, bersel tunggal atau multiseluler.<\/li>\n<li>Gametangium terdapat pada permukaan atas talus, tersebar secara acak atau membentuk pola tertentu.<\/li>\n<li>Sporofit terdiri dari kaki, seta panjang dan lurus, dan kapsul silindris atau kerucut.<\/li>\n<li>Kapsul memiliki operkulum dan peristom, yang dapat membuka dan menutup untuk melepaskan spora.<\/li>\n<li>Kapsul memiliki klorofil dan dapat melakukan fotosintesis.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros, Notothylas, Phaeoceros, dll.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bryopsida_Lumut_Daun\"><\/span>Bryopsida (Lumut Daun)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Lumut daun adalah kelas lumut yang memiliki bentuk tubuh seperti daun. Lumut daun memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tubuh berbentuk batang yang bercabang-cabang, dengan daun-daun kecil yang tersusun spiral atau berkarang.<\/li>\n<li>Batang dan daun tidak memiliki jaringan pembuluh, tetapi memiliki sel-sel khusus yang disebut hidroid dan leptoid, yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat organik.<\/li>\n<li>Daun dapat memiliki tulang daun (midrib) atau tidak, dengan tepi yang rata atau bergigi.<\/li>\n<li>Rhizoid terdapat pada bagian bawah batang, bersel tunggal atau multiseluler.<\/li>\n<li>Gametangium terdapat pada bagian ujung batang atau cabang, membentuk struktur yang disebut bunga lumut (pada lumut daun sejati) atau anteridiofor dan arkigoniofor (pada lumut daun palsu).<\/li>\n<li>Sporofit terdiri dari kaki, seta panjang dan melengkung, dan kapsul bulat atau lonjong.<\/li>\n<li>Kapsul memiliki operkulum dan peristom, yang dapat membuka dan menutup untuk melepaskan spora.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh lumut daun adalah Polytrichum, Sphagnum, Funaria, dll.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Klasifikasi, Morfologi, dan Reproduksi Briophyta &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(2) LAPORAN PRAKTIKUM KARAKTERISASI BRYOPHYTA &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(3) (PDF) BRYOPHYTA | Naufal Ahmad Muzakki &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(4) (PPT) Lumut\/ Bryophyta | Fazrianty Octalina &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(5) (DOC) LUMUT (BRYOPHYTA | diana vici &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(6) https:\/\/plantlet.org\/<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karakteristik Lumut\u00a0 Lumut adalah salah satu kelompok tumbuhan yang termasuk dalam divisi bryophyta. Nama bryophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}